Ngeribah, Walau Polisi Tuntut Pasal Berlapis, Jaksa Diduga Main Mata Hakimpun vonis Bandar Narkoba Susanto 2,4 Bulan

redaksi
0 0
Read Time3 Minute, 18 Second

 

Pematangsintar,GI-Media.com – Mirisnya proses penegakan hukum di Pematangsiantar Provinsi Sumatera Utara dan menui kecaman masyarakat Siantar, pasalnya Susanto alias Santo Bandar Narkoba saat ditangkap oleh satnarkoba Polres Pematangsiantar memiliki Narkoba seberat 10,89 Gram, divonis 2 tahun 4 bulan.

Putusan Hakim sejalan dengan tututan Jaksa yang menutut Susanto dengan pasal 127 UU RI No 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika, Susanto dituntut oleh Jaksa Chadafi dengan ancaman tiga tahun enam bulan, ahirnya pada Selasa 09/03/2021 Hakim Rahmat Hasibuan memvonis Susanto 2,4 tahun.

Sebelumnya diketahui Satnarkoba Polres Pematangsiantar, saat menyampaikan Pelimpahan atas nama tersangaka Susanto di Kejaksaan Negri Pematangsiantar, Satnarkoba menutut Susanto dengan pasal berlapis yaitu 114,112 dan 127 UU RI No 35 Tahun 2009.

Namun entah apa yang ada benak Chadafi, tiga pasal yang di sangkakan kepolisian pada Susanto, hanya satu pasal yang dilimpahkan kepengadilan Negri Pematangsiantar, dan menutut Residifis narkoba itu pasal 127.

Dijelaskan B Saragih,warga Pematangsiantar bahwa tututan terhadap bandar narkoba Susanto sangat tidak tepat, “Seorang Bandar Narkoba dengan barang bukti 10,89 Gram,hanya dituntut pasal 127 dengan ancaman tiga tahun enam bulan,dan diponis Hakim dua tahun empat bulan,aneh tapi nyata,sementara temanya yang saat ditangkap mengaku membeli narkoba dari Susanto,memiliki narkoba seberat 0,55 Gram, diponis 2,6 tahun, lucu-lucu ponisnya, suda direkayasa itu ponis.

“Mau Kerja Siangmalam Para Polisi Siantar nangkapi pengedar Narkoba, bila perkara sampai di kejaksaan masi bisa di olah-olah oknum Jaksa, tak ada arti kerja polisi bos,hukuman Bandar 2,4 tahun,keluar dia main lagi, maka para bandar tak takut,walau ditangkap polisi, hukuman bisa di negosiasi dikejaksaan,ucapnya mengahiri.

“Terlepas benar atau tidaknya bantahan dari BNN dan Polres Pematangsiantar, namun bantahan kedua lembaga Negara yang ada di pematangsiantar itu menujukan bahwa Pihak Kejaksan Negri Pematangsiantar yang paling bertangungjawab terkait runyamnya tututan bandar Narkoba Susanto.

Beberapa waktu yang lalu Kepala BNN Pematangsiantar Tuangkus Harianja mengatakan tidak ada mengeluarkan rekom rehabilitas susanto,dan Kasad Narkoba Polres Pematangsiantar AKP Kristo Tamba mengatakan menutut Susanto dengan pasal berlapis,114,112 dan 127 UU RI No 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.

Menjadi Pertanyaan,Kenapa Muhamad Chadafi selaku Kasi Pidum Kejaksaan Negri Pematangsianta yang juga selaku jaksa penutut, hanya menuntut Terdakwa Susanto dengan pasal tunggal 127,sementara pasal 127 bukan pasal pokok pada perkara tersebut.

Pasal yang tepat untuk bandar Narkoba dengan barang bukti seberat 10,89 Gram harus ditutut pasal 114 UU RI No 35 Tahun 2009 Tentang Nakotika,Susanto ditangkap atas pengembangan tersangka Jamal yang mengaku membeli narkoba dari Susanto,Pasal 127 bisa dimasukan sebagai pasal tambahan, bila pelaku juga mengaku sebagai pengguna, Kepolisian suda sangat tepat mempersangkakan Susanto dengan pasal berlapis 112,114 dan 127 UU RI No 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.

Namun analisis yang di lakukan Chadafi sangat tidak tepat, karena hanya menutut Susanto dengan pasal 127 tunggal,ada dugaan praktek KKN disana,dan itu sangat mencedrai lembaga peradilan, “agar hal ini tidak menjadi bola panas pada Kejari Siantar, sebaiknya Kepala Kejaksaan Segera melaporkan kasus ini Kepada kepala kejaksaan tinggi sumatera utara Cq Asisten pengawasan kejaksaan tinggi sumatera utara.

Hal itu dilakukan agar Kejatisu segera memeriksa Chadafi, bila hal itu tidak segera dilakukan, di kawatirkan masi ada Susanto2 yang lain, dan itu sangat mempengaruhi citra kejaksaan yang selama ini sedang dinilai hitam,KKN biasanya bisa terjadi karena ada kerja sama yang masiv oleh para oknum2 yang menangani perkara itu,ucap Helmy Hidayat SH, Pemerhati Hukum Provinsi Sumatera Utara,Minggu 14/03/2021.

Terpisah, Kapolresta Pematangsiantar AKBP Boy Siregar melalui Kasad Narkoba AKP Kristo Tamba mengatakan saat pelimpahan di kejaksaan Negri Pematangsiantar, Satnarkoba menutut Susanto dengan pasal berlapis, “terkait kasus Susanto, Satnarkoba Polresta Pematangsiantar menuntut dengan pasal 112, 114 dan 127 UU RI NO. 35 tahun 2009 Tentang Narkotika, Pasal 127 disangkakan karena saat diperiksa tersangka mengaku sebagai pengguna, ucap AKP Kristo. Rabu 10/03/2020.

Sampai berita ini di sampaikan pada redaksi,Kepala Kejaksaan Negeri Pematangsiantar, Agustinus Wijono belum dapat di temui untuk di mintai tanggapan. (R)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Next Post

GM KB FKPPI Tebingtinggi Gelar Acara Isra' Mi'raj, Caesar Harap Jajaran Solid

Gi-media.com Tebingtinggi — Generasi Muda keluarga Besar (GM.KB) FKPPI Kota Tebingtinggi Bersama pcs jajaran Pengurus Rayon I Kecamatan Tebingtinggi Kota gelar kegiatan peringati ISRA’ MI’RAJ NABI MUHAMMAD SAW pada tahun 1442 Hijriah, Sabtu malam (13/03/2021) Peringatan Isra’ Mi’raj dengan tema “jaga Iman Dalam Proses Perjalanan Perjuangan” malam itu dihadiri PC […]

Subscribe Kami Dong !

Email address:
%d blogger menyukai ini: