
Para pangulu yang tergabung pada Keluarga Besar Pangulu se-Simalungun (KBPS) melakukan unjuk rasa ke kantor DPRD dan kantor Bupati Simalungun, Senin (22/11/21),pada orasinya, mereka meminta agar pelaksanaan pemilihan kepala nagori (Pilpanag) dilaksanakan pada tahun 2022,para Pangulu juga menanyakan apa alsan Pemkab Simalungun menunda Pilpanag.

Diterangkan Raslan, alasan penundaan Pilpanag, seperti yang sudah disampaikan Asisten I Pemkab Simalungun Sari Muda Purba kepada pihaknya, karena pandemi Covid-19 sangat tidak relevan, mengingat vaksinasi di Simalungun terus berlangsung. Kemudian alasan keterbatasan anggaran juga menurut Raslan tidak relevan, karena anggaran untuk Pilpanag sudah disusun dan sudah dimasukkan ke dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun 2022.
“Alasan penundaan tidak jelas, katanya masalah keterbatasan anggaran, padahal anggarannya sendiri sudah disusun dan dianggarkan sekitar Rp16 miliar,” ucap Raslan kepada wartawan.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Simalungun Sastra Joyo Sirait, yang saat itu menerima kedatangan para pangulu mengatakan, penundaan Pilpanag belum final,dirinya juga mengaku tidak mengetahui terkait informasi penundaan Pilpanag dan akan melakukan komunikasi dengan fraksi lain untuk memperjuangkan gelaran Pilpanag di tahun 2022.
Dalam kesempatan tersebut, Satra juga tidak setuju atas usulan Bupati Simalungun terkait penundaan Pilpanang.
“Saya secara pribadi juga tidak setuju atas penundaan Pilpanag yang dilakukan Bupati Simalungun,” ucapnya.
Para pangulu juga menuju kantor Bupati Simalungun dan menggelar orasi,namun para pangulu hanya diterima Asisten I Sari Muda Purba, yang juga Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Nagori (DPMPN).
Para pangulu tidak mendapatkan jawaban yang pasti dari Asisten I,Raslan selaku Ketua KBPS dan koordinator aksi mengaku kecewa dan meminta ada jawaban bupati terhadap tuntutan mereka.
“Kita tunggu sampai sore jawaban dari bupati, jika tidak ada, kami akan datang kembali ke tempat ini dengan massa yang lebih besar,” tegasnya. (*)






















Discussion about this post