Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) kembali menunjukkan komitmennya dalam mencegah praktik kejahatan keuangan, khususnya pencucian uang.
Langkah terbaru yang dilakukan adalah pengaktifan kembali rekening dormant atau rekening tidak aktif sebagai bagian dari program pencegahan berbasis intelijen keuangan yang lebih presisi.
Langkah ini menandai pergeseran pendekatan dari reaktif menjadi proaktif.
Kepala PPATK Ivan Yustiavandana menjelaskan bahwa pengaktifan rekening dormant dilakukan dengan pengawasan ketat, bertujuan untuk mendeteksi dan menindak lebih dini aktivitas keuangan mencurigakan.
> “Sejak awal proses ini, kami sudah mendeteksi adanya pola transaksi yang sengaja menggunakan rekening tidak aktif untuk menghindari sistem pelaporan. Inilah yang ingin kami tutup celahnya,” tegas Ivan dalam pernyataan resmi Kamis (1/8/2025).
Apa Itu Rekening Dormant, dan Mengapa Penting?
Rekening dormant biasanya adalah akun bank yang tidak digunakan untuk waktu lama umumnya lebih dari 6 hingga 12 bulan.
Dalam praktiknya, banyak pelaku tindak pidana keuangan menyasar rekening-rekening tidur ini untuk mengaburkan jejak dana hasil kejahatan.
Menurut data analisis transaksi yang dihimpun PPATK pada semester I 2025, sekitar 4,3% rekening dormant yang diaktifkan kembali menunjukkan aktivitas mencurigakan dalam 30 hari pertama. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya fungsi pengawasan terhadap akun non-aktif yang sering dianggap sepele.
Deteksi Dini vs. Reaktif: Mengapa Pendekatan Ini Relevan?
Program aktivasi terkendali terhadap akun dormant ini bukan sekadar rutinitas teknis, melainkan bagian dari transformasi digital PPATK dalam memperkuat sistem deteksi dini. Dengan pemanfaatan machine learning dan data mining, PPATK kini bisa membaca pola keuangan mencurigakan dari akun tidur lebih awal sebelum terjadi kerugian besar bagi negara.
Transformasi ini juga menjadi respons atas meningkatnya modus baru pencucian uang lintas negara, terutama yang memanfaatkan e-wallet, crypto, dan jaringan perbankan luar negeri.
Kolaborasi Lintas Lembaga
Keberhasilan langkah ini tak lepas dari sinergi PPATK dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), perbankan nasional, dan aparat penegak hukum. Kolaborasi ini mempercepat proses pelaporan transaksi mencurigakan dan memperluas akses data lintas sektor.
PPATK juga terus memperkuat literasi keuangan masyarakat agar lebih waspada terhadap penggunaan data rekening pribadi. Banyak kasus terungkap bahwa pemilik sah rekening tidak mengetahui bahwa akun mereka dijadikan alat oleh pelaku kejahatan.
Edukasi Publik dan Peringatan Dini
Salah satu misi penting dari langkah ini adalah menciptakan ekosistem keuangan yang lebih transparan dan aman, khususnya di era digital. Masyarakat diimbau untuk secara berkala mengecek akun bank miliknya dan segera menutup rekening yang tidak lagi digunakan.
> “Pencucian uang bukan hanya urusan elite kriminal. Ia bisa terjadi dari akun biasa milik masyarakat biasa,” tambah Ivan.
























Discussion about this post