Jakarta, Fakultas Pariwisata Universitas Pancasila mengadakan Talkshow dengan tema “Creative Economy and Tourism Synergy, Educated, Engage, Empower” di aula Kintamani Universitas Pancasila, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Selasa (12/5/2026).
Talkshow ini dihadiri oleh Wakil Rektor 3 Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Kerjasama Muhammad Rizky Aldila, S.H., M.Kn. di damping oleh Wakil Dekan 1 Fakultas Pariwisata Dr. Meizar Rusli, M.Sc., CHE. Serta Fahrurozy Darmawan, S.Ikom., M.P.Par Wakil Dekan II Fakultas Pariwisata dengan menghadirkan narasumber Zita Anjani Utusan Khusus Presiden bidang Pariwisata dan Maulidan Isbar Ketua Umum APUDSI Asosiasi Pelaku usaha Desa Seluruh Indonesia.
Kesempatan kali ini Fakultas Pariwisata dengan UKP Pariwisata menjalin Kerjasama dengan membuat Nota Kesepahaman ini bertujuan untuk membangun kerja sama strategis antara kedua belah pihak dalam pengembangan pariwisata nasional melalui kegiatan pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, inovasi, publikasi, dan penguatan kapasitas sumber daya manusia pariwisata.
Zita Anjani mengatakan dalam paparannya bahwa tidak ada Gerakan besar hanya dengan 1 institusi dengan hexa helix model yang mengkolaborasikan antar institusi Pendidikan, pemerintah, pelaku bisnis, masyarakat media serta influencer Unlock Agent perkembangan pariwisata akan bergerak cepat, Program Unlock agent ini dilakukan UKP dalam upaya membuka potensi wisata yang tidak terlihat menjadi terlihat . Usai Talkshow, salah satu pembicara Zita Anjani Utusan Presiden Bidang Pariwisata mengatakan, kegiatan ini merupakan diskusi tentang masa depan Indonesia, khususnya dalam konteks pariwisata.
“Saya mengajak teman-teman mahasiswa untuk berkolaborasi dengan UKP Pariwisata dan gerakan yang kami buat, Anak Indonesia dimana gerakan yang kami mulai dari grassroot (bawah) dan bukan gerakan transaksional dan murni gerakan mengajak anak muda untuk lebih mencintai Indonesia dan sharing tentang keindahan Indonesia,” ucapnya.
Lebih lanjut katanya, mencintai pariwisata Indonesia juga tidak luput menjadi salah satu program Asta Cita visi misi presiden Prabowo yakni pariwisata yang berkelanjutan (Sustainable).
Sustainable bukan lagi menjadi tagline namun sudah menjadi keharusan yang dapat diterapkan di tempat tempat wisata, kita sadar dengan menjaga lingkungan, seperti di DKI Jakarta sudah wajib pilah sampah. Jadi destinasi-destinasi yang kita kunjungi ini banyak aksi-aksi bersih sampah yang kita lakukan, di UKP pariwisata. Terakhir kita bersih-bersih di pantai dan rencana besok kita akan melihat destinasi wisata dimana ada anak muda yang peduli akan sampah dan ini akan terus kita Galang,” ujarnya.
Ketua Umum Asosiasi Pelaku Usaha Desa Seluruh Indonesia (APUDSI) Maulidan Isbar menambahkan, Indonesia dengan kekayaan sumber daya alam (SDA) dengan potensi pariwisata yang banyak ini merupakan bagian yang tidak terpisahkan.
“Apalagi kami dari APUDSI, notabene pariwisata banyak di desa, kami tidak lepas dari potensi kolaborasi dan dukungan agar ini dapat dilakukan secara maksimal. Saya juga sepakat dengan ibu Zita bahwa dalam hal ini mahasiswa harus ikut mendukung, karena peran generasi muda juga sangat dibutuhkan, sangat dinantikan, supaya apapun yang dilakukan oleh pemerintah masyarakat (civil society) tetap mendukung, terutama peran mahasiswa yang notabene lebih intelek mereka lebih mengerti banyak hal dan ini juga dapat mendukung program pemerintah untuk peningkatan pariwisata di Indonesia,” papar Maulidan Isbar yang alumni Fakultas Pariwisata Universitas Pancasila.
Maulidan yang juga mantan Ketua Tim Kreatif Pusat Studi Pancasila, Universitas Pancasila (2016-2017) ini menambahkan, pariwisata ini tidak lepas dari desa wisata dan tidak lepas dari UMKM (produk oleh-oleh dan homestay dan kegiatan natural yang dilakukan oleh masyarakat atas sebab ada peluang, sehingga jika ada aktifitas pelaku usaha di desa otomatis ekonomi yang lain tumbuh.
Disisi lain kata pria yang akrab disapa Kang Lidan bahwa upaya pengembangan pariwisata tidak luput dari bagaimana pengelolaan sampah di lokasi wisata tersebut. APUDSI juga dukung waste energy dibeberapa tempat.
“Kita sebenarnya mau pilot project dengan menggandeng beberapa negara, seperti dari China, Eropa untuk cari best practice. Kita mencoba untuk menjadi partner kecil dan yang tidak kalah penting saling menguntungkan,” tutupnya.
Sementara dari pihak kampus yang diwakili oleh Fahrurozy Darmawan M P PAR, Wakil Dekan II Fakultas Pariwisata Universitas Pancasila mengungkapkan, semenjak era reformasi sektor pariwisata sedang digalakkan.
“Kita berusaha mengisi kekosongan sumber daya pariwisata tidak hanya sumber daya seperti pantai, gunung dan sumber daya lainnya. Tapi ada Batlle Maid disisi sumber daya manusia kita coba mengisi disana,” imbuhnya.
Fakultas Pariwisata Universitas Pancasila berusaha untuk menciptakan sumber daya Manusia bidang studi S1 pariwisata.
“Kegiatan Ini menjadi penting mendorong peran aktif mahasiswa dalam pengembangan pariwisata. Dengan kegiatan ini mahasiswa mendapatkan berbagai pandangan dan pengalaman dari berbagai perspektif sehingga, semua pemikiran harus berjalan dan menjadi pondasi berasal dari kampus. Kita harus unggul menciptakan SDM yang tangguh, dan terampil di sektor pariwisata,” ujarnya.
Ditempat yang sama, Ketua Penelitian Pengabdian Masyarakat & Kerjasama,
Vitha Octavanny MM. Par menambahkan, bahwa Fakultas Pariwisata Universitas Pancasila bisa menghasilkan SDM-SDM yang berkualitas yang siap berkecimpung dalam industri pariwisata.
“Saya berharap Fakultas pariwisata dapat menghasilkan berbagai riset dan pengabdian masyarakat yang dapat berdampak pada masyarakat dan ilmu pengetahuan, karena tidak mungkin Fakultas Pariwisata Universitas Pancasila dapat berdiri sendiri tanpa dukungan dari pemerintah, masyarakat, media maupun, pelaku bisnis agar dapat menumbuhkan pariwisata lebih baik lagi dan lebih berkualitas,” tutupnya.





















Discussion about this post