Inovasi berkelanjutan: SMPN 6 Watampone ubah lahan terbengkalai jadi pusat pembelajaran dan konservasi lingkungan
WATAMPONE-GI Media-Com- (29/4/2026) Sebuah terobosan bernuansa lingkungan hidup dihadirkan oleh UPT SMP Negeri 6 Watampone. Lahan kosong seluas 8 x 100 meter yang selama 32 tahun terbengkalai dan berupa rawa penuh semak belukar serta tergenang air, kini disulap menjadi sarana edukasi yang produktif dan bermanfaat bagi seluruh warga sekolah.
Lahan yang terletak di sisi utara gedung sekolah tersebut kini dimanfaatkan secara optimal dengan pembagian fungsi yang jelas. Sebagian diubah menjadi area parkir seluas 8 x 30 meter, bagian lain dijadikan kolam ikan seluas 8 x 60 meter dengan kedalaman 80 cm, dan sisanya dikembangkan menjadi lahan budidaya berbagai jenis tanaman.
Plh Kepala UPT SMP Negeri 6 Watampone, Rohadi Usman M., S.Pd., M.Pd., saat dikonfirmasi tribunboneonline.com, Jumat (18/07/2025), menyampaikan bahwa perubahan besar ini dilakukan secara bertahap dengan mengandalkan semangat gotong royong. Seluruh pihak mulai dari guru, siswa, hingga komite sekolah bahu-membahu mewujudkan konsep sekolah ramah lingkungan tersebut.
“Selama 32 tahun lahan ini hanya menjadi tempat yang tidak terpakai dan bahkan kurang sedap dipandang. Alhamdulillah berkat kerja sama semua pihak, kini berubah total menjadi area yang indah, bersih, dan sangat bermanfaat. Ini bukan sekadar perubahan fisik, tapi juga langkah nyata kami menghadirkan metode pembelajaran yang lebih menarik dan kontekstual,” ujarnya.
Lebih dari sekadar tempat budidaya atau penampungan air, kolam dan lahan yang telah dibangun tersebut difungsikan sebagai laboratorium alam terbuka. Di tempat ini, siswa dapat mempelajari berbagai materi pelajaran secara langsung, mulai dari budidaya ikan, manajemen pengelolaan air, proses fotosintesis, rantai makanan, hingga siklus air dan keseimbangan ekosistem.
“Anak-anak tidak lagi hanya belajar dari buku dan papan tulis. Mereka bisa melihat, merasakan, dan mempraktikkan langsung apa yang dipelajari di kelas. Ini membuat pelajaran lebih mudah dipahami dan tentunya jauh lebih menyenangkan,” tambah Rohadi Usman.
Selain untuk menunjang akademik, inovasi ini juga bertujuan untuk menanamkan karakter dan kesadaran lingkungan sejak dini. Diharapkan melalui pengalaman langsung ini, tumbuh rasa cinta dan tanggung jawab siswa terhadap kelestarian alam serta lingkungan sekitar.
“Kami ingin membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga peduli dan mampu menjaga bumi ini. Inilah yang kami sebut sebagai pendidikan yang menyeluruh,” jelasnya.
Dengan terobosan ini, UPT SMP Negeri 6 Watampone membuktikan bahwa keterbatasan dan kondisi lahan yang kurang ideal bukanlah penghalang untuk menciptakan lingkungan belajar yang inspiratif. Sekolah ini berhasil mengubah masalah menjadi peluang, sekaligus menjadi contoh penerapan konsep pendidikan berkelanjutan yang patut ditiru.
Penulis”(Kul indah)























Discussion about this post