BeritaTerkait
Gi-media.com Riau — Aliansi Pemuda-Buruh dan Mahasiswa Kecamatan Langgam (APBM-LGM) Kabupaten Pelalawan-Riau Gelar Aksi Damai di depan pintu masuk pabrik mini kelapa sawit milik PT Mitra Unggul Perkasa (MUP) Desa Segati Pelalawan Selasa (08/03/2022).
Aksi Damai dilakukan berdasarkan surat pemberitahuan APBM-LGM Nomor Surat :01/APBM-LGM/2022 yang ditujukan kepada Kapolres Pelalawan Cq. Kasat Intelkam Polres Pelalawan. Pada 04 Maret 2022 lalu.

Aksi Damai tersebut menuntut kepada PT MUP untuk Merealisasikan janji- CSR kepada masyarakat, Memberikan porsi beasiswa yang lebih Laiyak untuk Mahasiswa, Membantu operasional sekretariat IPML di Pekanbaru, meberikan biaya operasional pemuda, membuka kuota untuk kerja Lokal, baik tenaga kerja skill maupun tenaga kerja non skill, juga merawat dan memelihara daerah aliran sungai (DAS) diwilayah mereka.
Selain itu, masa juga menuntut kepada PT MUP untuk Melaksanakan operasi pasar minyak goreng di Kecamatan Langgam, sampai Ukur ulang HGU PT. MUP di seluruh wilayah Kecamatan Langgam, Local bissiness Development untuk pengusaha lokal, dan Pemenuhan hak-hak buruh sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku.
Terkait Aksi, Polres Pelalawan memberikan Penolakan Penerbitan STTP Nomor: B/3/III/2022 tgl 04 Maret 2022, atas pertimbangan belum memenuhi syarat.

Aksi Damai diwarnai saling dorong pagar PMKS PT. MUP Dan Massa Aksi menolak untuk dilakukan Pertemuan dgn pihak Management PT. MUP, sehingga menciptakan peningkatan eskalasi Aksi.
Pantauan media massa bergerak dari titik kumpul Cafe Sekedang Desa Segati Kecamatan Langgam menuju Lokasi Aksi yg berada di PMKS PT. MUP Desa Segati, sekira pukul 10:45 wib gunakan 15 Unit Ranmor R4 yang berjumlah 60 an orang masa.

Gunakan Pengeras Suara, Masing masing Koordinator Jhoni Afrizal, Aan Darlis, S.Sos,Tomi Ketua BPD Desa Pangkalan Gondai, Zuenfri Sabara Perwakilan Pemuda, Dorat, Wiwin, Agus Perwakilan Mahasiswa Gondai, Feril dari Perwakilan Pemuda, Andi Saputra, ST, dan Yudi Efrizon, Perwakilan Buruh.
Aksi Damai diwarnai saling dorong pagar PT. MUP, Massa menolak dilakukan Pertemuan dengan pihak Management PT. MUP, sehingga menciptakan peningkatan eskalasi Aksi.
Aksi menyebabkan mobil angkutan Sawit PT MUP tidak bisa masuk pabrik, situasi memanas hingga menyebabkan perdebatan Massa Aksi dengan para supir angkutan.
Pihak Pengamanan minta Massa ijinkan angkutan masuk, karena tidak ada hubungannya dengan para supir angkutan sawit.
Setelah perdebatan panjang, massa akhirnya ijinkan angkutan masuk hingga situasi terkendali.
Atas keributan tersebut, Management PT. MUP melalui General Manager Herman Sembiring dan Humas Kevin Tigo menjumpai Massa, menjawab point tuntutan massa.
Management akhirnya berunding dengan perwakilan 60 an orang Massa Kevin tigo, di mediator KBO Sat Res Narkoba Polres Pelalawan IPTU Jhoni Akmal, Kanit 4 Sat IK Polres Pelalawan IPDA Rahmad Saupani, Kanit 3 Sat IK Polres Pelalawan Bripka M. Isromi.
Perwakilan Massa sampaikan tuntutan kepada Management PT. MUP, dan meminta menghadirkan, Pangarapen Gurusinga selaku GM Regional PT. Asian Agri Wilayah Riau yang dapat membuat keputusan atas tuntutanya.
Management PT. MUP akhirnya berkomunikasi dengan Management PT. Asian Agri wilayah Riau, dan bersedia untuk bertemu Massa Aksi pada Selasa 15 Maret 2022.
Permintaan massa diupayakan, Management PT. Asian Agri dan akan diwakili PUTU selaku Head Manager CSR PT. Asian Agri, serta Ahmad Taupik, SH selaku Manager SSL PT. Asian Agri.
Atas tawaran tersebut, massa menyampaikan tetap ingin bertemu Pangarape Gurusinga selaku GM Regional PT. Asian Agri Wilayah Riau.
Massa meminta Pertemuan Selasa 15 Maret, di Kantor Camat Langgam dan dihadiri Camat, juga Para Kepala Desa disekitar wilayah Operasional PT. MUP, serta Perwakilan DLHK Kabupaten Pelalawan.
PT MUP Akhirnya menyepakati permintaan massa, untuk diadakan nya pertemuan Selasa 15 maret 2022, di ruang serbaguna camat Langgam.
Sebelum bubar masa menyampaikan jika 15 maret kesepakatan tidak tercapai keputusan, maka akan dilakukan aksi massa lebih besar lagi, selanjutnya pukul 14:00wib masa membubarkan diri dengan damai.
Aksi dikawal pengamanan gabungan dari Polres Pelelawan dan Polsek Langgam dengan jumlah 30 an Personil.
(Jon)





















Discussion about this post