Gi-media.com JAKARTA — Duka mendalam menyelimuti berbagai kalangan atas berpulangnya tokoh bangsa, Try Sutrisno. Kepergian sosok negarawan dan prajurit sejati tersebut meninggalkan jejak keteladanan yang kuat dalam perjalanan sejarah Indonesia, khususnya dalam nilai kepemimpinan, pengabdian, dan cinta tanah air.
Rasa kehilangan itu turut disampaikan oleh Florencio Mario Vieira dalam wawancara khusus.
Ia mengenang Try Sutrisno sebagai figur pemimpin yang tidak hanya tegas dalam prinsip, tetapi juga hangat dalam pendekatan kemanusiaan.
Menurut Florencio, almarhum dikenal sebagai pribadi yang menjunjung tinggi martabat bangsa sekaligus mampu merangkul masyarakat dengan sikap bijaksana dan penuh empati. Kepemimpinan yang ditunjukkan bukan sekadar lahir dari jabatan, melainkan dari ketulusan hati dan tanggung jawab moral kepada rakyat.
“Beliau adalah teladan tentang bagaimana seorang pemimpin hadir untuk melayani. Ketegasan beliau selalu diimbangi kepedulian terhadap masyarakat,” ungkap Florencio mengenang sosok almarhum.
Try Sutrisno selama hidupnya dikenal luas sebagai prajurit yang meniti karier dari bawah hingga mencapai posisi strategis nasional. Integritas, kedisiplinan, serta loyalitas terhadap negara menjadikannya figur yang dihormati lintas generasi.
Bagi Florencio Mario Vieira, nilai terbesar yang diwariskan almarhum adalah semangat persatuan dan komitmen menjaga kedaulatan bangsa di tengah berbagai tantangan zaman.
Ia menilai kepemimpinan Try Sutrisno memberikan pelajaran penting bahwa kekuatan bangsa terletak pada karakter pemimpinnya.
Kepergian tokoh bangsa ini menjadi momentum refleksi bersama untuk kembali meneguhkan nilai pengabdian, nasionalisme, serta kepemimpinan yang bermartabat. Warisan moral yang ditinggalkan diyakini akan terus hidup dan menginspirasi generasi penerus Indonesia.
Di tengah suasana duka, masyarakat diajak tidak hanya mengenang, tetapi juga melanjutkan semangat perjuangan yang telah diteladankan—menjaga persatuan, merawat kebangsaan, dan menghadirkan kepemimpinan yang humanis serta berintegritas.
























Discussion about this post