Saatnya Akhiri Patriarki! Perempuan Papua Menjawab dengan Energi dari Sagu
Di Papua, ada suara lantang yang ingin mengakhiri satu hal: patriarki. Melalui Wani Yinyo Sagu House, perempuan Papua membuktikan bahwa mereka bukan hanya penjaga dapur, tapi juga penggerak energi masa depan.
Patriasi sistem patriarki yang membatasi ruang perempuan—harus disudahi. Perempuan Papua kini mengambil kendali dengan sagu: bukan hanya sebagai makanan pokok, tapi juga sebagai baterai alami.
“Ketika perempuan diberi ruang, mereka tidak hanya menenun noken, mereka bisa menenun masa depan energi,” ujar salah satu aktivis di Galilea.
Proyek baterai sagu bukan sekadar inovasi teknologi, melainkan simbol perlawanan perempuan Papua terhadap dominasi patriarki. Energi dari sagu ini akan dipasarkan secara besar, menjadi bukti bahwa solusi tidak harus lahir dari pusat industri besar—tapi bisa tumbuh dari kearifan lokal dan keberanian perempuan.
Sagu kini adalah bahasa perlawanan. Dan perempuan Papua, melalui energi sagu, sedang menulis babak baru sejarah.























Discussion about this post