Dari Kebun Kopi Hingga Aksi Nyata, FIFGROUP Perkuat Komitmen Keberlanjutan Lewat Desa Sejahtera Astra di Garut
Garut, 2 Agustus 2025 — Di kaki Gunung Mandalawangi, Desa Sunda Hejo, Garut, lahan yang dulunya gersang kini berubah menjadi sebuah kebun kopi produktif yang tak hanya menghasilkan komoditas ekspor, tetapi juga menjadi simbol hidup dari semangat keberlanjutan. Di sinilah PT Federal International Finance (FIFGROUP), anak perusahaan PT Astra International Tbk, menyelenggarakan rangkaian acara Sustainability Innovation Ideas (SII) & Media Experiential Journey 2024, sebagai bukti nyata komitmen perusahaan terhadap lingkungan dan masyarakat.
Kegiatan ini bukan sekadar seremoni penghargaan, tetapi juga bentuk nyata dari transformasi sosial dan lingkungan. FIFGROUP menggandeng Paguyuban Tani Sunda Hejo, penggerak utama Desa Sejahtera Astra di kawasan ini, untuk menunjukkan bagaimana pendekatan regeneratif dalam pertanian bisa berjalan selaras dengan konservasi alam, penguatan ekonomi lokal, serta edukasi masyarakat.
Dari Sekolah Penjaga Gunung hingga Cupping Kopi
Dalam kunjungan tersebut, peserta diajak menjelajahi hutan agroforestry yang dikelola secara berkelanjutan oleh masyarakat setempat. Mereka juga mengunjungi Sekolah Penjaga Gunung, sebuah inisiatif regenerasi petani muda yang mengajarkan nilai-nilai konservasi dan teknik pengelolaan lahan ramah lingkungan.
Salah satu momen paling berkesan adalah saat peserta mengikuti proses pengolahan biji kopi, mulai dari panen, pengeringan, sangrai, hingga cupping atau uji cita rasa kopi. Tak hanya memahami bagaimana kualitas kopi dijaga, para peserta juga melihat bagaimana kopi Sunda Hejo menjadi salah satu komoditas ekspor unggulan yang lahir dari tangan petani desa.
FIFGROUP Dorong Inovasi Berkelanjutan Melalui FSA
Acara ini merupakan bagian dari FIFGROUP Sustainability Awards (FSA), ajang penghargaan internal perusahaan yang mendorong ide dan implementasi inovasi keberlanjutan dari seluruh jaringan cabang di Indonesia. Program Sustainability Innovation Ideas (SII) tahun ini berhasil menghimpun 280 proposal proyek dari 266 cabang, meningkat dari tahun sebelumnya yang mencatat 277 ide dari 253 cabang.
Dari total proposal tersebut, tiga tim terbaik berhasil meraih penghargaan di tiga kategori utama:
Tim Sanggau – FIFGROUP Friendly Branch: Program “Bapak Asuh Anak Stunting” yang menyasar edukasi dan pemberian gizi kepada masyarakat rentan.
Tim CSW Denpasar – FIFGROUP Green Branch: Pemanfaatan sampah organik rumah tangga menjadi eco-enzyme, cairan alami pengganti bahan kimia pembersih.
Tim Gresik – FIFGROUP Safe & Security Branch: Sistem Electronic Control Keliling (E-trolling) untuk mencegah potensi kebakaran dan pencurian di kantor.
Menurut Esther Sri Harjati, Direktur FIFGROUP, SII menjadi sarana aktualisasi nilai keberlanjutan di lingkungan kerja. “Melalui SII, kami mendorong setiap insan FIFGROUP untuk aktif menjadi agen perubahan. Proyek-proyek inovatif ini tidak hanya memberikan dampak pada lingkungan, tetapi juga memberdayakan masyarakat sekitar,” ungkapnya.
Testimoni: Inovasi yang Menginspirasi
Henny Nurdiana, project leader dari Tim Sanggau, menyampaikan bahwa kegiatan ini membangkitkan semangat baru. “Kegiatan ini sangat edukatif. Kami jadi lebih paham bahwa inovasi kecil di tingkat lokal pun bisa punya dampak nasional, bahkan global, bila dijalankan dengan konsisten,” ujarnya.
Hal serupa diungkapkan I Ketut Gede Mertha Wijaya dari Tim Denpasar. “Saya sangat bersyukur dapat ikut serta. Mudah-mudahan kegiatan ini terus dilanjutkan agar inovasi dari cabang-cabang lain juga bisa menginspirasi dan memberi manfaat bagi lingkungan,” jelasnya.
Sinergi untuk Indonesia yang Lebih Hijau
Program SII & Media Experiential Journey 2024 bukan hanya menjadi panggung apresiasi internal, tapi juga wahana memperkuat sinergi antar elemen masyarakat: dari korporasi, petani, media, hingga komunitas lokal. FIFGROUP dan masyarakat Sunda Hejo menunjukkan bahwa keberlanjutan bukan sekadar jargon, melainkan sebuah cara hidup yang bisa diukur, dirasakan, dan diwariskan.
Kegiatan ini turut menjadi pengingat bahwa masa depan hijau Indonesia dapat dibangun dari desa. Dengan pendekatan yang tepat dan kolaborasi yang kuat, desa bisa menjadi sumber solusi — bukan hanya bagi masalah lingkungan, tapi juga ekonomi dan sosial.






















Discussion about this post