Jakarta, Gi-media.c9m
Penetapan Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Immanuel Ebenezer alias Noel sebagai tersangka dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendapatkan tanggapan beragam dari masyarakat.
Salah satunya dari Muhammad Sutisna selaku Co Founder Forum Intelektual Muda, saat dihubungi awak media melalui sambungan seluler (Senin, 25 Agustus 2025) yang mengatakan bahwasanya Peristiwa ini menjadi pukulan telak bagi kredibilitas Kabinet Merah Putih di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Mengingat Kasus pemerasan terkait sertifikasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang menjerat Noel, dengan dugaan menerima aliran dana Rp3 miliar, menunjukkan adanya celah serius dalam integritas pejabat tinggi di lingkungan pemerintahan.
Sutisna juga mengatakan menilai bahwa peristiwa ini harus menjadi sinyal kuat bagi Presiden Prabowo untuk segera melakukan reshuffle kabinet guna memulihkan kepercayaan publik dan menegakkan komitmen pemerintahan yang bersih.
Apalagi dalam melihat Kegagalan sejumlah menteri dalam menangani isu strategis, khususnya di sektor perdagangan, semakin memperkuat kebutuhan akan perombakan kabinet guna menghadirkan figur-figur kompeten yang mampu menjawab tantangan ekonomi dan sosial yang kian kompleks. “Ungkap Sutisna”.
Sutisna juga mengungkapkan bahwasanya Hari ini, masyarakat Indonesia dilanda kecemasan yang luar biasa, mulai dari ketidakstabilan harga pangan, seperti beras, gula, dan minyak goreng, terus membebani daya beli rakyat. Kebijakan perdagangan yang tidak memadai, ditambah dengan maraknya impor barang konsumsi, telah memicu keresahan di kalangan pelaku usaha lokal, terutama UMKM, yang merasa tersisih di pasar domestik.
Kondisi ini juga diperparah dengan kebijakan kontroversial, seperti Permendag Nomor 7 Tahun 2024, yang dinilai mempermudah masuknya barang impor tanpa pengendalian yang memadai, sehingga mengancam keberlangsungan industri lokal. Situasi ini menunjukkan adanya kelemahan struktural dalam pengelolaan sektor perdagangan, yang menjadi salah satu pilar utama perekonomian nasional. “Ujar Sutisna”.
Sehingga reshuffle kabinet menjadi keharusan untuk menghadirkan figur-figur kompeten yang mampu menjawab tantangan ini dengan solusi yang konkret, inovatif, dan berpihak pada kepentingan rakyat.
Dimana menurut alumni Magister Intelijen Universitas Indonesia ini, mengungkapkan dalam konteks sekarang, posisi Menteri Perdagangan menjadi salah satu yang paling kritis untuk dirombak.
Mengingat Budi Santoso, yang saat ini menjabat sebagai Menteri Perdagangan, dinilai belum mampu mengatasi tantangan krusial di sektor ini. Bahkan dirinya belum menunjukkan terobosan signifikan dalam menstabilkan harga pangan atau mengendalikan impor yang merugikan ekonomi lokal.
Kegagalan ini, ditambah dengan tekanan ekonomi yang semakin berat, memperkuat urgensi penggantian menteri perdagangan dengan figur yang lebih visioner dan solutif.
Sutisna mengatakan ditengah awan gelap pastinya akan ada cahaya yang terang, dimana hal ini menggambarkan tentang perlu ada sosok yang menggantikan Menteri Perdagangan saat ini dengan figur yang lebih baik.
Figur tersebut adalah Harvick Hasnul Qalbi yang pernah menjadi Wakil Menteri Pertanian (2020 – 2024)
memiliki rekam jejak yang kuat dalam pengelolaan isu-isu perekonomian berbasis masyarakat.
Apalagi dirinya Sebagai mantan Bendahara Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (NU) dan Ketua Lembaga Perekonomian NU, Harvick telah menunjukkan dedikasi dalam memajukan ekonomi umat melalui pendekatan yang inklusif dan berorientasi pada pemberdayaan. Serta memiliki kemapuan dalam hal landasan teknis untuk merumuskan kebijakan yang efisien dan terukur.
Selain itu pengalaman organisasinya yang luas, terutama dalam memahami dinamika kebutuhan masyarakat akar rumput, menjadikannya figur yang ideal untuk menjembatani kepentingan pelaku usaha lokal dengan kebijakan nasional.
Harvick diyakini mampu membawa angin segar dengan merumuskan strategi perdagangan yang melindungi produk domestik, mengurangi ketergantungan pada impor, dan memastikan stabilitas harga kebutuhan pokok. “Tutup Sutisna”























Discussion about this post