Simalungun – Peredaran sabu sabu di kecamatan Bandar Masilam Kabupaten Simalungum semangkin hari semangkin beserak seakan diluar kendali pihak kepolisian dari Polsek Bandar Huluan – Polres Simapungun.
Maraknya pengedar sabu di wilayah kecamatan Bandar Masilam,membuat tingkat kepercayaan terhadap kepolisian semangkin pudar,seperti dikatakan oleh warga MNH ia mengatakan bahwa peredaran sabu sabu semamgkin marak,bahkan kepolisian Polsek Bandar Huluan seakan mati suri,tidak mampu menghentikan peredaran narkoba.
“Kita melihat para oknum2 polisi seakan menikmati dengan maraknya peredaran Narkoba di Kecamatan Bandar Masilam,para oknum polisi itu kami duga mengetahui dan mendapat hasil dari ramai nya para pengedar narkoba,mana mungkin mereka tak tau, seumpama semut didalam tanah mereka tau apalagi bandar narkoba yang terlihat oleh mata telanjang ucap MNH warga Bandar Masilam yang tidak mau namanya disebutkan.Minggu 7/6/2026.
Jaringan peredaran narkoba di Kecamatan Bandar Masilam diduga kuat dikendalikan oleh sindikat terstruktur yang bergerak bebas hingga ke tingkat nagori (desa).
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari keresahan masyarakat, sejumlah nama mencuat dan santer disebut sebagai aktor intelektual, pengendali, hingga pengecer barang haram tersebut.
Adapun beberapa nama yang diduga kuat mengendalikan jalur distribusi barang haram di wilayah Kecamatan Bandar Masilam adalah :
• Julazmi Siregar: Diduga bertindak sebagai pengendali utama sabu di wilayah Kecamatan Bandar Masilam.
• Dedi (Anak Uden Pokak): Santer dikaitkan dengan pengelolaan gudang sabu.
• Alwi Morah: Diduga sebagai pengedar lintas wilayah di seluruh Kecamatan Bandar Masilam.
• Nandot: Ditengarai menguasai jalur peredaran sabu di wilayah Bandar Silou.
• Ewin: Diduga kuat menjadi pengedar sabu di kawasan Gunung Serawan.
• Jon Tato & Uden Pelor: Dua figur yang berdomisili di Gunung Serawan, diduga terlibat dalam jaringan lokal.
• Paklek alias Tono, Amat Kecewa, & Manda: Tiga nama di Nagori Bandar Masilam yang santer terdengar sebagai sosok penting pengendali jalur distribusi.
Kondisi yang kian mengkhawatirkan ini memicu reaksi keras dari warga setempat yang mengkhawatirkan masa depan generasi muda.
Salah seorang warga Kecamatan Bandar Masilam berinisial MS menegaskan bahwa nama-nama tersebut sudah menjadi rahasia umum di tengah masyarakat. Ia mendesak aparat penegak hukum segera turun tangan.
“Kami menduga kuat mereka adalah pengendali dan bandar utama di sini. Kami sangat berharap pihak kepolisian segera menangkap mereka tanpa pandang bulu agar kampung kami bersih dari narkoba,” ujar MS kepada awak media di Kecamatan Bandar Masilam. Senin (8/6/2026).
Di tempat yang sama, Hal senada diungkapkan oleh AM, warga lainnya yang merasakan kecemasan serupa. Ia menyatakan bahwa aktivitas para terduga pelaku sudah sangat meresahkan dan menuntut tindakan nyata dari pihak berwajib.
“Kondisi ini sudah darurat. Kami berharap ada tindakan tegas, terukur, dan cepat dari aparat. Jangan biarkan peredaran ini merusak mental anak-anak kami lebih dalam lagi,” tegas AM.
Masyarakat kini menunggu respons cepat dan langkah konkret dari aparat kepolisian untuk membongkar jaringan ini hingga ke akar-akarnya.
Sampai berita ini disampaikan pada publik,reporter kami belum dapat bertemu dengan Kapolsek Bandar Huluan dan Kapolres Simalungun,Begitu juga nama nama yang kami duga sebagai pengedar narkoba masi bersembunyi belum memberikan tanggapan.(*)





















Discussion about this post