• Redaksi gi-media.com
  • Lowongan Kerja
  • Undang Undang Pers
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Cyber
Gi Media
ADVERTISEMENT
  • Daerah
  • Nasional
  • Kriminal
  • Kesehatan
  • Politik
  • Internasional
  • Korupsi
  • Agama
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Ekonomi
No Result
View All Result
  • Daerah
  • Nasional
  • Kriminal
  • Kesehatan
  • Politik
  • Internasional
  • Korupsi
  • Agama
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Ekonomi
No Result
View All Result
Gi Media
No Result
View All Result
  • Daerah
  • Nasional
  • Kriminal
  • Kesehatan
  • Politik
  • Internasional
  • Korupsi
  • Agama
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Ekonomi
ads ads ads
Home Hukum

Teuku Z. Arifin, Ketum KIU (Kajian Integritas Usaha): Revisi UU P2SK Jangan Jadikan OJK Rentan Intervensi Politik

redaksi by redaksi
April 14, 2026
in Hukum
0
Teuku Z. Arifin, Ketum KIU (Kajian Integritas Usaha): Revisi UU P2SK Jangan Jadikan OJK Rentan Intervensi Politik
0
SHARES
10
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

 

Jakarta , Gi-media.com,— Wacana revisi Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK), khususnya terkait skema pembiayaan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), kembali memantik perhatian publik. Usulan agar OJK tidak lagi dibiayai melalui pungutan pelaku usaha jasa keuangan (PUJK), melainkan melalui sumber yang terhubung dengan keuangan negara, dinilai membuka ruang perdebatan serius mengenai masa depan independensi lembaga pengawas sektor keuangan tersebut.

Ketua Umum Kajian Integritas Usaha (KIU), Teuku Z. Arifin, menegaskan bahwa perubahan model pembiayaan OJK tidak boleh dilakukan secara gegabah hanya karena adanya evaluasi atas sejumlah kasus pengawasan di sektor jasa keuangan. Menurut dia, persoalan utama yang harus dijaga bukan semata-mata siapa yang membiayai, melainkan bagaimana memastikan OJK tetap berdiri sebagai otoritas yang profesional, berintegritas, dan bebas dari tarikan kepentingan politik maupun ekonomi.

ADVERTISEMENT

“Jangan sampai revisi ini justru memindahkan sumber ketergantungan OJK, dari semula diduga rentan terhadap pengaruh industri, lalu berubah menjadi rentan terhadap tekanan politik anggaran. Kalau itu yang terjadi, maka esensi independensi OJK justru mengalami kemunduran,” kata Arifin, Selasa (14 April 2026)

BeritaTerkait

SP2HP keluar jejak terkini dipanggil, jejak intimidasi dan kata kasar terkuak semua .

SP2HP keluar jejak terkini dipanggil, jejak intimidasi dan kata kasar terkuak semua .

1 hari ago
Pemerintah Labuan Bajo Batalkan Surat Tanah 21 Oktober 1991 an. Beatrix Seram Nggebu

Pemerintah Labuan Bajo Batalkan Surat Tanah 21 Oktober 1991 an. Beatrix Seram Nggebu

2 hari ago
Bantah Penyelewengan Dana PSR, KUD Rantau Pasaman Tegaskan Komitmen Kooperatif

Bantah Penyelewengan Dana PSR, KUD Rantau Pasaman Tegaskan Komitmen Kooperatif

3 hari ago
Kongkalikong Tender Gedung BTN Sulampua? Logis 08 Desak BTN dan Danantara Buka-bukaan

Kongkalikong Tender Gedung BTN Sulampua? Logis 08 Desak BTN dan Danantara Buka-bukaan

3 hari ago

Wacana pembiayaan OJK oleh pemerintah muncul di tengah pembahasan revisi UU P2SK yang bergulir cukup alot di DPR dan pemerintah. Selain menyangkut model pendanaan OJK, revisi tersebut juga dikabarkan mencakup sejumlah isu lain, seperti mekanisme pemilihan pejabat di BI, OJK, dan LPS tanpa panitia seleksi, masa jabatan pengganti antarwaktu, serta demutualisasi bursa.

Dalam pandangan KIU, usulan pembiayaan OJK dari sumber yang bersinggungan dengan APBN memang sekilas dapat dibaca sebagai upaya memutus potensi konflik kepentingan antara regulator dan industri yang diawasinya. Namun, Arifin mengingatkan bahwa pendekatan tersebut menyimpan risiko baru yang tidak kalah serius, yakni terbukanya celah intervensi politik melalui mekanisme anggaran, persetujuan kelembagaan, maupun dinamika hubungan dengan DPR dan pemerintah.

“Ketika sebuah lembaga pengawas masuk terlalu dalam ke orbit anggaran negara, maka pada saat yang sama ia juga masuk ke dalam orbit negosiasi politik. Ini yang harus dibaca secara jernih. OJK adalah pilar kepercayaan di sektor jasa keuangan. Sekali independensinya dipersepsikan goyah, maka yang terdampak bukan hanya lembaganya, tetapi juga rasa aman investor, pelaku pasar, dan masyarakat sebagai konsumen,” ujarnya.

Arifin menilai evaluasi terhadap kinerja OJK memang sah dan bahkan perlu dilakukan secara berkala, terlebih setelah muncul berbagai sorotan publik terhadap pengawasan sektor keuangan, mulai dari persoalan pinjaman online, asuransi, dana pensiun, hingga dinamika di pasar modal. Namun, menurut dia, kelemahan pengawasan tidak boleh diselesaikan dengan formula yang justru dapat memperbesar beban politik terhadap lembaga pengawas.

Baginya, sumber dana bukan satu-satunya parameter dalam menilai independensi. Yang jauh lebih penting adalah membangun sistem yang memastikan pengambilan keputusan di tubuh OJK berlangsung secara akuntabel, transparan, dan tegas terhadap setiap pelanggaran.

“Independensi itu bukan sekadar soal pos pembiayaan, melainkan soal watak kelembagaan. Siapa pun yang membiayai, OJK harus tetap mampu bertindak objektif, berani, dan konsisten. Karena itu, perbaikannya harus diarahkan pada penguatan tata kelola, pengawasan internal, kualitas pimpinan, serta keberanian dalam penegakan regulasi,” tutur Arifin

KIU juga menaruh perhatian pada wacana penghapusan mekanisme panitia seleksi dalam pengisian jabatan strategis di BI, OJK, dan LPS. Menurut Arifin, langkah tersebut berpotensi mengurangi ruang partisipasi publik dan mempersempit transparansi dalam proses rekrutmen pejabat lembaga keuangan negara.

Ia menilai, proses seleksi yang terbuka bukan sekadar prosedur administratif, melainkan bagian dari mekanisme checks and balances agar jabatan strategis tidak semata diisi berdasarkan kedekatan politik atau preferensi kekuasaan.

“Jika mekanisme pansel dihilangkan, maka publik patut bertanya: di mana ruang akuntabilitasnya, di mana ruang pengujian integritasnya, dan bagaimana memastikan bahwa pejabat yang lahir dari proses itu benar-benar independen? Dalam lembaga sekelas OJK, kepercayaan publik dibangun bukan hanya dari hasil kerja, tetapi juga dari cara pejabatnya dipilih,” katanya.

Lebih jauh, KIU mengingatkan bahwa sektor jasa keuangan merupakan ruang yang sangat sensitif terhadap persepsi pasar. Karena itu, setiap perubahan regulasi yang menyangkut OJK harus dibaca tidak hanya dari sisi teknokratis, tetapi juga dari dampaknya terhadap kepercayaan investor, stabilitas sistem keuangan, dan perlindungan konsumen.

Arifin menegaskan, KIU pada prinsipnya mendukung pembenahan regulasi sektor keuangan selama arah revisinya benar-benar ditujukan untuk memperkuat integritas kelembagaan, bukan memperluas ruang kendali kekuasaan atas lembaga independen.

“Sikap KIU jelas: revisi UU P2SK harus memperkuat, bukan melemahkan, martabat independensi OJK. Negara boleh mengevaluasi, DPR boleh mengoreksi, tetapi jangan sampai lembaga pengawas keuangan kehilangan jarak sehatnya dari tekanan politik. Integritas regulasi adalah fondasi kepercayaan pasar, dan kepercayaan pasar adalah benteng bagi stabilitas ekonomi nasional,” ujar Arifin.

Di tengah tarik-menarik pembahasan revisi UU P2SK, KIU meminta agar pemerintah dan DPR menempatkan kepentingan jangka panjang sistem keuangan nasional di atas kepentingan sesaat. Sebab, menurut Teuku, yang dipertaruhkan bukan hanya desain pembiayaan sebuah lembaga, melainkan kredibilitas arsitektur pengawasan keuangan Indonesia secara keseluruhan.

Previous Post

Serius Kurangi Sampah, Munjirin Terapkan Pemilahan dari Sumber di Kantor Wali Kota

Next Post

Wakapolda Kalimantan Tengah Brigjen Pol. Drs. Yosi Muhamartha melaksanakan kunjungan kerja ke Kabupaten Murung Raya.

redaksi

redaksi

TerkaitBerita

Penegasan! Negara Tidak Punya Utang, Tapi Piutang Yang diubah Menjadi Utang
Hukum

Penegasan! Negara Tidak Punya Utang, Tapi Piutang Yang diubah Menjadi Utang

by redaksi
Mei 17, 2026
0

Oleh : Salamuddin Daeng Jakarta, Gi-media.com, Ada dua sebab. Pertama yakni Bantuan Liquiditas Bank Indonesia pada 1997/1998 sebesar 6,5 kali...

Read more
MENUJU NEGARA SOSIAL(ISME) YANG BERDAULAT

MENUJU NEGARA SOSIAL(ISME) YANG BERDAULAT

Mei 17, 2026
Jhn Taat”To Pengedar Sabu Kebal Hukum Di Bandar Masilam

Jhn Taat”To Pengedar Sabu Kebal Hukum Di Bandar Masilam

Mei 16, 2026
Soemitronomics: Antara Kapitalisme Global dan Amanat Konstitusi

Soemitronomics: Antara Kapitalisme Global dan Amanat Konstitusi

Mei 15, 2026
SP2HP keluar jejak terkini dipanggil, jejak intimidasi dan kata kasar terkuak semua .

SP2HP keluar jejak terkini dipanggil, jejak intimidasi dan kata kasar terkuak semua .

Mei 16, 2026
Pemerintah Labuan Bajo Batalkan Surat Tanah 21 Oktober 1991 an. Beatrix Seram Nggebu

Pemerintah Labuan Bajo Batalkan Surat Tanah 21 Oktober 1991 an. Beatrix Seram Nggebu

Mei 14, 2026
Next Post
Wakapolda Kalimantan Tengah Brigjen Pol. Drs. Yosi Muhamartha melaksanakan kunjungan kerja ke Kabupaten Murung Raya.

Wakapolda Kalimantan Tengah Brigjen Pol. Drs. Yosi Muhamartha melaksanakan kunjungan kerja ke Kabupaten Murung Raya.

Discussion about this post

Stay Connected test

  • 23.9k Followers
  • 99 Subscribers
  • Trending
  • Comments
  • Latest
IGN-CS Jualan Shabu,Perlanaan Jadi Kampung Narkoba

IGN-CS Jualan Shabu,Perlanaan Jadi Kampung Narkoba

Februari 13, 2025

Dua PNS Kominfo Kabupaten Batu Bara Diduga Selingkuh,Pak Kadis Diminta Segera Beri Sangsi

November 6, 2023

Pegawai Kominfo Batu Bara Jalin Hubungan Terlarang ,Pak Kadis Bungkam

November 21, 2023
Peredaran Sabu Dipematang Bandar Semangkin Marak,Diduga Ada Oknum APH Trima Stabil Dari Para Bandar

Info Buat Kasnob Polres Simalungun,IGUN CS Masi Jualan Shabu

Januari 29, 2025
12 Bulan Belum Cukup Bagi Polda-Su Tetapkan Tersangka Atas Perusakan Lahan Di Kualatanjung

12 Bulan Belum Cukup Bagi Polda-Su Tetapkan Tersangka Atas Perusakan Lahan Di Kualatanjung

0

Terkait Penampungan CPO Tanpa Ijin Dibatu 10,Ini Kata Kapolres Tebingtinggi

0
Presiden PKS Ingatkan DPR Jangan jadi Tukang Stempel

Presiden PKS Ingatkan DPR Jangan jadi Tukang Stempel

0

Uji Ketangkasan Giur Pengunjung Pasar Malam Tebingtinggi

0
Penegasan! Negara Tidak Punya Utang, Tapi Piutang Yang diubah Menjadi Utang

Penegasan! Negara Tidak Punya Utang, Tapi Piutang Yang diubah Menjadi Utang

Mei 17, 2026
MENUJU NEGARA SOSIAL(ISME) YANG BERDAULAT

MENUJU NEGARA SOSIAL(ISME) YANG BERDAULAT

Mei 17, 2026
Jhn Taat”To Pengedar Sabu Kebal Hukum Di Bandar Masilam

Jhn Taat”To Pengedar Sabu Kebal Hukum Di Bandar Masilam

Mei 16, 2026
Soemitronomics: Antara Kapitalisme Global dan Amanat Konstitusi

Soemitronomics: Antara Kapitalisme Global dan Amanat Konstitusi

Mei 15, 2026

Recent News

Penegasan! Negara Tidak Punya Utang, Tapi Piutang Yang diubah Menjadi Utang

Penegasan! Negara Tidak Punya Utang, Tapi Piutang Yang diubah Menjadi Utang

Mei 17, 2026
MENUJU NEGARA SOSIAL(ISME) YANG BERDAULAT

MENUJU NEGARA SOSIAL(ISME) YANG BERDAULAT

Mei 17, 2026
Jhn Taat”To Pengedar Sabu Kebal Hukum Di Bandar Masilam

Jhn Taat”To Pengedar Sabu Kebal Hukum Di Bandar Masilam

Mei 16, 2026
Soemitronomics: Antara Kapitalisme Global dan Amanat Konstitusi

Soemitronomics: Antara Kapitalisme Global dan Amanat Konstitusi

Mei 15, 2026
Facebook Twitter Google+ Youtube RSS

PT Gerbang Informasi Media

Follow Us

Cari Berdasarkan Kategori

  • Agama (74)
  • Daerah (2,397)
  • DPD/DPRD/DPR RI (10)
  • Ekonomi (265)
  • Fashion (25)
  • Hiburan (51)
  • Hukum (1,140)
  • Internasional (93)
  • Kesehatan (88)
  • Korupsi (47)
  • Kriminal (171)
  • Nasional (598)
  • Olahraga (46)
  • Otomotif (3)
  • Pendidikan (103)
  • Politik (109)
  • REDAKSI (306)
  • Sumut (1,064)
  • TNI/POLRI (56)
  • IGN-CS Jualan Shabu,Perlanaan Jadi Kampung Narkoba

    IGN-CS Jualan Shabu,Perlanaan Jadi Kampung Narkoba

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dua PNS Kominfo Kabupaten Batu Bara Diduga Selingkuh,Pak Kadis Diminta Segera Beri Sangsi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pegawai Kominfo Batu Bara Jalin Hubungan Terlarang ,Pak Kadis Bungkam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Info Buat Kasnob Polres Simalungun,IGUN CS Masi Jualan Shabu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pengawas Proyek SLB Negeri 25 Sintang Inisial DM Abaikan Konfirmasi Awak Media

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Hak Cipta © 2021 Gerbang Informasi Nusantara

No Result
View All Result
  • Redaksi gi-media.com
  • Lowongan Kerja
  • Undang Undang Pers
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Cyber

Hak Cipta © 2021 Gerbang Informasi Nusantara