PASAMAN BARAT, GI-MEDIA.com – Panggung kontestasi Pemilihan Wali Nagari (Pilwana) Muaro Kiawai Hilir resmi diramaikan oleh kehadiran Ipendri, S.Pd.I., S.H. Sebagai sosok yang memiliki rekam jejak panjang di bidang advokasi hukum dan tata kelola organisasi, Ipendri secara resmi menyerahkan berkas pendaftaran ke sekretariat Panitia Pemilihan Wali Nagari (PPWN), Jumat (17/7/2026).
Kedatangannya tidak sendirian. Puluhan warga yang terdiri dari tokoh masyarakat, tokoh pemuda, hingga keluarga besar turut mengawal proses pendaftaran ini. Bagi warga, kehadiran Ipendri menjadi antitesis dari sekadar janji politik, melainkan representasi dari pengalaman manajerial yang sudah teruji.
Perwakilan PPWN Muaro Kiawai Hilir menyatakan bahwa berkas pencalonan Ipendri telah memenuhi syarat administratif.
“Kami telah menerima berkas pencalonan saudara Ipendri. Kami mengapresiasi beliau telah melengkapi prosedur administratif tepat waktu. Ini adalah langkah awal dalam menyukseskan pesta demokrasi di nagari kita,” ujarnya singkat.

Ipendri, yang juga menjabat sebagai Sekretaris Nagari Muaro Kiawai Hilir, menegaskan bahwa keputusannya maju bukan didasari oleh ambisi kekuasaan, melainkan panggilan untuk penyelamatan nagari. Ia mengaku tidak ingin terjebak dalam retorika janji manis yang seringkali nihil realisasi.
”Hari ini masyarakat sudah cerdas. Mereka rindu pemimpin yang bertahta di atas hati umat. Saya tidak perlu menebar janji manis, biarkan rekam jejak pengabdian saya selama ini yang berbicara kepada warga,” tegas Ipendri.
Dukungan kuat juga datang dari berbagai kalangan. Anton, perwakilan pemuda, menyebut Ipendri sebagai sosok yang tidak asing dengan persoalan lapangan.
“Pak Ipendri bukan orang baru. Beliau tahu persis mana kebutuhan prioritas dan mana yang hanya sekadar seremoni. Ini pemimpin yang sudah teruji di lapangan, bukan kaleng-kaleng,” ujar Anton.
Senada dengan itu, Buya Zulman, tokoh masyarakat setempat, menggarisbawahi integritas Ipendri.
“Beliau sudah berdarah-darah mengabdikan diri untuk nagari ini. Ketulusannya teruji,” tuturnya.
Restu adat pun menjadi poin krusial dalam perjalanan Ipendri. Masri Imam Bosa, selaku Niniak Mamak, menyatakan bahwa sosok Ipendri adalah profil yang dibutuhkan nagari saat ini.
“Pemimpin harus jadi penyambung lidah dan pengayom. Kami melihat kapasitas itu pada diri Ipendri. Beliau paham adat, paham hukum, dan paham kebutuhan kaum,” tegas Masri.
Menutup prosesi pendaftaran, Ipendri mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga kondusivitas.
”Mari kita sukseskan Pilwana badunsanak. Bagi saya jabatan adalah amanah. Jika warga Muaro Kiawai Hilir memberi kepercayaan, saya siap melakukan perubahan nyata melalui tata kelola yang transparan dan akuntabel. Mari kita kembalikan marwah nagari ini ke tangan yang tepat,” pungkas Ipendri.***



















Discussion about this post