Tebing Tinggi | gi-media.com
Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Kota Tebing Tinggi Drs. H. Ustadz Akhyar Nasution diwakili Sekretaris Umum Dr. H. M. Hasbie Ashshiddiqi, S.Ag., MM., M.Si., CUMA., C.PS., S.NS. menutup secara resmi Musyawarah Kerja Daerah (Mukerda) II Majelis Ulama Indonesia Kota Tebing Tinggi yang digelar di Gedung Hj. Sawiyah Jalan Sutomo Kota Tebing Tinggi, Kamis (19/9/2024)/1446 H, 15 Rabiul Awal.
Sekretaris Umum MUI Kota Tebing Tinggi Dr. H. M. Hasil Ashshiddiqi, S.Ag., MM., M.Si., CUMA., C.PS., S.NS. dalam sambutannya pada penutupan acara Mukerda II Majelis Ulama Indonesia Kota Tebing Tinggi mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia yang telah bekerja keras melaksanakan Mukerda II.
Dikatakan Hasbie, Mukerda II ini memang merupakan agenda wajib yang menjadi agenda rutin sebagai organisasi yang melaksanakan tugas sebagaimana yang telah disampaikan Ketua Umum sebaiknya minimal dalam satu periodesasi kepengurusan dilaksanakan dua kali Musyawarah Kerja.
Alhamdulillah pada hari ini, dengan kerja sama upaya dan kolaborasi kita semua kegiatan Mukerda II berjalan dengan sukses dan baik. Tentunya semua ini tidak terlepas daripada kemauan peran serta kita semua dan benar kata pepatah, apabila sesuatu kegiatan dipersiapkan dengan baik, maka sudah lima puluh persenlah keberhasilan itu. Dan lima puluh persen lagi tinggal mencapainya,” ungkap Hasbie.
Hasbie menambahkan, sebagaimana yang telah disampaikan oleh Ketua Umum DP MUI Provinsi Sumatera Utara bahwa kegiatan hari ini akan menjadi agenda dan program yang harus benar-benar dapat dilaksanakan dengan baik, yang mana kegiatan yang skala prioritas harus benar-benar dilaksanakan, tidak hanya sekadar tercatat dalam buku atau agenda, namun tidak menjadi suatu capaian dan menjadi evaluasi terhadap kinerja yang kita lakukan,” jelas Hasbie.
Dalam kesempatan yang baik ini lanjutnya, kami menyampaikan terima kasih dan tentu hasil sebagaimana yang kita sepakati tentu ada resumenya, termasuk rekomendasi yang dihasilkan untuk menjadi rekomendasi hasil daripada Mukerda II yang akan kita sampaikan dan mohon bantuan juga kepada rekan-rekan pers dan kominfo MUI untuk mempublikasikan apa yang menjadi rekomendasi kita. Ini adalah harapan kita bersama dan tentu segala yang kita kerjakan bagaimanapun tentu ada kurang lebihnya, karena kita adalah manusia yang tidak sempurna, namun saya yakin dan percaya dengan kolaborasi kita di MUI segala sesuatu kelemahan-kelemahan akan kita tutupi bersama, tentu dalam rangka mengembangkan organisasi yang kita cintai,” ujar Hasbie.
Di tempat yang sama, Ketua Panitia Mukerda II Majelis Ulama Indonesia H. Alfi Syahri Ramadhana Siregar, S.Sos., M.Si. yang juga selaku Ketua Komisi Pendidikan, Pemuda dan Kaderisasi di MUI ini mengatakan bahwa pada hari ini dilaksanakan pengukuhan dan Musyawarah Kerja II Majelis Ulama Indonesia Kota Tebing Tinggi dengan tujuan menindaklanjuti amanah daripada peraturan AD/ART untuk membuat program-progran kerja yang menjadi skala prioritas dan terarah, terutama untuk melayani ummat, pelindung ummat dan membangun kerja sama dengan pemerintah. Inilah program kerja yang harus dibuat oleh masing-masing komisi. Jadi, pada hari ini adalah pengukuhan untuk menguatkan kembali posisi yang tadinya tetap dan tadinya berubah dan ada yang tidak masuk lagi maka diposisikan kembali dan dikeluarkan Surat Keputusan (SK) perubahan. Dalam Mukerda II ini menghasilkan program kerja dan rekomendasi dan harapan kepada pengurus yang sudah dikukuhkan tentunya harus terus melakukan tugas-tugas pokok dan fungsinya sebagai pengurus dan sebagai pembuat program kerja yang diajukan untuk bisa bermanfaat bagi ummat,” tegas Alfi.
Sebelumnya, Drs. H. Ustadz Akhyar Nasution selaku Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Kota Tebing Tinggi mengatakan, pada hari ini acara yang diadakan yaitu pengukuhan pengurus MUI dan Mukerda. Kita telah melaksanakan perintah Ketua MUI Sumatera Utara bahwa semua pengurus MUI yang sudah tiada akan digantikan dengan yang baru. Oleh sebab itu, maka pelantikan telah dilaksanakan walaupun orangnya, ketua komisinya tidak berubah, hanya saja anggota saja yang diganti,” kata Ustadz Akhyar.
Selanjutnya Ustadz Akhyar menjelaskan bahwa orang-orang yang ada di MUI bukan orang yang terpintar dan jago dalam agama, tetapi adalah orang-orang yang terpilih. Makanya masuk MUI ini berat, karena dia ulama. Kalau kita tidak punya pemikiran sebagai ulama, kita akan keluar. Ulama itu gayanya ulama, jalannya ulama, duduknya ulama, makannya ulama, karena dia pewaris nabi. Nabi Muhammad sebagai contoh, dicaci, dimaki dia sabar. Jadi, pengurus MUI dicaci, dimaki harus sabar, saya sedih kalau ada anggota MUI pemarah, yang tidak mampu mengendalikan dirinya. Keilmuan kita adalah keilmuan Allah SWT. Ulama itu berakhlak dengan akhlak Allah SWT, karena Allah penyayang, yang kita boleh sombong hanya kepada setan,” tegas Ustadz Akhyar dalam sambutannya pada pembukaan Mukerda II Majelis Ulama Indonesia Kota Tebing Tinggi dengan tema : “Wujudkan Pelayanan Kepada Ummat (Kodimul Ummah) melalui Kolaborasi Ta’awun dan Sinergi”.
Turut hadir dalam acara tersebut, Ketua MUI Kota Tebing Tinggi Plt. Sekdako Tebing Tinggi Kamlan Mursyid, Pjs. Ketua DPRD Sakti Khadafi Nasution, Ketua MUI Provinsi Sumatera Utara Maratua Simanjuntak, Kakankemenag David Saragih, pengurus MUI dan undangan lainnya. (Alfian Haris)
























Discussion about this post