Gi-media Jakarta 6-11-2025 Badan Pangan Nasional (Bapanas) di bawah kepemimpinan Andi Amran Sulaiman menegaskan komitmennya menjaga stabilitas pasokan dan harga beras melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Program ini dijalankan secara berkelanjutan dan adaptif agar manfaatnya dirasakan oleh seluruh masyarakat Indonesia.
> “SPHP akan terus berjalan, tidak boleh berhenti. Sepanjang tahun kita jalankan dengan cermat dan terukur. Pola distribusinya disesuaikan dengan kondisi lapangan agar tepat sasaran dan tepat waktu,” ujar Amran dalam keterangannya, Rabu (5/11/2025).
Amran menjelaskan bahwa SPHP menjadi langkah strategis untuk memastikan pasokan pangan tetap seimbang dari produsen hingga ke konsumen. Saat musim panen tiba, program ini difokuskan menyalurkan beras ke wilayah nonprodusen agar harga tetap stabil di seluruh daerah.
> “Ketika musim panen puncak pada Maret, April, dan Mei, SPHP disalurkan ke wilayah yang bukan penghasil padi. Tujuannya agar harga beras tetap stabil dan merata, masyarakat tidak terbebani, sekaligus menjaga harga di tingkat petani agar tidak jatuh,” katanya.
Bapanas juga menerapkan sistem pemantauan harga secara real time bersama para pemangku kepentingan untuk memastikan keputusan distribusi SPHP cepat dan tepat. Pendekatan berbasis data ini memungkinkan pemerintah menjaga keseimbangan antara pasokan, harga, dan kesejahteraan pelaku usaha pangan.
> “Kita harus jaga dua sisi: petani tetap sejahtera, dan konsumen tetap bisa membeli beras dengan harga wajar. Itulah fungsi SPHP sebagai instrumen stabilisasi nasional,” tegas Amran.
Program SPHP didukung penuh pemerintah pusat dalam upaya memperkuat swasembada pangan nasional. Produksi beras nasional tercatat meningkat signifikan hingga 34,76 juta ton, sementara stok cadangan beras mencapai 3,8 juta ton. Angka ini menjadi bukti nyata bahwa ketahanan pangan nasional semakin tangguh menghadapi gejolak global.
“Kita punya cadangan kuat, produksi meningkat, dan SPHP yang aktif di lapangan. Ini bukti nyata kerja keras bersama menjaga pangan nasional,” tambah Amran, yang juga pernah menjabat Menteri Pertanian.
Langkah Bapanas ini dinilai sebagai kebijakan adaptif dan visioner di tengah tantangan ketahanan pangan dunia. Melalui sinergi lintas sektor dan komitmen yang kuat, pemerintah optimistis Indonesia akan semakin mandiri di sektor pangan dan mampu menjaga kesejahteraan rakyat secara berkelanjutan.
























Discussion about this post