Gi-media.com Pasca kegagalan PPP lolos ke parlemen pada Pemilu 2024, sebuah titik balik besar dalam sejarah partai, Anwar Sanusi tidak memilih diam.
Ia justru berada di barisan depan bersama para tokoh senior untuk
mendorong “revitalisasi” Partai.
Mengembalikan marwah politik Islam yang moderat.
Menegaskan
pentingnya kembali ke nilai-nilai Fusi 1973
dalam berbagai forum strategis.
Ia menekankan bahwa kebangkitan PPP hanya bisa terjadi jika partai kembali pada akarnya, kejujuran, amanah, dan keberpihakan pada umat.
Akademisi yang Membumikan Ilmu dalam Politik Islam.
Tidak banyak politisi yang mampu menjaga keseimbangan antara dunia akademik dan praktik kekuasaan.
Sebagai akademisi (Rektor Universitas Tunas Pemuda) dan Politisi yg sdh 44th di PPP, Anwar Sanusi
mengedepankan pendekatan rasional dalam pengambilan keputusan.
Menghubungkan teori politik dengan realitas sosial ekonomi masyarakat (Polical Credibility and Social Economic Development),
menjadikan politik bukan sekadar perebutan kekuasaan, tapi instrumen perubahan sosial dan kesejahteraan rakyat.
Ia adalah contoh nyata bahwa politik dan intelektualitas tidak harus berjalan terpisah.
Ditengah Fragmentasi
dalam berbagai pertemuan tokoh senior PPP, termasuk menjelang Muktamar 2025, Anwar Sanusi aktif membangun komunikasi lintas generasi dan lintas faksi.
Ia kerap menekankan satu hal sederhana namun kuat.
PPP harus kembali menjadi “rumah besar umat Islam” bukan sekadar kendaraan politik elit.
Sikap ini membuatnya dihormati, bukan hanya oleh kader internal, tetapi juga oleh berbagai kalangan eksternal yang melihatnya sebagai figur pemersatu yang langka.
Kebangkitan PPP,
di era politik penuh sensasi, Anwar Sanusi justru tampil sebagai antitesis:
Saat yang lain sibuk pencitraan, ia membangun fondasi,
saat yang lain berebut panggung, ia menjaga arah perjuangan dan khidmat Partai.
Saat partai goyah, ia berdiri sebagai penyangga yg istiqomah.
Inilah sosok yang tidak banyak bicara, tapi menentukan arah sejarah Partai.
Jika PPP ingin bangkit, maka jawabannya bukan sekadar strategi baru,
melainkan kembali kepada sosok-sosok yang
berpengalaman, berintegritas, dan berakar pada nilai, serta “electoral”.
Perjalanan Anwar Sanusi belum selesai.
Ia bukan hanya bagian dari sejarah PPP,
tetapi juga bagian dari masa depan yang sedang dibentuk.
Dalam “lanskap politik” Indonesia yang terus berubah, satu hal tetap dan perlu langkah2 yang strategis dan dinamis.
Tokoh dengan integritas dan kedalaman seperti dirinya akan selalu dibutuhkan.
Anwar Sanusi optimis, bahwa Partai Persatuan Pembangunan yang dibentuk oleh para alim ulama dari empat Partai Islam (NU, Parmusi, Syarikat Islam, dan PERTI), di PEMILU 2029, akan hadir kembali di Senayan.
Insya Allah …
























Discussion about this post