Gi-media.com Tebingtinggi — Kasus dugaan pelemparan benda mirip bom molotov di rumah salah satu pejabat Pemerintah Kota (Pemko) Tebing Tinggi, Sumatera Utara (Sumut), masih dalam penyelidikan polisi.
Pejabat yang menjadi korban yakni Syaiful Fahri. Menurut Fahri, dirinya telah menerima Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan (SP2HP) dari Polres Tebing Tinggi pada 14 Agustus 2022 lalu.
“14 Agustus kemarin, saya telah menerima SP2HP dalam kasus pelemparan rumah saya,” ujar Fahri saat dikonfirmasi, Senin (15/8/2022).
Fahri berharap kasus yang menimpa dirinya dapat dituntaskan. Ia meminta polisi mengungkap pelaku dan aktor intelektualnya.
“Saya berharap Polres dapat mengungkap aktor intelektual dan otak aktor intelektualnya. Kami berpikir agar warga dapat tenang tinggal di Tebing Tinggi,” katanya.
Fahri mengatakan dirinya tidak pernah bersinggungan dengan siapapun. Ia heran apa alasan peristiwa ini terjadi.
“Saya cekcok tidak ada, tidak pernah ada masalah. Dalam pekerjaan dan ASN juga tidak pernah ada masalah. Sepanjang kami bertugas tidak pernah ada masalah,” jelasnya.
Fahri akan melaporkan ke Polda Sumut, apabila penyelidikan kasus yang telah berjalan sebulan ini tidak segera menemui titik terang.
Kasat Reskrim Polres Tebing Tinggi AKP Junisar Rudianto Silalahi, mengaku masih menyelidiki kasus ini.
“Masih proses lidik kasus pengerusakan,” katanya
Sebelumnya diberitakan, rumah seorang pejabat di Pemerintah Kota (Pemko) Tebingtinggi di Jalan Meranti, Bagelen, Kecamatan Padang Hilir, Kota Tebing Tinggi, Sumut, dilempar bom molotov oleh orang tak dikenal (OTK), Senin (18/7/2022) pagi.
Pejabat yang menjadi korban yakni, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM Kota Tebing Tinggi, Syaiful Fahri.
Bom molotov yang dilempar mengenai jendela kaca. Diduga bom molotov dilempar dari samping rumahnya.
(Red)



















Discussion about this post