Gi-Media.com – Jakarta, 14 Januari 202 Badan Karantina Indonesia (Barantin) menegaskan bahwa kondisi politik dan geopolitik global yang terjadi di Venezuela tidak berdampak signifikan terhadap perdagangan komoditas pertanian, peternakan, dan perikanan Indonesia. Perdagangan tetap berlangsung normal dan pasokan nasional tetap terjaga melalui diversifikasi sumber impor serta hubungan dagang dengan berbagai negara mitra.
“Dinamika geopolitik global yang berkembang, termasuk situasi internal dan tekanan internasional terhadap Venezuela, terutama di sektor energi, tidak berpengaruh langsung terhadap perdagangan komoditas pertanian Indonesia. Hal ini disebabkan oleh rendahnya ketergantungan Indonesia terhadap Venezuela sebagai negara asal komoditas pangan strategis,” kata Kepala Barantin Sahat M. Panggabean dalam siaran pers di Jakarta, Rabu (14/01).

Sahat menjelaskan, berdasarkan data ekspor dan impor Barantin, Best Trust (Barantin Electronic System for Transaction and Utility Service Technology), impor Indonesia yang berasal dari Venezuela selama tahun 2025 hanya mencakup sebagian kecil dari total volume nasional. Tercatat komoditas kacang hijau asal Venezuela yang masuk ke Indonesia sebanyak 96 kali dengan total volume 9.081 ton atau sekitar 0,63 persen dari total volume nasional, sedangkan impor kakao biji hanya 10 kali dengan total volume 680 ton atau sekitar 0,01 persen dari total volume nasional.
“Angka tersebut menunjukkan bahwa kontribusi Venezuela terhadap pasokan nasional sangat terbatas. Sedangkan produk Indonesia yang di ekspor ke Venezuela seperti minyak sawit, kayu olahan, tuna dan benih kelapa sawit, jumlahnya relatif kecil,” imbuhnya.
Sebagai langkah antisipasi dan penguatan ketahanan perdagangan, menurutnya Indonesia telah menerapkan strategi diversifikasi sumber negara asal komoditas. Kebutuhan kacang hijau nasional dapat dipenuhi dari negara lain, seperti Australia dan Kanada. Sementara itu, kebutuhan kakao biji untuk industri pengolahan dalam negeri umumnya dipasok dari negara produsen utama, seperti Pantai Gading, Ghana, dan Ekuador.
Barantin terus menjalankan fungsi pengawasan melalui penerapan tindakan karantina dan biosekuriti secara ketat terhadap seluruh komoditas yang masuk dan keluar wilayah Indonesia. Langkah ini dilakukan untuk memastikan keamanan pangan, kesehatan hewan, ikan, dan tumbuhan, serta pelindungan sumber daya alam hayati Indonesia.
“Dengan kondisi tersebut, Barantin memastikan bahwa stabilitas perdagangan komoditas pertanian, peternakan, dan perikanan nasional tetap terjaga di tengah dinamika geopolitik global,” pungkasnya.






















Discussion about this post