Gi-media.com CIREBON – Senin (17/2) menjadi hari yang berbeda di Pelabuhan Cirebon, Jawa Barat. Di dermaga yang biasanya dipenuhi aktivitas bongkar muat dan lalu lintas kapal nelayan,
tampak rombongan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Mereka hadir untuk melihat lebih dekat Kapal Survei Geomarin III,
kapal riset andalan milik Badan Geologi yang berperan penting dalam pemetaan dan eksplorasi geologi kelautan Indonesia.
Rombongan dipimpin oleh Penasihat DWP Kementerian ESDM, Sri Suparni Bahlil, bersama Wakil Penasihat DWP Kementerian ESDM, Khairina Yuliot. Kunjungan ini bertujuan menambah wawasan, memperluas pemahaman, sekaligus meneguhkan komitmen mendukung kerja besar Kementerian ESDM.
“Ini merupakan pengalaman pertama bagi saya mengunjungi Balai Besar Survei dan Pemetaan Geologi Kelautan (BBSPG). Saya berterima kasih kepada Badan Geologi, semoga kunjungan kali ini berkesan untuk kita semua,
khususnya Ibu-Ibu DWP. Kunjungan ke Unit Badan Geologi ini merupakan kali kedua setelah HUT DWP beberapa waktu lalu,” ujar Sri dalam sambutannya.
Wawasan Baru di Kapal Survei Geomarin III
Bagi sebagian orang, kapal penelitian mungkin terdengar asing. Namun, Geomarin III adalah simbol kecanggihan teknologi sekaligus komitmen Indonesia menjaga dan menggali potensi laut nusantara. Dengan bobot 1.254 GT, kapal ini dirancang khusus untuk melaksanakan survei geologi kelautan di lepas pantai (offshore).
Peralatan di atas kapal bukan sekadar mesin, melainkan perangkat ilmu pengetahuan:Multibeam echosounder untuk memetakan dasar laut.
Side scan sonar untuk menggambarkan kondisi permukaan bawah laut.
Sub-bottom profiler untuk mengetahui lapisan geologi bawah dasar laut.
Laboratorium mini yang memungkinkan analisis langsung di atas kapal.
Melalui teknologi tersebut, Geomarin III mampu menyajikan data penting tentang potensi sumber daya mineral, energi, hingga kondisi geologi laut yang berkaitan erat dengan mitigasi bencana.
“Setiap unit di Kementerian ESDM memiliki kekhususan tanggung jawab sendiri-sendiri. Dengan mengenal lebih dekat, pemahaman dan wawasan kita di lingkup Kementerian ESDM semakin lengkap,” tambah Sri.
Laut sebagai Identitas dan Masa Depan Energi
Indonesia dikenal sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, dengan lebih dari 17.000 pulau dan luas laut mencapai 6,4 juta km². Laut bukan hanya ruang perhubungan, melainkan juga gudang sumber daya.
Di sinilah peran Geomarin III menjadi vital. Kapal ini membantu negara mengidentifikasi cadangan minyak dan gas bumi, potensi energi baru terbarukan dari laut, hingga kekayaan mineral dasar laut.
Semua data yang dikumpulkan menjadi pondasi dalam perumusan kebijakan energi nasional.
Keberadaan Geomarin III menegaskan bahwa laut adalah identitas, budaya, sekaligus masa depan energi Indonesia. Dengan mengenalnya lebih dalam, bangsa ini semakin siap mengelola sumber daya untuk generasi mendatang.
Dari Teknologi ke Edukasi
Kunjungan DWP Kementerian ESDM bukan sekadar melihat kapal, melainkan juga membuka pintu edukasi bagi anggota. Melalui penjelasan dari para peneliti BBSPG, para anggota DWP dapat memahami bagaimana ilmu geologi kelautan bekerja dan kontribusinya bagi pembangunan nasional.
“Kegiatan kunjungan ini dapat memberi pengalaman berharga dan manfaat bagi seluruh anggota DWP untuk memahami ragam tugas dan fungsi Kementerian ESDM,” tutur Sri.
Dengan pemahaman itu, para anggota DWP dapat menjadi jembatan pengetahuan, menyampaikan pesan-pesan energi kepada keluarga dan masyarakat.
Perempuan, Energi, dan Pemberdayaan
Kehadiran DWP dalam kunjungan ini juga memberi pesan simbolis: perempuan memiliki peran penting dalam mendukung sektor energi. Meski tidak berada di garis depan teknis, dukungan keluarga, pemahaman akan peran kementerian, dan keterlibatan aktif dalam kegiatan edukatif menjadi fondasi bagi tercapainya tujuan besar pembangunan energi.
Perempuan adalah pendidik generasi. Dengan memahami pentingnya eksplorasi energi dan survei geologi kelautan, mereka dapat menanamkan nilai kepedulian terhadap lingkungan, energi, dan kebangsaan sejak dini kepada anak-anak dan keluarga.
Menguatkan Dimensi Sosial dan Budaya
Setelah mengunjungi Geomarin III, rombongan DWP Kementerian ESDM melanjutkan perjalanan ke sentra batik Trusmi, Cirebon. Di sana, mereka berkesempatan melihat langsung kerajinan batik khas daerah, bahkan mencoba proses membatik secara tulis dan cetak.
Langkah ini menunjukkan keselarasan antara teknologi dan budaya. Energi dan sumber daya mineral bukan sekadar soal eksplorasi, melainkan juga soal pemberdayaan masyarakat dan pelestarian tradisi.
Melalui batik, identitas bangsa dijaga. Melalui survei geologi kelautan, masa depan energi dipastikan. Kedua hal ini bertemu dalam satu bingkai: Indonesia yang berdaya dan berbudaya.
Edukasi Publik tentang Peran ESDM
Kegiatan ini juga menjadi momentum penting untuk mengedukasi masyarakat luas. Bahwa di balik listrik yang menyala, bahan bakar yang tersedia, atau upaya menjaga lingkungan, ada kerja-kerja ilmiah yang tidak terlihat namun fundamental.
Geomarin III adalah contoh nyata. Ia berlayar senyap di laut, mengumpulkan data yang kelak menentukan arah pembangunan energi nasional. Tanpa pemetaan yang akurat, perencanaan energi akan pincang.
Dengan mengangkat kisah Geomarin III, masyarakat diajak untuk lebih memahami peran Kementerian ESDM dan badan-badan teknis di dalamnya. Pemahaman publik inilah yang akan memperkuat dukungan terhadap kebijakan energi.
Dampak Jangka Panjang
Ada tiga dampak jangka panjang dari keberadaan kapal survei seperti Geomarin III:
Kedaulatan Energi – Data yang akurat menjadi dasar eksplorasi sumber daya, baik energi fosil maupun energi baru terbarukan.
Mitigasi Bencana – Pemetaan geologi laut membantu memprediksi dan mengantisipasi potensi tsunami, gempa bawah laut, atau letusan gunung api bawah laut.
Pembangunan Berkelanjutan – Data kelautan mendukung pengelolaan ruang laut yang selaras dengan prinsip lingkungan, sosial, dan ekonomi.
Dengan kata lain, keberadaan Geomarin III berdampak langsung pada Sustainable Development Goals (SDGs) yang juga menjadi prioritas pemerintah.
Penutup: Laut, Energi, dan Masa Depan Kita
Kunjungan DWP Kementerian ESDM ke Geomarin III di Cirebon tidak hanya meninggalkan kesan, tetapi juga menyampaikan pesan mendalam: energi adalah tanggung jawab bersama, dan laut adalah laboratorium besar yang menyimpan masa depan bangsa.
Melalui pemahaman, edukasi, dan keterlibatan semua pihak, Indonesia semakin siap melangkah menuju kedaulatan energi yang berkelanjutan, berkeadilan, dan berorientasi pada kemaslahatan rakyat.
Bagi anggota DWP, pengalaman ini menjadi bekal berharga untuk mendukung peran keluarga besar Kementerian ESDM. Bagi masyarakat luas, kisah Geomarin III adalah pengingat bahwa di balik setiap kebijakan energi, ada kerja keras, teknologi, dan komitmen menjaga bumi pertiwi.
























Discussion about this post