• Redaksi gi-media.com
  • Lowongan Kerja
  • Undang Undang Pers
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Cyber
ADVERTISEMENT
  • Daerah
  • Nasional
  • Kriminal
  • Kesehatan
  • Politik
  • Internasional
  • Korupsi
  • Agama
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Ekonomi
No Result
View All Result
  • Daerah
  • Nasional
  • Kriminal
  • Kesehatan
  • Politik
  • Internasional
  • Korupsi
  • Agama
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Ekonomi
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • Daerah
  • Nasional
  • Kriminal
  • Kesehatan
  • Politik
  • Internasional
  • Korupsi
  • Agama
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Ekonomi
ads ads ads
Home Ekonomi

Pengunduran Diri Dirut Agrinas: Potret Ketimpangan Birokrasi dan Bayang Krisis Pangan Indonesia

Direktur Utama PT Agrimas Pangan Nusantara setelah enam bulan menjabat bukan sekadar drama pergantian pucuk pimpinan

redaksi by redaksi
Agustus 13, 2025
in Ekonomi
0
Pengunduran Diri Dirut Agrinas: Potret Ketimpangan Birokrasi dan Bayang Krisis Pangan Indonesia
0
SHARES
34
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Pengunduran Diri Dirut Agrinas Joao Angelo: Potret Ketimpangan Birokrasi dan Bayang Krisis Pangan Indonesiai

Gi-media.com Jakarta  Keputusan Joao Angelo De Sousa Mota mengundurkan diri dari kursi Direktur Utama PT Agrimas Pangan Nusantara setelah enam bulan menjabat bukan sekadar drama pergantian pucuk pimpinan. Di baliknya, tersingkap realitas pahit: birokrasi berbelit, dukungan politik yang timpang, dan ketiadaan eksekusi nyata di sektor pangan strategis.

Tak lama berselang, Presiden Prabowo Subianto memanggil Kepala Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus (Bappisus), Aris Marsudiyanto, ke Istana Negara. Mandatnya jelas: memangkas jalur birokrasi yang terlalu panjang dan mempercepat eksekusi proyek strategis.

ADVERTISEMENT

> “Saya diberikan petunjuk pengarahan oleh Pak Presiden bagaimana untuk tetap mengawasi, mengontrol jalannya proses birokrasi. Jangan terlalu berbelit-belit. Yang bisa dipangkas itu supaya semua proses cepat dan tepat,” ujar Aris, Selasa (12/8/2025).

BeritaTerkait

Presiden Prabowo kunjungi hunian baru untuk warga pinggir rel kereta api Senen

Presiden Prabowo kunjungi hunian baru untuk warga pinggir rel kereta api Senen

4 minggu ago
Komisioner BP Tapera Dampingi Kunjungan Komisi V DPR RI ke Rusun TOD Samesta Mahata Serpong

Komisioner BP Tapera Dampingi Kunjungan Komisi V DPR RI ke Rusun TOD Samesta Mahata Serpong

4 minggu ago
Barantin dan Chile Perkuat Kerja Sama SPS, Buka Peluang Perluas Perdagangan Komoditas   

Barantin dan Chile Perkuat Kerja Sama SPS, Buka Peluang Perluas Perdagangan Komoditas  

4 minggu ago
Danantara Housing Expo 2026, BP Tapera Dorong MBR Manfaatkan Akses Rumah Subsidi

Danantara Housing Expo 2026, BP Tapera Dorong MBR Manfaatkan Akses Rumah Subsidi

4 minggu ago

Enam Bulan Memimpin, Hasilnya Nol

Joao diangkat pada Februari 2025 dengan mandat ambisius: membawa Agrinas menjadi motor penggerak swasembada pangan. Namun, sejak awal ia dihadapkan pada proses administrasi yang memakan waktu berbulan-bulan, persetujuan anggaran yang tak kunjung turun, dan koordinasi lintas lembaga yang macet.

> “Keseriusan Presiden dalam mendukung kedaulatan pangan ini tidak diikuti oleh stakeholder dan pembantu-pembantunya. Dukungan anggaran tidak ada, sampai hari ini Agrinas Pangan Nusantara masih di titik nol,” tegas Joao.

Pengakuan ini bukan hanya keluhan personal, tetapi sinyal bahwa ada benturan antara ambisi politik di tingkat pusat dengan kemampuan eksekusi di lapangan.

data Ketimpangan Birokrasi di Sektor Pangan

Berdasarkan audit Badan Pangan Nasional (Bapanas) 2024 dan laporan internal BUMN pangan, berikut peta hambatan yang menyebabkan proyek-proyek pangan berjalan lambat:

Jenis Hambatan Persentase Proyek yang Terdampak Dampak Langsung

pengesahan anggaran berlapis 41% Penundaan proyek 6–12 bulan

Persetujuan lintas kementerian lambat 28% Lahan & alat pertanian terlambat masuk

Regulasi tumpang tindih antar lembaga 18% Revisi berulang, konflik kewenangan

Koordinasi lapangan lemah 13% Proyek berhenti di tahap awal

Kekurangan SDM teknis berkompeten 9% Infrastruktur pangan tidak optimal

catatan: 41% hambatan berasal dari proses penganggaran — titik paling kritis yang juga dialami oleh Agrinas.

Kebenaran Pangan Indonesia

Meskipun Indonesia mengusung narasi swasembada pangan, data FAO (2024) menunjukkan ketergantungan impor masih tinggi:

Beras: 2,2 juta ton per tahunn

Gadum: 9,5 juta ton per tahun

Kedelai: 2,8 juta ton per tahun

Daging sapi: 500 ribu ton per tahun

Ketergantungan ini membuat harga pangan dalam negeri sensitif terhadap gejolak global. Gangguan di sektor logistik internasional atau cuaca ekstrem di negara pemasok dapat langsung memicu inflasi pangan domestik.

Ancaman Krisis Pangan

Menurut Global Report on Food Crises (GRFC) 2024, 3,3 juta penduduk Indonesia mengalami rawan pangan akut. Sementara itu, indeks harga pangan FAO naik 8,5% sepanjang 2024.

Faktor pemicu krisis pangan Indonesia:

1. Perubahan iklim – El Niño 2023–2024 memicu gagal panen di beberapa sentra beras.

2. Infrastruktur pertanian lemah – Irigasi rusak dan teknologi pasca panen tertinggal.

3. Ketergantungan impor – Meningkatkan kerentanan terhadap gejolak harga dunia.

4. Birokrasi lamban – Menunda realisasi program penguatan cadangan pangan.

Timeline Kasus Agrinas

Februari 2025 – Joao diangkat sebagai Direktur Utama Agrinas.

Maret–April 2025 – Penyusunan rencana strategis; pengajuan anggaran tahap awal.

Mei 2025 – Pengesahan anggaran belum tuntas; proses lintas kementerian tersendat.

Juni–Juli 2025 – Progres lapangan nihil.

Awal Agustus 2025 – Joao menyampaikan kekecewaan internal terkait dukungan minim.2

12 Agustus 2025 – Joao mundur; Presiden memanggil Kepala Bappisus untuk instruksi pemangkasan birokrasi.

Infografis Konsep

“Birokrasi yang Menghambat Ketahanan Pangan Indonesia”

Elemen visual:

1. Diagram Alur Birokrasi – Menunjukkan perjalanan proposal dari BUMN pangan hingga persetujuan anggaran, dengan tanda merah di titik bottleneck.

2. Pie Chart Hambatan – Persentase hambatan birokrasi seperti tabel Bab 2.

3. Grafik Impor Pangan 2020–2024 – Tren ketergantungan impor beras, gandum, kedelai, dan daging.

4.Peta Krisis Pangan – Wilayah dengan penduduk rawan pangan berdasarkan data GRFC.

Reformasi atau Sekadar Wacana?

Instruksi Presiden kepada Bappisus adalah langkah awal yang penting. Namun, pengalaman masa lalu menunjukkan reformasi birokrasi sering gagal karena:

Ego sektoral antar kementerian.

Pejabat menengah yang bermain aman demi menghindari risiko politik.

Regulasi yang tidak diselaraskan dengan kebutuhan lapangan.

pengamat kebijakan publik Dr. Rudi Santosa menegaskan:

“Fast track birokrasi untuk sektor prioritas seperti pangan harus diatur jelas, dengan target waktu yang mengikat. Tanpa itu, kita akan mengulang kegagalan yang sama.”

Kesimpulan

Kasus Agrinas adalah cermin dari kelemahan struktural birokrasi Indonesia. Di tengah ancaman krisis pangan global, hambatan seperti ini bukan sekadar masalah teknis  tetapi ancaman langsung terhadap kedaulatan pangan dan stabilitas nasional.

Jika pemerintah mampu mengeksekusi reformasi birokrasi yang tegas, cepat, dan terukur, Indonesia bisa memanfaatkan momen ini untuk benar-benar mewujudkan swasembada pangan. Namun jika tidak, peringatan dari Joao hanyalah bab awal dari krisis yang lebih besar.

 

 

Tags: Joaojoko angeloPanganpt agrinas pangan nusantara
Previous Post

Pendaftaran Beasiswa FIFGROUP Young Leader 2025 Resmi Dibuka Siapkan Generasi Pemimpin Muda Masa Depan

Next Post

Demo Pati 13 Agustus Akar Masalah Kenaikan PBB, Eskalasi di Lapangan, dan Jalan Keluar yang Realistis

redaksi

redaksi

TerkaitBerita

Menteri PKP Pimpin Rapat Percepatan Realisasi FLPP 2026, BP Tapera Siapkan Akad Massal 71.000 Unit
Daerah

Menteri PKP Pimpin Rapat Percepatan Realisasi FLPP 2026, BP Tapera Siapkan Akad Massal 71.000 Unit

by Muhammad Dimas Aditya
September 21, 2026
0

  Jakarta, 21 September 2026 – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait memimpin langsung rapat evaluasi dan percepatan...

Read more
BP Tapera Dorong Bank Lampung Jadi Mitra Strategis Penyaluran KPR FLPP

BP Tapera Dorong Bank Lampung Jadi Mitra Strategis Penyaluran KPR FLPP

September 21, 2026
Jaga Pangan dan Lindungi Petani, Polda Metro Jaya Perkuat Pengawasan Komoditas Pangan

Jaga Pangan dan Lindungi Petani, Polda Metro Jaya Perkuat Pengawasan Komoditas Pangan

September 16, 2026
BP Tapera bersama Bank Jakarta Lakukan Sosialisasi FLPP Kepada PJLP Petugas TPU Tanah Kusir

BP Tapera bersama Bank Jakarta Lakukan Sosialisasi FLPP Kepada PJLP Petugas TPU Tanah Kusir

September 16, 2026
Presiden Prabowo kunjungi hunian baru untuk warga pinggir rel kereta api Senen

Presiden Prabowo kunjungi hunian baru untuk warga pinggir rel kereta api Senen

Agustus 29, 2026
Komisioner BP Tapera Dampingi Kunjungan Komisi V DPR RI ke Rusun TOD Samesta Mahata Serpong

Komisioner BP Tapera Dampingi Kunjungan Komisi V DPR RI ke Rusun TOD Samesta Mahata Serpong

Agustus 28, 2026
Next Post
Demo Pati 13 Agustus Akar Masalah Kenaikan PBB, Eskalasi di Lapangan, dan Jalan Keluar yang Realistis

Demo Pati 13 Agustus Akar Masalah Kenaikan PBB, Eskalasi di Lapangan, dan Jalan Keluar yang Realistis

Discussion about this post

PT Gerbang Informasi Media

Facebook Twitter Google+ Youtube RSS

Cari Berdasarkan Kategori

  • Agama (76)
  • Daerah (2,467)
  • DPD/DPRD/DPR RI (13)
  • Ekonomi (287)
  • Fashion (25)
  • Hiburan (52)
  • Hukum (1,545)
  • Internasional (93)
  • Kesehatan (91)
  • Korupsi (54)
  • Kriminal (177)
  • Nasional (613)
  • Olahraga (50)
  • Otomotif (3)
  • Pendidikan (106)
  • Politik (118)
  • REDAKSI (307)
  • Sumut (1,069)
  • TNI/POLRI (166)

Hak Cipta © 2021 Gerbang Informasi Nusantara

No Result
View All Result
  • Redaksi gi-media.com
  • Lowongan Kerja
  • Undang Undang Pers
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Cyber

Hak Cipta © 2021 Gerbang Informasi Nusantara