• Redaksi gi-media.com
  • Lowongan Kerja
  • Undang Undang Pers
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Cyber
ADVERTISEMENT
  • Daerah
  • Nasional
  • Kriminal
  • Kesehatan
  • Politik
  • Internasional
  • Korupsi
  • Agama
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Ekonomi
No Result
View All Result
  • Daerah
  • Nasional
  • Kriminal
  • Kesehatan
  • Politik
  • Internasional
  • Korupsi
  • Agama
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Ekonomi
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • Daerah
  • Nasional
  • Kriminal
  • Kesehatan
  • Politik
  • Internasional
  • Korupsi
  • Agama
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Ekonomi
ads ads ads
Home Ekonomi

Catatan Satu Tahun Pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka: Rapor Merah untuk Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia

Walaupun menjanjikan 19 juta lapangan kerja, realitas pekerja masih menghadapi PHK, outsourcing, dan perlindungan minima

redaksi by redaksi
Oktober 19, 2025
in Ekonomi
0
Catatan Satu Tahun Pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka: Rapor Merah untuk Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia
0
SHARES
22
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Gi-media.com Jakarta Menjelang genap satu tahun pemerintahan Prabowo-Gibran pada Oktober 2025, sejumlah pihak menyoroti kinerja Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) yang dinilai belum tangguh dalam menjawab problematika ketenagakerjaan nasional. Data dan catatan buruh menunjukkan sejumlah tantangan utama yang belum terselesaikan, termasuk pemutusan hubungan kerja (PHK) yang masih tinggi, praktik outsourcing yang belum terkendali, dan penundaan pembahasan kebijakan strategis.

Poin Utama Rilis Pers

  1. PHK: Tren yang mengkhawatirkan
    • Laporan dari Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) menunjuk bahwa dari awal 2024 hingga pertengahan 2025, angka PHK “mendekati seratus ribu orang” di berbagai sektor industri seperti tekstil, garmen, elektronik, hingga pertambangan.
    • Data resmi Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia mencatat hingga awal Juni 2025, sekitar 30.000 pekerja terdampak PHK, dengan konsentrasi tertinggi di Jawa Tengah dan DKI Jakarta, serta sektor pengolahan, perdagangan besar & eceran dan jasa.
    • Tantangan ini menunjukkan bahwa meskipun ekonomi tumbuh, penciptaan lapangan kerja formal berkualitas belum optimal dan perlindungan bagi pekerja yang kehilangan pekerjaan masih perlu diperkuat.
  2. Janji 19 juta lapangan kerja belum mencerminkan kualitas yang diharapkan
    • Pemerintah sebelumnya menetapkan target penciptaan 19 juta lapangan kerja dalam satu tahun pemerintahan, namun menurut analisis Institute for Development of Economics and Finance (Indef), realisasinya masih jauh dari ideal.
    • Penyerapan tenaga kerja memang tampak naik, namun mayoritas masih berada di sektor informal yang produktivitas dan perlindungannya rendah. “…belum ada lapangan pekerjaan berkualitas…” menurut Indef.
    • Permasalahan struktural seperti mismatch kompetensi, persaingan impor, serta dominasi investasi padat modal namun rendah penyerapan tenaga kerja turut menjadi hambatan.
  3. Praktik outsourcing, pekerja kontrak berkepanjangan, dan TKA non-ahli masih jadi sorotan
    • KSPI mencatat bahwa sejumlah “isu klasik” tetap bergulir: upah rendah, outsourcing yang tak terkendali, kontrak berkepanjangan, dan kehadiran tenaga kerja asing (TKA) non-ahli yang belum mendapat perlindungan memadai.
    • Bahkan Menteri Ketenagakerjaan sendiri menyebut bahwa sistem outsourcing banyak merugikan pekerja karena gaji minim hingga jenjang karier yang tak jelas.
    • Hal ini menunjukkan bahwa regulasi dan pengawasan di sektor ketenagakerjaan masih perlu diperkuat agar hak pekerja terpenuhi dan pasar tenaga kerja lebih adil.
  4. Penundaan besar dalam pembahasan RUU Ketenagakerjaan dan reputasi institusi yang terkoyak
    • KSPI menyebut penyusunan Rancangan Undang‑Undang Ketenagakerjaan (RUU Ketenagakerjaan) yang menjadi amanat Putusan Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia Nomor 168/PUU-XXI/2024 belum memasuki tahap serius hingga satu tahun pemerintahan berlalu.
    • Di sisi lain, dua kasus korupsi besar yang menyeret institusi Kemnaker — kasus izin TKA dan sertifikasi K3 — telah mencoreng kredibilitas.
    • Situasi ini dinilai sebagai indikasi bahwa fungsi strategis Kemnaker sebagai pelindung pekerja belum tergarap secara maksimal.
  5. Penilaian rapor merah dan panggilan untuk tindakan nyata
    • KSPI menilai “rapor untuk Menteri Ketenagakerjaan dan Wakil Menteri Ketenagakerjaan adalah merah” dengan skor hanya 5 dari 10.
    • Mereka menyerukan agar Presiden Prabowo mengevaluasi kinerja Kemnaker, memperkuat pengawasan ketenagakerjaan, serta menyiapkan langkah konkret untuk menekan PHK dan meningkatkan kesejahteraan pekerja.
    • Alternatif yang diajukan termasuk reshuffle jabatan ataupun perubahan strategi kebijakan ketenagakerjaan untuk menjawab ekspektasi publik.

Kesimpulan & Rekomendasi Publik
Walaupun terdapat sejumlah kebijakan dan target yang telah dicanangkan pemerintah dalam satu tahun kepemimpinan Prabowo-Gibran, realisasi di sektor ketenagakerjaan masih menghadapi hambatan struktural yang signifikan. Untuk itu, penguatan berikut sangat disarankan:

ADVERTISEMENT
  • Mempercepat pembahasan dan pengesahan RUU Ketenagakerjaan sebagai payung hukum yang menyeluruh bagi perlindungan pekerja.
  • Meningkatkan transparansi dan akurasi data PHK, outsourcing, serta pelaksanaan kebijakan ketenagakerjaan melalui sistem digitalisasi yang terintegrasi.
  • Memprioritaskan penciptaan lapangan kerja formal dan berkualitas, bukan hanya kuantitas, dengan memperhatikan perlindungan sosial, jenjang karier, dan kepastian hukum.
  • Memperkuat pengawasan terhadap praktik outsourcing dan pekerja kontrak, serta memberlakukan sanksi tegas terhadap pelanggaran hak-hak pekerja.
  • Meningkatkan peran Kemnaker sebagai institusi pelindung pekerja melalui reformasi internal, peningkatan kompetensi, dan penguatan integritas institusi.

 

BeritaTerkait

Strategi BP Tapera Mengejar 3 Bulan Terakhir di Tahun 2026

Strategi BP Tapera Mengejar 3 Bulan Terakhir di Tahun 2026

3 minggu ago
Ekspor Durian Sulteng Capai Rp871 Miliar, Karding Dorong 1.000 Pelaku Usaha Naik Kelas   

Ekspor Durian Sulteng Capai Rp871 Miliar, Karding Dorong 1.000 Pelaku Usaha Naik Kelas  

3 minggu ago
Barantin-Pemkot Palu Perkuat Pengawasan, UMKM Didorong Tembus Pasar Ekspor

Barantin-Pemkot Palu Perkuat Pengawasan, UMKM Didorong Tembus Pasar Ekspor

3 minggu ago
Menteri PKP Pimpin Rapat Percepatan Realisasi FLPP 2026, BP Tapera Siapkan Akad Massal 71.000 Unit

Menteri PKP Pimpin Rapat Percepatan Realisasi FLPP 2026, BP Tapera Siapkan Akad Massal 71.000 Unit

4 minggu ago
Source: https://gi-media.com/2025/09/13/ekonomiinvestasibankindonesia/
Via: Gi-media.com
Tags: 2025Ekonomikementerian tenaga kerja
Previous Post

FIFGROUP Raih Penghargaan dalam Ajang Indonesia Corporate Sustainability Initiatives 2025

Next Post

FIFGROUP Dukung Kesehatan dan Lingkungan: Bangun Ruang UKS di SDN 2 Bojongmenteng dan Tanam 360 Pohon di Lebak, Banten

redaksi

redaksi

TerkaitBerita

BP Tapera Perkuat Sinergi dengan Bappenas dan Kementerian PKP untuk Percepatan Program 3 Juta Rumah
Ekonomi

BP Tapera Perkuat Sinergi dengan Bappenas dan Kementerian PKP untuk Percepatan Program 3 Juta Rumah

by Muhammad Dimas Aditya
Oktober 20, 2026
0

  Jakarta, 20 Oktober 2026 — Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) terus memperkuat sinergi dengan Kementerian Perencanaan Pembangunan...

Read more
BP Tapera Optimalkan Penyaluran FLPP melalui Penguatan Ekosistem Perumahan di Subang

BP Tapera Optimalkan Penyaluran FLPP melalui Penguatan Ekosistem Perumahan di Subang

Oktober 6, 2026
KRIYANUSA 2026 Jadi Etalase Kriya Nusantara, Yane Ardian Dorong Perajin Naik Kelas

KRIYANUSA 2026 Jadi Etalase Kriya Nusantara, Yane Ardian Dorong Perajin Naik Kelas

September 30, 2026
BP Tapera Perkuat Sinergi dengan Kementerian Kehutanan melalui Program KPR Subsidi FLPP

BP Tapera Perkuat Sinergi dengan Kementerian Kehutanan melalui Program KPR Subsidi FLPP

September 29, 2026
Strategi BP Tapera Mengejar 3 Bulan Terakhir di Tahun 2026

Strategi BP Tapera Mengejar 3 Bulan Terakhir di Tahun 2026

September 28, 2026
Ekspor Durian Sulteng Capai Rp871 Miliar, Karding Dorong 1.000 Pelaku Usaha Naik Kelas   

Ekspor Durian Sulteng Capai Rp871 Miliar, Karding Dorong 1.000 Pelaku Usaha Naik Kelas  

September 28, 2026
Next Post
FIFGROUP Dukung Kesehatan dan Lingkungan: Bangun Ruang UKS di SDN 2 Bojongmenteng dan Tanam 360 Pohon di Lebak, Banten

FIFGROUP Dukung Kesehatan dan Lingkungan: Bangun Ruang UKS di SDN 2 Bojongmenteng dan Tanam 360 Pohon di Lebak, Banten

Discussion about this post

PT Gerbang Informasi Media

Facebook Twitter Google+ Youtube RSS

Cari Berdasarkan Kategori

  • Agama (76)
  • Daerah (2,497)
  • DPD/DPRD/DPR RI (13)
  • Ekonomi (294)
  • Fashion (25)
  • Hiburan (52)
  • Hukum (1,733)
  • Internasional (93)
  • Kesehatan (91)
  • Korupsi (54)
  • Kriminal (179)
  • Nasional (619)
  • Olahraga (53)
  • Otomotif (3)
  • Pendidikan (107)
  • Politik (121)
  • REDAKSI (307)
  • Sumut (1,072)
  • TNI/POLRI (204)

Hak Cipta © 2021 Gerbang Informasi Nusantara

No Result
View All Result
  • Redaksi gi-media.com
  • Lowongan Kerja
  • Undang Undang Pers
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Cyber

Hak Cipta © 2021 Gerbang Informasi Nusantara