Tangerang, 3 Agustus 2025 Di tengah gemerlap GIIAS 2025, langkah kaki membawa kami ke sebuah ruang yang terasa berbeda. Bukan sekadar booth pameran, melainkan pengalaman sensorik yang menyentuh akal dan perasaan. Di sinilah KIA Indonesia menghadirkan Movement Awakens: Electric Motion, Korean Soul, sebuah tema yang menggugah bukan hanya dari sisi teknologi, tapi juga makna gerakan sebagai ekspresi hidup.
Dengan menyuguhkan model andalan seperti KIA EV9 dan EV6 GT, pengunjung seolah diajak masuk ke dunia masa depan: mobil listrik yang bukan hanya cepat dan ramah lingkungan, tapi juga memiliki jiwa. Desainnya berani, bersih, dan terasa sangat personal.
> “KIA tidak hanya bicara teknologi, tapi bagaimana setiap gerakan—baik kecil maupun besar—bisa membangkitkan kehidupan yang lebih baik,” ungkap Chang Min-ho, delegasi KIA dari Korea Selatan yang hadir di acara.
Sisi Lain dari Data: Cek Fakta dan Masa Depan
KIA Indonesia bukan datang tanpa arah. Investigasi kami pada berbagai laporan publik menunjukkan bahwa merek ini mulai aktif menjalin kerja sama strategis untuk memperkuat kehadiran kendaraan listrik di Indonesia. Termasuk di antaranya studi kelayakan membangun fasilitas produksi EV dan integrasi dengan SPKLU nasional.
Teknologi 800V ultra-fast charging yang dibawa KIA bahkan telah diuji kompatibilitasnya dengan sistem kelistrikan PLN—fakta yang menguatkan bahwa transisi ini bukan mimpi, tapi sedang terjadi.
Membawa Jiwa Korea ke Jalanan Indonesia
Masuk ke dalam kabin EV9, suasana hening dan harmoni langsung menyapa. Material interior terbuat dari bahan daur ulang laut, desain pencahayaan adaptif, hingga teknologi hiburan berbasis AI terasa menyatu dalam satu konsep: kenyamanan yang menyentuh.
Bagi sebagian pengunjung, seperti Irfan (29), mahasiswa teknik elektro, ini bukan sekadar mobil:
> “Ini seperti meditasi dalam gerak. Saya merasa KIA membawa Korea ke dalam kendaraan yang bisa kita miliki di masa depan.”
Edukasi yang Mengalir, Bukan Menggurui
Selama pameran, KIA juga membuka ruang diskusi terbuka. Dari mahasiswa hingga pengamat otomotif, semua diajak berpikir ulang: apakah kita masih butuh kendaraan berbahan bakar fosil?
Lewat sesi edukatif bertajuk “Driving with Soul, Powering the Future”, KIA berbagi ilmu tentang transisi energi, teknologi baterai masa depan, dan tantangan infrastruktur EV. Tak hanya bicara, KIA juga mendengar: dari publik, komunitas, hingga pengembang teknologi lokal.
Penutup yang Menggerakkan
KIA tidak hadir dengan gegap gempita kosong. Di balik desain modern dan motor listrik sunyi itu, mereka menyisipkan filosofi: bahwa setiap gerak harus membangkitkan harapan, dan setiap perjalanan membawa arah baru.
Di saat banyak pabrikan bicara kecepatan, KIA bicara jiwa. Dan mungkin, itu yang paling kita butuhkan hari ini.
Keterangan Tambahan:
KIA EV9 memiliki jangkauan 541 km (WLTP) per pengisian penuh
Teknologi ultra-fast charging 800V memungkinkan pengisian 10–80% hanya dalam ±18 menit
Diperkuat integrasi dengan jaringan SPKLU Indonesia
Seluruh kendaraan menggunakan material interior berbasis daur ulang dan bebas kulit hewani
KIA Indonesia, mobil listrik KIA, EV9, GIIAS 2025, electric vehicle Korea, teknologi otomotif 2025, mobil ramah lingkungan, movement awakens























Discussion about this post