• Redaksi gi-media.com
  • Lowongan Kerja
  • Undang Undang Pers
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Cyber
ADVERTISEMENT
  • Daerah
  • Nasional
  • Kriminal
  • Kesehatan
  • Politik
  • Internasional
  • Korupsi
  • Agama
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Ekonomi
No Result
View All Result
  • Daerah
  • Nasional
  • Kriminal
  • Kesehatan
  • Politik
  • Internasional
  • Korupsi
  • Agama
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Ekonomi
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • Daerah
  • Nasional
  • Kriminal
  • Kesehatan
  • Politik
  • Internasional
  • Korupsi
  • Agama
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Ekonomi
ads ads ads
Home Daerah

DBD Terus Menjangkit Warga, Dinkes Tebingtinggi nyatakan Kasus DBD Ada Penurunan

redaksi by redaksi
September 4, 2019
in Daerah
0
DBD Terus Menjangkit Warga, Dinkes Tebingtinggi nyatakan Kasus DBD Ada Penurunan
0
SHARES
14
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

 

 

 

GI-Media.com|Tebingtinggi – Penyakit   Demam Berdarah Dengue(DBD) di Tebingtinggi terus menjangkiti warga, Riky Ramadhan (15)  Warga jln sukarno Hatta lingkungan 3 kelurahan Tambangan Hulu kecamatan padang Hilir, terpaksa di larikan ke rumah sakit kumpulan pane kota Tebingtinggi  di sebabkan  terserang penyakit DBD, sabtu (31/08/2019)

Riky yang ditemani ibunya  Asmanah diruangan Rindu RSUD kumpulan Pane  kepada media senin (02/09/2019) mengatakan bahwa ada lebih kurang 10 orang yang terjangkit Demam Berdarah Dengue di lingkungan kami .

Pantauan awak  media di ruang Rindu RS kumpulan pane terdapat beberapa pasien yang di rawat di sana, mengidap penyakit Demam Berdarah Dengue(DBD) Dan ketika dikonfirmasi  petugas di ruang rindu RS Kumpulan Pane tempat korban DBD di rawat, berapa jumlah pasien yg di rawat? Petugas tidak bersedia memberikan keterangan, mereka menyarankan bertanya kepada yang berkompeten .
Penelusuran awak media terkait kasus Demam Berdarah Dengue ke pihak terkait dalam hal ini Dinas Kesehatan Tebingtinggi
Kepala dinas Kesehatan  Dr Nanang Fitra Aulia mengatakan bahwa, kasus penyakit Demam Berdarah Dengue di Tebingtinggi untuk Bulan ini sebenarnya ada penurunan di banding bulan – bulan yang lalu, “dan itu tetap  kita pantau “jelasnya .
Dr.Nanang Fitra Aulia juga mengatakan ada tren peningkatan per 5 tahun, untuk kasus demam berdarah dengue, dan tahun ini Tebingtinggi ada peningkatan disebabkan,perubahan cuaca yang cukup ekstrem di daerah kita, cuaca exstrim bukan terjadi di wilayah kita saja Sumatra Utara,  hampir rata di seluruh Indonesia mengalami  iklim yang tidak teratur .
Lebih jauh Dr Nanang menjelaskan tren penyakit itu tetap ada namun kita sudah turun ke lapangan semua, untuk mengantisipasi dalam hal pemberantasan sarang nyamuk, masih kita jumpai rumah-rumah warga yang hampir 85% berjenti   Aedes, rumah yang berjenti aides ini sudah kita beritahu kepada warga masyarakat agar membersihkan lingkungannya dan pemberantasan sarang nyamuk.
kita turun ke lapangan di ikut sertakan juga oleh kepling lurah dan juga camat,  sudah hampir 35 kelurahan kita turun kesana setiap hari tim kita turun untuk 9 Puskesmas dibagi berdasarkan wilayah kerjanya untuk memberikan sosialisasi kepada masyarakat untuk pemberantasan sarang nyamuk .
Tetapi tetap kuncinya kembali ke masyarakat, mengahiri pembicaraan nya Dr Nanang juga mengajak “ayo masyarakat kita bergotong-royong kita membersihkan lingkungan kita masing-masing minimal 1 bulan sekali kita bersihkan lingkungan kita, rumah kita dari sarang nyamuk”
Hingga berita ini di muat, data terakhir yang ada  dinas kesehatan Tebingtinggi korban yang terjangkit  DBD sebanyak 322 .
tim JOC /kru Gi    report
ADVERTISEMENT

 

 

 

GI-Media.com|Tebingtinggi – Penyakit   Demam Berdarah Dengue(DBD) di Tebingtinggi terus menjangkiti warga, Riky Ramadhan (15)  Warga jln sukarno Hatta lingkungan 3 kelurahan Tambangan Hulu kecamatan padang Hilir, terpaksa di larikan ke rumah sakit kumpulan pane kota Tebingtinggi  di sebabkan  terserang penyakit DBD, sabtu (31/08/2019)

Riky yang ditemani ibunya  Asmanah diruangan Rindu RSUD kumpulan Pane  kepada media senin (02/09/2019) mengatakan bahwa ada lebih kurang 10 orang yang terjangkit Demam Berdarah Dengue di lingkungan kami .

Pantauan awak  media di ruang Rindu RS kumpulan pane terdapat beberapa pasien yang di rawat di sana, mengidap penyakit Demam Berdarah Dengue(DBD) Dan ketika dikonfirmasi  petugas di ruang rindu RS Kumpulan Pane tempat korban DBD di rawat, berapa jumlah pasien yg di rawat? Petugas tidak bersedia memberikan keterangan, mereka menyarankan bertanya kepada yang berkompeten .
Penelusuran awak media terkait kasus Demam Berdarah Dengue ke pihak terkait dalam hal ini Dinas Kesehatan Tebingtinggi
Kepala dinas Kesehatan  Dr Nanang Fitra Aulia mengatakan bahwa, kasus penyakit Demam Berdarah Dengue di Tebingtinggi untuk Bulan ini sebenarnya ada penurunan di banding bulan – bulan yang lalu, “dan itu tetap  kita pantau “jelasnya .
Dr.Nanang Fitra Aulia juga mengatakan ada tren peningkatan per 5 tahun, untuk kasus demam berdarah dengue, dan tahun ini Tebingtinggi ada peningkatan disebabkan,perubahan cuaca yang cukup ekstrem di daerah kita, cuaca exstrim bukan terjadi di wilayah kita saja Sumatra Utara,  hampir rata di seluruh Indonesia mengalami  iklim yang tidak teratur .
Lebih jauh Dr Nanang menjelaskan tren penyakit itu tetap ada namun kita sudah turun ke lapangan semua, untuk mengantisipasi dalam hal pemberantasan sarang nyamuk, masih kita jumpai rumah-rumah warga yang hampir 85% berjenti   Aedes, rumah yang berjenti aides ini sudah kita beritahu kepada warga masyarakat agar membersihkan lingkungannya dan pemberantasan sarang nyamuk.
kita turun ke lapangan di ikut sertakan juga oleh kepling lurah dan juga camat,  sudah hampir 35 kelurahan kita turun kesana setiap hari tim kita turun untuk 9 Puskesmas dibagi berdasarkan wilayah kerjanya untuk memberikan sosialisasi kepada masyarakat untuk pemberantasan sarang nyamuk .
Tetapi tetap kuncinya kembali ke masyarakat, mengahiri pembicaraan nya Dr Nanang juga mengajak “ayo masyarakat kita bergotong-royong kita membersihkan lingkungan kita masing-masing minimal 1 bulan sekali kita bersihkan lingkungan kita, rumah kita dari sarang nyamuk”
Hingga berita ini di muat, data terakhir yang ada  dinas kesehatan Tebingtinggi korban yang terjangkit  DBD sebanyak 322 .
tim JOC /kru Gi    report

 

 

 

GI-Media.com|Tebingtinggi – Penyakit   Demam Berdarah Dengue(DBD) di Tebingtinggi terus menjangkiti warga, Riky Ramadhan (15)  Warga jln sukarno Hatta lingkungan 3 kelurahan Tambangan Hulu kecamatan padang Hilir, terpaksa di larikan ke rumah sakit kumpulan pane kota Tebingtinggi  di sebabkan  terserang penyakit DBD, sabtu (31/08/2019)

Riky yang ditemani ibunya  Asmanah diruangan Rindu RSUD kumpulan Pane  kepada media senin (02/09/2019) mengatakan bahwa ada lebih kurang 10 orang yang terjangkit Demam Berdarah Dengue di lingkungan kami .

Pantauan awak  media di ruang Rindu RS kumpulan pane terdapat beberapa pasien yang di rawat di sana, mengidap penyakit Demam Berdarah Dengue(DBD) Dan ketika dikonfirmasi  petugas di ruang rindu RS Kumpulan Pane tempat korban DBD di rawat, berapa jumlah pasien yg di rawat? Petugas tidak bersedia memberikan keterangan, mereka menyarankan bertanya kepada yang berkompeten .
Penelusuran awak media terkait kasus Demam Berdarah Dengue ke pihak terkait dalam hal ini Dinas Kesehatan Tebingtinggi
Kepala dinas Kesehatan  Dr Nanang Fitra Aulia mengatakan bahwa, kasus penyakit Demam Berdarah Dengue di Tebingtinggi untuk Bulan ini sebenarnya ada penurunan di banding bulan – bulan yang lalu, “dan itu tetap  kita pantau “jelasnya .
Dr.Nanang Fitra Aulia juga mengatakan ada tren peningkatan per 5 tahun, untuk kasus demam berdarah dengue, dan tahun ini Tebingtinggi ada peningkatan disebabkan,perubahan cuaca yang cukup ekstrem di daerah kita, cuaca exstrim bukan terjadi di wilayah kita saja Sumatra Utara,  hampir rata di seluruh Indonesia mengalami  iklim yang tidak teratur .
Lebih jauh Dr Nanang menjelaskan tren penyakit itu tetap ada namun kita sudah turun ke lapangan semua, untuk mengantisipasi dalam hal pemberantasan sarang nyamuk, masih kita jumpai rumah-rumah warga yang hampir 85% berjenti   Aedes, rumah yang berjenti aides ini sudah kita beritahu kepada warga masyarakat agar membersihkan lingkungannya dan pemberantasan sarang nyamuk.
kita turun ke lapangan di ikut sertakan juga oleh kepling lurah dan juga camat,  sudah hampir 35 kelurahan kita turun kesana setiap hari tim kita turun untuk 9 Puskesmas dibagi berdasarkan wilayah kerjanya untuk memberikan sosialisasi kepada masyarakat untuk pemberantasan sarang nyamuk .
Tetapi tetap kuncinya kembali ke masyarakat, mengahiri pembicaraan nya Dr Nanang juga mengajak “ayo masyarakat kita bergotong-royong kita membersihkan lingkungan kita masing-masing minimal 1 bulan sekali kita bersihkan lingkungan kita, rumah kita dari sarang nyamuk”
Hingga berita ini di muat, data terakhir yang ada  dinas kesehatan Tebingtinggi korban yang terjangkit  DBD sebanyak 322 .
tim JOC /kru Gi    report
ADVERTISEMENT

 

 

 

GI-Media.com|Tebingtinggi – Penyakit   Demam Berdarah Dengue(DBD) di Tebingtinggi terus menjangkiti warga, Riky Ramadhan (15)  Warga jln sukarno Hatta lingkungan 3 kelurahan Tambangan Hulu kecamatan padang Hilir, terpaksa di larikan ke rumah sakit kumpulan pane kota Tebingtinggi  di sebabkan  terserang penyakit DBD, sabtu (31/08/2019)

Riky yang ditemani ibunya  Asmanah diruangan Rindu RSUD kumpulan Pane  kepada media senin (02/09/2019) mengatakan bahwa ada lebih kurang 10 orang yang terjangkit Demam Berdarah Dengue di lingkungan kami .

Pantauan awak  media di ruang Rindu RS kumpulan pane terdapat beberapa pasien yang di rawat di sana, mengidap penyakit Demam Berdarah Dengue(DBD) Dan ketika dikonfirmasi  petugas di ruang rindu RS Kumpulan Pane tempat korban DBD di rawat, berapa jumlah pasien yg di rawat? Petugas tidak bersedia memberikan keterangan, mereka menyarankan bertanya kepada yang berkompeten .
Penelusuran awak media terkait kasus Demam Berdarah Dengue ke pihak terkait dalam hal ini Dinas Kesehatan Tebingtinggi
Kepala dinas Kesehatan  Dr Nanang Fitra Aulia mengatakan bahwa, kasus penyakit Demam Berdarah Dengue di Tebingtinggi untuk Bulan ini sebenarnya ada penurunan di banding bulan – bulan yang lalu, “dan itu tetap  kita pantau “jelasnya .
Dr.Nanang Fitra Aulia juga mengatakan ada tren peningkatan per 5 tahun, untuk kasus demam berdarah dengue, dan tahun ini Tebingtinggi ada peningkatan disebabkan,perubahan cuaca yang cukup ekstrem di daerah kita, cuaca exstrim bukan terjadi di wilayah kita saja Sumatra Utara,  hampir rata di seluruh Indonesia mengalami  iklim yang tidak teratur .
Lebih jauh Dr Nanang menjelaskan tren penyakit itu tetap ada namun kita sudah turun ke lapangan semua, untuk mengantisipasi dalam hal pemberantasan sarang nyamuk, masih kita jumpai rumah-rumah warga yang hampir 85% berjenti   Aedes, rumah yang berjenti aides ini sudah kita beritahu kepada warga masyarakat agar membersihkan lingkungannya dan pemberantasan sarang nyamuk.
kita turun ke lapangan di ikut sertakan juga oleh kepling lurah dan juga camat,  sudah hampir 35 kelurahan kita turun kesana setiap hari tim kita turun untuk 9 Puskesmas dibagi berdasarkan wilayah kerjanya untuk memberikan sosialisasi kepada masyarakat untuk pemberantasan sarang nyamuk .
Tetapi tetap kuncinya kembali ke masyarakat, mengahiri pembicaraan nya Dr Nanang juga mengajak “ayo masyarakat kita bergotong-royong kita membersihkan lingkungan kita masing-masing minimal 1 bulan sekali kita bersihkan lingkungan kita, rumah kita dari sarang nyamuk”
Hingga berita ini di muat, data terakhir yang ada  dinas kesehatan Tebingtinggi korban yang terjangkit  DBD sebanyak 322 .
tim JOC /kru Gi    report

 

 

 

GI-Media.com|Tebingtinggi – Penyakit   Demam Berdarah Dengue(DBD) di Tebingtinggi terus menjangkiti warga, Riky Ramadhan (15)  Warga jln sukarno Hatta lingkungan 3 kelurahan Tambangan Hulu kecamatan padang Hilir, terpaksa di larikan ke rumah sakit kumpulan pane kota Tebingtinggi  di sebabkan  terserang penyakit DBD, sabtu (31/08/2019)

Riky yang ditemani ibunya  Asmanah diruangan Rindu RSUD kumpulan Pane  kepada media senin (02/09/2019) mengatakan bahwa ada lebih kurang 10 orang yang terjangkit Demam Berdarah Dengue di lingkungan kami .

Pantauan awak  media di ruang Rindu RS kumpulan pane terdapat beberapa pasien yang di rawat di sana, mengidap penyakit Demam Berdarah Dengue(DBD) Dan ketika dikonfirmasi  petugas di ruang rindu RS Kumpulan Pane tempat korban DBD di rawat, berapa jumlah pasien yg di rawat? Petugas tidak bersedia memberikan keterangan, mereka menyarankan bertanya kepada yang berkompeten .
Penelusuran awak media terkait kasus Demam Berdarah Dengue ke pihak terkait dalam hal ini Dinas Kesehatan Tebingtinggi
Kepala dinas Kesehatan  Dr Nanang Fitra Aulia mengatakan bahwa, kasus penyakit Demam Berdarah Dengue di Tebingtinggi untuk Bulan ini sebenarnya ada penurunan di banding bulan – bulan yang lalu, “dan itu tetap  kita pantau “jelasnya .
Dr.Nanang Fitra Aulia juga mengatakan ada tren peningkatan per 5 tahun, untuk kasus demam berdarah dengue, dan tahun ini Tebingtinggi ada peningkatan disebabkan,perubahan cuaca yang cukup ekstrem di daerah kita, cuaca exstrim bukan terjadi di wilayah kita saja Sumatra Utara,  hampir rata di seluruh Indonesia mengalami  iklim yang tidak teratur .
Lebih jauh Dr Nanang menjelaskan tren penyakit itu tetap ada namun kita sudah turun ke lapangan semua, untuk mengantisipasi dalam hal pemberantasan sarang nyamuk, masih kita jumpai rumah-rumah warga yang hampir 85% berjenti   Aedes, rumah yang berjenti aides ini sudah kita beritahu kepada warga masyarakat agar membersihkan lingkungannya dan pemberantasan sarang nyamuk.
kita turun ke lapangan di ikut sertakan juga oleh kepling lurah dan juga camat,  sudah hampir 35 kelurahan kita turun kesana setiap hari tim kita turun untuk 9 Puskesmas dibagi berdasarkan wilayah kerjanya untuk memberikan sosialisasi kepada masyarakat untuk pemberantasan sarang nyamuk .
Tetapi tetap kuncinya kembali ke masyarakat, mengahiri pembicaraan nya Dr Nanang juga mengajak “ayo masyarakat kita bergotong-royong kita membersihkan lingkungan kita masing-masing minimal 1 bulan sekali kita bersihkan lingkungan kita, rumah kita dari sarang nyamuk”
Hingga berita ini di muat, data terakhir yang ada  dinas kesehatan Tebingtinggi korban yang terjangkit  DBD sebanyak 322 .
tim JOC /kru Gi    report
ADVERTISEMENT

 

 

 

GI-Media.com|Tebingtinggi – Penyakit   Demam Berdarah Dengue(DBD) di Tebingtinggi terus menjangkiti warga, Riky Ramadhan (15)  Warga jln sukarno Hatta lingkungan 3 kelurahan Tambangan Hulu kecamatan padang Hilir, terpaksa di larikan ke rumah sakit kumpulan pane kota Tebingtinggi  di sebabkan  terserang penyakit DBD, sabtu (31/08/2019)

Riky yang ditemani ibunya  Asmanah diruangan Rindu RSUD kumpulan Pane  kepada media senin (02/09/2019) mengatakan bahwa ada lebih kurang 10 orang yang terjangkit Demam Berdarah Dengue di lingkungan kami .

Pantauan awak  media di ruang Rindu RS kumpulan pane terdapat beberapa pasien yang di rawat di sana, mengidap penyakit Demam Berdarah Dengue(DBD) Dan ketika dikonfirmasi  petugas di ruang rindu RS Kumpulan Pane tempat korban DBD di rawat, berapa jumlah pasien yg di rawat? Petugas tidak bersedia memberikan keterangan, mereka menyarankan bertanya kepada yang berkompeten .
Penelusuran awak media terkait kasus Demam Berdarah Dengue ke pihak terkait dalam hal ini Dinas Kesehatan Tebingtinggi
Kepala dinas Kesehatan  Dr Nanang Fitra Aulia mengatakan bahwa, kasus penyakit Demam Berdarah Dengue di Tebingtinggi untuk Bulan ini sebenarnya ada penurunan di banding bulan – bulan yang lalu, “dan itu tetap  kita pantau “jelasnya .
Dr.Nanang Fitra Aulia juga mengatakan ada tren peningkatan per 5 tahun, untuk kasus demam berdarah dengue, dan tahun ini Tebingtinggi ada peningkatan disebabkan,perubahan cuaca yang cukup ekstrem di daerah kita, cuaca exstrim bukan terjadi di wilayah kita saja Sumatra Utara,  hampir rata di seluruh Indonesia mengalami  iklim yang tidak teratur .
Lebih jauh Dr Nanang menjelaskan tren penyakit itu tetap ada namun kita sudah turun ke lapangan semua, untuk mengantisipasi dalam hal pemberantasan sarang nyamuk, masih kita jumpai rumah-rumah warga yang hampir 85% berjenti   Aedes, rumah yang berjenti aides ini sudah kita beritahu kepada warga masyarakat agar membersihkan lingkungannya dan pemberantasan sarang nyamuk.
kita turun ke lapangan di ikut sertakan juga oleh kepling lurah dan juga camat,  sudah hampir 35 kelurahan kita turun kesana setiap hari tim kita turun untuk 9 Puskesmas dibagi berdasarkan wilayah kerjanya untuk memberikan sosialisasi kepada masyarakat untuk pemberantasan sarang nyamuk .
Tetapi tetap kuncinya kembali ke masyarakat, mengahiri pembicaraan nya Dr Nanang juga mengajak “ayo masyarakat kita bergotong-royong kita membersihkan lingkungan kita masing-masing minimal 1 bulan sekali kita bersihkan lingkungan kita, rumah kita dari sarang nyamuk”
Hingga berita ini di muat, data terakhir yang ada  dinas kesehatan Tebingtinggi korban yang terjangkit  DBD sebanyak 322 .
tim JOC /kru Gi    report

 

 

 

GI-Media.com|Tebingtinggi – Penyakit   Demam Berdarah Dengue(DBD) di Tebingtinggi terus menjangkiti warga, Riky Ramadhan (15)  Warga jln sukarno Hatta lingkungan 3 kelurahan Tambangan Hulu kecamatan padang Hilir, terpaksa di larikan ke rumah sakit kumpulan pane kota Tebingtinggi  di sebabkan  terserang penyakit DBD, sabtu (31/08/2019)

Riky yang ditemani ibunya  Asmanah diruangan Rindu RSUD kumpulan Pane  kepada media senin (02/09/2019) mengatakan bahwa ada lebih kurang 10 orang yang terjangkit Demam Berdarah Dengue di lingkungan kami .

Pantauan awak  media di ruang Rindu RS kumpulan pane terdapat beberapa pasien yang di rawat di sana, mengidap penyakit Demam Berdarah Dengue(DBD) Dan ketika dikonfirmasi  petugas di ruang rindu RS Kumpulan Pane tempat korban DBD di rawat, berapa jumlah pasien yg di rawat? Petugas tidak bersedia memberikan keterangan, mereka menyarankan bertanya kepada yang berkompeten .
Penelusuran awak media terkait kasus Demam Berdarah Dengue ke pihak terkait dalam hal ini Dinas Kesehatan Tebingtinggi
Kepala dinas Kesehatan  Dr Nanang Fitra Aulia mengatakan bahwa, kasus penyakit Demam Berdarah Dengue di Tebingtinggi untuk Bulan ini sebenarnya ada penurunan di banding bulan – bulan yang lalu, “dan itu tetap  kita pantau “jelasnya .
Dr.Nanang Fitra Aulia juga mengatakan ada tren peningkatan per 5 tahun, untuk kasus demam berdarah dengue, dan tahun ini Tebingtinggi ada peningkatan disebabkan,perubahan cuaca yang cukup ekstrem di daerah kita, cuaca exstrim bukan terjadi di wilayah kita saja Sumatra Utara,  hampir rata di seluruh Indonesia mengalami  iklim yang tidak teratur .
Lebih jauh Dr Nanang menjelaskan tren penyakit itu tetap ada namun kita sudah turun ke lapangan semua, untuk mengantisipasi dalam hal pemberantasan sarang nyamuk, masih kita jumpai rumah-rumah warga yang hampir 85% berjenti   Aedes, rumah yang berjenti aides ini sudah kita beritahu kepada warga masyarakat agar membersihkan lingkungannya dan pemberantasan sarang nyamuk.
kita turun ke lapangan di ikut sertakan juga oleh kepling lurah dan juga camat,  sudah hampir 35 kelurahan kita turun kesana setiap hari tim kita turun untuk 9 Puskesmas dibagi berdasarkan wilayah kerjanya untuk memberikan sosialisasi kepada masyarakat untuk pemberantasan sarang nyamuk .
Tetapi tetap kuncinya kembali ke masyarakat, mengahiri pembicaraan nya Dr Nanang juga mengajak “ayo masyarakat kita bergotong-royong kita membersihkan lingkungan kita masing-masing minimal 1 bulan sekali kita bersihkan lingkungan kita, rumah kita dari sarang nyamuk”
Hingga berita ini di muat, data terakhir yang ada  dinas kesehatan Tebingtinggi korban yang terjangkit  DBD sebanyak 322 .
tim JOC /kru Gi    report
ADVERTISEMENT

 

 

 

GI-Media.com|Tebingtinggi – Penyakit   Demam Berdarah Dengue(DBD) di Tebingtinggi terus menjangkiti warga, Riky Ramadhan (15)  Warga jln sukarno Hatta lingkungan 3 kelurahan Tambangan Hulu kecamatan padang Hilir, terpaksa di larikan ke rumah sakit kumpulan pane kota Tebingtinggi  di sebabkan  terserang penyakit DBD, sabtu (31/08/2019)

Riky yang ditemani ibunya  Asmanah diruangan Rindu RSUD kumpulan Pane  kepada media senin (02/09/2019) mengatakan bahwa ada lebih kurang 10 orang yang terjangkit Demam Berdarah Dengue di lingkungan kami .

Pantauan awak  media di ruang Rindu RS kumpulan pane terdapat beberapa pasien yang di rawat di sana, mengidap penyakit Demam Berdarah Dengue(DBD) Dan ketika dikonfirmasi  petugas di ruang rindu RS Kumpulan Pane tempat korban DBD di rawat, berapa jumlah pasien yg di rawat? Petugas tidak bersedia memberikan keterangan, mereka menyarankan bertanya kepada yang berkompeten .
Penelusuran awak media terkait kasus Demam Berdarah Dengue ke pihak terkait dalam hal ini Dinas Kesehatan Tebingtinggi
Kepala dinas Kesehatan  Dr Nanang Fitra Aulia mengatakan bahwa, kasus penyakit Demam Berdarah Dengue di Tebingtinggi untuk Bulan ini sebenarnya ada penurunan di banding bulan – bulan yang lalu, “dan itu tetap  kita pantau “jelasnya .
Dr.Nanang Fitra Aulia juga mengatakan ada tren peningkatan per 5 tahun, untuk kasus demam berdarah dengue, dan tahun ini Tebingtinggi ada peningkatan disebabkan,perubahan cuaca yang cukup ekstrem di daerah kita, cuaca exstrim bukan terjadi di wilayah kita saja Sumatra Utara,  hampir rata di seluruh Indonesia mengalami  iklim yang tidak teratur .
Lebih jauh Dr Nanang menjelaskan tren penyakit itu tetap ada namun kita sudah turun ke lapangan semua, untuk mengantisipasi dalam hal pemberantasan sarang nyamuk, masih kita jumpai rumah-rumah warga yang hampir 85% berjenti   Aedes, rumah yang berjenti aides ini sudah kita beritahu kepada warga masyarakat agar membersihkan lingkungannya dan pemberantasan sarang nyamuk.
kita turun ke lapangan di ikut sertakan juga oleh kepling lurah dan juga camat,  sudah hampir 35 kelurahan kita turun kesana setiap hari tim kita turun untuk 9 Puskesmas dibagi berdasarkan wilayah kerjanya untuk memberikan sosialisasi kepada masyarakat untuk pemberantasan sarang nyamuk .
Tetapi tetap kuncinya kembali ke masyarakat, mengahiri pembicaraan nya Dr Nanang juga mengajak “ayo masyarakat kita bergotong-royong kita membersihkan lingkungan kita masing-masing minimal 1 bulan sekali kita bersihkan lingkungan kita, rumah kita dari sarang nyamuk”
Hingga berita ini di muat, data terakhir yang ada  dinas kesehatan Tebingtinggi korban yang terjangkit  DBD sebanyak 322 .
tim JOC /kru Gi    report

 

 

 

GI-Media.com|Tebingtinggi – Penyakit   Demam Berdarah Dengue(DBD) di Tebingtinggi terus menjangkiti warga, Riky Ramadhan (15)  Warga jln sukarno Hatta lingkungan 3 kelurahan Tambangan Hulu kecamatan padang Hilir, terpaksa di larikan ke rumah sakit kumpulan pane kota Tebingtinggi  di sebabkan  terserang penyakit DBD, sabtu (31/08/2019)

Riky yang ditemani ibunya  Asmanah diruangan Rindu RSUD kumpulan Pane  kepada media senin (02/09/2019) mengatakan bahwa ada lebih kurang 10 orang yang terjangkit Demam Berdarah Dengue di lingkungan kami .

Pantauan awak  media di ruang Rindu RS kumpulan pane terdapat beberapa pasien yang di rawat di sana, mengidap penyakit Demam Berdarah Dengue(DBD) Dan ketika dikonfirmasi  petugas di ruang rindu RS Kumpulan Pane tempat korban DBD di rawat, berapa jumlah pasien yg di rawat? Petugas tidak bersedia memberikan keterangan, mereka menyarankan bertanya kepada yang berkompeten .
Penelusuran awak media terkait kasus Demam Berdarah Dengue ke pihak terkait dalam hal ini Dinas Kesehatan Tebingtinggi
Kepala dinas Kesehatan  Dr Nanang Fitra Aulia mengatakan bahwa, kasus penyakit Demam Berdarah Dengue di Tebingtinggi untuk Bulan ini sebenarnya ada penurunan di banding bulan – bulan yang lalu, “dan itu tetap  kita pantau “jelasnya .
Dr.Nanang Fitra Aulia juga mengatakan ada tren peningkatan per 5 tahun, untuk kasus demam berdarah dengue, dan tahun ini Tebingtinggi ada peningkatan disebabkan,perubahan cuaca yang cukup ekstrem di daerah kita, cuaca exstrim bukan terjadi di wilayah kita saja Sumatra Utara,  hampir rata di seluruh Indonesia mengalami  iklim yang tidak teratur .
Lebih jauh Dr Nanang menjelaskan tren penyakit itu tetap ada namun kita sudah turun ke lapangan semua, untuk mengantisipasi dalam hal pemberantasan sarang nyamuk, masih kita jumpai rumah-rumah warga yang hampir 85% berjenti   Aedes, rumah yang berjenti aides ini sudah kita beritahu kepada warga masyarakat agar membersihkan lingkungannya dan pemberantasan sarang nyamuk.
kita turun ke lapangan di ikut sertakan juga oleh kepling lurah dan juga camat,  sudah hampir 35 kelurahan kita turun kesana setiap hari tim kita turun untuk 9 Puskesmas dibagi berdasarkan wilayah kerjanya untuk memberikan sosialisasi kepada masyarakat untuk pemberantasan sarang nyamuk .
Tetapi tetap kuncinya kembali ke masyarakat, mengahiri pembicaraan nya Dr Nanang juga mengajak “ayo masyarakat kita bergotong-royong kita membersihkan lingkungan kita masing-masing minimal 1 bulan sekali kita bersihkan lingkungan kita, rumah kita dari sarang nyamuk”
Hingga berita ini di muat, data terakhir yang ada  dinas kesehatan Tebingtinggi korban yang terjangkit  DBD sebanyak 322 .
tim JOC /kru Gi    report
ADVERTISEMENT

 

 

 

GI-Media.com|Tebingtinggi – Penyakit   Demam Berdarah Dengue(DBD) di Tebingtinggi terus menjangkiti warga, Riky Ramadhan (15)  Warga jln sukarno Hatta lingkungan 3 kelurahan Tambangan Hulu kecamatan padang Hilir, terpaksa di larikan ke rumah sakit kumpulan pane kota Tebingtinggi  di sebabkan  terserang penyakit DBD, sabtu (31/08/2019)

Riky yang ditemani ibunya  Asmanah diruangan Rindu RSUD kumpulan Pane  kepada media senin (02/09/2019) mengatakan bahwa ada lebih kurang 10 orang yang terjangkit Demam Berdarah Dengue di lingkungan kami .

Pantauan awak  media di ruang Rindu RS kumpulan pane terdapat beberapa pasien yang di rawat di sana, mengidap penyakit Demam Berdarah Dengue(DBD) Dan ketika dikonfirmasi  petugas di ruang rindu RS Kumpulan Pane tempat korban DBD di rawat, berapa jumlah pasien yg di rawat? Petugas tidak bersedia memberikan keterangan, mereka menyarankan bertanya kepada yang berkompeten .
Penelusuran awak media terkait kasus Demam Berdarah Dengue ke pihak terkait dalam hal ini Dinas Kesehatan Tebingtinggi
Kepala dinas Kesehatan  Dr Nanang Fitra Aulia mengatakan bahwa, kasus penyakit Demam Berdarah Dengue di Tebingtinggi untuk Bulan ini sebenarnya ada penurunan di banding bulan – bulan yang lalu, “dan itu tetap  kita pantau “jelasnya .
Dr.Nanang Fitra Aulia juga mengatakan ada tren peningkatan per 5 tahun, untuk kasus demam berdarah dengue, dan tahun ini Tebingtinggi ada peningkatan disebabkan,perubahan cuaca yang cukup ekstrem di daerah kita, cuaca exstrim bukan terjadi di wilayah kita saja Sumatra Utara,  hampir rata di seluruh Indonesia mengalami  iklim yang tidak teratur .
Lebih jauh Dr Nanang menjelaskan tren penyakit itu tetap ada namun kita sudah turun ke lapangan semua, untuk mengantisipasi dalam hal pemberantasan sarang nyamuk, masih kita jumpai rumah-rumah warga yang hampir 85% berjenti   Aedes, rumah yang berjenti aides ini sudah kita beritahu kepada warga masyarakat agar membersihkan lingkungannya dan pemberantasan sarang nyamuk.
kita turun ke lapangan di ikut sertakan juga oleh kepling lurah dan juga camat,  sudah hampir 35 kelurahan kita turun kesana setiap hari tim kita turun untuk 9 Puskesmas dibagi berdasarkan wilayah kerjanya untuk memberikan sosialisasi kepada masyarakat untuk pemberantasan sarang nyamuk .
Tetapi tetap kuncinya kembali ke masyarakat, mengahiri pembicaraan nya Dr Nanang juga mengajak “ayo masyarakat kita bergotong-royong kita membersihkan lingkungan kita masing-masing minimal 1 bulan sekali kita bersihkan lingkungan kita, rumah kita dari sarang nyamuk”
Hingga berita ini di muat, data terakhir yang ada  dinas kesehatan Tebingtinggi korban yang terjangkit  DBD sebanyak 322 .
tim JOC /kru Gi    report

 

 

 

GI-Media.com|Tebingtinggi – Penyakit   Demam Berdarah Dengue(DBD) di Tebingtinggi terus menjangkiti warga, Riky Ramadhan (15)  Warga jln sukarno Hatta lingkungan 3 kelurahan Tambangan Hulu kecamatan padang Hilir, terpaksa di larikan ke rumah sakit kumpulan pane kota Tebingtinggi  di sebabkan  terserang penyakit DBD, sabtu (31/08/2019)

Riky yang ditemani ibunya  Asmanah diruangan Rindu RSUD kumpulan Pane  kepada media senin (02/09/2019) mengatakan bahwa ada lebih kurang 10 orang yang terjangkit Demam Berdarah Dengue di lingkungan kami .

Pantauan awak  media di ruang Rindu RS kumpulan pane terdapat beberapa pasien yang di rawat di sana, mengidap penyakit Demam Berdarah Dengue(DBD) Dan ketika dikonfirmasi  petugas di ruang rindu RS Kumpulan Pane tempat korban DBD di rawat, berapa jumlah pasien yg di rawat? Petugas tidak bersedia memberikan keterangan, mereka menyarankan bertanya kepada yang berkompeten .
Penelusuran awak media terkait kasus Demam Berdarah Dengue ke pihak terkait dalam hal ini Dinas Kesehatan Tebingtinggi
Kepala dinas Kesehatan  Dr Nanang Fitra Aulia mengatakan bahwa, kasus penyakit Demam Berdarah Dengue di Tebingtinggi untuk Bulan ini sebenarnya ada penurunan di banding bulan – bulan yang lalu, “dan itu tetap  kita pantau “jelasnya .
Dr.Nanang Fitra Aulia juga mengatakan ada tren peningkatan per 5 tahun, untuk kasus demam berdarah dengue, dan tahun ini Tebingtinggi ada peningkatan disebabkan,perubahan cuaca yang cukup ekstrem di daerah kita, cuaca exstrim bukan terjadi di wilayah kita saja Sumatra Utara,  hampir rata di seluruh Indonesia mengalami  iklim yang tidak teratur .
Lebih jauh Dr Nanang menjelaskan tren penyakit itu tetap ada namun kita sudah turun ke lapangan semua, untuk mengantisipasi dalam hal pemberantasan sarang nyamuk, masih kita jumpai rumah-rumah warga yang hampir 85% berjenti   Aedes, rumah yang berjenti aides ini sudah kita beritahu kepada warga masyarakat agar membersihkan lingkungannya dan pemberantasan sarang nyamuk.
kita turun ke lapangan di ikut sertakan juga oleh kepling lurah dan juga camat,  sudah hampir 35 kelurahan kita turun kesana setiap hari tim kita turun untuk 9 Puskesmas dibagi berdasarkan wilayah kerjanya untuk memberikan sosialisasi kepada masyarakat untuk pemberantasan sarang nyamuk .
Tetapi tetap kuncinya kembali ke masyarakat, mengahiri pembicaraan nya Dr Nanang juga mengajak “ayo masyarakat kita bergotong-royong kita membersihkan lingkungan kita masing-masing minimal 1 bulan sekali kita bersihkan lingkungan kita, rumah kita dari sarang nyamuk”
Hingga berita ini di muat, data terakhir yang ada  dinas kesehatan Tebingtinggi korban yang terjangkit  DBD sebanyak 322 .
tim JOC /kru Gi    report
ADVERTISEMENT

 

 

 

GI-Media.com|Tebingtinggi – Penyakit   Demam Berdarah Dengue(DBD) di Tebingtinggi terus menjangkiti warga, Riky Ramadhan (15)  Warga jln sukarno Hatta lingkungan 3 kelurahan Tambangan Hulu kecamatan padang Hilir, terpaksa di larikan ke rumah sakit kumpulan pane kota Tebingtinggi  di sebabkan  terserang penyakit DBD, sabtu (31/08/2019)

Riky yang ditemani ibunya  Asmanah diruangan Rindu RSUD kumpulan Pane  kepada media senin (02/09/2019) mengatakan bahwa ada lebih kurang 10 orang yang terjangkit Demam Berdarah Dengue di lingkungan kami .

Pantauan awak  media di ruang Rindu RS kumpulan pane terdapat beberapa pasien yang di rawat di sana, mengidap penyakit Demam Berdarah Dengue(DBD) Dan ketika dikonfirmasi  petugas di ruang rindu RS Kumpulan Pane tempat korban DBD di rawat, berapa jumlah pasien yg di rawat? Petugas tidak bersedia memberikan keterangan, mereka menyarankan bertanya kepada yang berkompeten .
Penelusuran awak media terkait kasus Demam Berdarah Dengue ke pihak terkait dalam hal ini Dinas Kesehatan Tebingtinggi
Kepala dinas Kesehatan  Dr Nanang Fitra Aulia mengatakan bahwa, kasus penyakit Demam Berdarah Dengue di Tebingtinggi untuk Bulan ini sebenarnya ada penurunan di banding bulan – bulan yang lalu, “dan itu tetap  kita pantau “jelasnya .
Dr.Nanang Fitra Aulia juga mengatakan ada tren peningkatan per 5 tahun, untuk kasus demam berdarah dengue, dan tahun ini Tebingtinggi ada peningkatan disebabkan,perubahan cuaca yang cukup ekstrem di daerah kita, cuaca exstrim bukan terjadi di wilayah kita saja Sumatra Utara,  hampir rata di seluruh Indonesia mengalami  iklim yang tidak teratur .
Lebih jauh Dr Nanang menjelaskan tren penyakit itu tetap ada namun kita sudah turun ke lapangan semua, untuk mengantisipasi dalam hal pemberantasan sarang nyamuk, masih kita jumpai rumah-rumah warga yang hampir 85% berjenti   Aedes, rumah yang berjenti aides ini sudah kita beritahu kepada warga masyarakat agar membersihkan lingkungannya dan pemberantasan sarang nyamuk.
kita turun ke lapangan di ikut sertakan juga oleh kepling lurah dan juga camat,  sudah hampir 35 kelurahan kita turun kesana setiap hari tim kita turun untuk 9 Puskesmas dibagi berdasarkan wilayah kerjanya untuk memberikan sosialisasi kepada masyarakat untuk pemberantasan sarang nyamuk .
Tetapi tetap kuncinya kembali ke masyarakat, mengahiri pembicaraan nya Dr Nanang juga mengajak “ayo masyarakat kita bergotong-royong kita membersihkan lingkungan kita masing-masing minimal 1 bulan sekali kita bersihkan lingkungan kita, rumah kita dari sarang nyamuk”
Hingga berita ini di muat, data terakhir yang ada  dinas kesehatan Tebingtinggi korban yang terjangkit  DBD sebanyak 322 .
tim JOC /kru Gi    report

 

 

 

GI-Media.com|Tebingtinggi – Penyakit   Demam Berdarah Dengue(DBD) di Tebingtinggi terus menjangkiti warga, Riky Ramadhan (15)  Warga jln sukarno Hatta lingkungan 3 kelurahan Tambangan Hulu kecamatan padang Hilir, terpaksa di larikan ke rumah sakit kumpulan pane kota Tebingtinggi  di sebabkan  terserang penyakit DBD, sabtu (31/08/2019)

Riky yang ditemani ibunya  Asmanah diruangan Rindu RSUD kumpulan Pane  kepada media senin (02/09/2019) mengatakan bahwa ada lebih kurang 10 orang yang terjangkit Demam Berdarah Dengue di lingkungan kami .

Pantauan awak  media di ruang Rindu RS kumpulan pane terdapat beberapa pasien yang di rawat di sana, mengidap penyakit Demam Berdarah Dengue(DBD) Dan ketika dikonfirmasi  petugas di ruang rindu RS Kumpulan Pane tempat korban DBD di rawat, berapa jumlah pasien yg di rawat? Petugas tidak bersedia memberikan keterangan, mereka menyarankan bertanya kepada yang berkompeten .
Penelusuran awak media terkait kasus Demam Berdarah Dengue ke pihak terkait dalam hal ini Dinas Kesehatan Tebingtinggi
Kepala dinas Kesehatan  Dr Nanang Fitra Aulia mengatakan bahwa, kasus penyakit Demam Berdarah Dengue di Tebingtinggi untuk Bulan ini sebenarnya ada penurunan di banding bulan – bulan yang lalu, “dan itu tetap  kita pantau “jelasnya .
Dr.Nanang Fitra Aulia juga mengatakan ada tren peningkatan per 5 tahun, untuk kasus demam berdarah dengue, dan tahun ini Tebingtinggi ada peningkatan disebabkan,perubahan cuaca yang cukup ekstrem di daerah kita, cuaca exstrim bukan terjadi di wilayah kita saja Sumatra Utara,  hampir rata di seluruh Indonesia mengalami  iklim yang tidak teratur .
Lebih jauh Dr Nanang menjelaskan tren penyakit itu tetap ada namun kita sudah turun ke lapangan semua, untuk mengantisipasi dalam hal pemberantasan sarang nyamuk, masih kita jumpai rumah-rumah warga yang hampir 85% berjenti   Aedes, rumah yang berjenti aides ini sudah kita beritahu kepada warga masyarakat agar membersihkan lingkungannya dan pemberantasan sarang nyamuk.
kita turun ke lapangan di ikut sertakan juga oleh kepling lurah dan juga camat,  sudah hampir 35 kelurahan kita turun kesana setiap hari tim kita turun untuk 9 Puskesmas dibagi berdasarkan wilayah kerjanya untuk memberikan sosialisasi kepada masyarakat untuk pemberantasan sarang nyamuk .
Tetapi tetap kuncinya kembali ke masyarakat, mengahiri pembicaraan nya Dr Nanang juga mengajak “ayo masyarakat kita bergotong-royong kita membersihkan lingkungan kita masing-masing minimal 1 bulan sekali kita bersihkan lingkungan kita, rumah kita dari sarang nyamuk”
Hingga berita ini di muat, data terakhir yang ada  dinas kesehatan Tebingtinggi korban yang terjangkit  DBD sebanyak 322 .
tim JOC /kru Gi    report
ADVERTISEMENT

 

 

 

GI-Media.com|Tebingtinggi – Penyakit   Demam Berdarah Dengue(DBD) di Tebingtinggi terus menjangkiti warga, Riky Ramadhan (15)  Warga jln sukarno Hatta lingkungan 3 kelurahan Tambangan Hulu kecamatan padang Hilir, terpaksa di larikan ke rumah sakit kumpulan pane kota Tebingtinggi  di sebabkan  terserang penyakit DBD, sabtu (31/08/2019)

Riky yang ditemani ibunya  Asmanah diruangan Rindu RSUD kumpulan Pane  kepada media senin (02/09/2019) mengatakan bahwa ada lebih kurang 10 orang yang terjangkit Demam Berdarah Dengue di lingkungan kami .

Pantauan awak  media di ruang Rindu RS kumpulan pane terdapat beberapa pasien yang di rawat di sana, mengidap penyakit Demam Berdarah Dengue(DBD) Dan ketika dikonfirmasi  petugas di ruang rindu RS Kumpulan Pane tempat korban DBD di rawat, berapa jumlah pasien yg di rawat? Petugas tidak bersedia memberikan keterangan, mereka menyarankan bertanya kepada yang berkompeten .
Penelusuran awak media terkait kasus Demam Berdarah Dengue ke pihak terkait dalam hal ini Dinas Kesehatan Tebingtinggi
Kepala dinas Kesehatan  Dr Nanang Fitra Aulia mengatakan bahwa, kasus penyakit Demam Berdarah Dengue di Tebingtinggi untuk Bulan ini sebenarnya ada penurunan di banding bulan – bulan yang lalu, “dan itu tetap  kita pantau “jelasnya .
Dr.Nanang Fitra Aulia juga mengatakan ada tren peningkatan per 5 tahun, untuk kasus demam berdarah dengue, dan tahun ini Tebingtinggi ada peningkatan disebabkan,perubahan cuaca yang cukup ekstrem di daerah kita, cuaca exstrim bukan terjadi di wilayah kita saja Sumatra Utara,  hampir rata di seluruh Indonesia mengalami  iklim yang tidak teratur .
Lebih jauh Dr Nanang menjelaskan tren penyakit itu tetap ada namun kita sudah turun ke lapangan semua, untuk mengantisipasi dalam hal pemberantasan sarang nyamuk, masih kita jumpai rumah-rumah warga yang hampir 85% berjenti   Aedes, rumah yang berjenti aides ini sudah kita beritahu kepada warga masyarakat agar membersihkan lingkungannya dan pemberantasan sarang nyamuk.
kita turun ke lapangan di ikut sertakan juga oleh kepling lurah dan juga camat,  sudah hampir 35 kelurahan kita turun kesana setiap hari tim kita turun untuk 9 Puskesmas dibagi berdasarkan wilayah kerjanya untuk memberikan sosialisasi kepada masyarakat untuk pemberantasan sarang nyamuk .
Tetapi tetap kuncinya kembali ke masyarakat, mengahiri pembicaraan nya Dr Nanang juga mengajak “ayo masyarakat kita bergotong-royong kita membersihkan lingkungan kita masing-masing minimal 1 bulan sekali kita bersihkan lingkungan kita, rumah kita dari sarang nyamuk”
Hingga berita ini di muat, data terakhir yang ada  dinas kesehatan Tebingtinggi korban yang terjangkit  DBD sebanyak 322 .
tim JOC /kru Gi    report

 

 

 

GI-Media.com|Tebingtinggi – Penyakit   Demam Berdarah Dengue(DBD) di Tebingtinggi terus menjangkiti warga, Riky Ramadhan (15)  Warga jln sukarno Hatta lingkungan 3 kelurahan Tambangan Hulu kecamatan padang Hilir, terpaksa di larikan ke rumah sakit kumpulan pane kota Tebingtinggi  di sebabkan  terserang penyakit DBD, sabtu (31/08/2019)

Riky yang ditemani ibunya  Asmanah diruangan Rindu RSUD kumpulan Pane  kepada media senin (02/09/2019) mengatakan bahwa ada lebih kurang 10 orang yang terjangkit Demam Berdarah Dengue di lingkungan kami .

Pantauan awak  media di ruang Rindu RS kumpulan pane terdapat beberapa pasien yang di rawat di sana, mengidap penyakit Demam Berdarah Dengue(DBD) Dan ketika dikonfirmasi  petugas di ruang rindu RS Kumpulan Pane tempat korban DBD di rawat, berapa jumlah pasien yg di rawat? Petugas tidak bersedia memberikan keterangan, mereka menyarankan bertanya kepada yang berkompeten .
Penelusuran awak media terkait kasus Demam Berdarah Dengue ke pihak terkait dalam hal ini Dinas Kesehatan Tebingtinggi
Kepala dinas Kesehatan  Dr Nanang Fitra Aulia mengatakan bahwa, kasus penyakit Demam Berdarah Dengue di Tebingtinggi untuk Bulan ini sebenarnya ada penurunan di banding bulan – bulan yang lalu, “dan itu tetap  kita pantau “jelasnya .
Dr.Nanang Fitra Aulia juga mengatakan ada tren peningkatan per 5 tahun, untuk kasus demam berdarah dengue, dan tahun ini Tebingtinggi ada peningkatan disebabkan,perubahan cuaca yang cukup ekstrem di daerah kita, cuaca exstrim bukan terjadi di wilayah kita saja Sumatra Utara,  hampir rata di seluruh Indonesia mengalami  iklim yang tidak teratur .
Lebih jauh Dr Nanang menjelaskan tren penyakit itu tetap ada namun kita sudah turun ke lapangan semua, untuk mengantisipasi dalam hal pemberantasan sarang nyamuk, masih kita jumpai rumah-rumah warga yang hampir 85% berjenti   Aedes, rumah yang berjenti aides ini sudah kita beritahu kepada warga masyarakat agar membersihkan lingkungannya dan pemberantasan sarang nyamuk.
kita turun ke lapangan di ikut sertakan juga oleh kepling lurah dan juga camat,  sudah hampir 35 kelurahan kita turun kesana setiap hari tim kita turun untuk 9 Puskesmas dibagi berdasarkan wilayah kerjanya untuk memberikan sosialisasi kepada masyarakat untuk pemberantasan sarang nyamuk .
Tetapi tetap kuncinya kembali ke masyarakat, mengahiri pembicaraan nya Dr Nanang juga mengajak “ayo masyarakat kita bergotong-royong kita membersihkan lingkungan kita masing-masing minimal 1 bulan sekali kita bersihkan lingkungan kita, rumah kita dari sarang nyamuk”
Hingga berita ini di muat, data terakhir yang ada  dinas kesehatan Tebingtinggi korban yang terjangkit  DBD sebanyak 322 .
tim JOC /kru Gi    report
ADVERTISEMENT

 

 

 

GI-Media.com|Tebingtinggi – Penyakit   Demam Berdarah Dengue(DBD) di Tebingtinggi terus menjangkiti warga, Riky Ramadhan (15)  Warga jln sukarno Hatta lingkungan 3 kelurahan Tambangan Hulu kecamatan padang Hilir, terpaksa di larikan ke rumah sakit kumpulan pane kota Tebingtinggi  di sebabkan  terserang penyakit DBD, sabtu (31/08/2019)

Riky yang ditemani ibunya  Asmanah diruangan Rindu RSUD kumpulan Pane  kepada media senin (02/09/2019) mengatakan bahwa ada lebih kurang 10 orang yang terjangkit Demam Berdarah Dengue di lingkungan kami .

Pantauan awak  media di ruang Rindu RS kumpulan pane terdapat beberapa pasien yang di rawat di sana, mengidap penyakit Demam Berdarah Dengue(DBD) Dan ketika dikonfirmasi  petugas di ruang rindu RS Kumpulan Pane tempat korban DBD di rawat, berapa jumlah pasien yg di rawat? Petugas tidak bersedia memberikan keterangan, mereka menyarankan bertanya kepada yang berkompeten .
Penelusuran awak media terkait kasus Demam Berdarah Dengue ke pihak terkait dalam hal ini Dinas Kesehatan Tebingtinggi
Kepala dinas Kesehatan  Dr Nanang Fitra Aulia mengatakan bahwa, kasus penyakit Demam Berdarah Dengue di Tebingtinggi untuk Bulan ini sebenarnya ada penurunan di banding bulan – bulan yang lalu, “dan itu tetap  kita pantau “jelasnya .
Dr.Nanang Fitra Aulia juga mengatakan ada tren peningkatan per 5 tahun, untuk kasus demam berdarah dengue, dan tahun ini Tebingtinggi ada peningkatan disebabkan,perubahan cuaca yang cukup ekstrem di daerah kita, cuaca exstrim bukan terjadi di wilayah kita saja Sumatra Utara,  hampir rata di seluruh Indonesia mengalami  iklim yang tidak teratur .
Lebih jauh Dr Nanang menjelaskan tren penyakit itu tetap ada namun kita sudah turun ke lapangan semua, untuk mengantisipasi dalam hal pemberantasan sarang nyamuk, masih kita jumpai rumah-rumah warga yang hampir 85% berjenti   Aedes, rumah yang berjenti aides ini sudah kita beritahu kepada warga masyarakat agar membersihkan lingkungannya dan pemberantasan sarang nyamuk.
kita turun ke lapangan di ikut sertakan juga oleh kepling lurah dan juga camat,  sudah hampir 35 kelurahan kita turun kesana setiap hari tim kita turun untuk 9 Puskesmas dibagi berdasarkan wilayah kerjanya untuk memberikan sosialisasi kepada masyarakat untuk pemberantasan sarang nyamuk .
Tetapi tetap kuncinya kembali ke masyarakat, mengahiri pembicaraan nya Dr Nanang juga mengajak “ayo masyarakat kita bergotong-royong kita membersihkan lingkungan kita masing-masing minimal 1 bulan sekali kita bersihkan lingkungan kita, rumah kita dari sarang nyamuk”
Hingga berita ini di muat, data terakhir yang ada  dinas kesehatan Tebingtinggi korban yang terjangkit  DBD sebanyak 322 .
tim JOC /kru Gi    report

 

 

 

GI-Media.com|Tebingtinggi – Penyakit   Demam Berdarah Dengue(DBD) di Tebingtinggi terus menjangkiti warga, Riky Ramadhan (15)  Warga jln sukarno Hatta lingkungan 3 kelurahan Tambangan Hulu kecamatan padang Hilir, terpaksa di larikan ke rumah sakit kumpulan pane kota Tebingtinggi  di sebabkan  terserang penyakit DBD, sabtu (31/08/2019)

Riky yang ditemani ibunya  Asmanah diruangan Rindu RSUD kumpulan Pane  kepada media senin (02/09/2019) mengatakan bahwa ada lebih kurang 10 orang yang terjangkit Demam Berdarah Dengue di lingkungan kami .

Pantauan awak  media di ruang Rindu RS kumpulan pane terdapat beberapa pasien yang di rawat di sana, mengidap penyakit Demam Berdarah Dengue(DBD) Dan ketika dikonfirmasi  petugas di ruang rindu RS Kumpulan Pane tempat korban DBD di rawat, berapa jumlah pasien yg di rawat? Petugas tidak bersedia memberikan keterangan, mereka menyarankan bertanya kepada yang berkompeten .
Penelusuran awak media terkait kasus Demam Berdarah Dengue ke pihak terkait dalam hal ini Dinas Kesehatan Tebingtinggi
Kepala dinas Kesehatan  Dr Nanang Fitra Aulia mengatakan bahwa, kasus penyakit Demam Berdarah Dengue di Tebingtinggi untuk Bulan ini sebenarnya ada penurunan di banding bulan – bulan yang lalu, “dan itu tetap  kita pantau “jelasnya .
Dr.Nanang Fitra Aulia juga mengatakan ada tren peningkatan per 5 tahun, untuk kasus demam berdarah dengue, dan tahun ini Tebingtinggi ada peningkatan disebabkan,perubahan cuaca yang cukup ekstrem di daerah kita, cuaca exstrim bukan terjadi di wilayah kita saja Sumatra Utara,  hampir rata di seluruh Indonesia mengalami  iklim yang tidak teratur .
Lebih jauh Dr Nanang menjelaskan tren penyakit itu tetap ada namun kita sudah turun ke lapangan semua, untuk mengantisipasi dalam hal pemberantasan sarang nyamuk, masih kita jumpai rumah-rumah warga yang hampir 85% berjenti   Aedes, rumah yang berjenti aides ini sudah kita beritahu kepada warga masyarakat agar membersihkan lingkungannya dan pemberantasan sarang nyamuk.
kita turun ke lapangan di ikut sertakan juga oleh kepling lurah dan juga camat,  sudah hampir 35 kelurahan kita turun kesana setiap hari tim kita turun untuk 9 Puskesmas dibagi berdasarkan wilayah kerjanya untuk memberikan sosialisasi kepada masyarakat untuk pemberantasan sarang nyamuk .
Tetapi tetap kuncinya kembali ke masyarakat, mengahiri pembicaraan nya Dr Nanang juga mengajak “ayo masyarakat kita bergotong-royong kita membersihkan lingkungan kita masing-masing minimal 1 bulan sekali kita bersihkan lingkungan kita, rumah kita dari sarang nyamuk”
Hingga berita ini di muat, data terakhir yang ada  dinas kesehatan Tebingtinggi korban yang terjangkit  DBD sebanyak 322 .
tim JOC /kru Gi    report
ADVERTISEMENT

 

 

 

GI-Media.com|Tebingtinggi – Penyakit   Demam Berdarah Dengue(DBD) di Tebingtinggi terus menjangkiti warga, Riky Ramadhan (15)  Warga jln sukarno Hatta lingkungan 3 kelurahan Tambangan Hulu kecamatan padang Hilir, terpaksa di larikan ke rumah sakit kumpulan pane kota Tebingtinggi  di sebabkan  terserang penyakit DBD, sabtu (31/08/2019)

Riky yang ditemani ibunya  Asmanah diruangan Rindu RSUD kumpulan Pane  kepada media senin (02/09/2019) mengatakan bahwa ada lebih kurang 10 orang yang terjangkit Demam Berdarah Dengue di lingkungan kami .

Pantauan awak  media di ruang Rindu RS kumpulan pane terdapat beberapa pasien yang di rawat di sana, mengidap penyakit Demam Berdarah Dengue(DBD) Dan ketika dikonfirmasi  petugas di ruang rindu RS Kumpulan Pane tempat korban DBD di rawat, berapa jumlah pasien yg di rawat? Petugas tidak bersedia memberikan keterangan, mereka menyarankan bertanya kepada yang berkompeten .
Penelusuran awak media terkait kasus Demam Berdarah Dengue ke pihak terkait dalam hal ini Dinas Kesehatan Tebingtinggi
Kepala dinas Kesehatan  Dr Nanang Fitra Aulia mengatakan bahwa, kasus penyakit Demam Berdarah Dengue di Tebingtinggi untuk Bulan ini sebenarnya ada penurunan di banding bulan – bulan yang lalu, “dan itu tetap  kita pantau “jelasnya .
Dr.Nanang Fitra Aulia juga mengatakan ada tren peningkatan per 5 tahun, untuk kasus demam berdarah dengue, dan tahun ini Tebingtinggi ada peningkatan disebabkan,perubahan cuaca yang cukup ekstrem di daerah kita, cuaca exstrim bukan terjadi di wilayah kita saja Sumatra Utara,  hampir rata di seluruh Indonesia mengalami  iklim yang tidak teratur .
Lebih jauh Dr Nanang menjelaskan tren penyakit itu tetap ada namun kita sudah turun ke lapangan semua, untuk mengantisipasi dalam hal pemberantasan sarang nyamuk, masih kita jumpai rumah-rumah warga yang hampir 85% berjenti   Aedes, rumah yang berjenti aides ini sudah kita beritahu kepada warga masyarakat agar membersihkan lingkungannya dan pemberantasan sarang nyamuk.
kita turun ke lapangan di ikut sertakan juga oleh kepling lurah dan juga camat,  sudah hampir 35 kelurahan kita turun kesana setiap hari tim kita turun untuk 9 Puskesmas dibagi berdasarkan wilayah kerjanya untuk memberikan sosialisasi kepada masyarakat untuk pemberantasan sarang nyamuk .
Tetapi tetap kuncinya kembali ke masyarakat, mengahiri pembicaraan nya Dr Nanang juga mengajak “ayo masyarakat kita bergotong-royong kita membersihkan lingkungan kita masing-masing minimal 1 bulan sekali kita bersihkan lingkungan kita, rumah kita dari sarang nyamuk”
Hingga berita ini di muat, data terakhir yang ada  dinas kesehatan Tebingtinggi korban yang terjangkit  DBD sebanyak 322 .
tim JOC /kru Gi    report

 

 

 

GI-Media.com|Tebingtinggi – Penyakit   Demam Berdarah Dengue(DBD) di Tebingtinggi terus menjangkiti warga, Riky Ramadhan (15)  Warga jln sukarno Hatta lingkungan 3 kelurahan Tambangan Hulu kecamatan padang Hilir, terpaksa di larikan ke rumah sakit kumpulan pane kota Tebingtinggi  di sebabkan  terserang penyakit DBD, sabtu (31/08/2019)

Riky yang ditemani ibunya  Asmanah diruangan Rindu RSUD kumpulan Pane  kepada media senin (02/09/2019) mengatakan bahwa ada lebih kurang 10 orang yang terjangkit Demam Berdarah Dengue di lingkungan kami .

Pantauan awak  media di ruang Rindu RS kumpulan pane terdapat beberapa pasien yang di rawat di sana, mengidap penyakit Demam Berdarah Dengue(DBD) Dan ketika dikonfirmasi  petugas di ruang rindu RS Kumpulan Pane tempat korban DBD di rawat, berapa jumlah pasien yg di rawat? Petugas tidak bersedia memberikan keterangan, mereka menyarankan bertanya kepada yang berkompeten .
Penelusuran awak media terkait kasus Demam Berdarah Dengue ke pihak terkait dalam hal ini Dinas Kesehatan Tebingtinggi
Kepala dinas Kesehatan  Dr Nanang Fitra Aulia mengatakan bahwa, kasus penyakit Demam Berdarah Dengue di Tebingtinggi untuk Bulan ini sebenarnya ada penurunan di banding bulan – bulan yang lalu, “dan itu tetap  kita pantau “jelasnya .
Dr.Nanang Fitra Aulia juga mengatakan ada tren peningkatan per 5 tahun, untuk kasus demam berdarah dengue, dan tahun ini Tebingtinggi ada peningkatan disebabkan,perubahan cuaca yang cukup ekstrem di daerah kita, cuaca exstrim bukan terjadi di wilayah kita saja Sumatra Utara,  hampir rata di seluruh Indonesia mengalami  iklim yang tidak teratur .
Lebih jauh Dr Nanang menjelaskan tren penyakit itu tetap ada namun kita sudah turun ke lapangan semua, untuk mengantisipasi dalam hal pemberantasan sarang nyamuk, masih kita jumpai rumah-rumah warga yang hampir 85% berjenti   Aedes, rumah yang berjenti aides ini sudah kita beritahu kepada warga masyarakat agar membersihkan lingkungannya dan pemberantasan sarang nyamuk.
kita turun ke lapangan di ikut sertakan juga oleh kepling lurah dan juga camat,  sudah hampir 35 kelurahan kita turun kesana setiap hari tim kita turun untuk 9 Puskesmas dibagi berdasarkan wilayah kerjanya untuk memberikan sosialisasi kepada masyarakat untuk pemberantasan sarang nyamuk .
Tetapi tetap kuncinya kembali ke masyarakat, mengahiri pembicaraan nya Dr Nanang juga mengajak “ayo masyarakat kita bergotong-royong kita membersihkan lingkungan kita masing-masing minimal 1 bulan sekali kita bersihkan lingkungan kita, rumah kita dari sarang nyamuk”
Hingga berita ini di muat, data terakhir yang ada  dinas kesehatan Tebingtinggi korban yang terjangkit  DBD sebanyak 322 .
tim JOC /kru Gi    report
ADVERTISEMENT

 

 

 

GI-Media.com|Tebingtinggi – Penyakit   Demam Berdarah Dengue(DBD) di Tebingtinggi terus menjangkiti warga, Riky Ramadhan (15)  Warga jln sukarno Hatta lingkungan 3 kelurahan Tambangan Hulu kecamatan padang Hilir, terpaksa di larikan ke rumah sakit kumpulan pane kota Tebingtinggi  di sebabkan  terserang penyakit DBD, sabtu (31/08/2019)

Riky yang ditemani ibunya  Asmanah diruangan Rindu RSUD kumpulan Pane  kepada media senin (02/09/2019) mengatakan bahwa ada lebih kurang 10 orang yang terjangkit Demam Berdarah Dengue di lingkungan kami .

Pantauan awak  media di ruang Rindu RS kumpulan pane terdapat beberapa pasien yang di rawat di sana, mengidap penyakit Demam Berdarah Dengue(DBD) Dan ketika dikonfirmasi  petugas di ruang rindu RS Kumpulan Pane tempat korban DBD di rawat, berapa jumlah pasien yg di rawat? Petugas tidak bersedia memberikan keterangan, mereka menyarankan bertanya kepada yang berkompeten .
Penelusuran awak media terkait kasus Demam Berdarah Dengue ke pihak terkait dalam hal ini Dinas Kesehatan Tebingtinggi
Kepala dinas Kesehatan  Dr Nanang Fitra Aulia mengatakan bahwa, kasus penyakit Demam Berdarah Dengue di Tebingtinggi untuk Bulan ini sebenarnya ada penurunan di banding bulan – bulan yang lalu, “dan itu tetap  kita pantau “jelasnya .
Dr.Nanang Fitra Aulia juga mengatakan ada tren peningkatan per 5 tahun, untuk kasus demam berdarah dengue, dan tahun ini Tebingtinggi ada peningkatan disebabkan,perubahan cuaca yang cukup ekstrem di daerah kita, cuaca exstrim bukan terjadi di wilayah kita saja Sumatra Utara,  hampir rata di seluruh Indonesia mengalami  iklim yang tidak teratur .
Lebih jauh Dr Nanang menjelaskan tren penyakit itu tetap ada namun kita sudah turun ke lapangan semua, untuk mengantisipasi dalam hal pemberantasan sarang nyamuk, masih kita jumpai rumah-rumah warga yang hampir 85% berjenti   Aedes, rumah yang berjenti aides ini sudah kita beritahu kepada warga masyarakat agar membersihkan lingkungannya dan pemberantasan sarang nyamuk.
kita turun ke lapangan di ikut sertakan juga oleh kepling lurah dan juga camat,  sudah hampir 35 kelurahan kita turun kesana setiap hari tim kita turun untuk 9 Puskesmas dibagi berdasarkan wilayah kerjanya untuk memberikan sosialisasi kepada masyarakat untuk pemberantasan sarang nyamuk .
Tetapi tetap kuncinya kembali ke masyarakat, mengahiri pembicaraan nya Dr Nanang juga mengajak “ayo masyarakat kita bergotong-royong kita membersihkan lingkungan kita masing-masing minimal 1 bulan sekali kita bersihkan lingkungan kita, rumah kita dari sarang nyamuk”
Hingga berita ini di muat, data terakhir yang ada  dinas kesehatan Tebingtinggi korban yang terjangkit  DBD sebanyak 322 .
tim JOC /kru Gi    report

 

 

 

GI-Media.com|Tebingtinggi – Penyakit   Demam Berdarah Dengue(DBD) di Tebingtinggi terus menjangkiti warga, Riky Ramadhan (15)  Warga jln sukarno Hatta lingkungan 3 kelurahan Tambangan Hulu kecamatan padang Hilir, terpaksa di larikan ke rumah sakit kumpulan pane kota Tebingtinggi  di sebabkan  terserang penyakit DBD, sabtu (31/08/2019)

Riky yang ditemani ibunya  Asmanah diruangan Rindu RSUD kumpulan Pane  kepada media senin (02/09/2019) mengatakan bahwa ada lebih kurang 10 orang yang terjangkit Demam Berdarah Dengue di lingkungan kami .

Pantauan awak  media di ruang Rindu RS kumpulan pane terdapat beberapa pasien yang di rawat di sana, mengidap penyakit Demam Berdarah Dengue(DBD) Dan ketika dikonfirmasi  petugas di ruang rindu RS Kumpulan Pane tempat korban DBD di rawat, berapa jumlah pasien yg di rawat? Petugas tidak bersedia memberikan keterangan, mereka menyarankan bertanya kepada yang berkompeten .
Penelusuran awak media terkait kasus Demam Berdarah Dengue ke pihak terkait dalam hal ini Dinas Kesehatan Tebingtinggi
Kepala dinas Kesehatan  Dr Nanang Fitra Aulia mengatakan bahwa, kasus penyakit Demam Berdarah Dengue di Tebingtinggi untuk Bulan ini sebenarnya ada penurunan di banding bulan – bulan yang lalu, “dan itu tetap  kita pantau “jelasnya .
Dr.Nanang Fitra Aulia juga mengatakan ada tren peningkatan per 5 tahun, untuk kasus demam berdarah dengue, dan tahun ini Tebingtinggi ada peningkatan disebabkan,perubahan cuaca yang cukup ekstrem di daerah kita, cuaca exstrim bukan terjadi di wilayah kita saja Sumatra Utara,  hampir rata di seluruh Indonesia mengalami  iklim yang tidak teratur .
Lebih jauh Dr Nanang menjelaskan tren penyakit itu tetap ada namun kita sudah turun ke lapangan semua, untuk mengantisipasi dalam hal pemberantasan sarang nyamuk, masih kita jumpai rumah-rumah warga yang hampir 85% berjenti   Aedes, rumah yang berjenti aides ini sudah kita beritahu kepada warga masyarakat agar membersihkan lingkungannya dan pemberantasan sarang nyamuk.
kita turun ke lapangan di ikut sertakan juga oleh kepling lurah dan juga camat,  sudah hampir 35 kelurahan kita turun kesana setiap hari tim kita turun untuk 9 Puskesmas dibagi berdasarkan wilayah kerjanya untuk memberikan sosialisasi kepada masyarakat untuk pemberantasan sarang nyamuk .
Tetapi tetap kuncinya kembali ke masyarakat, mengahiri pembicaraan nya Dr Nanang juga mengajak “ayo masyarakat kita bergotong-royong kita membersihkan lingkungan kita masing-masing minimal 1 bulan sekali kita bersihkan lingkungan kita, rumah kita dari sarang nyamuk”
Hingga berita ini di muat, data terakhir yang ada  dinas kesehatan Tebingtinggi korban yang terjangkit  DBD sebanyak 322 .
tim JOC /kru Gi    report
ADVERTISEMENT

 

 

 

GI-Media.com|Tebingtinggi – Penyakit   Demam Berdarah Dengue(DBD) di Tebingtinggi terus menjangkiti warga, Riky Ramadhan (15)  Warga jln sukarno Hatta lingkungan 3 kelurahan Tambangan Hulu kecamatan padang Hilir, terpaksa di larikan ke rumah sakit kumpulan pane kota Tebingtinggi  di sebabkan  terserang penyakit DBD, sabtu (31/08/2019)

Riky yang ditemani ibunya  Asmanah diruangan Rindu RSUD kumpulan Pane  kepada media senin (02/09/2019) mengatakan bahwa ada lebih kurang 10 orang yang terjangkit Demam Berdarah Dengue di lingkungan kami .

Pantauan awak  media di ruang Rindu RS kumpulan pane terdapat beberapa pasien yang di rawat di sana, mengidap penyakit Demam Berdarah Dengue(DBD) Dan ketika dikonfirmasi  petugas di ruang rindu RS Kumpulan Pane tempat korban DBD di rawat, berapa jumlah pasien yg di rawat? Petugas tidak bersedia memberikan keterangan, mereka menyarankan bertanya kepada yang berkompeten .
Penelusuran awak media terkait kasus Demam Berdarah Dengue ke pihak terkait dalam hal ini Dinas Kesehatan Tebingtinggi
Kepala dinas Kesehatan  Dr Nanang Fitra Aulia mengatakan bahwa, kasus penyakit Demam Berdarah Dengue di Tebingtinggi untuk Bulan ini sebenarnya ada penurunan di banding bulan – bulan yang lalu, “dan itu tetap  kita pantau “jelasnya .
Dr.Nanang Fitra Aulia juga mengatakan ada tren peningkatan per 5 tahun, untuk kasus demam berdarah dengue, dan tahun ini Tebingtinggi ada peningkatan disebabkan,perubahan cuaca yang cukup ekstrem di daerah kita, cuaca exstrim bukan terjadi di wilayah kita saja Sumatra Utara,  hampir rata di seluruh Indonesia mengalami  iklim yang tidak teratur .
Lebih jauh Dr Nanang menjelaskan tren penyakit itu tetap ada namun kita sudah turun ke lapangan semua, untuk mengantisipasi dalam hal pemberantasan sarang nyamuk, masih kita jumpai rumah-rumah warga yang hampir 85% berjenti   Aedes, rumah yang berjenti aides ini sudah kita beritahu kepada warga masyarakat agar membersihkan lingkungannya dan pemberantasan sarang nyamuk.
kita turun ke lapangan di ikut sertakan juga oleh kepling lurah dan juga camat,  sudah hampir 35 kelurahan kita turun kesana setiap hari tim kita turun untuk 9 Puskesmas dibagi berdasarkan wilayah kerjanya untuk memberikan sosialisasi kepada masyarakat untuk pemberantasan sarang nyamuk .
Tetapi tetap kuncinya kembali ke masyarakat, mengahiri pembicaraan nya Dr Nanang juga mengajak “ayo masyarakat kita bergotong-royong kita membersihkan lingkungan kita masing-masing minimal 1 bulan sekali kita bersihkan lingkungan kita, rumah kita dari sarang nyamuk”
Hingga berita ini di muat, data terakhir yang ada  dinas kesehatan Tebingtinggi korban yang terjangkit  DBD sebanyak 322 .
tim JOC /kru Gi    report

 

 

 

GI-Media.com|Tebingtinggi – Penyakit   Demam Berdarah Dengue(DBD) di Tebingtinggi terus menjangkiti warga, Riky Ramadhan (15)  Warga jln sukarno Hatta lingkungan 3 kelurahan Tambangan Hulu kecamatan padang Hilir, terpaksa di larikan ke rumah sakit kumpulan pane kota Tebingtinggi  di sebabkan  terserang penyakit DBD, sabtu (31/08/2019)

Riky yang ditemani ibunya  Asmanah diruangan Rindu RSUD kumpulan Pane  kepada media senin (02/09/2019) mengatakan bahwa ada lebih kurang 10 orang yang terjangkit Demam Berdarah Dengue di lingkungan kami .

Pantauan awak  media di ruang Rindu RS kumpulan pane terdapat beberapa pasien yang di rawat di sana, mengidap penyakit Demam Berdarah Dengue(DBD) Dan ketika dikonfirmasi  petugas di ruang rindu RS Kumpulan Pane tempat korban DBD di rawat, berapa jumlah pasien yg di rawat? Petugas tidak bersedia memberikan keterangan, mereka menyarankan bertanya kepada yang berkompeten .
Penelusuran awak media terkait kasus Demam Berdarah Dengue ke pihak terkait dalam hal ini Dinas Kesehatan Tebingtinggi
Kepala dinas Kesehatan  Dr Nanang Fitra Aulia mengatakan bahwa, kasus penyakit Demam Berdarah Dengue di Tebingtinggi untuk Bulan ini sebenarnya ada penurunan di banding bulan – bulan yang lalu, “dan itu tetap  kita pantau “jelasnya .
Dr.Nanang Fitra Aulia juga mengatakan ada tren peningkatan per 5 tahun, untuk kasus demam berdarah dengue, dan tahun ini Tebingtinggi ada peningkatan disebabkan,perubahan cuaca yang cukup ekstrem di daerah kita, cuaca exstrim bukan terjadi di wilayah kita saja Sumatra Utara,  hampir rata di seluruh Indonesia mengalami  iklim yang tidak teratur .
Lebih jauh Dr Nanang menjelaskan tren penyakit itu tetap ada namun kita sudah turun ke lapangan semua, untuk mengantisipasi dalam hal pemberantasan sarang nyamuk, masih kita jumpai rumah-rumah warga yang hampir 85% berjenti   Aedes, rumah yang berjenti aides ini sudah kita beritahu kepada warga masyarakat agar membersihkan lingkungannya dan pemberantasan sarang nyamuk.
kita turun ke lapangan di ikut sertakan juga oleh kepling lurah dan juga camat,  sudah hampir 35 kelurahan kita turun kesana setiap hari tim kita turun untuk 9 Puskesmas dibagi berdasarkan wilayah kerjanya untuk memberikan sosialisasi kepada masyarakat untuk pemberantasan sarang nyamuk .
Tetapi tetap kuncinya kembali ke masyarakat, mengahiri pembicaraan nya Dr Nanang juga mengajak “ayo masyarakat kita bergotong-royong kita membersihkan lingkungan kita masing-masing minimal 1 bulan sekali kita bersihkan lingkungan kita, rumah kita dari sarang nyamuk”
Hingga berita ini di muat, data terakhir yang ada  dinas kesehatan Tebingtinggi korban yang terjangkit  DBD sebanyak 322 .
tim JOC /kru Gi    report
ADVERTISEMENT

 

 

 

GI-Media.com|Tebingtinggi – Penyakit   Demam Berdarah Dengue(DBD) di Tebingtinggi terus menjangkiti warga, Riky Ramadhan (15)  Warga jln sukarno Hatta lingkungan 3 kelurahan Tambangan Hulu kecamatan padang Hilir, terpaksa di larikan ke rumah sakit kumpulan pane kota Tebingtinggi  di sebabkan  terserang penyakit DBD, sabtu (31/08/2019)

Riky yang ditemani ibunya  Asmanah diruangan Rindu RSUD kumpulan Pane  kepada media senin (02/09/2019) mengatakan bahwa ada lebih kurang 10 orang yang terjangkit Demam Berdarah Dengue di lingkungan kami .

Pantauan awak  media di ruang Rindu RS kumpulan pane terdapat beberapa pasien yang di rawat di sana, mengidap penyakit Demam Berdarah Dengue(DBD) Dan ketika dikonfirmasi  petugas di ruang rindu RS Kumpulan Pane tempat korban DBD di rawat, berapa jumlah pasien yg di rawat? Petugas tidak bersedia memberikan keterangan, mereka menyarankan bertanya kepada yang berkompeten .
Penelusuran awak media terkait kasus Demam Berdarah Dengue ke pihak terkait dalam hal ini Dinas Kesehatan Tebingtinggi
Kepala dinas Kesehatan  Dr Nanang Fitra Aulia mengatakan bahwa, kasus penyakit Demam Berdarah Dengue di Tebingtinggi untuk Bulan ini sebenarnya ada penurunan di banding bulan – bulan yang lalu, “dan itu tetap  kita pantau “jelasnya .
Dr.Nanang Fitra Aulia juga mengatakan ada tren peningkatan per 5 tahun, untuk kasus demam berdarah dengue, dan tahun ini Tebingtinggi ada peningkatan disebabkan,perubahan cuaca yang cukup ekstrem di daerah kita, cuaca exstrim bukan terjadi di wilayah kita saja Sumatra Utara,  hampir rata di seluruh Indonesia mengalami  iklim yang tidak teratur .
Lebih jauh Dr Nanang menjelaskan tren penyakit itu tetap ada namun kita sudah turun ke lapangan semua, untuk mengantisipasi dalam hal pemberantasan sarang nyamuk, masih kita jumpai rumah-rumah warga yang hampir 85% berjenti   Aedes, rumah yang berjenti aides ini sudah kita beritahu kepada warga masyarakat agar membersihkan lingkungannya dan pemberantasan sarang nyamuk.
kita turun ke lapangan di ikut sertakan juga oleh kepling lurah dan juga camat,  sudah hampir 35 kelurahan kita turun kesana setiap hari tim kita turun untuk 9 Puskesmas dibagi berdasarkan wilayah kerjanya untuk memberikan sosialisasi kepada masyarakat untuk pemberantasan sarang nyamuk .
Tetapi tetap kuncinya kembali ke masyarakat, mengahiri pembicaraan nya Dr Nanang juga mengajak “ayo masyarakat kita bergotong-royong kita membersihkan lingkungan kita masing-masing minimal 1 bulan sekali kita bersihkan lingkungan kita, rumah kita dari sarang nyamuk”
Hingga berita ini di muat, data terakhir yang ada  dinas kesehatan Tebingtinggi korban yang terjangkit  DBD sebanyak 322 .
tim JOC /kru Gi    report

 

 

 

GI-Media.com|Tebingtinggi – Penyakit   Demam Berdarah Dengue(DBD) di Tebingtinggi terus menjangkiti warga, Riky Ramadhan (15)  Warga jln sukarno Hatta lingkungan 3 kelurahan Tambangan Hulu kecamatan padang Hilir, terpaksa di larikan ke rumah sakit kumpulan pane kota Tebingtinggi  di sebabkan  terserang penyakit DBD, sabtu (31/08/2019)

Riky yang ditemani ibunya  Asmanah diruangan Rindu RSUD kumpulan Pane  kepada media senin (02/09/2019) mengatakan bahwa ada lebih kurang 10 orang yang terjangkit Demam Berdarah Dengue di lingkungan kami .

Pantauan awak  media di ruang Rindu RS kumpulan pane terdapat beberapa pasien yang di rawat di sana, mengidap penyakit Demam Berdarah Dengue(DBD) Dan ketika dikonfirmasi  petugas di ruang rindu RS Kumpulan Pane tempat korban DBD di rawat, berapa jumlah pasien yg di rawat? Petugas tidak bersedia memberikan keterangan, mereka menyarankan bertanya kepada yang berkompeten .
Penelusuran awak media terkait kasus Demam Berdarah Dengue ke pihak terkait dalam hal ini Dinas Kesehatan Tebingtinggi
Kepala dinas Kesehatan  Dr Nanang Fitra Aulia mengatakan bahwa, kasus penyakit Demam Berdarah Dengue di Tebingtinggi untuk Bulan ini sebenarnya ada penurunan di banding bulan – bulan yang lalu, “dan itu tetap  kita pantau “jelasnya .
Dr.Nanang Fitra Aulia juga mengatakan ada tren peningkatan per 5 tahun, untuk kasus demam berdarah dengue, dan tahun ini Tebingtinggi ada peningkatan disebabkan,perubahan cuaca yang cukup ekstrem di daerah kita, cuaca exstrim bukan terjadi di wilayah kita saja Sumatra Utara,  hampir rata di seluruh Indonesia mengalami  iklim yang tidak teratur .
Lebih jauh Dr Nanang menjelaskan tren penyakit itu tetap ada namun kita sudah turun ke lapangan semua, untuk mengantisipasi dalam hal pemberantasan sarang nyamuk, masih kita jumpai rumah-rumah warga yang hampir 85% berjenti   Aedes, rumah yang berjenti aides ini sudah kita beritahu kepada warga masyarakat agar membersihkan lingkungannya dan pemberantasan sarang nyamuk.
kita turun ke lapangan di ikut sertakan juga oleh kepling lurah dan juga camat,  sudah hampir 35 kelurahan kita turun kesana setiap hari tim kita turun untuk 9 Puskesmas dibagi berdasarkan wilayah kerjanya untuk memberikan sosialisasi kepada masyarakat untuk pemberantasan sarang nyamuk .
Tetapi tetap kuncinya kembali ke masyarakat, mengahiri pembicaraan nya Dr Nanang juga mengajak “ayo masyarakat kita bergotong-royong kita membersihkan lingkungan kita masing-masing minimal 1 bulan sekali kita bersihkan lingkungan kita, rumah kita dari sarang nyamuk”
Hingga berita ini di muat, data terakhir yang ada  dinas kesehatan Tebingtinggi korban yang terjangkit  DBD sebanyak 322 .
tim JOC /kru Gi    report
ADVERTISEMENT

 

 

 

GI-Media.com|Tebingtinggi – Penyakit   Demam Berdarah Dengue(DBD) di Tebingtinggi terus menjangkiti warga, Riky Ramadhan (15)  Warga jln sukarno Hatta lingkungan 3 kelurahan Tambangan Hulu kecamatan padang Hilir, terpaksa di larikan ke rumah sakit kumpulan pane kota Tebingtinggi  di sebabkan  terserang penyakit DBD, sabtu (31/08/2019)

Riky yang ditemani ibunya  Asmanah diruangan Rindu RSUD kumpulan Pane  kepada media senin (02/09/2019) mengatakan bahwa ada lebih kurang 10 orang yang terjangkit Demam Berdarah Dengue di lingkungan kami .

Pantauan awak  media di ruang Rindu RS kumpulan pane terdapat beberapa pasien yang di rawat di sana, mengidap penyakit Demam Berdarah Dengue(DBD) Dan ketika dikonfirmasi  petugas di ruang rindu RS Kumpulan Pane tempat korban DBD di rawat, berapa jumlah pasien yg di rawat? Petugas tidak bersedia memberikan keterangan, mereka menyarankan bertanya kepada yang berkompeten .
Penelusuran awak media terkait kasus Demam Berdarah Dengue ke pihak terkait dalam hal ini Dinas Kesehatan Tebingtinggi
Kepala dinas Kesehatan  Dr Nanang Fitra Aulia mengatakan bahwa, kasus penyakit Demam Berdarah Dengue di Tebingtinggi untuk Bulan ini sebenarnya ada penurunan di banding bulan – bulan yang lalu, “dan itu tetap  kita pantau “jelasnya .
Dr.Nanang Fitra Aulia juga mengatakan ada tren peningkatan per 5 tahun, untuk kasus demam berdarah dengue, dan tahun ini Tebingtinggi ada peningkatan disebabkan,perubahan cuaca yang cukup ekstrem di daerah kita, cuaca exstrim bukan terjadi di wilayah kita saja Sumatra Utara,  hampir rata di seluruh Indonesia mengalami  iklim yang tidak teratur .
Lebih jauh Dr Nanang menjelaskan tren penyakit itu tetap ada namun kita sudah turun ke lapangan semua, untuk mengantisipasi dalam hal pemberantasan sarang nyamuk, masih kita jumpai rumah-rumah warga yang hampir 85% berjenti   Aedes, rumah yang berjenti aides ini sudah kita beritahu kepada warga masyarakat agar membersihkan lingkungannya dan pemberantasan sarang nyamuk.
kita turun ke lapangan di ikut sertakan juga oleh kepling lurah dan juga camat,  sudah hampir 35 kelurahan kita turun kesana setiap hari tim kita turun untuk 9 Puskesmas dibagi berdasarkan wilayah kerjanya untuk memberikan sosialisasi kepada masyarakat untuk pemberantasan sarang nyamuk .
Tetapi tetap kuncinya kembali ke masyarakat, mengahiri pembicaraan nya Dr Nanang juga mengajak “ayo masyarakat kita bergotong-royong kita membersihkan lingkungan kita masing-masing minimal 1 bulan sekali kita bersihkan lingkungan kita, rumah kita dari sarang nyamuk”
Hingga berita ini di muat, data terakhir yang ada  dinas kesehatan Tebingtinggi korban yang terjangkit  DBD sebanyak 322 .
tim JOC /kru Gi    report

 

 

 

GI-Media.com|Tebingtinggi – Penyakit   Demam Berdarah Dengue(DBD) di Tebingtinggi terus menjangkiti warga, Riky Ramadhan (15)  Warga jln sukarno Hatta lingkungan 3 kelurahan Tambangan Hulu kecamatan padang Hilir, terpaksa di larikan ke rumah sakit kumpulan pane kota Tebingtinggi  di sebabkan  terserang penyakit DBD, sabtu (31/08/2019)

Riky yang ditemani ibunya  Asmanah diruangan Rindu RSUD kumpulan Pane  kepada media senin (02/09/2019) mengatakan bahwa ada lebih kurang 10 orang yang terjangkit Demam Berdarah Dengue di lingkungan kami .

Pantauan awak  media di ruang Rindu RS kumpulan pane terdapat beberapa pasien yang di rawat di sana, mengidap penyakit Demam Berdarah Dengue(DBD) Dan ketika dikonfirmasi  petugas di ruang rindu RS Kumpulan Pane tempat korban DBD di rawat, berapa jumlah pasien yg di rawat? Petugas tidak bersedia memberikan keterangan, mereka menyarankan bertanya kepada yang berkompeten .
Penelusuran awak media terkait kasus Demam Berdarah Dengue ke pihak terkait dalam hal ini Dinas Kesehatan Tebingtinggi
Kepala dinas Kesehatan  Dr Nanang Fitra Aulia mengatakan bahwa, kasus penyakit Demam Berdarah Dengue di Tebingtinggi untuk Bulan ini sebenarnya ada penurunan di banding bulan – bulan yang lalu, “dan itu tetap  kita pantau “jelasnya .
Dr.Nanang Fitra Aulia juga mengatakan ada tren peningkatan per 5 tahun, untuk kasus demam berdarah dengue, dan tahun ini Tebingtinggi ada peningkatan disebabkan,perubahan cuaca yang cukup ekstrem di daerah kita, cuaca exstrim bukan terjadi di wilayah kita saja Sumatra Utara,  hampir rata di seluruh Indonesia mengalami  iklim yang tidak teratur .
Lebih jauh Dr Nanang menjelaskan tren penyakit itu tetap ada namun kita sudah turun ke lapangan semua, untuk mengantisipasi dalam hal pemberantasan sarang nyamuk, masih kita jumpai rumah-rumah warga yang hampir 85% berjenti   Aedes, rumah yang berjenti aides ini sudah kita beritahu kepada warga masyarakat agar membersihkan lingkungannya dan pemberantasan sarang nyamuk.
kita turun ke lapangan di ikut sertakan juga oleh kepling lurah dan juga camat,  sudah hampir 35 kelurahan kita turun kesana setiap hari tim kita turun untuk 9 Puskesmas dibagi berdasarkan wilayah kerjanya untuk memberikan sosialisasi kepada masyarakat untuk pemberantasan sarang nyamuk .
Tetapi tetap kuncinya kembali ke masyarakat, mengahiri pembicaraan nya Dr Nanang juga mengajak “ayo masyarakat kita bergotong-royong kita membersihkan lingkungan kita masing-masing minimal 1 bulan sekali kita bersihkan lingkungan kita, rumah kita dari sarang nyamuk”
Hingga berita ini di muat, data terakhir yang ada  dinas kesehatan Tebingtinggi korban yang terjangkit  DBD sebanyak 322 .
tim JOC /kru Gi    report
ADVERTISEMENT

 

 

 

GI-Media.com|Tebingtinggi – Penyakit   Demam Berdarah Dengue(DBD) di Tebingtinggi terus menjangkiti warga, Riky Ramadhan (15)  Warga jln sukarno Hatta lingkungan 3 kelurahan Tambangan Hulu kecamatan padang Hilir, terpaksa di larikan ke rumah sakit kumpulan pane kota Tebingtinggi  di sebabkan  terserang penyakit DBD, sabtu (31/08/2019)

Riky yang ditemani ibunya  Asmanah diruangan Rindu RSUD kumpulan Pane  kepada media senin (02/09/2019) mengatakan bahwa ada lebih kurang 10 orang yang terjangkit Demam Berdarah Dengue di lingkungan kami .

Pantauan awak  media di ruang Rindu RS kumpulan pane terdapat beberapa pasien yang di rawat di sana, mengidap penyakit Demam Berdarah Dengue(DBD) Dan ketika dikonfirmasi  petugas di ruang rindu RS Kumpulan Pane tempat korban DBD di rawat, berapa jumlah pasien yg di rawat? Petugas tidak bersedia memberikan keterangan, mereka menyarankan bertanya kepada yang berkompeten .
Penelusuran awak media terkait kasus Demam Berdarah Dengue ke pihak terkait dalam hal ini Dinas Kesehatan Tebingtinggi
Kepala dinas Kesehatan  Dr Nanang Fitra Aulia mengatakan bahwa, kasus penyakit Demam Berdarah Dengue di Tebingtinggi untuk Bulan ini sebenarnya ada penurunan di banding bulan – bulan yang lalu, “dan itu tetap  kita pantau “jelasnya .
Dr.Nanang Fitra Aulia juga mengatakan ada tren peningkatan per 5 tahun, untuk kasus demam berdarah dengue, dan tahun ini Tebingtinggi ada peningkatan disebabkan,perubahan cuaca yang cukup ekstrem di daerah kita, cuaca exstrim bukan terjadi di wilayah kita saja Sumatra Utara,  hampir rata di seluruh Indonesia mengalami  iklim yang tidak teratur .
Lebih jauh Dr Nanang menjelaskan tren penyakit itu tetap ada namun kita sudah turun ke lapangan semua, untuk mengantisipasi dalam hal pemberantasan sarang nyamuk, masih kita jumpai rumah-rumah warga yang hampir 85% berjenti   Aedes, rumah yang berjenti aides ini sudah kita beritahu kepada warga masyarakat agar membersihkan lingkungannya dan pemberantasan sarang nyamuk.
kita turun ke lapangan di ikut sertakan juga oleh kepling lurah dan juga camat,  sudah hampir 35 kelurahan kita turun kesana setiap hari tim kita turun untuk 9 Puskesmas dibagi berdasarkan wilayah kerjanya untuk memberikan sosialisasi kepada masyarakat untuk pemberantasan sarang nyamuk .
Tetapi tetap kuncinya kembali ke masyarakat, mengahiri pembicaraan nya Dr Nanang juga mengajak “ayo masyarakat kita bergotong-royong kita membersihkan lingkungan kita masing-masing minimal 1 bulan sekali kita bersihkan lingkungan kita, rumah kita dari sarang nyamuk”
Hingga berita ini di muat, data terakhir yang ada  dinas kesehatan Tebingtinggi korban yang terjangkit  DBD sebanyak 322 .
tim JOC /kru Gi    report

 

 

 

GI-Media.com|Tebingtinggi – Penyakit   Demam Berdarah Dengue(DBD) di Tebingtinggi terus menjangkiti warga, Riky Ramadhan (15)  Warga jln sukarno Hatta lingkungan 3 kelurahan Tambangan Hulu kecamatan padang Hilir, terpaksa di larikan ke rumah sakit kumpulan pane kota Tebingtinggi  di sebabkan  terserang penyakit DBD, sabtu (31/08/2019)

Riky yang ditemani ibunya  Asmanah diruangan Rindu RSUD kumpulan Pane  kepada media senin (02/09/2019) mengatakan bahwa ada lebih kurang 10 orang yang terjangkit Demam Berdarah Dengue di lingkungan kami .

Pantauan awak  media di ruang Rindu RS kumpulan pane terdapat beberapa pasien yang di rawat di sana, mengidap penyakit Demam Berdarah Dengue(DBD) Dan ketika dikonfirmasi  petugas di ruang rindu RS Kumpulan Pane tempat korban DBD di rawat, berapa jumlah pasien yg di rawat? Petugas tidak bersedia memberikan keterangan, mereka menyarankan bertanya kepada yang berkompeten .
Penelusuran awak media terkait kasus Demam Berdarah Dengue ke pihak terkait dalam hal ini Dinas Kesehatan Tebingtinggi
Kepala dinas Kesehatan  Dr Nanang Fitra Aulia mengatakan bahwa, kasus penyakit Demam Berdarah Dengue di Tebingtinggi untuk Bulan ini sebenarnya ada penurunan di banding bulan – bulan yang lalu, “dan itu tetap  kita pantau “jelasnya .
Dr.Nanang Fitra Aulia juga mengatakan ada tren peningkatan per 5 tahun, untuk kasus demam berdarah dengue, dan tahun ini Tebingtinggi ada peningkatan disebabkan,perubahan cuaca yang cukup ekstrem di daerah kita, cuaca exstrim bukan terjadi di wilayah kita saja Sumatra Utara,  hampir rata di seluruh Indonesia mengalami  iklim yang tidak teratur .
Lebih jauh Dr Nanang menjelaskan tren penyakit itu tetap ada namun kita sudah turun ke lapangan semua, untuk mengantisipasi dalam hal pemberantasan sarang nyamuk, masih kita jumpai rumah-rumah warga yang hampir 85% berjenti   Aedes, rumah yang berjenti aides ini sudah kita beritahu kepada warga masyarakat agar membersihkan lingkungannya dan pemberantasan sarang nyamuk.
kita turun ke lapangan di ikut sertakan juga oleh kepling lurah dan juga camat,  sudah hampir 35 kelurahan kita turun kesana setiap hari tim kita turun untuk 9 Puskesmas dibagi berdasarkan wilayah kerjanya untuk memberikan sosialisasi kepada masyarakat untuk pemberantasan sarang nyamuk .
Tetapi tetap kuncinya kembali ke masyarakat, mengahiri pembicaraan nya Dr Nanang juga mengajak “ayo masyarakat kita bergotong-royong kita membersihkan lingkungan kita masing-masing minimal 1 bulan sekali kita bersihkan lingkungan kita, rumah kita dari sarang nyamuk”
Hingga berita ini di muat, data terakhir yang ada  dinas kesehatan Tebingtinggi korban yang terjangkit  DBD sebanyak 322 .
tim JOC /kru Gi    report
ADVERTISEMENT

 

 

 

GI-Media.com|Tebingtinggi – Penyakit   Demam Berdarah Dengue(DBD) di Tebingtinggi terus menjangkiti warga, Riky Ramadhan (15)  Warga jln sukarno Hatta lingkungan 3 kelurahan Tambangan Hulu kecamatan padang Hilir, terpaksa di larikan ke rumah sakit kumpulan pane kota Tebingtinggi  di sebabkan  terserang penyakit DBD, sabtu (31/08/2019)

Riky yang ditemani ibunya  Asmanah diruangan Rindu RSUD kumpulan Pane  kepada media senin (02/09/2019) mengatakan bahwa ada lebih kurang 10 orang yang terjangkit Demam Berdarah Dengue di lingkungan kami .

Pantauan awak  media di ruang Rindu RS kumpulan pane terdapat beberapa pasien yang di rawat di sana, mengidap penyakit Demam Berdarah Dengue(DBD) Dan ketika dikonfirmasi  petugas di ruang rindu RS Kumpulan Pane tempat korban DBD di rawat, berapa jumlah pasien yg di rawat? Petugas tidak bersedia memberikan keterangan, mereka menyarankan bertanya kepada yang berkompeten .
Penelusuran awak media terkait kasus Demam Berdarah Dengue ke pihak terkait dalam hal ini Dinas Kesehatan Tebingtinggi
Kepala dinas Kesehatan  Dr Nanang Fitra Aulia mengatakan bahwa, kasus penyakit Demam Berdarah Dengue di Tebingtinggi untuk Bulan ini sebenarnya ada penurunan di banding bulan – bulan yang lalu, “dan itu tetap  kita pantau “jelasnya .
Dr.Nanang Fitra Aulia juga mengatakan ada tren peningkatan per 5 tahun, untuk kasus demam berdarah dengue, dan tahun ini Tebingtinggi ada peningkatan disebabkan,perubahan cuaca yang cukup ekstrem di daerah kita, cuaca exstrim bukan terjadi di wilayah kita saja Sumatra Utara,  hampir rata di seluruh Indonesia mengalami  iklim yang tidak teratur .
Lebih jauh Dr Nanang menjelaskan tren penyakit itu tetap ada namun kita sudah turun ke lapangan semua, untuk mengantisipasi dalam hal pemberantasan sarang nyamuk, masih kita jumpai rumah-rumah warga yang hampir 85% berjenti   Aedes, rumah yang berjenti aides ini sudah kita beritahu kepada warga masyarakat agar membersihkan lingkungannya dan pemberantasan sarang nyamuk.
kita turun ke lapangan di ikut sertakan juga oleh kepling lurah dan juga camat,  sudah hampir 35 kelurahan kita turun kesana setiap hari tim kita turun untuk 9 Puskesmas dibagi berdasarkan wilayah kerjanya untuk memberikan sosialisasi kepada masyarakat untuk pemberantasan sarang nyamuk .
Tetapi tetap kuncinya kembali ke masyarakat, mengahiri pembicaraan nya Dr Nanang juga mengajak “ayo masyarakat kita bergotong-royong kita membersihkan lingkungan kita masing-masing minimal 1 bulan sekali kita bersihkan lingkungan kita, rumah kita dari sarang nyamuk”
Hingga berita ini di muat, data terakhir yang ada  dinas kesehatan Tebingtinggi korban yang terjangkit  DBD sebanyak 322 .
tim JOC /kru Gi    report

 

 

 

GI-Media.com|Tebingtinggi – Penyakit   Demam Berdarah Dengue(DBD) di Tebingtinggi terus menjangkiti warga, Riky Ramadhan (15)  Warga jln sukarno Hatta lingkungan 3 kelurahan Tambangan Hulu kecamatan padang Hilir, terpaksa di larikan ke rumah sakit kumpulan pane kota Tebingtinggi  di sebabkan  terserang penyakit DBD, sabtu (31/08/2019)

Riky yang ditemani ibunya  Asmanah diruangan Rindu RSUD kumpulan Pane  kepada media senin (02/09/2019) mengatakan bahwa ada lebih kurang 10 orang yang terjangkit Demam Berdarah Dengue di lingkungan kami .

Pantauan awak  media di ruang Rindu RS kumpulan pane terdapat beberapa pasien yang di rawat di sana, mengidap penyakit Demam Berdarah Dengue(DBD) Dan ketika dikonfirmasi  petugas di ruang rindu RS Kumpulan Pane tempat korban DBD di rawat, berapa jumlah pasien yg di rawat? Petugas tidak bersedia memberikan keterangan, mereka menyarankan bertanya kepada yang berkompeten .
Penelusuran awak media terkait kasus Demam Berdarah Dengue ke pihak terkait dalam hal ini Dinas Kesehatan Tebingtinggi
Kepala dinas Kesehatan  Dr Nanang Fitra Aulia mengatakan bahwa, kasus penyakit Demam Berdarah Dengue di Tebingtinggi untuk Bulan ini sebenarnya ada penurunan di banding bulan – bulan yang lalu, “dan itu tetap  kita pantau “jelasnya .
Dr.Nanang Fitra Aulia juga mengatakan ada tren peningkatan per 5 tahun, untuk kasus demam berdarah dengue, dan tahun ini Tebingtinggi ada peningkatan disebabkan,perubahan cuaca yang cukup ekstrem di daerah kita, cuaca exstrim bukan terjadi di wilayah kita saja Sumatra Utara,  hampir rata di seluruh Indonesia mengalami  iklim yang tidak teratur .
Lebih jauh Dr Nanang menjelaskan tren penyakit itu tetap ada namun kita sudah turun ke lapangan semua, untuk mengantisipasi dalam hal pemberantasan sarang nyamuk, masih kita jumpai rumah-rumah warga yang hampir 85% berjenti   Aedes, rumah yang berjenti aides ini sudah kita beritahu kepada warga masyarakat agar membersihkan lingkungannya dan pemberantasan sarang nyamuk.
kita turun ke lapangan di ikut sertakan juga oleh kepling lurah dan juga camat,  sudah hampir 35 kelurahan kita turun kesana setiap hari tim kita turun untuk 9 Puskesmas dibagi berdasarkan wilayah kerjanya untuk memberikan sosialisasi kepada masyarakat untuk pemberantasan sarang nyamuk .
Tetapi tetap kuncinya kembali ke masyarakat, mengahiri pembicaraan nya Dr Nanang juga mengajak “ayo masyarakat kita bergotong-royong kita membersihkan lingkungan kita masing-masing minimal 1 bulan sekali kita bersihkan lingkungan kita, rumah kita dari sarang nyamuk”
Hingga berita ini di muat, data terakhir yang ada  dinas kesehatan Tebingtinggi korban yang terjangkit  DBD sebanyak 322 .
tim JOC /kru Gi    report
ADVERTISEMENT

 

 

 

GI-Media.com|Tebingtinggi – Penyakit   Demam Berdarah Dengue(DBD) di Tebingtinggi terus menjangkiti warga, Riky Ramadhan (15)  Warga jln sukarno Hatta lingkungan 3 kelurahan Tambangan Hulu kecamatan padang Hilir, terpaksa di larikan ke rumah sakit kumpulan pane kota Tebingtinggi  di sebabkan  terserang penyakit DBD, sabtu (31/08/2019)

Riky yang ditemani ibunya  Asmanah diruangan Rindu RSUD kumpulan Pane  kepada media senin (02/09/2019) mengatakan bahwa ada lebih kurang 10 orang yang terjangkit Demam Berdarah Dengue di lingkungan kami .

Pantauan awak  media di ruang Rindu RS kumpulan pane terdapat beberapa pasien yang di rawat di sana, mengidap penyakit Demam Berdarah Dengue(DBD) Dan ketika dikonfirmasi  petugas di ruang rindu RS Kumpulan Pane tempat korban DBD di rawat, berapa jumlah pasien yg di rawat? Petugas tidak bersedia memberikan keterangan, mereka menyarankan bertanya kepada yang berkompeten .
Penelusuran awak media terkait kasus Demam Berdarah Dengue ke pihak terkait dalam hal ini Dinas Kesehatan Tebingtinggi
Kepala dinas Kesehatan  Dr Nanang Fitra Aulia mengatakan bahwa, kasus penyakit Demam Berdarah Dengue di Tebingtinggi untuk Bulan ini sebenarnya ada penurunan di banding bulan – bulan yang lalu, “dan itu tetap  kita pantau “jelasnya .
Dr.Nanang Fitra Aulia juga mengatakan ada tren peningkatan per 5 tahun, untuk kasus demam berdarah dengue, dan tahun ini Tebingtinggi ada peningkatan disebabkan,perubahan cuaca yang cukup ekstrem di daerah kita, cuaca exstrim bukan terjadi di wilayah kita saja Sumatra Utara,  hampir rata di seluruh Indonesia mengalami  iklim yang tidak teratur .
Lebih jauh Dr Nanang menjelaskan tren penyakit itu tetap ada namun kita sudah turun ke lapangan semua, untuk mengantisipasi dalam hal pemberantasan sarang nyamuk, masih kita jumpai rumah-rumah warga yang hampir 85% berjenti   Aedes, rumah yang berjenti aides ini sudah kita beritahu kepada warga masyarakat agar membersihkan lingkungannya dan pemberantasan sarang nyamuk.
kita turun ke lapangan di ikut sertakan juga oleh kepling lurah dan juga camat,  sudah hampir 35 kelurahan kita turun kesana setiap hari tim kita turun untuk 9 Puskesmas dibagi berdasarkan wilayah kerjanya untuk memberikan sosialisasi kepada masyarakat untuk pemberantasan sarang nyamuk .
Tetapi tetap kuncinya kembali ke masyarakat, mengahiri pembicaraan nya Dr Nanang juga mengajak “ayo masyarakat kita bergotong-royong kita membersihkan lingkungan kita masing-masing minimal 1 bulan sekali kita bersihkan lingkungan kita, rumah kita dari sarang nyamuk”
Hingga berita ini di muat, data terakhir yang ada  dinas kesehatan Tebingtinggi korban yang terjangkit  DBD sebanyak 322 .
tim JOC /kru Gi    report

BeritaTerkait

KEJARI KOTA BOGOR TUNTASKAN PERKARA MELALUI KEADILAN RESTORATIF, TERSANGKA DISERAHKAN KEPADA KELUARGA

KEJARI KOTA BOGOR TUNTASKAN PERKARA MELALUI KEADILAN RESTORATIF, TERSANGKA DISERAHKAN KEPADA KELUARGA

1 minggu ago
Serahkan Bantuan Wali Kota Tebing Tinggi Ajak ASN DAN MASYARAKAT Tingkatkan Empati Kepada Warga Kurang Mampu

Serahkan Bantuan Wali Kota Tebing Tinggi Ajak ASN DAN MASYARAKAT Tingkatkan Empati Kepada Warga Kurang Mampu

2 minggu ago
Buka Festival Seni Qasidah XIX, Sekda Tebing Tinggi Tekankan Penguatan Karakter Dan Pelestarian Budaya

Buka Festival Seni Qasidah XIX, Sekda Tebing Tinggi Tekankan Penguatan Karakter Dan Pelestarian Budaya

2 minggu ago
Pimpin Entry Briefing, Pangdam IV/ Diponegoro Tekankan Profesionalisme Prajurit dan Sinergi Dukung Program Pemerintah    

Pimpin Entry Briefing, Pangdam IV/ Diponegoro Tekankan Profesionalisme Prajurit dan Sinergi Dukung Program Pemerintah   

2 minggu ago

 

 

 

GI-Media.com|Tebingtinggi – Penyakit   Demam Berdarah Dengue(DBD) di Tebingtinggi terus menjangkiti warga, Riky Ramadhan (15)  Warga jln sukarno Hatta lingkungan 3 kelurahan Tambangan Hulu kecamatan padang Hilir, terpaksa di larikan ke rumah sakit kumpulan pane kota Tebingtinggi  di sebabkan  terserang penyakit DBD, sabtu (31/08/2019)

Riky yang ditemani ibunya  Asmanah diruangan Rindu RSUD kumpulan Pane  kepada media senin (02/09/2019) mengatakan bahwa ada lebih kurang 10 orang yang terjangkit Demam Berdarah Dengue di lingkungan kami .

Pantauan awak  media di ruang Rindu RS kumpulan pane terdapat beberapa pasien yang di rawat di sana, mengidap penyakit Demam Berdarah Dengue(DBD) Dan ketika dikonfirmasi  petugas di ruang rindu RS Kumpulan Pane tempat korban DBD di rawat, berapa jumlah pasien yg di rawat? Petugas tidak bersedia memberikan keterangan, mereka menyarankan bertanya kepada yang berkompeten .
Penelusuran awak media terkait kasus Demam Berdarah Dengue ke pihak terkait dalam hal ini Dinas Kesehatan Tebingtinggi
Kepala dinas Kesehatan  Dr Nanang Fitra Aulia mengatakan bahwa, kasus penyakit Demam Berdarah Dengue di Tebingtinggi untuk Bulan ini sebenarnya ada penurunan di banding bulan – bulan yang lalu, “dan itu tetap  kita pantau “jelasnya .
Dr.Nanang Fitra Aulia juga mengatakan ada tren peningkatan per 5 tahun, untuk kasus demam berdarah dengue, dan tahun ini Tebingtinggi ada peningkatan disebabkan,perubahan cuaca yang cukup ekstrem di daerah kita, cuaca exstrim bukan terjadi di wilayah kita saja Sumatra Utara,  hampir rata di seluruh Indonesia mengalami  iklim yang tidak teratur .
Lebih jauh Dr Nanang menjelaskan tren penyakit itu tetap ada namun kita sudah turun ke lapangan semua, untuk mengantisipasi dalam hal pemberantasan sarang nyamuk, masih kita jumpai rumah-rumah warga yang hampir 85% berjenti   Aedes, rumah yang berjenti aides ini sudah kita beritahu kepada warga masyarakat agar membersihkan lingkungannya dan pemberantasan sarang nyamuk.
kita turun ke lapangan di ikut sertakan juga oleh kepling lurah dan juga camat,  sudah hampir 35 kelurahan kita turun kesana setiap hari tim kita turun untuk 9 Puskesmas dibagi berdasarkan wilayah kerjanya untuk memberikan sosialisasi kepada masyarakat untuk pemberantasan sarang nyamuk .
Tetapi tetap kuncinya kembali ke masyarakat, mengahiri pembicaraan nya Dr Nanang juga mengajak “ayo masyarakat kita bergotong-royong kita membersihkan lingkungan kita masing-masing minimal 1 bulan sekali kita bersihkan lingkungan kita, rumah kita dari sarang nyamuk”
Hingga berita ini di muat, data terakhir yang ada  dinas kesehatan Tebingtinggi korban yang terjangkit  DBD sebanyak 322 .
tim JOC /kru Gi    report
ADVERTISEMENT

 

 

 

GI-Media.com|Tebingtinggi – Penyakit   Demam Berdarah Dengue(DBD) di Tebingtinggi terus menjangkiti warga, Riky Ramadhan (15)  Warga jln sukarno Hatta lingkungan 3 kelurahan Tambangan Hulu kecamatan padang Hilir, terpaksa di larikan ke rumah sakit kumpulan pane kota Tebingtinggi  di sebabkan  terserang penyakit DBD, sabtu (31/08/2019)

Riky yang ditemani ibunya  Asmanah diruangan Rindu RSUD kumpulan Pane  kepada media senin (02/09/2019) mengatakan bahwa ada lebih kurang 10 orang yang terjangkit Demam Berdarah Dengue di lingkungan kami .

Pantauan awak  media di ruang Rindu RS kumpulan pane terdapat beberapa pasien yang di rawat di sana, mengidap penyakit Demam Berdarah Dengue(DBD) Dan ketika dikonfirmasi  petugas di ruang rindu RS Kumpulan Pane tempat korban DBD di rawat, berapa jumlah pasien yg di rawat? Petugas tidak bersedia memberikan keterangan, mereka menyarankan bertanya kepada yang berkompeten .
Penelusuran awak media terkait kasus Demam Berdarah Dengue ke pihak terkait dalam hal ini Dinas Kesehatan Tebingtinggi
Kepala dinas Kesehatan  Dr Nanang Fitra Aulia mengatakan bahwa, kasus penyakit Demam Berdarah Dengue di Tebingtinggi untuk Bulan ini sebenarnya ada penurunan di banding bulan – bulan yang lalu, “dan itu tetap  kita pantau “jelasnya .
Dr.Nanang Fitra Aulia juga mengatakan ada tren peningkatan per 5 tahun, untuk kasus demam berdarah dengue, dan tahun ini Tebingtinggi ada peningkatan disebabkan,perubahan cuaca yang cukup ekstrem di daerah kita, cuaca exstrim bukan terjadi di wilayah kita saja Sumatra Utara,  hampir rata di seluruh Indonesia mengalami  iklim yang tidak teratur .
Lebih jauh Dr Nanang menjelaskan tren penyakit itu tetap ada namun kita sudah turun ke lapangan semua, untuk mengantisipasi dalam hal pemberantasan sarang nyamuk, masih kita jumpai rumah-rumah warga yang hampir 85% berjenti   Aedes, rumah yang berjenti aides ini sudah kita beritahu kepada warga masyarakat agar membersihkan lingkungannya dan pemberantasan sarang nyamuk.
kita turun ke lapangan di ikut sertakan juga oleh kepling lurah dan juga camat,  sudah hampir 35 kelurahan kita turun kesana setiap hari tim kita turun untuk 9 Puskesmas dibagi berdasarkan wilayah kerjanya untuk memberikan sosialisasi kepada masyarakat untuk pemberantasan sarang nyamuk .
Tetapi tetap kuncinya kembali ke masyarakat, mengahiri pembicaraan nya Dr Nanang juga mengajak “ayo masyarakat kita bergotong-royong kita membersihkan lingkungan kita masing-masing minimal 1 bulan sekali kita bersihkan lingkungan kita, rumah kita dari sarang nyamuk”
Hingga berita ini di muat, data terakhir yang ada  dinas kesehatan Tebingtinggi korban yang terjangkit  DBD sebanyak 322 .
tim JOC /kru Gi    report

 

 

 

GI-Media.com|Tebingtinggi – Penyakit   Demam Berdarah Dengue(DBD) di Tebingtinggi terus menjangkiti warga, Riky Ramadhan (15)  Warga jln sukarno Hatta lingkungan 3 kelurahan Tambangan Hulu kecamatan padang Hilir, terpaksa di larikan ke rumah sakit kumpulan pane kota Tebingtinggi  di sebabkan  terserang penyakit DBD, sabtu (31/08/2019)

Riky yang ditemani ibunya  Asmanah diruangan Rindu RSUD kumpulan Pane  kepada media senin (02/09/2019) mengatakan bahwa ada lebih kurang 10 orang yang terjangkit Demam Berdarah Dengue di lingkungan kami .

Pantauan awak  media di ruang Rindu RS kumpulan pane terdapat beberapa pasien yang di rawat di sana, mengidap penyakit Demam Berdarah Dengue(DBD) Dan ketika dikonfirmasi  petugas di ruang rindu RS Kumpulan Pane tempat korban DBD di rawat, berapa jumlah pasien yg di rawat? Petugas tidak bersedia memberikan keterangan, mereka menyarankan bertanya kepada yang berkompeten .
Penelusuran awak media terkait kasus Demam Berdarah Dengue ke pihak terkait dalam hal ini Dinas Kesehatan Tebingtinggi
Kepala dinas Kesehatan  Dr Nanang Fitra Aulia mengatakan bahwa, kasus penyakit Demam Berdarah Dengue di Tebingtinggi untuk Bulan ini sebenarnya ada penurunan di banding bulan – bulan yang lalu, “dan itu tetap  kita pantau “jelasnya .
Dr.Nanang Fitra Aulia juga mengatakan ada tren peningkatan per 5 tahun, untuk kasus demam berdarah dengue, dan tahun ini Tebingtinggi ada peningkatan disebabkan,perubahan cuaca yang cukup ekstrem di daerah kita, cuaca exstrim bukan terjadi di wilayah kita saja Sumatra Utara,  hampir rata di seluruh Indonesia mengalami  iklim yang tidak teratur .
Lebih jauh Dr Nanang menjelaskan tren penyakit itu tetap ada namun kita sudah turun ke lapangan semua, untuk mengantisipasi dalam hal pemberantasan sarang nyamuk, masih kita jumpai rumah-rumah warga yang hampir 85% berjenti   Aedes, rumah yang berjenti aides ini sudah kita beritahu kepada warga masyarakat agar membersihkan lingkungannya dan pemberantasan sarang nyamuk.
kita turun ke lapangan di ikut sertakan juga oleh kepling lurah dan juga camat,  sudah hampir 35 kelurahan kita turun kesana setiap hari tim kita turun untuk 9 Puskesmas dibagi berdasarkan wilayah kerjanya untuk memberikan sosialisasi kepada masyarakat untuk pemberantasan sarang nyamuk .
Tetapi tetap kuncinya kembali ke masyarakat, mengahiri pembicaraan nya Dr Nanang juga mengajak “ayo masyarakat kita bergotong-royong kita membersihkan lingkungan kita masing-masing minimal 1 bulan sekali kita bersihkan lingkungan kita, rumah kita dari sarang nyamuk”
Hingga berita ini di muat, data terakhir yang ada  dinas kesehatan Tebingtinggi korban yang terjangkit  DBD sebanyak 322 .
tim JOC /kru Gi    report
ADVERTISEMENT

 

 

 

GI-Media.com|Tebingtinggi – Penyakit   Demam Berdarah Dengue(DBD) di Tebingtinggi terus menjangkiti warga, Riky Ramadhan (15)  Warga jln sukarno Hatta lingkungan 3 kelurahan Tambangan Hulu kecamatan padang Hilir, terpaksa di larikan ke rumah sakit kumpulan pane kota Tebingtinggi  di sebabkan  terserang penyakit DBD, sabtu (31/08/2019)

Riky yang ditemani ibunya  Asmanah diruangan Rindu RSUD kumpulan Pane  kepada media senin (02/09/2019) mengatakan bahwa ada lebih kurang 10 orang yang terjangkit Demam Berdarah Dengue di lingkungan kami .

Pantauan awak  media di ruang Rindu RS kumpulan pane terdapat beberapa pasien yang di rawat di sana, mengidap penyakit Demam Berdarah Dengue(DBD) Dan ketika dikonfirmasi  petugas di ruang rindu RS Kumpulan Pane tempat korban DBD di rawat, berapa jumlah pasien yg di rawat? Petugas tidak bersedia memberikan keterangan, mereka menyarankan bertanya kepada yang berkompeten .
Penelusuran awak media terkait kasus Demam Berdarah Dengue ke pihak terkait dalam hal ini Dinas Kesehatan Tebingtinggi
Kepala dinas Kesehatan  Dr Nanang Fitra Aulia mengatakan bahwa, kasus penyakit Demam Berdarah Dengue di Tebingtinggi untuk Bulan ini sebenarnya ada penurunan di banding bulan – bulan yang lalu, “dan itu tetap  kita pantau “jelasnya .
Dr.Nanang Fitra Aulia juga mengatakan ada tren peningkatan per 5 tahun, untuk kasus demam berdarah dengue, dan tahun ini Tebingtinggi ada peningkatan disebabkan,perubahan cuaca yang cukup ekstrem di daerah kita, cuaca exstrim bukan terjadi di wilayah kita saja Sumatra Utara,  hampir rata di seluruh Indonesia mengalami  iklim yang tidak teratur .
Lebih jauh Dr Nanang menjelaskan tren penyakit itu tetap ada namun kita sudah turun ke lapangan semua, untuk mengantisipasi dalam hal pemberantasan sarang nyamuk, masih kita jumpai rumah-rumah warga yang hampir 85% berjenti   Aedes, rumah yang berjenti aides ini sudah kita beritahu kepada warga masyarakat agar membersihkan lingkungannya dan pemberantasan sarang nyamuk.
kita turun ke lapangan di ikut sertakan juga oleh kepling lurah dan juga camat,  sudah hampir 35 kelurahan kita turun kesana setiap hari tim kita turun untuk 9 Puskesmas dibagi berdasarkan wilayah kerjanya untuk memberikan sosialisasi kepada masyarakat untuk pemberantasan sarang nyamuk .
Tetapi tetap kuncinya kembali ke masyarakat, mengahiri pembicaraan nya Dr Nanang juga mengajak “ayo masyarakat kita bergotong-royong kita membersihkan lingkungan kita masing-masing minimal 1 bulan sekali kita bersihkan lingkungan kita, rumah kita dari sarang nyamuk”
Hingga berita ini di muat, data terakhir yang ada  dinas kesehatan Tebingtinggi korban yang terjangkit  DBD sebanyak 322 .
tim JOC /kru Gi    report

 

 

 

GI-Media.com|Tebingtinggi – Penyakit   Demam Berdarah Dengue(DBD) di Tebingtinggi terus menjangkiti warga, Riky Ramadhan (15)  Warga jln sukarno Hatta lingkungan 3 kelurahan Tambangan Hulu kecamatan padang Hilir, terpaksa di larikan ke rumah sakit kumpulan pane kota Tebingtinggi  di sebabkan  terserang penyakit DBD, sabtu (31/08/2019)

Riky yang ditemani ibunya  Asmanah diruangan Rindu RSUD kumpulan Pane  kepada media senin (02/09/2019) mengatakan bahwa ada lebih kurang 10 orang yang terjangkit Demam Berdarah Dengue di lingkungan kami .

Pantauan awak  media di ruang Rindu RS kumpulan pane terdapat beberapa pasien yang di rawat di sana, mengidap penyakit Demam Berdarah Dengue(DBD) Dan ketika dikonfirmasi  petugas di ruang rindu RS Kumpulan Pane tempat korban DBD di rawat, berapa jumlah pasien yg di rawat? Petugas tidak bersedia memberikan keterangan, mereka menyarankan bertanya kepada yang berkompeten .
Penelusuran awak media terkait kasus Demam Berdarah Dengue ke pihak terkait dalam hal ini Dinas Kesehatan Tebingtinggi
Kepala dinas Kesehatan  Dr Nanang Fitra Aulia mengatakan bahwa, kasus penyakit Demam Berdarah Dengue di Tebingtinggi untuk Bulan ini sebenarnya ada penurunan di banding bulan – bulan yang lalu, “dan itu tetap  kita pantau “jelasnya .
Dr.Nanang Fitra Aulia juga mengatakan ada tren peningkatan per 5 tahun, untuk kasus demam berdarah dengue, dan tahun ini Tebingtinggi ada peningkatan disebabkan,perubahan cuaca yang cukup ekstrem di daerah kita, cuaca exstrim bukan terjadi di wilayah kita saja Sumatra Utara,  hampir rata di seluruh Indonesia mengalami  iklim yang tidak teratur .
Lebih jauh Dr Nanang menjelaskan tren penyakit itu tetap ada namun kita sudah turun ke lapangan semua, untuk mengantisipasi dalam hal pemberantasan sarang nyamuk, masih kita jumpai rumah-rumah warga yang hampir 85% berjenti   Aedes, rumah yang berjenti aides ini sudah kita beritahu kepada warga masyarakat agar membersihkan lingkungannya dan pemberantasan sarang nyamuk.
kita turun ke lapangan di ikut sertakan juga oleh kepling lurah dan juga camat,  sudah hampir 35 kelurahan kita turun kesana setiap hari tim kita turun untuk 9 Puskesmas dibagi berdasarkan wilayah kerjanya untuk memberikan sosialisasi kepada masyarakat untuk pemberantasan sarang nyamuk .
Tetapi tetap kuncinya kembali ke masyarakat, mengahiri pembicaraan nya Dr Nanang juga mengajak “ayo masyarakat kita bergotong-royong kita membersihkan lingkungan kita masing-masing minimal 1 bulan sekali kita bersihkan lingkungan kita, rumah kita dari sarang nyamuk”
Hingga berita ini di muat, data terakhir yang ada  dinas kesehatan Tebingtinggi korban yang terjangkit  DBD sebanyak 322 .
tim JOC /kru Gi    report
ADVERTISEMENT

 

 

 

GI-Media.com|Tebingtinggi – Penyakit   Demam Berdarah Dengue(DBD) di Tebingtinggi terus menjangkiti warga, Riky Ramadhan (15)  Warga jln sukarno Hatta lingkungan 3 kelurahan Tambangan Hulu kecamatan padang Hilir, terpaksa di larikan ke rumah sakit kumpulan pane kota Tebingtinggi  di sebabkan  terserang penyakit DBD, sabtu (31/08/2019)

Riky yang ditemani ibunya  Asmanah diruangan Rindu RSUD kumpulan Pane  kepada media senin (02/09/2019) mengatakan bahwa ada lebih kurang 10 orang yang terjangkit Demam Berdarah Dengue di lingkungan kami .

Pantauan awak  media di ruang Rindu RS kumpulan pane terdapat beberapa pasien yang di rawat di sana, mengidap penyakit Demam Berdarah Dengue(DBD) Dan ketika dikonfirmasi  petugas di ruang rindu RS Kumpulan Pane tempat korban DBD di rawat, berapa jumlah pasien yg di rawat? Petugas tidak bersedia memberikan keterangan, mereka menyarankan bertanya kepada yang berkompeten .
Penelusuran awak media terkait kasus Demam Berdarah Dengue ke pihak terkait dalam hal ini Dinas Kesehatan Tebingtinggi
Kepala dinas Kesehatan  Dr Nanang Fitra Aulia mengatakan bahwa, kasus penyakit Demam Berdarah Dengue di Tebingtinggi untuk Bulan ini sebenarnya ada penurunan di banding bulan – bulan yang lalu, “dan itu tetap  kita pantau “jelasnya .
Dr.Nanang Fitra Aulia juga mengatakan ada tren peningkatan per 5 tahun, untuk kasus demam berdarah dengue, dan tahun ini Tebingtinggi ada peningkatan disebabkan,perubahan cuaca yang cukup ekstrem di daerah kita, cuaca exstrim bukan terjadi di wilayah kita saja Sumatra Utara,  hampir rata di seluruh Indonesia mengalami  iklim yang tidak teratur .
Lebih jauh Dr Nanang menjelaskan tren penyakit itu tetap ada namun kita sudah turun ke lapangan semua, untuk mengantisipasi dalam hal pemberantasan sarang nyamuk, masih kita jumpai rumah-rumah warga yang hampir 85% berjenti   Aedes, rumah yang berjenti aides ini sudah kita beritahu kepada warga masyarakat agar membersihkan lingkungannya dan pemberantasan sarang nyamuk.
kita turun ke lapangan di ikut sertakan juga oleh kepling lurah dan juga camat,  sudah hampir 35 kelurahan kita turun kesana setiap hari tim kita turun untuk 9 Puskesmas dibagi berdasarkan wilayah kerjanya untuk memberikan sosialisasi kepada masyarakat untuk pemberantasan sarang nyamuk .
Tetapi tetap kuncinya kembali ke masyarakat, mengahiri pembicaraan nya Dr Nanang juga mengajak “ayo masyarakat kita bergotong-royong kita membersihkan lingkungan kita masing-masing minimal 1 bulan sekali kita bersihkan lingkungan kita, rumah kita dari sarang nyamuk”
Hingga berita ini di muat, data terakhir yang ada  dinas kesehatan Tebingtinggi korban yang terjangkit  DBD sebanyak 322 .
tim JOC /kru Gi    report

 

 

 

GI-Media.com|Tebingtinggi – Penyakit   Demam Berdarah Dengue(DBD) di Tebingtinggi terus menjangkiti warga, Riky Ramadhan (15)  Warga jln sukarno Hatta lingkungan 3 kelurahan Tambangan Hulu kecamatan padang Hilir, terpaksa di larikan ke rumah sakit kumpulan pane kota Tebingtinggi  di sebabkan  terserang penyakit DBD, sabtu (31/08/2019)

Riky yang ditemani ibunya  Asmanah diruangan Rindu RSUD kumpulan Pane  kepada media senin (02/09/2019) mengatakan bahwa ada lebih kurang 10 orang yang terjangkit Demam Berdarah Dengue di lingkungan kami .

Pantauan awak  media di ruang Rindu RS kumpulan pane terdapat beberapa pasien yang di rawat di sana, mengidap penyakit Demam Berdarah Dengue(DBD) Dan ketika dikonfirmasi  petugas di ruang rindu RS Kumpulan Pane tempat korban DBD di rawat, berapa jumlah pasien yg di rawat? Petugas tidak bersedia memberikan keterangan, mereka menyarankan bertanya kepada yang berkompeten .
Penelusuran awak media terkait kasus Demam Berdarah Dengue ke pihak terkait dalam hal ini Dinas Kesehatan Tebingtinggi
Kepala dinas Kesehatan  Dr Nanang Fitra Aulia mengatakan bahwa, kasus penyakit Demam Berdarah Dengue di Tebingtinggi untuk Bulan ini sebenarnya ada penurunan di banding bulan – bulan yang lalu, “dan itu tetap  kita pantau “jelasnya .
Dr.Nanang Fitra Aulia juga mengatakan ada tren peningkatan per 5 tahun, untuk kasus demam berdarah dengue, dan tahun ini Tebingtinggi ada peningkatan disebabkan,perubahan cuaca yang cukup ekstrem di daerah kita, cuaca exstrim bukan terjadi di wilayah kita saja Sumatra Utara,  hampir rata di seluruh Indonesia mengalami  iklim yang tidak teratur .
Lebih jauh Dr Nanang menjelaskan tren penyakit itu tetap ada namun kita sudah turun ke lapangan semua, untuk mengantisipasi dalam hal pemberantasan sarang nyamuk, masih kita jumpai rumah-rumah warga yang hampir 85% berjenti   Aedes, rumah yang berjenti aides ini sudah kita beritahu kepada warga masyarakat agar membersihkan lingkungannya dan pemberantasan sarang nyamuk.
kita turun ke lapangan di ikut sertakan juga oleh kepling lurah dan juga camat,  sudah hampir 35 kelurahan kita turun kesana setiap hari tim kita turun untuk 9 Puskesmas dibagi berdasarkan wilayah kerjanya untuk memberikan sosialisasi kepada masyarakat untuk pemberantasan sarang nyamuk .
Tetapi tetap kuncinya kembali ke masyarakat, mengahiri pembicaraan nya Dr Nanang juga mengajak “ayo masyarakat kita bergotong-royong kita membersihkan lingkungan kita masing-masing minimal 1 bulan sekali kita bersihkan lingkungan kita, rumah kita dari sarang nyamuk”
Hingga berita ini di muat, data terakhir yang ada  dinas kesehatan Tebingtinggi korban yang terjangkit  DBD sebanyak 322 .
tim JOC /kru Gi    report
ADVERTISEMENT

 

 

 

GI-Media.com|Tebingtinggi – Penyakit   Demam Berdarah Dengue(DBD) di Tebingtinggi terus menjangkiti warga, Riky Ramadhan (15)  Warga jln sukarno Hatta lingkungan 3 kelurahan Tambangan Hulu kecamatan padang Hilir, terpaksa di larikan ke rumah sakit kumpulan pane kota Tebingtinggi  di sebabkan  terserang penyakit DBD, sabtu (31/08/2019)

Riky yang ditemani ibunya  Asmanah diruangan Rindu RSUD kumpulan Pane  kepada media senin (02/09/2019) mengatakan bahwa ada lebih kurang 10 orang yang terjangkit Demam Berdarah Dengue di lingkungan kami .

Pantauan awak  media di ruang Rindu RS kumpulan pane terdapat beberapa pasien yang di rawat di sana, mengidap penyakit Demam Berdarah Dengue(DBD) Dan ketika dikonfirmasi  petugas di ruang rindu RS Kumpulan Pane tempat korban DBD di rawat, berapa jumlah pasien yg di rawat? Petugas tidak bersedia memberikan keterangan, mereka menyarankan bertanya kepada yang berkompeten .
Penelusuran awak media terkait kasus Demam Berdarah Dengue ke pihak terkait dalam hal ini Dinas Kesehatan Tebingtinggi
Kepala dinas Kesehatan  Dr Nanang Fitra Aulia mengatakan bahwa, kasus penyakit Demam Berdarah Dengue di Tebingtinggi untuk Bulan ini sebenarnya ada penurunan di banding bulan – bulan yang lalu, “dan itu tetap  kita pantau “jelasnya .
Dr.Nanang Fitra Aulia juga mengatakan ada tren peningkatan per 5 tahun, untuk kasus demam berdarah dengue, dan tahun ini Tebingtinggi ada peningkatan disebabkan,perubahan cuaca yang cukup ekstrem di daerah kita, cuaca exstrim bukan terjadi di wilayah kita saja Sumatra Utara,  hampir rata di seluruh Indonesia mengalami  iklim yang tidak teratur .
Lebih jauh Dr Nanang menjelaskan tren penyakit itu tetap ada namun kita sudah turun ke lapangan semua, untuk mengantisipasi dalam hal pemberantasan sarang nyamuk, masih kita jumpai rumah-rumah warga yang hampir 85% berjenti   Aedes, rumah yang berjenti aides ini sudah kita beritahu kepada warga masyarakat agar membersihkan lingkungannya dan pemberantasan sarang nyamuk.
kita turun ke lapangan di ikut sertakan juga oleh kepling lurah dan juga camat,  sudah hampir 35 kelurahan kita turun kesana setiap hari tim kita turun untuk 9 Puskesmas dibagi berdasarkan wilayah kerjanya untuk memberikan sosialisasi kepada masyarakat untuk pemberantasan sarang nyamuk .
Tetapi tetap kuncinya kembali ke masyarakat, mengahiri pembicaraan nya Dr Nanang juga mengajak “ayo masyarakat kita bergotong-royong kita membersihkan lingkungan kita masing-masing minimal 1 bulan sekali kita bersihkan lingkungan kita, rumah kita dari sarang nyamuk”
Hingga berita ini di muat, data terakhir yang ada  dinas kesehatan Tebingtinggi korban yang terjangkit  DBD sebanyak 322 .
tim JOC /kru Gi    report

 

 

 

GI-Media.com|Tebingtinggi – Penyakit   Demam Berdarah Dengue(DBD) di Tebingtinggi terus menjangkiti warga, Riky Ramadhan (15)  Warga jln sukarno Hatta lingkungan 3 kelurahan Tambangan Hulu kecamatan padang Hilir, terpaksa di larikan ke rumah sakit kumpulan pane kota Tebingtinggi  di sebabkan  terserang penyakit DBD, sabtu (31/08/2019)

Riky yang ditemani ibunya  Asmanah diruangan Rindu RSUD kumpulan Pane  kepada media senin (02/09/2019) mengatakan bahwa ada lebih kurang 10 orang yang terjangkit Demam Berdarah Dengue di lingkungan kami .

Pantauan awak  media di ruang Rindu RS kumpulan pane terdapat beberapa pasien yang di rawat di sana, mengidap penyakit Demam Berdarah Dengue(DBD) Dan ketika dikonfirmasi  petugas di ruang rindu RS Kumpulan Pane tempat korban DBD di rawat, berapa jumlah pasien yg di rawat? Petugas tidak bersedia memberikan keterangan, mereka menyarankan bertanya kepada yang berkompeten .
Penelusuran awak media terkait kasus Demam Berdarah Dengue ke pihak terkait dalam hal ini Dinas Kesehatan Tebingtinggi
Kepala dinas Kesehatan  Dr Nanang Fitra Aulia mengatakan bahwa, kasus penyakit Demam Berdarah Dengue di Tebingtinggi untuk Bulan ini sebenarnya ada penurunan di banding bulan – bulan yang lalu, “dan itu tetap  kita pantau “jelasnya .
Dr.Nanang Fitra Aulia juga mengatakan ada tren peningkatan per 5 tahun, untuk kasus demam berdarah dengue, dan tahun ini Tebingtinggi ada peningkatan disebabkan,perubahan cuaca yang cukup ekstrem di daerah kita, cuaca exstrim bukan terjadi di wilayah kita saja Sumatra Utara,  hampir rata di seluruh Indonesia mengalami  iklim yang tidak teratur .
Lebih jauh Dr Nanang menjelaskan tren penyakit itu tetap ada namun kita sudah turun ke lapangan semua, untuk mengantisipasi dalam hal pemberantasan sarang nyamuk, masih kita jumpai rumah-rumah warga yang hampir 85% berjenti   Aedes, rumah yang berjenti aides ini sudah kita beritahu kepada warga masyarakat agar membersihkan lingkungannya dan pemberantasan sarang nyamuk.
kita turun ke lapangan di ikut sertakan juga oleh kepling lurah dan juga camat,  sudah hampir 35 kelurahan kita turun kesana setiap hari tim kita turun untuk 9 Puskesmas dibagi berdasarkan wilayah kerjanya untuk memberikan sosialisasi kepada masyarakat untuk pemberantasan sarang nyamuk .
Tetapi tetap kuncinya kembali ke masyarakat, mengahiri pembicaraan nya Dr Nanang juga mengajak “ayo masyarakat kita bergotong-royong kita membersihkan lingkungan kita masing-masing minimal 1 bulan sekali kita bersihkan lingkungan kita, rumah kita dari sarang nyamuk”
Hingga berita ini di muat, data terakhir yang ada  dinas kesehatan Tebingtinggi korban yang terjangkit  DBD sebanyak 322 .
tim JOC /kru Gi    report
ADVERTISEMENT

 

 

 

GI-Media.com|Tebingtinggi – Penyakit   Demam Berdarah Dengue(DBD) di Tebingtinggi terus menjangkiti warga, Riky Ramadhan (15)  Warga jln sukarno Hatta lingkungan 3 kelurahan Tambangan Hulu kecamatan padang Hilir, terpaksa di larikan ke rumah sakit kumpulan pane kota Tebingtinggi  di sebabkan  terserang penyakit DBD, sabtu (31/08/2019)

Riky yang ditemani ibunya  Asmanah diruangan Rindu RSUD kumpulan Pane  kepada media senin (02/09/2019) mengatakan bahwa ada lebih kurang 10 orang yang terjangkit Demam Berdarah Dengue di lingkungan kami .

Pantauan awak  media di ruang Rindu RS kumpulan pane terdapat beberapa pasien yang di rawat di sana, mengidap penyakit Demam Berdarah Dengue(DBD) Dan ketika dikonfirmasi  petugas di ruang rindu RS Kumpulan Pane tempat korban DBD di rawat, berapa jumlah pasien yg di rawat? Petugas tidak bersedia memberikan keterangan, mereka menyarankan bertanya kepada yang berkompeten .
Penelusuran awak media terkait kasus Demam Berdarah Dengue ke pihak terkait dalam hal ini Dinas Kesehatan Tebingtinggi
Kepala dinas Kesehatan  Dr Nanang Fitra Aulia mengatakan bahwa, kasus penyakit Demam Berdarah Dengue di Tebingtinggi untuk Bulan ini sebenarnya ada penurunan di banding bulan – bulan yang lalu, “dan itu tetap  kita pantau “jelasnya .
Dr.Nanang Fitra Aulia juga mengatakan ada tren peningkatan per 5 tahun, untuk kasus demam berdarah dengue, dan tahun ini Tebingtinggi ada peningkatan disebabkan,perubahan cuaca yang cukup ekstrem di daerah kita, cuaca exstrim bukan terjadi di wilayah kita saja Sumatra Utara,  hampir rata di seluruh Indonesia mengalami  iklim yang tidak teratur .
Lebih jauh Dr Nanang menjelaskan tren penyakit itu tetap ada namun kita sudah turun ke lapangan semua, untuk mengantisipasi dalam hal pemberantasan sarang nyamuk, masih kita jumpai rumah-rumah warga yang hampir 85% berjenti   Aedes, rumah yang berjenti aides ini sudah kita beritahu kepada warga masyarakat agar membersihkan lingkungannya dan pemberantasan sarang nyamuk.
kita turun ke lapangan di ikut sertakan juga oleh kepling lurah dan juga camat,  sudah hampir 35 kelurahan kita turun kesana setiap hari tim kita turun untuk 9 Puskesmas dibagi berdasarkan wilayah kerjanya untuk memberikan sosialisasi kepada masyarakat untuk pemberantasan sarang nyamuk .
Tetapi tetap kuncinya kembali ke masyarakat, mengahiri pembicaraan nya Dr Nanang juga mengajak “ayo masyarakat kita bergotong-royong kita membersihkan lingkungan kita masing-masing minimal 1 bulan sekali kita bersihkan lingkungan kita, rumah kita dari sarang nyamuk”
Hingga berita ini di muat, data terakhir yang ada  dinas kesehatan Tebingtinggi korban yang terjangkit  DBD sebanyak 322 .
tim JOC /kru Gi    report

 

 

 

GI-Media.com|Tebingtinggi – Penyakit   Demam Berdarah Dengue(DBD) di Tebingtinggi terus menjangkiti warga, Riky Ramadhan (15)  Warga jln sukarno Hatta lingkungan 3 kelurahan Tambangan Hulu kecamatan padang Hilir, terpaksa di larikan ke rumah sakit kumpulan pane kota Tebingtinggi  di sebabkan  terserang penyakit DBD, sabtu (31/08/2019)

Riky yang ditemani ibunya  Asmanah diruangan Rindu RSUD kumpulan Pane  kepada media senin (02/09/2019) mengatakan bahwa ada lebih kurang 10 orang yang terjangkit Demam Berdarah Dengue di lingkungan kami .

Pantauan awak  media di ruang Rindu RS kumpulan pane terdapat beberapa pasien yang di rawat di sana, mengidap penyakit Demam Berdarah Dengue(DBD) Dan ketika dikonfirmasi  petugas di ruang rindu RS Kumpulan Pane tempat korban DBD di rawat, berapa jumlah pasien yg di rawat? Petugas tidak bersedia memberikan keterangan, mereka menyarankan bertanya kepada yang berkompeten .
Penelusuran awak media terkait kasus Demam Berdarah Dengue ke pihak terkait dalam hal ini Dinas Kesehatan Tebingtinggi
Kepala dinas Kesehatan  Dr Nanang Fitra Aulia mengatakan bahwa, kasus penyakit Demam Berdarah Dengue di Tebingtinggi untuk Bulan ini sebenarnya ada penurunan di banding bulan – bulan yang lalu, “dan itu tetap  kita pantau “jelasnya .
Dr.Nanang Fitra Aulia juga mengatakan ada tren peningkatan per 5 tahun, untuk kasus demam berdarah dengue, dan tahun ini Tebingtinggi ada peningkatan disebabkan,perubahan cuaca yang cukup ekstrem di daerah kita, cuaca exstrim bukan terjadi di wilayah kita saja Sumatra Utara,  hampir rata di seluruh Indonesia mengalami  iklim yang tidak teratur .
Lebih jauh Dr Nanang menjelaskan tren penyakit itu tetap ada namun kita sudah turun ke lapangan semua, untuk mengantisipasi dalam hal pemberantasan sarang nyamuk, masih kita jumpai rumah-rumah warga yang hampir 85% berjenti   Aedes, rumah yang berjenti aides ini sudah kita beritahu kepada warga masyarakat agar membersihkan lingkungannya dan pemberantasan sarang nyamuk.
kita turun ke lapangan di ikut sertakan juga oleh kepling lurah dan juga camat,  sudah hampir 35 kelurahan kita turun kesana setiap hari tim kita turun untuk 9 Puskesmas dibagi berdasarkan wilayah kerjanya untuk memberikan sosialisasi kepada masyarakat untuk pemberantasan sarang nyamuk .
Tetapi tetap kuncinya kembali ke masyarakat, mengahiri pembicaraan nya Dr Nanang juga mengajak “ayo masyarakat kita bergotong-royong kita membersihkan lingkungan kita masing-masing minimal 1 bulan sekali kita bersihkan lingkungan kita, rumah kita dari sarang nyamuk”
Hingga berita ini di muat, data terakhir yang ada  dinas kesehatan Tebingtinggi korban yang terjangkit  DBD sebanyak 322 .
tim JOC /kru Gi    report
ADVERTISEMENT

 

 

 

GI-Media.com|Tebingtinggi – Penyakit   Demam Berdarah Dengue(DBD) di Tebingtinggi terus menjangkiti warga, Riky Ramadhan (15)  Warga jln sukarno Hatta lingkungan 3 kelurahan Tambangan Hulu kecamatan padang Hilir, terpaksa di larikan ke rumah sakit kumpulan pane kota Tebingtinggi  di sebabkan  terserang penyakit DBD, sabtu (31/08/2019)

Riky yang ditemani ibunya  Asmanah diruangan Rindu RSUD kumpulan Pane  kepada media senin (02/09/2019) mengatakan bahwa ada lebih kurang 10 orang yang terjangkit Demam Berdarah Dengue di lingkungan kami .

Pantauan awak  media di ruang Rindu RS kumpulan pane terdapat beberapa pasien yang di rawat di sana, mengidap penyakit Demam Berdarah Dengue(DBD) Dan ketika dikonfirmasi  petugas di ruang rindu RS Kumpulan Pane tempat korban DBD di rawat, berapa jumlah pasien yg di rawat? Petugas tidak bersedia memberikan keterangan, mereka menyarankan bertanya kepada yang berkompeten .
Penelusuran awak media terkait kasus Demam Berdarah Dengue ke pihak terkait dalam hal ini Dinas Kesehatan Tebingtinggi
Kepala dinas Kesehatan  Dr Nanang Fitra Aulia mengatakan bahwa, kasus penyakit Demam Berdarah Dengue di Tebingtinggi untuk Bulan ini sebenarnya ada penurunan di banding bulan – bulan yang lalu, “dan itu tetap  kita pantau “jelasnya .
Dr.Nanang Fitra Aulia juga mengatakan ada tren peningkatan per 5 tahun, untuk kasus demam berdarah dengue, dan tahun ini Tebingtinggi ada peningkatan disebabkan,perubahan cuaca yang cukup ekstrem di daerah kita, cuaca exstrim bukan terjadi di wilayah kita saja Sumatra Utara,  hampir rata di seluruh Indonesia mengalami  iklim yang tidak teratur .
Lebih jauh Dr Nanang menjelaskan tren penyakit itu tetap ada namun kita sudah turun ke lapangan semua, untuk mengantisipasi dalam hal pemberantasan sarang nyamuk, masih kita jumpai rumah-rumah warga yang hampir 85% berjenti   Aedes, rumah yang berjenti aides ini sudah kita beritahu kepada warga masyarakat agar membersihkan lingkungannya dan pemberantasan sarang nyamuk.
kita turun ke lapangan di ikut sertakan juga oleh kepling lurah dan juga camat,  sudah hampir 35 kelurahan kita turun kesana setiap hari tim kita turun untuk 9 Puskesmas dibagi berdasarkan wilayah kerjanya untuk memberikan sosialisasi kepada masyarakat untuk pemberantasan sarang nyamuk .
Tetapi tetap kuncinya kembali ke masyarakat, mengahiri pembicaraan nya Dr Nanang juga mengajak “ayo masyarakat kita bergotong-royong kita membersihkan lingkungan kita masing-masing minimal 1 bulan sekali kita bersihkan lingkungan kita, rumah kita dari sarang nyamuk”
Hingga berita ini di muat, data terakhir yang ada  dinas kesehatan Tebingtinggi korban yang terjangkit  DBD sebanyak 322 .
tim JOC /kru Gi    report

 

 

 

GI-Media.com|Tebingtinggi – Penyakit   Demam Berdarah Dengue(DBD) di Tebingtinggi terus menjangkiti warga, Riky Ramadhan (15)  Warga jln sukarno Hatta lingkungan 3 kelurahan Tambangan Hulu kecamatan padang Hilir, terpaksa di larikan ke rumah sakit kumpulan pane kota Tebingtinggi  di sebabkan  terserang penyakit DBD, sabtu (31/08/2019)

Riky yang ditemani ibunya  Asmanah diruangan Rindu RSUD kumpulan Pane  kepada media senin (02/09/2019) mengatakan bahwa ada lebih kurang 10 orang yang terjangkit Demam Berdarah Dengue di lingkungan kami .

Pantauan awak  media di ruang Rindu RS kumpulan pane terdapat beberapa pasien yang di rawat di sana, mengidap penyakit Demam Berdarah Dengue(DBD) Dan ketika dikonfirmasi  petugas di ruang rindu RS Kumpulan Pane tempat korban DBD di rawat, berapa jumlah pasien yg di rawat? Petugas tidak bersedia memberikan keterangan, mereka menyarankan bertanya kepada yang berkompeten .
Penelusuran awak media terkait kasus Demam Berdarah Dengue ke pihak terkait dalam hal ini Dinas Kesehatan Tebingtinggi
Kepala dinas Kesehatan  Dr Nanang Fitra Aulia mengatakan bahwa, kasus penyakit Demam Berdarah Dengue di Tebingtinggi untuk Bulan ini sebenarnya ada penurunan di banding bulan – bulan yang lalu, “dan itu tetap  kita pantau “jelasnya .
Dr.Nanang Fitra Aulia juga mengatakan ada tren peningkatan per 5 tahun, untuk kasus demam berdarah dengue, dan tahun ini Tebingtinggi ada peningkatan disebabkan,perubahan cuaca yang cukup ekstrem di daerah kita, cuaca exstrim bukan terjadi di wilayah kita saja Sumatra Utara,  hampir rata di seluruh Indonesia mengalami  iklim yang tidak teratur .
Lebih jauh Dr Nanang menjelaskan tren penyakit itu tetap ada namun kita sudah turun ke lapangan semua, untuk mengantisipasi dalam hal pemberantasan sarang nyamuk, masih kita jumpai rumah-rumah warga yang hampir 85% berjenti   Aedes, rumah yang berjenti aides ini sudah kita beritahu kepada warga masyarakat agar membersihkan lingkungannya dan pemberantasan sarang nyamuk.
kita turun ke lapangan di ikut sertakan juga oleh kepling lurah dan juga camat,  sudah hampir 35 kelurahan kita turun kesana setiap hari tim kita turun untuk 9 Puskesmas dibagi berdasarkan wilayah kerjanya untuk memberikan sosialisasi kepada masyarakat untuk pemberantasan sarang nyamuk .
Tetapi tetap kuncinya kembali ke masyarakat, mengahiri pembicaraan nya Dr Nanang juga mengajak “ayo masyarakat kita bergotong-royong kita membersihkan lingkungan kita masing-masing minimal 1 bulan sekali kita bersihkan lingkungan kita, rumah kita dari sarang nyamuk”
Hingga berita ini di muat, data terakhir yang ada  dinas kesehatan Tebingtinggi korban yang terjangkit  DBD sebanyak 322 .
tim JOC /kru Gi    report
ADVERTISEMENT

 

 

 

GI-Media.com|Tebingtinggi – Penyakit   Demam Berdarah Dengue(DBD) di Tebingtinggi terus menjangkiti warga, Riky Ramadhan (15)  Warga jln sukarno Hatta lingkungan 3 kelurahan Tambangan Hulu kecamatan padang Hilir, terpaksa di larikan ke rumah sakit kumpulan pane kota Tebingtinggi  di sebabkan  terserang penyakit DBD, sabtu (31/08/2019)

Riky yang ditemani ibunya  Asmanah diruangan Rindu RSUD kumpulan Pane  kepada media senin (02/09/2019) mengatakan bahwa ada lebih kurang 10 orang yang terjangkit Demam Berdarah Dengue di lingkungan kami .

Pantauan awak  media di ruang Rindu RS kumpulan pane terdapat beberapa pasien yang di rawat di sana, mengidap penyakit Demam Berdarah Dengue(DBD) Dan ketika dikonfirmasi  petugas di ruang rindu RS Kumpulan Pane tempat korban DBD di rawat, berapa jumlah pasien yg di rawat? Petugas tidak bersedia memberikan keterangan, mereka menyarankan bertanya kepada yang berkompeten .
Penelusuran awak media terkait kasus Demam Berdarah Dengue ke pihak terkait dalam hal ini Dinas Kesehatan Tebingtinggi
Kepala dinas Kesehatan  Dr Nanang Fitra Aulia mengatakan bahwa, kasus penyakit Demam Berdarah Dengue di Tebingtinggi untuk Bulan ini sebenarnya ada penurunan di banding bulan – bulan yang lalu, “dan itu tetap  kita pantau “jelasnya .
Dr.Nanang Fitra Aulia juga mengatakan ada tren peningkatan per 5 tahun, untuk kasus demam berdarah dengue, dan tahun ini Tebingtinggi ada peningkatan disebabkan,perubahan cuaca yang cukup ekstrem di daerah kita, cuaca exstrim bukan terjadi di wilayah kita saja Sumatra Utara,  hampir rata di seluruh Indonesia mengalami  iklim yang tidak teratur .
Lebih jauh Dr Nanang menjelaskan tren penyakit itu tetap ada namun kita sudah turun ke lapangan semua, untuk mengantisipasi dalam hal pemberantasan sarang nyamuk, masih kita jumpai rumah-rumah warga yang hampir 85% berjenti   Aedes, rumah yang berjenti aides ini sudah kita beritahu kepada warga masyarakat agar membersihkan lingkungannya dan pemberantasan sarang nyamuk.
kita turun ke lapangan di ikut sertakan juga oleh kepling lurah dan juga camat,  sudah hampir 35 kelurahan kita turun kesana setiap hari tim kita turun untuk 9 Puskesmas dibagi berdasarkan wilayah kerjanya untuk memberikan sosialisasi kepada masyarakat untuk pemberantasan sarang nyamuk .
Tetapi tetap kuncinya kembali ke masyarakat, mengahiri pembicaraan nya Dr Nanang juga mengajak “ayo masyarakat kita bergotong-royong kita membersihkan lingkungan kita masing-masing minimal 1 bulan sekali kita bersihkan lingkungan kita, rumah kita dari sarang nyamuk”
Hingga berita ini di muat, data terakhir yang ada  dinas kesehatan Tebingtinggi korban yang terjangkit  DBD sebanyak 322 .
tim JOC /kru Gi    report

 

 

 

GI-Media.com|Tebingtinggi – Penyakit   Demam Berdarah Dengue(DBD) di Tebingtinggi terus menjangkiti warga, Riky Ramadhan (15)  Warga jln sukarno Hatta lingkungan 3 kelurahan Tambangan Hulu kecamatan padang Hilir, terpaksa di larikan ke rumah sakit kumpulan pane kota Tebingtinggi  di sebabkan  terserang penyakit DBD, sabtu (31/08/2019)

Riky yang ditemani ibunya  Asmanah diruangan Rindu RSUD kumpulan Pane  kepada media senin (02/09/2019) mengatakan bahwa ada lebih kurang 10 orang yang terjangkit Demam Berdarah Dengue di lingkungan kami .

Pantauan awak  media di ruang Rindu RS kumpulan pane terdapat beberapa pasien yang di rawat di sana, mengidap penyakit Demam Berdarah Dengue(DBD) Dan ketika dikonfirmasi  petugas di ruang rindu RS Kumpulan Pane tempat korban DBD di rawat, berapa jumlah pasien yg di rawat? Petugas tidak bersedia memberikan keterangan, mereka menyarankan bertanya kepada yang berkompeten .
Penelusuran awak media terkait kasus Demam Berdarah Dengue ke pihak terkait dalam hal ini Dinas Kesehatan Tebingtinggi
Kepala dinas Kesehatan  Dr Nanang Fitra Aulia mengatakan bahwa, kasus penyakit Demam Berdarah Dengue di Tebingtinggi untuk Bulan ini sebenarnya ada penurunan di banding bulan – bulan yang lalu, “dan itu tetap  kita pantau “jelasnya .
Dr.Nanang Fitra Aulia juga mengatakan ada tren peningkatan per 5 tahun, untuk kasus demam berdarah dengue, dan tahun ini Tebingtinggi ada peningkatan disebabkan,perubahan cuaca yang cukup ekstrem di daerah kita, cuaca exstrim bukan terjadi di wilayah kita saja Sumatra Utara,  hampir rata di seluruh Indonesia mengalami  iklim yang tidak teratur .
Lebih jauh Dr Nanang menjelaskan tren penyakit itu tetap ada namun kita sudah turun ke lapangan semua, untuk mengantisipasi dalam hal pemberantasan sarang nyamuk, masih kita jumpai rumah-rumah warga yang hampir 85% berjenti   Aedes, rumah yang berjenti aides ini sudah kita beritahu kepada warga masyarakat agar membersihkan lingkungannya dan pemberantasan sarang nyamuk.
kita turun ke lapangan di ikut sertakan juga oleh kepling lurah dan juga camat,  sudah hampir 35 kelurahan kita turun kesana setiap hari tim kita turun untuk 9 Puskesmas dibagi berdasarkan wilayah kerjanya untuk memberikan sosialisasi kepada masyarakat untuk pemberantasan sarang nyamuk .
Tetapi tetap kuncinya kembali ke masyarakat, mengahiri pembicaraan nya Dr Nanang juga mengajak “ayo masyarakat kita bergotong-royong kita membersihkan lingkungan kita masing-masing minimal 1 bulan sekali kita bersihkan lingkungan kita, rumah kita dari sarang nyamuk”
Hingga berita ini di muat, data terakhir yang ada  dinas kesehatan Tebingtinggi korban yang terjangkit  DBD sebanyak 322 .
tim JOC /kru Gi    report
ADVERTISEMENT

 

 

 

GI-Media.com|Tebingtinggi – Penyakit   Demam Berdarah Dengue(DBD) di Tebingtinggi terus menjangkiti warga, Riky Ramadhan (15)  Warga jln sukarno Hatta lingkungan 3 kelurahan Tambangan Hulu kecamatan padang Hilir, terpaksa di larikan ke rumah sakit kumpulan pane kota Tebingtinggi  di sebabkan  terserang penyakit DBD, sabtu (31/08/2019)

Riky yang ditemani ibunya  Asmanah diruangan Rindu RSUD kumpulan Pane  kepada media senin (02/09/2019) mengatakan bahwa ada lebih kurang 10 orang yang terjangkit Demam Berdarah Dengue di lingkungan kami .

Pantauan awak  media di ruang Rindu RS kumpulan pane terdapat beberapa pasien yang di rawat di sana, mengidap penyakit Demam Berdarah Dengue(DBD) Dan ketika dikonfirmasi  petugas di ruang rindu RS Kumpulan Pane tempat korban DBD di rawat, berapa jumlah pasien yg di rawat? Petugas tidak bersedia memberikan keterangan, mereka menyarankan bertanya kepada yang berkompeten .
Penelusuran awak media terkait kasus Demam Berdarah Dengue ke pihak terkait dalam hal ini Dinas Kesehatan Tebingtinggi
Kepala dinas Kesehatan  Dr Nanang Fitra Aulia mengatakan bahwa, kasus penyakit Demam Berdarah Dengue di Tebingtinggi untuk Bulan ini sebenarnya ada penurunan di banding bulan – bulan yang lalu, “dan itu tetap  kita pantau “jelasnya .
Dr.Nanang Fitra Aulia juga mengatakan ada tren peningkatan per 5 tahun, untuk kasus demam berdarah dengue, dan tahun ini Tebingtinggi ada peningkatan disebabkan,perubahan cuaca yang cukup ekstrem di daerah kita, cuaca exstrim bukan terjadi di wilayah kita saja Sumatra Utara,  hampir rata di seluruh Indonesia mengalami  iklim yang tidak teratur .
Lebih jauh Dr Nanang menjelaskan tren penyakit itu tetap ada namun kita sudah turun ke lapangan semua, untuk mengantisipasi dalam hal pemberantasan sarang nyamuk, masih kita jumpai rumah-rumah warga yang hampir 85% berjenti   Aedes, rumah yang berjenti aides ini sudah kita beritahu kepada warga masyarakat agar membersihkan lingkungannya dan pemberantasan sarang nyamuk.
kita turun ke lapangan di ikut sertakan juga oleh kepling lurah dan juga camat,  sudah hampir 35 kelurahan kita turun kesana setiap hari tim kita turun untuk 9 Puskesmas dibagi berdasarkan wilayah kerjanya untuk memberikan sosialisasi kepada masyarakat untuk pemberantasan sarang nyamuk .
Tetapi tetap kuncinya kembali ke masyarakat, mengahiri pembicaraan nya Dr Nanang juga mengajak “ayo masyarakat kita bergotong-royong kita membersihkan lingkungan kita masing-masing minimal 1 bulan sekali kita bersihkan lingkungan kita, rumah kita dari sarang nyamuk”
Hingga berita ini di muat, data terakhir yang ada  dinas kesehatan Tebingtinggi korban yang terjangkit  DBD sebanyak 322 .
tim JOC /kru Gi    report

 

 

 

GI-Media.com|Tebingtinggi – Penyakit   Demam Berdarah Dengue(DBD) di Tebingtinggi terus menjangkiti warga, Riky Ramadhan (15)  Warga jln sukarno Hatta lingkungan 3 kelurahan Tambangan Hulu kecamatan padang Hilir, terpaksa di larikan ke rumah sakit kumpulan pane kota Tebingtinggi  di sebabkan  terserang penyakit DBD, sabtu (31/08/2019)

Riky yang ditemani ibunya  Asmanah diruangan Rindu RSUD kumpulan Pane  kepada media senin (02/09/2019) mengatakan bahwa ada lebih kurang 10 orang yang terjangkit Demam Berdarah Dengue di lingkungan kami .

Pantauan awak  media di ruang Rindu RS kumpulan pane terdapat beberapa pasien yang di rawat di sana, mengidap penyakit Demam Berdarah Dengue(DBD) Dan ketika dikonfirmasi  petugas di ruang rindu RS Kumpulan Pane tempat korban DBD di rawat, berapa jumlah pasien yg di rawat? Petugas tidak bersedia memberikan keterangan, mereka menyarankan bertanya kepada yang berkompeten .
Penelusuran awak media terkait kasus Demam Berdarah Dengue ke pihak terkait dalam hal ini Dinas Kesehatan Tebingtinggi
Kepala dinas Kesehatan  Dr Nanang Fitra Aulia mengatakan bahwa, kasus penyakit Demam Berdarah Dengue di Tebingtinggi untuk Bulan ini sebenarnya ada penurunan di banding bulan – bulan yang lalu, “dan itu tetap  kita pantau “jelasnya .
Dr.Nanang Fitra Aulia juga mengatakan ada tren peningkatan per 5 tahun, untuk kasus demam berdarah dengue, dan tahun ini Tebingtinggi ada peningkatan disebabkan,perubahan cuaca yang cukup ekstrem di daerah kita, cuaca exstrim bukan terjadi di wilayah kita saja Sumatra Utara,  hampir rata di seluruh Indonesia mengalami  iklim yang tidak teratur .
Lebih jauh Dr Nanang menjelaskan tren penyakit itu tetap ada namun kita sudah turun ke lapangan semua, untuk mengantisipasi dalam hal pemberantasan sarang nyamuk, masih kita jumpai rumah-rumah warga yang hampir 85% berjenti   Aedes, rumah yang berjenti aides ini sudah kita beritahu kepada warga masyarakat agar membersihkan lingkungannya dan pemberantasan sarang nyamuk.
kita turun ke lapangan di ikut sertakan juga oleh kepling lurah dan juga camat,  sudah hampir 35 kelurahan kita turun kesana setiap hari tim kita turun untuk 9 Puskesmas dibagi berdasarkan wilayah kerjanya untuk memberikan sosialisasi kepada masyarakat untuk pemberantasan sarang nyamuk .
Tetapi tetap kuncinya kembali ke masyarakat, mengahiri pembicaraan nya Dr Nanang juga mengajak “ayo masyarakat kita bergotong-royong kita membersihkan lingkungan kita masing-masing minimal 1 bulan sekali kita bersihkan lingkungan kita, rumah kita dari sarang nyamuk”
Hingga berita ini di muat, data terakhir yang ada  dinas kesehatan Tebingtinggi korban yang terjangkit  DBD sebanyak 322 .
tim JOC /kru Gi    report
ADVERTISEMENT

 

 

 

GI-Media.com|Tebingtinggi – Penyakit   Demam Berdarah Dengue(DBD) di Tebingtinggi terus menjangkiti warga, Riky Ramadhan (15)  Warga jln sukarno Hatta lingkungan 3 kelurahan Tambangan Hulu kecamatan padang Hilir, terpaksa di larikan ke rumah sakit kumpulan pane kota Tebingtinggi  di sebabkan  terserang penyakit DBD, sabtu (31/08/2019)

Riky yang ditemani ibunya  Asmanah diruangan Rindu RSUD kumpulan Pane  kepada media senin (02/09/2019) mengatakan bahwa ada lebih kurang 10 orang yang terjangkit Demam Berdarah Dengue di lingkungan kami .

Pantauan awak  media di ruang Rindu RS kumpulan pane terdapat beberapa pasien yang di rawat di sana, mengidap penyakit Demam Berdarah Dengue(DBD) Dan ketika dikonfirmasi  petugas di ruang rindu RS Kumpulan Pane tempat korban DBD di rawat, berapa jumlah pasien yg di rawat? Petugas tidak bersedia memberikan keterangan, mereka menyarankan bertanya kepada yang berkompeten .
Penelusuran awak media terkait kasus Demam Berdarah Dengue ke pihak terkait dalam hal ini Dinas Kesehatan Tebingtinggi
Kepala dinas Kesehatan  Dr Nanang Fitra Aulia mengatakan bahwa, kasus penyakit Demam Berdarah Dengue di Tebingtinggi untuk Bulan ini sebenarnya ada penurunan di banding bulan – bulan yang lalu, “dan itu tetap  kita pantau “jelasnya .
Dr.Nanang Fitra Aulia juga mengatakan ada tren peningkatan per 5 tahun, untuk kasus demam berdarah dengue, dan tahun ini Tebingtinggi ada peningkatan disebabkan,perubahan cuaca yang cukup ekstrem di daerah kita, cuaca exstrim bukan terjadi di wilayah kita saja Sumatra Utara,  hampir rata di seluruh Indonesia mengalami  iklim yang tidak teratur .
Lebih jauh Dr Nanang menjelaskan tren penyakit itu tetap ada namun kita sudah turun ke lapangan semua, untuk mengantisipasi dalam hal pemberantasan sarang nyamuk, masih kita jumpai rumah-rumah warga yang hampir 85% berjenti   Aedes, rumah yang berjenti aides ini sudah kita beritahu kepada warga masyarakat agar membersihkan lingkungannya dan pemberantasan sarang nyamuk.
kita turun ke lapangan di ikut sertakan juga oleh kepling lurah dan juga camat,  sudah hampir 35 kelurahan kita turun kesana setiap hari tim kita turun untuk 9 Puskesmas dibagi berdasarkan wilayah kerjanya untuk memberikan sosialisasi kepada masyarakat untuk pemberantasan sarang nyamuk .
Tetapi tetap kuncinya kembali ke masyarakat, mengahiri pembicaraan nya Dr Nanang juga mengajak “ayo masyarakat kita bergotong-royong kita membersihkan lingkungan kita masing-masing minimal 1 bulan sekali kita bersihkan lingkungan kita, rumah kita dari sarang nyamuk”
Hingga berita ini di muat, data terakhir yang ada  dinas kesehatan Tebingtinggi korban yang terjangkit  DBD sebanyak 322 .
tim JOC /kru Gi    report

 

 

 

GI-Media.com|Tebingtinggi – Penyakit   Demam Berdarah Dengue(DBD) di Tebingtinggi terus menjangkiti warga, Riky Ramadhan (15)  Warga jln sukarno Hatta lingkungan 3 kelurahan Tambangan Hulu kecamatan padang Hilir, terpaksa di larikan ke rumah sakit kumpulan pane kota Tebingtinggi  di sebabkan  terserang penyakit DBD, sabtu (31/08/2019)

Riky yang ditemani ibunya  Asmanah diruangan Rindu RSUD kumpulan Pane  kepada media senin (02/09/2019) mengatakan bahwa ada lebih kurang 10 orang yang terjangkit Demam Berdarah Dengue di lingkungan kami .

Pantauan awak  media di ruang Rindu RS kumpulan pane terdapat beberapa pasien yang di rawat di sana, mengidap penyakit Demam Berdarah Dengue(DBD) Dan ketika dikonfirmasi  petugas di ruang rindu RS Kumpulan Pane tempat korban DBD di rawat, berapa jumlah pasien yg di rawat? Petugas tidak bersedia memberikan keterangan, mereka menyarankan bertanya kepada yang berkompeten .
Penelusuran awak media terkait kasus Demam Berdarah Dengue ke pihak terkait dalam hal ini Dinas Kesehatan Tebingtinggi
Kepala dinas Kesehatan  Dr Nanang Fitra Aulia mengatakan bahwa, kasus penyakit Demam Berdarah Dengue di Tebingtinggi untuk Bulan ini sebenarnya ada penurunan di banding bulan – bulan yang lalu, “dan itu tetap  kita pantau “jelasnya .
Dr.Nanang Fitra Aulia juga mengatakan ada tren peningkatan per 5 tahun, untuk kasus demam berdarah dengue, dan tahun ini Tebingtinggi ada peningkatan disebabkan,perubahan cuaca yang cukup ekstrem di daerah kita, cuaca exstrim bukan terjadi di wilayah kita saja Sumatra Utara,  hampir rata di seluruh Indonesia mengalami  iklim yang tidak teratur .
Lebih jauh Dr Nanang menjelaskan tren penyakit itu tetap ada namun kita sudah turun ke lapangan semua, untuk mengantisipasi dalam hal pemberantasan sarang nyamuk, masih kita jumpai rumah-rumah warga yang hampir 85% berjenti   Aedes, rumah yang berjenti aides ini sudah kita beritahu kepada warga masyarakat agar membersihkan lingkungannya dan pemberantasan sarang nyamuk.
kita turun ke lapangan di ikut sertakan juga oleh kepling lurah dan juga camat,  sudah hampir 35 kelurahan kita turun kesana setiap hari tim kita turun untuk 9 Puskesmas dibagi berdasarkan wilayah kerjanya untuk memberikan sosialisasi kepada masyarakat untuk pemberantasan sarang nyamuk .
Tetapi tetap kuncinya kembali ke masyarakat, mengahiri pembicaraan nya Dr Nanang juga mengajak “ayo masyarakat kita bergotong-royong kita membersihkan lingkungan kita masing-masing minimal 1 bulan sekali kita bersihkan lingkungan kita, rumah kita dari sarang nyamuk”
Hingga berita ini di muat, data terakhir yang ada  dinas kesehatan Tebingtinggi korban yang terjangkit  DBD sebanyak 322 .
tim JOC /kru Gi    report
ADVERTISEMENT

 

 

 

GI-Media.com|Tebingtinggi – Penyakit   Demam Berdarah Dengue(DBD) di Tebingtinggi terus menjangkiti warga, Riky Ramadhan (15)  Warga jln sukarno Hatta lingkungan 3 kelurahan Tambangan Hulu kecamatan padang Hilir, terpaksa di larikan ke rumah sakit kumpulan pane kota Tebingtinggi  di sebabkan  terserang penyakit DBD, sabtu (31/08/2019)

Riky yang ditemani ibunya  Asmanah diruangan Rindu RSUD kumpulan Pane  kepada media senin (02/09/2019) mengatakan bahwa ada lebih kurang 10 orang yang terjangkit Demam Berdarah Dengue di lingkungan kami .

Pantauan awak  media di ruang Rindu RS kumpulan pane terdapat beberapa pasien yang di rawat di sana, mengidap penyakit Demam Berdarah Dengue(DBD) Dan ketika dikonfirmasi  petugas di ruang rindu RS Kumpulan Pane tempat korban DBD di rawat, berapa jumlah pasien yg di rawat? Petugas tidak bersedia memberikan keterangan, mereka menyarankan bertanya kepada yang berkompeten .
Penelusuran awak media terkait kasus Demam Berdarah Dengue ke pihak terkait dalam hal ini Dinas Kesehatan Tebingtinggi
Kepala dinas Kesehatan  Dr Nanang Fitra Aulia mengatakan bahwa, kasus penyakit Demam Berdarah Dengue di Tebingtinggi untuk Bulan ini sebenarnya ada penurunan di banding bulan – bulan yang lalu, “dan itu tetap  kita pantau “jelasnya .
Dr.Nanang Fitra Aulia juga mengatakan ada tren peningkatan per 5 tahun, untuk kasus demam berdarah dengue, dan tahun ini Tebingtinggi ada peningkatan disebabkan,perubahan cuaca yang cukup ekstrem di daerah kita, cuaca exstrim bukan terjadi di wilayah kita saja Sumatra Utara,  hampir rata di seluruh Indonesia mengalami  iklim yang tidak teratur .
Lebih jauh Dr Nanang menjelaskan tren penyakit itu tetap ada namun kita sudah turun ke lapangan semua, untuk mengantisipasi dalam hal pemberantasan sarang nyamuk, masih kita jumpai rumah-rumah warga yang hampir 85% berjenti   Aedes, rumah yang berjenti aides ini sudah kita beritahu kepada warga masyarakat agar membersihkan lingkungannya dan pemberantasan sarang nyamuk.
kita turun ke lapangan di ikut sertakan juga oleh kepling lurah dan juga camat,  sudah hampir 35 kelurahan kita turun kesana setiap hari tim kita turun untuk 9 Puskesmas dibagi berdasarkan wilayah kerjanya untuk memberikan sosialisasi kepada masyarakat untuk pemberantasan sarang nyamuk .
Tetapi tetap kuncinya kembali ke masyarakat, mengahiri pembicaraan nya Dr Nanang juga mengajak “ayo masyarakat kita bergotong-royong kita membersihkan lingkungan kita masing-masing minimal 1 bulan sekali kita bersihkan lingkungan kita, rumah kita dari sarang nyamuk”
Hingga berita ini di muat, data terakhir yang ada  dinas kesehatan Tebingtinggi korban yang terjangkit  DBD sebanyak 322 .
tim JOC /kru Gi    report

 

 

 

GI-Media.com|Tebingtinggi – Penyakit   Demam Berdarah Dengue(DBD) di Tebingtinggi terus menjangkiti warga, Riky Ramadhan (15)  Warga jln sukarno Hatta lingkungan 3 kelurahan Tambangan Hulu kecamatan padang Hilir, terpaksa di larikan ke rumah sakit kumpulan pane kota Tebingtinggi  di sebabkan  terserang penyakit DBD, sabtu (31/08/2019)

Riky yang ditemani ibunya  Asmanah diruangan Rindu RSUD kumpulan Pane  kepada media senin (02/09/2019) mengatakan bahwa ada lebih kurang 10 orang yang terjangkit Demam Berdarah Dengue di lingkungan kami .

Pantauan awak  media di ruang Rindu RS kumpulan pane terdapat beberapa pasien yang di rawat di sana, mengidap penyakit Demam Berdarah Dengue(DBD) Dan ketika dikonfirmasi  petugas di ruang rindu RS Kumpulan Pane tempat korban DBD di rawat, berapa jumlah pasien yg di rawat? Petugas tidak bersedia memberikan keterangan, mereka menyarankan bertanya kepada yang berkompeten .
Penelusuran awak media terkait kasus Demam Berdarah Dengue ke pihak terkait dalam hal ini Dinas Kesehatan Tebingtinggi
Kepala dinas Kesehatan  Dr Nanang Fitra Aulia mengatakan bahwa, kasus penyakit Demam Berdarah Dengue di Tebingtinggi untuk Bulan ini sebenarnya ada penurunan di banding bulan – bulan yang lalu, “dan itu tetap  kita pantau “jelasnya .
Dr.Nanang Fitra Aulia juga mengatakan ada tren peningkatan per 5 tahun, untuk kasus demam berdarah dengue, dan tahun ini Tebingtinggi ada peningkatan disebabkan,perubahan cuaca yang cukup ekstrem di daerah kita, cuaca exstrim bukan terjadi di wilayah kita saja Sumatra Utara,  hampir rata di seluruh Indonesia mengalami  iklim yang tidak teratur .
Lebih jauh Dr Nanang menjelaskan tren penyakit itu tetap ada namun kita sudah turun ke lapangan semua, untuk mengantisipasi dalam hal pemberantasan sarang nyamuk, masih kita jumpai rumah-rumah warga yang hampir 85% berjenti   Aedes, rumah yang berjenti aides ini sudah kita beritahu kepada warga masyarakat agar membersihkan lingkungannya dan pemberantasan sarang nyamuk.
kita turun ke lapangan di ikut sertakan juga oleh kepling lurah dan juga camat,  sudah hampir 35 kelurahan kita turun kesana setiap hari tim kita turun untuk 9 Puskesmas dibagi berdasarkan wilayah kerjanya untuk memberikan sosialisasi kepada masyarakat untuk pemberantasan sarang nyamuk .
Tetapi tetap kuncinya kembali ke masyarakat, mengahiri pembicaraan nya Dr Nanang juga mengajak “ayo masyarakat kita bergotong-royong kita membersihkan lingkungan kita masing-masing minimal 1 bulan sekali kita bersihkan lingkungan kita, rumah kita dari sarang nyamuk”
Hingga berita ini di muat, data terakhir yang ada  dinas kesehatan Tebingtinggi korban yang terjangkit  DBD sebanyak 322 .
tim JOC /kru Gi    report
ADVERTISEMENT

 

 

 

GI-Media.com|Tebingtinggi – Penyakit   Demam Berdarah Dengue(DBD) di Tebingtinggi terus menjangkiti warga, Riky Ramadhan (15)  Warga jln sukarno Hatta lingkungan 3 kelurahan Tambangan Hulu kecamatan padang Hilir, terpaksa di larikan ke rumah sakit kumpulan pane kota Tebingtinggi  di sebabkan  terserang penyakit DBD, sabtu (31/08/2019)

Riky yang ditemani ibunya  Asmanah diruangan Rindu RSUD kumpulan Pane  kepada media senin (02/09/2019) mengatakan bahwa ada lebih kurang 10 orang yang terjangkit Demam Berdarah Dengue di lingkungan kami .

Pantauan awak  media di ruang Rindu RS kumpulan pane terdapat beberapa pasien yang di rawat di sana, mengidap penyakit Demam Berdarah Dengue(DBD) Dan ketika dikonfirmasi  petugas di ruang rindu RS Kumpulan Pane tempat korban DBD di rawat, berapa jumlah pasien yg di rawat? Petugas tidak bersedia memberikan keterangan, mereka menyarankan bertanya kepada yang berkompeten .
Penelusuran awak media terkait kasus Demam Berdarah Dengue ke pihak terkait dalam hal ini Dinas Kesehatan Tebingtinggi
Kepala dinas Kesehatan  Dr Nanang Fitra Aulia mengatakan bahwa, kasus penyakit Demam Berdarah Dengue di Tebingtinggi untuk Bulan ini sebenarnya ada penurunan di banding bulan – bulan yang lalu, “dan itu tetap  kita pantau “jelasnya .
Dr.Nanang Fitra Aulia juga mengatakan ada tren peningkatan per 5 tahun, untuk kasus demam berdarah dengue, dan tahun ini Tebingtinggi ada peningkatan disebabkan,perubahan cuaca yang cukup ekstrem di daerah kita, cuaca exstrim bukan terjadi di wilayah kita saja Sumatra Utara,  hampir rata di seluruh Indonesia mengalami  iklim yang tidak teratur .
Lebih jauh Dr Nanang menjelaskan tren penyakit itu tetap ada namun kita sudah turun ke lapangan semua, untuk mengantisipasi dalam hal pemberantasan sarang nyamuk, masih kita jumpai rumah-rumah warga yang hampir 85% berjenti   Aedes, rumah yang berjenti aides ini sudah kita beritahu kepada warga masyarakat agar membersihkan lingkungannya dan pemberantasan sarang nyamuk.
kita turun ke lapangan di ikut sertakan juga oleh kepling lurah dan juga camat,  sudah hampir 35 kelurahan kita turun kesana setiap hari tim kita turun untuk 9 Puskesmas dibagi berdasarkan wilayah kerjanya untuk memberikan sosialisasi kepada masyarakat untuk pemberantasan sarang nyamuk .
Tetapi tetap kuncinya kembali ke masyarakat, mengahiri pembicaraan nya Dr Nanang juga mengajak “ayo masyarakat kita bergotong-royong kita membersihkan lingkungan kita masing-masing minimal 1 bulan sekali kita bersihkan lingkungan kita, rumah kita dari sarang nyamuk”
Hingga berita ini di muat, data terakhir yang ada  dinas kesehatan Tebingtinggi korban yang terjangkit  DBD sebanyak 322 .
tim JOC /kru Gi    report

 

 

 

GI-Media.com|Tebingtinggi – Penyakit   Demam Berdarah Dengue(DBD) di Tebingtinggi terus menjangkiti warga, Riky Ramadhan (15)  Warga jln sukarno Hatta lingkungan 3 kelurahan Tambangan Hulu kecamatan padang Hilir, terpaksa di larikan ke rumah sakit kumpulan pane kota Tebingtinggi  di sebabkan  terserang penyakit DBD, sabtu (31/08/2019)

Riky yang ditemani ibunya  Asmanah diruangan Rindu RSUD kumpulan Pane  kepada media senin (02/09/2019) mengatakan bahwa ada lebih kurang 10 orang yang terjangkit Demam Berdarah Dengue di lingkungan kami .

Pantauan awak  media di ruang Rindu RS kumpulan pane terdapat beberapa pasien yang di rawat di sana, mengidap penyakit Demam Berdarah Dengue(DBD) Dan ketika dikonfirmasi  petugas di ruang rindu RS Kumpulan Pane tempat korban DBD di rawat, berapa jumlah pasien yg di rawat? Petugas tidak bersedia memberikan keterangan, mereka menyarankan bertanya kepada yang berkompeten .
Penelusuran awak media terkait kasus Demam Berdarah Dengue ke pihak terkait dalam hal ini Dinas Kesehatan Tebingtinggi
Kepala dinas Kesehatan  Dr Nanang Fitra Aulia mengatakan bahwa, kasus penyakit Demam Berdarah Dengue di Tebingtinggi untuk Bulan ini sebenarnya ada penurunan di banding bulan – bulan yang lalu, “dan itu tetap  kita pantau “jelasnya .
Dr.Nanang Fitra Aulia juga mengatakan ada tren peningkatan per 5 tahun, untuk kasus demam berdarah dengue, dan tahun ini Tebingtinggi ada peningkatan disebabkan,perubahan cuaca yang cukup ekstrem di daerah kita, cuaca exstrim bukan terjadi di wilayah kita saja Sumatra Utara,  hampir rata di seluruh Indonesia mengalami  iklim yang tidak teratur .
Lebih jauh Dr Nanang menjelaskan tren penyakit itu tetap ada namun kita sudah turun ke lapangan semua, untuk mengantisipasi dalam hal pemberantasan sarang nyamuk, masih kita jumpai rumah-rumah warga yang hampir 85% berjenti   Aedes, rumah yang berjenti aides ini sudah kita beritahu kepada warga masyarakat agar membersihkan lingkungannya dan pemberantasan sarang nyamuk.
kita turun ke lapangan di ikut sertakan juga oleh kepling lurah dan juga camat,  sudah hampir 35 kelurahan kita turun kesana setiap hari tim kita turun untuk 9 Puskesmas dibagi berdasarkan wilayah kerjanya untuk memberikan sosialisasi kepada masyarakat untuk pemberantasan sarang nyamuk .
Tetapi tetap kuncinya kembali ke masyarakat, mengahiri pembicaraan nya Dr Nanang juga mengajak “ayo masyarakat kita bergotong-royong kita membersihkan lingkungan kita masing-masing minimal 1 bulan sekali kita bersihkan lingkungan kita, rumah kita dari sarang nyamuk”
Hingga berita ini di muat, data terakhir yang ada  dinas kesehatan Tebingtinggi korban yang terjangkit  DBD sebanyak 322 .
tim JOC /kru Gi    report
ADVERTISEMENT

 

 

 

GI-Media.com|Tebingtinggi – Penyakit   Demam Berdarah Dengue(DBD) di Tebingtinggi terus menjangkiti warga, Riky Ramadhan (15)  Warga jln sukarno Hatta lingkungan 3 kelurahan Tambangan Hulu kecamatan padang Hilir, terpaksa di larikan ke rumah sakit kumpulan pane kota Tebingtinggi  di sebabkan  terserang penyakit DBD, sabtu (31/08/2019)

Riky yang ditemani ibunya  Asmanah diruangan Rindu RSUD kumpulan Pane  kepada media senin (02/09/2019) mengatakan bahwa ada lebih kurang 10 orang yang terjangkit Demam Berdarah Dengue di lingkungan kami .

Pantauan awak  media di ruang Rindu RS kumpulan pane terdapat beberapa pasien yang di rawat di sana, mengidap penyakit Demam Berdarah Dengue(DBD) Dan ketika dikonfirmasi  petugas di ruang rindu RS Kumpulan Pane tempat korban DBD di rawat, berapa jumlah pasien yg di rawat? Petugas tidak bersedia memberikan keterangan, mereka menyarankan bertanya kepada yang berkompeten .
Penelusuran awak media terkait kasus Demam Berdarah Dengue ke pihak terkait dalam hal ini Dinas Kesehatan Tebingtinggi
Kepala dinas Kesehatan  Dr Nanang Fitra Aulia mengatakan bahwa, kasus penyakit Demam Berdarah Dengue di Tebingtinggi untuk Bulan ini sebenarnya ada penurunan di banding bulan – bulan yang lalu, “dan itu tetap  kita pantau “jelasnya .
Dr.Nanang Fitra Aulia juga mengatakan ada tren peningkatan per 5 tahun, untuk kasus demam berdarah dengue, dan tahun ini Tebingtinggi ada peningkatan disebabkan,perubahan cuaca yang cukup ekstrem di daerah kita, cuaca exstrim bukan terjadi di wilayah kita saja Sumatra Utara,  hampir rata di seluruh Indonesia mengalami  iklim yang tidak teratur .
Lebih jauh Dr Nanang menjelaskan tren penyakit itu tetap ada namun kita sudah turun ke lapangan semua, untuk mengantisipasi dalam hal pemberantasan sarang nyamuk, masih kita jumpai rumah-rumah warga yang hampir 85% berjenti   Aedes, rumah yang berjenti aides ini sudah kita beritahu kepada warga masyarakat agar membersihkan lingkungannya dan pemberantasan sarang nyamuk.
kita turun ke lapangan di ikut sertakan juga oleh kepling lurah dan juga camat,  sudah hampir 35 kelurahan kita turun kesana setiap hari tim kita turun untuk 9 Puskesmas dibagi berdasarkan wilayah kerjanya untuk memberikan sosialisasi kepada masyarakat untuk pemberantasan sarang nyamuk .
Tetapi tetap kuncinya kembali ke masyarakat, mengahiri pembicaraan nya Dr Nanang juga mengajak “ayo masyarakat kita bergotong-royong kita membersihkan lingkungan kita masing-masing minimal 1 bulan sekali kita bersihkan lingkungan kita, rumah kita dari sarang nyamuk”
Hingga berita ini di muat, data terakhir yang ada  dinas kesehatan Tebingtinggi korban yang terjangkit  DBD sebanyak 322 .
tim JOC /kru Gi    report

 

 

 

GI-Media.com|Tebingtinggi – Penyakit   Demam Berdarah Dengue(DBD) di Tebingtinggi terus menjangkiti warga, Riky Ramadhan (15)  Warga jln sukarno Hatta lingkungan 3 kelurahan Tambangan Hulu kecamatan padang Hilir, terpaksa di larikan ke rumah sakit kumpulan pane kota Tebingtinggi  di sebabkan  terserang penyakit DBD, sabtu (31/08/2019)

Riky yang ditemani ibunya  Asmanah diruangan Rindu RSUD kumpulan Pane  kepada media senin (02/09/2019) mengatakan bahwa ada lebih kurang 10 orang yang terjangkit Demam Berdarah Dengue di lingkungan kami .

Pantauan awak  media di ruang Rindu RS kumpulan pane terdapat beberapa pasien yang di rawat di sana, mengidap penyakit Demam Berdarah Dengue(DBD) Dan ketika dikonfirmasi  petugas di ruang rindu RS Kumpulan Pane tempat korban DBD di rawat, berapa jumlah pasien yg di rawat? Petugas tidak bersedia memberikan keterangan, mereka menyarankan bertanya kepada yang berkompeten .
Penelusuran awak media terkait kasus Demam Berdarah Dengue ke pihak terkait dalam hal ini Dinas Kesehatan Tebingtinggi
Kepala dinas Kesehatan  Dr Nanang Fitra Aulia mengatakan bahwa, kasus penyakit Demam Berdarah Dengue di Tebingtinggi untuk Bulan ini sebenarnya ada penurunan di banding bulan – bulan yang lalu, “dan itu tetap  kita pantau “jelasnya .
Dr.Nanang Fitra Aulia juga mengatakan ada tren peningkatan per 5 tahun, untuk kasus demam berdarah dengue, dan tahun ini Tebingtinggi ada peningkatan disebabkan,perubahan cuaca yang cukup ekstrem di daerah kita, cuaca exstrim bukan terjadi di wilayah kita saja Sumatra Utara,  hampir rata di seluruh Indonesia mengalami  iklim yang tidak teratur .
Lebih jauh Dr Nanang menjelaskan tren penyakit itu tetap ada namun kita sudah turun ke lapangan semua, untuk mengantisipasi dalam hal pemberantasan sarang nyamuk, masih kita jumpai rumah-rumah warga yang hampir 85% berjenti   Aedes, rumah yang berjenti aides ini sudah kita beritahu kepada warga masyarakat agar membersihkan lingkungannya dan pemberantasan sarang nyamuk.
kita turun ke lapangan di ikut sertakan juga oleh kepling lurah dan juga camat,  sudah hampir 35 kelurahan kita turun kesana setiap hari tim kita turun untuk 9 Puskesmas dibagi berdasarkan wilayah kerjanya untuk memberikan sosialisasi kepada masyarakat untuk pemberantasan sarang nyamuk .
Tetapi tetap kuncinya kembali ke masyarakat, mengahiri pembicaraan nya Dr Nanang juga mengajak “ayo masyarakat kita bergotong-royong kita membersihkan lingkungan kita masing-masing minimal 1 bulan sekali kita bersihkan lingkungan kita, rumah kita dari sarang nyamuk”
Hingga berita ini di muat, data terakhir yang ada  dinas kesehatan Tebingtinggi korban yang terjangkit  DBD sebanyak 322 .
tim JOC /kru Gi    report
ADVERTISEMENT

 

 

 

GI-Media.com|Tebingtinggi – Penyakit   Demam Berdarah Dengue(DBD) di Tebingtinggi terus menjangkiti warga, Riky Ramadhan (15)  Warga jln sukarno Hatta lingkungan 3 kelurahan Tambangan Hulu kecamatan padang Hilir, terpaksa di larikan ke rumah sakit kumpulan pane kota Tebingtinggi  di sebabkan  terserang penyakit DBD, sabtu (31/08/2019)

Riky yang ditemani ibunya  Asmanah diruangan Rindu RSUD kumpulan Pane  kepada media senin (02/09/2019) mengatakan bahwa ada lebih kurang 10 orang yang terjangkit Demam Berdarah Dengue di lingkungan kami .

Pantauan awak  media di ruang Rindu RS kumpulan pane terdapat beberapa pasien yang di rawat di sana, mengidap penyakit Demam Berdarah Dengue(DBD) Dan ketika dikonfirmasi  petugas di ruang rindu RS Kumpulan Pane tempat korban DBD di rawat, berapa jumlah pasien yg di rawat? Petugas tidak bersedia memberikan keterangan, mereka menyarankan bertanya kepada yang berkompeten .
Penelusuran awak media terkait kasus Demam Berdarah Dengue ke pihak terkait dalam hal ini Dinas Kesehatan Tebingtinggi
Kepala dinas Kesehatan  Dr Nanang Fitra Aulia mengatakan bahwa, kasus penyakit Demam Berdarah Dengue di Tebingtinggi untuk Bulan ini sebenarnya ada penurunan di banding bulan – bulan yang lalu, “dan itu tetap  kita pantau “jelasnya .
Dr.Nanang Fitra Aulia juga mengatakan ada tren peningkatan per 5 tahun, untuk kasus demam berdarah dengue, dan tahun ini Tebingtinggi ada peningkatan disebabkan,perubahan cuaca yang cukup ekstrem di daerah kita, cuaca exstrim bukan terjadi di wilayah kita saja Sumatra Utara,  hampir rata di seluruh Indonesia mengalami  iklim yang tidak teratur .
Lebih jauh Dr Nanang menjelaskan tren penyakit itu tetap ada namun kita sudah turun ke lapangan semua, untuk mengantisipasi dalam hal pemberantasan sarang nyamuk, masih kita jumpai rumah-rumah warga yang hampir 85% berjenti   Aedes, rumah yang berjenti aides ini sudah kita beritahu kepada warga masyarakat agar membersihkan lingkungannya dan pemberantasan sarang nyamuk.
kita turun ke lapangan di ikut sertakan juga oleh kepling lurah dan juga camat,  sudah hampir 35 kelurahan kita turun kesana setiap hari tim kita turun untuk 9 Puskesmas dibagi berdasarkan wilayah kerjanya untuk memberikan sosialisasi kepada masyarakat untuk pemberantasan sarang nyamuk .
Tetapi tetap kuncinya kembali ke masyarakat, mengahiri pembicaraan nya Dr Nanang juga mengajak “ayo masyarakat kita bergotong-royong kita membersihkan lingkungan kita masing-masing minimal 1 bulan sekali kita bersihkan lingkungan kita, rumah kita dari sarang nyamuk”
Hingga berita ini di muat, data terakhir yang ada  dinas kesehatan Tebingtinggi korban yang terjangkit  DBD sebanyak 322 .
tim JOC /kru Gi    report

 

 

 

GI-Media.com|Tebingtinggi – Penyakit   Demam Berdarah Dengue(DBD) di Tebingtinggi terus menjangkiti warga, Riky Ramadhan (15)  Warga jln sukarno Hatta lingkungan 3 kelurahan Tambangan Hulu kecamatan padang Hilir, terpaksa di larikan ke rumah sakit kumpulan pane kota Tebingtinggi  di sebabkan  terserang penyakit DBD, sabtu (31/08/2019)

Riky yang ditemani ibunya  Asmanah diruangan Rindu RSUD kumpulan Pane  kepada media senin (02/09/2019) mengatakan bahwa ada lebih kurang 10 orang yang terjangkit Demam Berdarah Dengue di lingkungan kami .

Pantauan awak  media di ruang Rindu RS kumpulan pane terdapat beberapa pasien yang di rawat di sana, mengidap penyakit Demam Berdarah Dengue(DBD) Dan ketika dikonfirmasi  petugas di ruang rindu RS Kumpulan Pane tempat korban DBD di rawat, berapa jumlah pasien yg di rawat? Petugas tidak bersedia memberikan keterangan, mereka menyarankan bertanya kepada yang berkompeten .
Penelusuran awak media terkait kasus Demam Berdarah Dengue ke pihak terkait dalam hal ini Dinas Kesehatan Tebingtinggi
Kepala dinas Kesehatan  Dr Nanang Fitra Aulia mengatakan bahwa, kasus penyakit Demam Berdarah Dengue di Tebingtinggi untuk Bulan ini sebenarnya ada penurunan di banding bulan – bulan yang lalu, “dan itu tetap  kita pantau “jelasnya .
Dr.Nanang Fitra Aulia juga mengatakan ada tren peningkatan per 5 tahun, untuk kasus demam berdarah dengue, dan tahun ini Tebingtinggi ada peningkatan disebabkan,perubahan cuaca yang cukup ekstrem di daerah kita, cuaca exstrim bukan terjadi di wilayah kita saja Sumatra Utara,  hampir rata di seluruh Indonesia mengalami  iklim yang tidak teratur .
Lebih jauh Dr Nanang menjelaskan tren penyakit itu tetap ada namun kita sudah turun ke lapangan semua, untuk mengantisipasi dalam hal pemberantasan sarang nyamuk, masih kita jumpai rumah-rumah warga yang hampir 85% berjenti   Aedes, rumah yang berjenti aides ini sudah kita beritahu kepada warga masyarakat agar membersihkan lingkungannya dan pemberantasan sarang nyamuk.
kita turun ke lapangan di ikut sertakan juga oleh kepling lurah dan juga camat,  sudah hampir 35 kelurahan kita turun kesana setiap hari tim kita turun untuk 9 Puskesmas dibagi berdasarkan wilayah kerjanya untuk memberikan sosialisasi kepada masyarakat untuk pemberantasan sarang nyamuk .
Tetapi tetap kuncinya kembali ke masyarakat, mengahiri pembicaraan nya Dr Nanang juga mengajak “ayo masyarakat kita bergotong-royong kita membersihkan lingkungan kita masing-masing minimal 1 bulan sekali kita bersihkan lingkungan kita, rumah kita dari sarang nyamuk”
Hingga berita ini di muat, data terakhir yang ada  dinas kesehatan Tebingtinggi korban yang terjangkit  DBD sebanyak 322 .
tim JOC /kru Gi    report
ADVERTISEMENT

 

 

 

GI-Media.com|Tebingtinggi – Penyakit   Demam Berdarah Dengue(DBD) di Tebingtinggi terus menjangkiti warga, Riky Ramadhan (15)  Warga jln sukarno Hatta lingkungan 3 kelurahan Tambangan Hulu kecamatan padang Hilir, terpaksa di larikan ke rumah sakit kumpulan pane kota Tebingtinggi  di sebabkan  terserang penyakit DBD, sabtu (31/08/2019)

Riky yang ditemani ibunya  Asmanah diruangan Rindu RSUD kumpulan Pane  kepada media senin (02/09/2019) mengatakan bahwa ada lebih kurang 10 orang yang terjangkit Demam Berdarah Dengue di lingkungan kami .

Pantauan awak  media di ruang Rindu RS kumpulan pane terdapat beberapa pasien yang di rawat di sana, mengidap penyakit Demam Berdarah Dengue(DBD) Dan ketika dikonfirmasi  petugas di ruang rindu RS Kumpulan Pane tempat korban DBD di rawat, berapa jumlah pasien yg di rawat? Petugas tidak bersedia memberikan keterangan, mereka menyarankan bertanya kepada yang berkompeten .
Penelusuran awak media terkait kasus Demam Berdarah Dengue ke pihak terkait dalam hal ini Dinas Kesehatan Tebingtinggi
Kepala dinas Kesehatan  Dr Nanang Fitra Aulia mengatakan bahwa, kasus penyakit Demam Berdarah Dengue di Tebingtinggi untuk Bulan ini sebenarnya ada penurunan di banding bulan – bulan yang lalu, “dan itu tetap  kita pantau “jelasnya .
Dr.Nanang Fitra Aulia juga mengatakan ada tren peningkatan per 5 tahun, untuk kasus demam berdarah dengue, dan tahun ini Tebingtinggi ada peningkatan disebabkan,perubahan cuaca yang cukup ekstrem di daerah kita, cuaca exstrim bukan terjadi di wilayah kita saja Sumatra Utara,  hampir rata di seluruh Indonesia mengalami  iklim yang tidak teratur .
Lebih jauh Dr Nanang menjelaskan tren penyakit itu tetap ada namun kita sudah turun ke lapangan semua, untuk mengantisipasi dalam hal pemberantasan sarang nyamuk, masih kita jumpai rumah-rumah warga yang hampir 85% berjenti   Aedes, rumah yang berjenti aides ini sudah kita beritahu kepada warga masyarakat agar membersihkan lingkungannya dan pemberantasan sarang nyamuk.
kita turun ke lapangan di ikut sertakan juga oleh kepling lurah dan juga camat,  sudah hampir 35 kelurahan kita turun kesana setiap hari tim kita turun untuk 9 Puskesmas dibagi berdasarkan wilayah kerjanya untuk memberikan sosialisasi kepada masyarakat untuk pemberantasan sarang nyamuk .
Tetapi tetap kuncinya kembali ke masyarakat, mengahiri pembicaraan nya Dr Nanang juga mengajak “ayo masyarakat kita bergotong-royong kita membersihkan lingkungan kita masing-masing minimal 1 bulan sekali kita bersihkan lingkungan kita, rumah kita dari sarang nyamuk”
Hingga berita ini di muat, data terakhir yang ada  dinas kesehatan Tebingtinggi korban yang terjangkit  DBD sebanyak 322 .
tim JOC /kru Gi    report

 

 

 

GI-Media.com|Tebingtinggi – Penyakit   Demam Berdarah Dengue(DBD) di Tebingtinggi terus menjangkiti warga, Riky Ramadhan (15)  Warga jln sukarno Hatta lingkungan 3 kelurahan Tambangan Hulu kecamatan padang Hilir, terpaksa di larikan ke rumah sakit kumpulan pane kota Tebingtinggi  di sebabkan  terserang penyakit DBD, sabtu (31/08/2019)

Riky yang ditemani ibunya  Asmanah diruangan Rindu RSUD kumpulan Pane  kepada media senin (02/09/2019) mengatakan bahwa ada lebih kurang 10 orang yang terjangkit Demam Berdarah Dengue di lingkungan kami .

Pantauan awak  media di ruang Rindu RS kumpulan pane terdapat beberapa pasien yang di rawat di sana, mengidap penyakit Demam Berdarah Dengue(DBD) Dan ketika dikonfirmasi  petugas di ruang rindu RS Kumpulan Pane tempat korban DBD di rawat, berapa jumlah pasien yg di rawat? Petugas tidak bersedia memberikan keterangan, mereka menyarankan bertanya kepada yang berkompeten .
Penelusuran awak media terkait kasus Demam Berdarah Dengue ke pihak terkait dalam hal ini Dinas Kesehatan Tebingtinggi
Kepala dinas Kesehatan  Dr Nanang Fitra Aulia mengatakan bahwa, kasus penyakit Demam Berdarah Dengue di Tebingtinggi untuk Bulan ini sebenarnya ada penurunan di banding bulan – bulan yang lalu, “dan itu tetap  kita pantau “jelasnya .
Dr.Nanang Fitra Aulia juga mengatakan ada tren peningkatan per 5 tahun, untuk kasus demam berdarah dengue, dan tahun ini Tebingtinggi ada peningkatan disebabkan,perubahan cuaca yang cukup ekstrem di daerah kita, cuaca exstrim bukan terjadi di wilayah kita saja Sumatra Utara,  hampir rata di seluruh Indonesia mengalami  iklim yang tidak teratur .
Lebih jauh Dr Nanang menjelaskan tren penyakit itu tetap ada namun kita sudah turun ke lapangan semua, untuk mengantisipasi dalam hal pemberantasan sarang nyamuk, masih kita jumpai rumah-rumah warga yang hampir 85% berjenti   Aedes, rumah yang berjenti aides ini sudah kita beritahu kepada warga masyarakat agar membersihkan lingkungannya dan pemberantasan sarang nyamuk.
kita turun ke lapangan di ikut sertakan juga oleh kepling lurah dan juga camat,  sudah hampir 35 kelurahan kita turun kesana setiap hari tim kita turun untuk 9 Puskesmas dibagi berdasarkan wilayah kerjanya untuk memberikan sosialisasi kepada masyarakat untuk pemberantasan sarang nyamuk .
Tetapi tetap kuncinya kembali ke masyarakat, mengahiri pembicaraan nya Dr Nanang juga mengajak “ayo masyarakat kita bergotong-royong kita membersihkan lingkungan kita masing-masing minimal 1 bulan sekali kita bersihkan lingkungan kita, rumah kita dari sarang nyamuk”
Hingga berita ini di muat, data terakhir yang ada  dinas kesehatan Tebingtinggi korban yang terjangkit  DBD sebanyak 322 .
tim JOC /kru Gi    report
ADVERTISEMENT

 

 

 

GI-Media.com|Tebingtinggi – Penyakit   Demam Berdarah Dengue(DBD) di Tebingtinggi terus menjangkiti warga, Riky Ramadhan (15)  Warga jln sukarno Hatta lingkungan 3 kelurahan Tambangan Hulu kecamatan padang Hilir, terpaksa di larikan ke rumah sakit kumpulan pane kota Tebingtinggi  di sebabkan  terserang penyakit DBD, sabtu (31/08/2019)

Riky yang ditemani ibunya  Asmanah diruangan Rindu RSUD kumpulan Pane  kepada media senin (02/09/2019) mengatakan bahwa ada lebih kurang 10 orang yang terjangkit Demam Berdarah Dengue di lingkungan kami .

Pantauan awak  media di ruang Rindu RS kumpulan pane terdapat beberapa pasien yang di rawat di sana, mengidap penyakit Demam Berdarah Dengue(DBD) Dan ketika dikonfirmasi  petugas di ruang rindu RS Kumpulan Pane tempat korban DBD di rawat, berapa jumlah pasien yg di rawat? Petugas tidak bersedia memberikan keterangan, mereka menyarankan bertanya kepada yang berkompeten .
Penelusuran awak media terkait kasus Demam Berdarah Dengue ke pihak terkait dalam hal ini Dinas Kesehatan Tebingtinggi
Kepala dinas Kesehatan  Dr Nanang Fitra Aulia mengatakan bahwa, kasus penyakit Demam Berdarah Dengue di Tebingtinggi untuk Bulan ini sebenarnya ada penurunan di banding bulan – bulan yang lalu, “dan itu tetap  kita pantau “jelasnya .
Dr.Nanang Fitra Aulia juga mengatakan ada tren peningkatan per 5 tahun, untuk kasus demam berdarah dengue, dan tahun ini Tebingtinggi ada peningkatan disebabkan,perubahan cuaca yang cukup ekstrem di daerah kita, cuaca exstrim bukan terjadi di wilayah kita saja Sumatra Utara,  hampir rata di seluruh Indonesia mengalami  iklim yang tidak teratur .
Lebih jauh Dr Nanang menjelaskan tren penyakit itu tetap ada namun kita sudah turun ke lapangan semua, untuk mengantisipasi dalam hal pemberantasan sarang nyamuk, masih kita jumpai rumah-rumah warga yang hampir 85% berjenti   Aedes, rumah yang berjenti aides ini sudah kita beritahu kepada warga masyarakat agar membersihkan lingkungannya dan pemberantasan sarang nyamuk.
kita turun ke lapangan di ikut sertakan juga oleh kepling lurah dan juga camat,  sudah hampir 35 kelurahan kita turun kesana setiap hari tim kita turun untuk 9 Puskesmas dibagi berdasarkan wilayah kerjanya untuk memberikan sosialisasi kepada masyarakat untuk pemberantasan sarang nyamuk .
Tetapi tetap kuncinya kembali ke masyarakat, mengahiri pembicaraan nya Dr Nanang juga mengajak “ayo masyarakat kita bergotong-royong kita membersihkan lingkungan kita masing-masing minimal 1 bulan sekali kita bersihkan lingkungan kita, rumah kita dari sarang nyamuk”
Hingga berita ini di muat, data terakhir yang ada  dinas kesehatan Tebingtinggi korban yang terjangkit  DBD sebanyak 322 .
tim JOC /kru Gi    report

 

 

 

GI-Media.com|Tebingtinggi – Penyakit   Demam Berdarah Dengue(DBD) di Tebingtinggi terus menjangkiti warga, Riky Ramadhan (15)  Warga jln sukarno Hatta lingkungan 3 kelurahan Tambangan Hulu kecamatan padang Hilir, terpaksa di larikan ke rumah sakit kumpulan pane kota Tebingtinggi  di sebabkan  terserang penyakit DBD, sabtu (31/08/2019)

Riky yang ditemani ibunya  Asmanah diruangan Rindu RSUD kumpulan Pane  kepada media senin (02/09/2019) mengatakan bahwa ada lebih kurang 10 orang yang terjangkit Demam Berdarah Dengue di lingkungan kami .

Pantauan awak  media di ruang Rindu RS kumpulan pane terdapat beberapa pasien yang di rawat di sana, mengidap penyakit Demam Berdarah Dengue(DBD) Dan ketika dikonfirmasi  petugas di ruang rindu RS Kumpulan Pane tempat korban DBD di rawat, berapa jumlah pasien yg di rawat? Petugas tidak bersedia memberikan keterangan, mereka menyarankan bertanya kepada yang berkompeten .
Penelusuran awak media terkait kasus Demam Berdarah Dengue ke pihak terkait dalam hal ini Dinas Kesehatan Tebingtinggi
Kepala dinas Kesehatan  Dr Nanang Fitra Aulia mengatakan bahwa, kasus penyakit Demam Berdarah Dengue di Tebingtinggi untuk Bulan ini sebenarnya ada penurunan di banding bulan – bulan yang lalu, “dan itu tetap  kita pantau “jelasnya .
Dr.Nanang Fitra Aulia juga mengatakan ada tren peningkatan per 5 tahun, untuk kasus demam berdarah dengue, dan tahun ini Tebingtinggi ada peningkatan disebabkan,perubahan cuaca yang cukup ekstrem di daerah kita, cuaca exstrim bukan terjadi di wilayah kita saja Sumatra Utara,  hampir rata di seluruh Indonesia mengalami  iklim yang tidak teratur .
Lebih jauh Dr Nanang menjelaskan tren penyakit itu tetap ada namun kita sudah turun ke lapangan semua, untuk mengantisipasi dalam hal pemberantasan sarang nyamuk, masih kita jumpai rumah-rumah warga yang hampir 85% berjenti   Aedes, rumah yang berjenti aides ini sudah kita beritahu kepada warga masyarakat agar membersihkan lingkungannya dan pemberantasan sarang nyamuk.
kita turun ke lapangan di ikut sertakan juga oleh kepling lurah dan juga camat,  sudah hampir 35 kelurahan kita turun kesana setiap hari tim kita turun untuk 9 Puskesmas dibagi berdasarkan wilayah kerjanya untuk memberikan sosialisasi kepada masyarakat untuk pemberantasan sarang nyamuk .
Tetapi tetap kuncinya kembali ke masyarakat, mengahiri pembicaraan nya Dr Nanang juga mengajak “ayo masyarakat kita bergotong-royong kita membersihkan lingkungan kita masing-masing minimal 1 bulan sekali kita bersihkan lingkungan kita, rumah kita dari sarang nyamuk”
Hingga berita ini di muat, data terakhir yang ada  dinas kesehatan Tebingtinggi korban yang terjangkit  DBD sebanyak 322 .
tim JOC /kru Gi    report
ADVERTISEMENT

 

 

 

GI-Media.com|Tebingtinggi – Penyakit   Demam Berdarah Dengue(DBD) di Tebingtinggi terus menjangkiti warga, Riky Ramadhan (15)  Warga jln sukarno Hatta lingkungan 3 kelurahan Tambangan Hulu kecamatan padang Hilir, terpaksa di larikan ke rumah sakit kumpulan pane kota Tebingtinggi  di sebabkan  terserang penyakit DBD, sabtu (31/08/2019)

Riky yang ditemani ibunya  Asmanah diruangan Rindu RSUD kumpulan Pane  kepada media senin (02/09/2019) mengatakan bahwa ada lebih kurang 10 orang yang terjangkit Demam Berdarah Dengue di lingkungan kami .

Pantauan awak  media di ruang Rindu RS kumpulan pane terdapat beberapa pasien yang di rawat di sana, mengidap penyakit Demam Berdarah Dengue(DBD) Dan ketika dikonfirmasi  petugas di ruang rindu RS Kumpulan Pane tempat korban DBD di rawat, berapa jumlah pasien yg di rawat? Petugas tidak bersedia memberikan keterangan, mereka menyarankan bertanya kepada yang berkompeten .
Penelusuran awak media terkait kasus Demam Berdarah Dengue ke pihak terkait dalam hal ini Dinas Kesehatan Tebingtinggi
Kepala dinas Kesehatan  Dr Nanang Fitra Aulia mengatakan bahwa, kasus penyakit Demam Berdarah Dengue di Tebingtinggi untuk Bulan ini sebenarnya ada penurunan di banding bulan – bulan yang lalu, “dan itu tetap  kita pantau “jelasnya .
Dr.Nanang Fitra Aulia juga mengatakan ada tren peningkatan per 5 tahun, untuk kasus demam berdarah dengue, dan tahun ini Tebingtinggi ada peningkatan disebabkan,perubahan cuaca yang cukup ekstrem di daerah kita, cuaca exstrim bukan terjadi di wilayah kita saja Sumatra Utara,  hampir rata di seluruh Indonesia mengalami  iklim yang tidak teratur .
Lebih jauh Dr Nanang menjelaskan tren penyakit itu tetap ada namun kita sudah turun ke lapangan semua, untuk mengantisipasi dalam hal pemberantasan sarang nyamuk, masih kita jumpai rumah-rumah warga yang hampir 85% berjenti   Aedes, rumah yang berjenti aides ini sudah kita beritahu kepada warga masyarakat agar membersihkan lingkungannya dan pemberantasan sarang nyamuk.
kita turun ke lapangan di ikut sertakan juga oleh kepling lurah dan juga camat,  sudah hampir 35 kelurahan kita turun kesana setiap hari tim kita turun untuk 9 Puskesmas dibagi berdasarkan wilayah kerjanya untuk memberikan sosialisasi kepada masyarakat untuk pemberantasan sarang nyamuk .
Tetapi tetap kuncinya kembali ke masyarakat, mengahiri pembicaraan nya Dr Nanang juga mengajak “ayo masyarakat kita bergotong-royong kita membersihkan lingkungan kita masing-masing minimal 1 bulan sekali kita bersihkan lingkungan kita, rumah kita dari sarang nyamuk”
Hingga berita ini di muat, data terakhir yang ada  dinas kesehatan Tebingtinggi korban yang terjangkit  DBD sebanyak 322 .
tim JOC /kru Gi    report
Tags: Cuaca ExstrimDemam BerdarahDinas KesehatanDinkesKasusKorbanMenjangkitTebing TinggiTren
Previous Post

Tarif Parkir Kangkangi Perda, Aparatur Di Tebingtinggi Tutup Mata

Next Post

Parkir Ilegal, Kadishub Kota Tebingtinggi Ucap Tidak Ada Campur Tangan

redaksi

redaksi

TerkaitBerita

Mukernas PISPI 2026–2031, Perkuat Peran Insinyur dan Sarjana Pertanian dalam Membangun Ketahanan Pangan Nasional
Daerah

Mukernas PISPI 2026–2031, Perkuat Peran Insinyur dan Sarjana Pertanian dalam Membangun Ketahanan Pangan Nasional

by Muhammad Dimas Aditya
November 4, 2026
0

  JAKARTA – Perhimpunan Insinyur dan Sarjana Pertanian Indonesia (PISPI) menggelar Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) Periode 2026–2031 sebagai momentum strategis...

Read more
80 Persen Inovasi Kosmetik Masih Dipasok dari Luar Negeri, Inventor Lokal Dinanti Industri

80 Persen Inovasi Kosmetik Masih Dipasok dari Luar Negeri, Inventor Lokal Dinanti Industri

November 4, 2026
Serahkan Bantuan Pangan,Wali Kota Tebing Tinggi Mintak Bantuan Tidak Diperjualbelikan

Serahkan Bantuan Pangan,Wali Kota Tebing Tinggi Mintak Bantuan Tidak Diperjualbelikan

Oktober 27, 2026

Probiv test post

Oktober 26, 2026
KEJARI KOTA BOGOR TUNTASKAN PERKARA MELALUI KEADILAN RESTORATIF, TERSANGKA DISERAHKAN KEPADA KELUARGA

KEJARI KOTA BOGOR TUNTASKAN PERKARA MELALUI KEADILAN RESTORATIF, TERSANGKA DISERAHKAN KEPADA KELUARGA

Oktober 25, 2026
Serahkan Bantuan Wali Kota Tebing Tinggi Ajak ASN DAN MASYARAKAT Tingkatkan Empati Kepada Warga Kurang Mampu

Serahkan Bantuan Wali Kota Tebing Tinggi Ajak ASN DAN MASYARAKAT Tingkatkan Empati Kepada Warga Kurang Mampu

Oktober 24, 2026
Next Post
Parkir Ilegal, Kadishub Kota Tebingtinggi Ucap Tidak Ada Campur Tangan

Parkir Ilegal, Kadishub Kota Tebingtinggi Ucap Tidak Ada Campur Tangan

Discussion about this post

PT Gerbang Informasi Media

Facebook Twitter Google+ Youtube RSS

Cari Berdasarkan Kategori

  • Agama (76)
  • Daerah (2,507)
  • DPD/DPRD/DPR RI (13)
  • Ekonomi (296)
  • Fashion (25)
  • Hiburan (52)
  • Hukum (1,812)
  • Internasional (93)
  • Kesehatan (91)
  • Korupsi (54)
  • Kriminal (180)
  • Nasional (625)
  • Olahraga (53)
  • Otomotif (3)
  • Pendidikan (107)
  • Politik (121)
  • REDAKSI (307)
  • Sumut (1,073)
  • TNI/POLRI (214)

Hak Cipta © 2021 Gerbang Informasi Nusantara

No Result
View All Result
  • Redaksi gi-media.com
  • Lowongan Kerja
  • Undang Undang Pers
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Cyber

Hak Cipta © 2021 Gerbang Informasi Nusantara