Gi-media.com. Labuan Bajo, 10 Agustus 2025Di bawah langit biru Flores yang memantulkan cahaya laut, ribuan orang berkumpul di jantung Labuan Bajo untuk merayakan Festival Golo Koe Maria Assumta Nusantara. Bagi sebagian orang, ini adalah momen spiritual. Bagi sebagian lain, ini adalah pesta budaya. Namun bagi PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), ini adalah cerita nyata tentang konektivitas, ekonomi rakyat, dan makna Indonesia seutuhnya.
Memperingati 80 tahun Kemerdekaan Republik Indonesia, ASDP hadir bukan hanya sebagai penyedia transportasi penyeberangan, tetapi juga sebagai penggerak ekonomi & sosial yang menjembatani pulau, menghubungkan komunitas, dan membawa dampak nyata bagi masyarakat.
Konektivitas Maritim: Nadi yang Menghidupkan Festival
Sebagai kota gerbang menuju destinasi premium, Labuan Bajo semakin bersinar lewat event berskala nasional dan internasional. Festival Golo Koe adalah salah satu magnet wisata religi yang menempatkan Flores di peta dunia. Namun tanpa akses yang lancar, kemeriahan ini hanya akan menjadi cerita yang tak sampai.
Untuk itu, ASDP menyediakan lahan parkir seluas 2.230 meter persegi yang mampu menampung lebih dari 135 kendaraan. Lokasinya strategis, hanya 400 meter dari titik utama festival melalui jalan utama, atau 250 meter lewat Promenade yang terhubung langsung dengan Hotel Meruorah.
Fasilitas ini merupakan hasil kolaborasi erat antara ASDP, Dinas Perhubungan, dan Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat, yang memastikan arus pengunjung baik wisatawan maupun warga lokal etap tertib dan nyaman.
> “Festival Golo Koe adalah ruang perjumpaan lintas suku, budaya, dan keyakinan di Flores yang merefleksikan kekayaan bangsa. Kami ingin memastikan kelancaran akses bagi umat dan masyarakat yang hadir. Perayaan ini dapat menjadi magnet wisata religi yang terbuka dan inklusif, sekaligus mendorong perekonomian daerah,” ujar Shelvy Arifin, Sekretaris Perusahaan ASDP.
Menghidupkan Ekonomi Lokal
Di balik dentingan gamelan Manggarai dan tarian caci yang memukau, ada denyut ekonomi yang mengalir. Festival ini membuka peluang bagi pedagang kecil, pengrajin, penyedia jasa transportasi lokal, dan pelaku usaha pariwisata untuk meraup keuntungan.
ASDP memahami bahwa konektivitas adalah pintu menuju pertumbuhan ekonomi. Dengan menghubungkan pulau dan memudahkan pergerakan orang serta barang, roda ekonomi berputar lebih cepat, lapangan kerja tercipta, dan peluang usaha tumbuh.
Data Januari–Juli 2025 mencatat:
Sape → Labuan Bajo: 19.956 penumpang & 4.534 kendaraan (terbanyak roda dua: 2.287 unit)
Labuan Bajo → Sape: 20.430 penumpang & 3.908 kendaraan (terbanyak roda dua: 2.081 unit)
Angka ini membuktikan bahwa lintasan Sape–Labuan Bajo adalah jalur vital yang menjadi urat nadi pariwisata dan perdagangan di kawasan ini.
Pelestarian Budaya: Lebih dari Sekadar Perjalanan
Festival Golo Koe adalah perayaan yang lahir dari spiritualitas masyarakat Flores mengutamakan kebersamaan, penghormatan terhadap alam, dan martabat manusia.
Ketua Umum Festival, RD. Rikardus Manggu, menjelaskan:
> “Dengan semangat sinodalitas, festival ini menjadi ruang dialog antarumat sekaligus kekuatan pemersatu bangsa.”
Ketua Pelaksana, Fransiskus Sales Sodo, menambahkan bahwa acara ini adalah momentum untuk memposisikan Labuan Bajo sebagai destinasi wisata rohani Katolik unggulan di Indonesia, memperkuat identitas budaya sekaligus mendongkrak sektor pariwisata.
Bagi ASDP, mendukung festival ini adalah bagian dari misi Bangga Menyatukan Nusantara. Transportasi lintas pulau bukan hanya soal mengantar penumpang, tapi juga menjaga cerita dan tradisi agar terus hidup dan dikenang lintas generasi.
Layanan Kapal untuk Mobilitas Wisatawan
Selama festival, ASDP mengoperasikan KMP Cakalang dan KMP Cucut di jalur Sape–Labuan Bajo. Mulai 10 Agustus 2025, keberangkatan dari Sape dilayani setiap hari pukul 21.00 WITA, sedangkan dari Labuan Bajo pukul 10.00 WITA (kecuali Selasa).
Dengan jadwal yang konsisten, wisatawan memiliki fleksibilitas lebih dalam mengatur perjalanan, sementara pelaku usaha lokal mendapatkan pasokan pelanggan yang stabil.
Cerita di Balik Perjalanan: Makna Indonesia Seutuhnya
ASDP bukan hanya perusahaan penyeberangan; ia adalah penjaga simpul-simpul kehidupan di Indonesia. Dari Sabang hingga Merauke, dari Rote hingga Talaud, setiap kapal yang berlayar membawa kisah perjumpaan, peluang ekonomi, dan rasa kebersamaan.
Dengan semangat Transformation for Growth, ASDP mengedepankan inovasi layanan, tata kelola yang baik, dan komitmen pada keberlanjutan lingkungan. Setiap perjalanan adalah bagian dari cerita kita cerita tentang Indonesia yang besar karena kebersamaan warganya.
Tentang ASDP
PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) adalah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang mengelola jaringan penyeberangan terbesar di Indonesia. Melayani lebih dari 300 lintasan di seluruh nusantara, ASDP berperan penting dalam memperkuat konektivitas maritim, mendorong pemerataan ekonomi, melestarikan budaya, dan menjaga kelestarian lingkungan.




















Discussion about this post