18 Pasar Kondisi Parah Jadi Prioritas Rehabilitasi, Tunggu Anggaran Kementerian
Watampone –Gi Media -Com- (29/4/2026) Dinas Perdagangan Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, telah mengidentifikasi kondisi seluruh pasar yang ada di wilayahnya, sebanyak 76 unit pasar. Dari jumlah tersebut, 18 pasar dinyatakan dalam kondisi sangat rusak dan menjadi prioritas utama untuk direhabilitasi, namun proses perbaikannya masih menunggu alokasi anggaran dari Kementerian Perdagangan Republik Indonesia.
Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Bone, Rusdi, menjelaskan bahwa usulan bantuan untuk perbaikan pasar-pasar tersebut sebenarnya sudah diajukan sejak tahun 2022 Bahkan data dan usulan tersebut baru saja diperbarui dan dikirim kembali ke pihak kementerian agar mendapatkan perhatian lebih cepat.
“Sejak 2022 sudah masukkan usulan, dan baru-baru ini kami perbarui kembali data serta daftar prioritasnya. Dari 76 pasar yang ada, 18 di antaranya kondisinya sudah terlalu parah, tidak layak lagi jika hanya dirawat biasa. Sedangkan pasar lainnya masih bisa digunakan meski membutuhkan perawatan tambahan,” ungkap Kadis Rusdi saat ditemui di ruang kerjanya, baru-baru ini.
Ke-18 pasar yang masuk daftar prioritas tersebut tersebar di berbagai kecamatan di Bone, di antaranya:
– Pasar Koppe (Kecamatan Bengo)
– Pasar Arasoe (Kecamatan Cina)
– Pasar Kadai (Kecamatan Mare)
– Pasar Uloe (Kecamatan Dua Boccoe)
– Pasar Pattiro Bajo (Kecamatan Sibulue)
Selain itu, beberapa pasar yang berada di jalur poros Makassar dan kawasan Huloin juga termasuk dalam daftar karena kerusakannya cukup parah dan menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat.
Rusdi menyatakan, hingga saat ini pihaknya masih menunggu proses penyusunan anggaran di tingkat pusat. “Kami berharap pada penyusunan anggaran tahun depan sudah ada alokasi khusus untuk ini. Selama ini kami hanya bisa melakukan perbaikan seadanya dengan anggaran daerah yang terbatas, padahal kebutuhannya sudah sangat mendesak,” tambahnya.
Informasi rencana rehabilitasi pasar ini sudah menyebar di tengah masyarakat dan pedagang. Banyak yang menyampaikan harapan agar bantuan dari pemerintah pusat segera terealisasi.
“Sudah bertahun-tahun pasar kami begini, atap bocor, lantai tidak rata, saluran air macet. Kami senang mendengar akan diperbaiki, berharap anggarannya cepat turun supaya aktivitas jual beli jadi lebih nyaman,” ujar seorang pedagang di Pasar Koppe.
Selain mengurus permasalahan infrastruktur pasar, Disdag Bone juga terus melakukan pengawasan terhadap stabilitas harga barang kebutuhan pokok. Menurut Rusdi, pemantauan dilakukan secara rutin setiap hari Senin ke pasar-pasar utama.
“Sampai saat ini harga masih dalam kondisi normal. Saat menjelang Idul Fitri lalu sempat ada kenaikan, tapi tidak terlalu signifikan dan tidak meluas. Kami tetap awasi terus, apalagi menjelang hari besar agama biasanya ada potensi kenaikan harga. Kami juga imbau masyarakat untuk melaporkan jika menemukan harga yang tidak wajar, agar segera kami tindak,” pungkasnya.
Penulis: [Kul indah]























Discussion about this post