• Redaksi gi-media.com
  • Lowongan Kerja
  • Undang Undang Pers
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Cyber
Gi Media
ADVERTISEMENT
  • Daerah
  • Nasional
  • Kriminal
  • Kesehatan
  • Politik
  • Internasional
  • Korupsi
  • Agama
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Ekonomi
No Result
View All Result
  • Daerah
  • Nasional
  • Kriminal
  • Kesehatan
  • Politik
  • Internasional
  • Korupsi
  • Agama
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Ekonomi
No Result
View All Result
Gi Media
No Result
View All Result
  • Daerah
  • Nasional
  • Kriminal
  • Kesehatan
  • Politik
  • Internasional
  • Korupsi
  • Agama
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Ekonomi
ads ads ads
Home Internasional

Dinamika Pengakuan di PBB, Diplomasi Internasional, dan Dampaknya bagi Israel

redaksi by redaksi
September 26, 2025
in Internasional
0
Krisis Gaza: Perempuan dan Anak Perempuan Menanggung Dampak Terberat Konflik
0
SHARES
27
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Gi-media.com Isu Palestina kembali menjadi pusat perhatian dunia internasional. Sejak puluhan tahun lalu, masyarakat internasional menaruh simpati dan perhatian besar terhadap perjuangan rakyat Palestina untuk meraih hak kemerdekaan penuh sebagai sebuah negara berdaulat. .

Di tengah konflik panjang yang melibatkan aspek politik, kemanusiaan, hingga militer, kini semakin banyak negara yang menyatakan pengakuan resmi atas Negara Palestina.

Dukungan ini bukan sekadar simbol politik, melainkan bagian dari peta diplomasi global yang turut memengaruhi dinamika di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) serta relasi dengan Israel.

ADVERTISEMENT

Sejarah Singkat Upaya Pengakuan Palestina

BeritaTerkait

Buron Interpol Asal Inggris Steven Lyons Ditangkap di Bali  Denpasar – Aparat kepolisian Indonesia berhasil mengamankan seorang warga negara Inggris, Steven Lyons (45), yang masuk dalam daftar buronan internasional. Ia diketahui terlibat dalam berbagai aktivitas kejahatan lintas negara.  Penangkapan dilakukan oleh tim gabungan Divisi Hubungan Internasional (Hubinter) Polri, Polda Bali, dan pihak Imigrasi di Bandara Internasional Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai pada Sabtu (28/3/2026) sekitar pukul 11.58 Wita, tak lama setelah yang bersangkutan tiba di Indonesia.  Sekretaris NCB-Interpol Indonesia, Brigjen Pol. Untung Widiyatmoko, menjelaskan bahwa keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja sama intelijen internasional yang berjalan cepat dan akurat.  “Keberhasilan ini berawal dari pertukaran informasi intelijen yang cepat dan presisi. NCB Interpol Indonesia menerima pemberitahuan dari NCB Abu Dhabi terkait pergerakan subjek red notice yang tengah menuju Indonesia. Berdasarkan informasi tersebut, Divhubinter Polri segera mengambil langkah pencegatan dan berkoordinasi intensif dengan Polda Bali serta Imigrasi,” ujarnya, Selasa (31/3).  Steven Lyons tercatat dalam daftar Red Notice Interpol dengan nomor A-4908/3-2026 yang diterbitkan pada 26 Maret 2026. Penangkapan ini merupakan bagian dari operasi gabungan internasional bertajuk “Operasi Armourum” yang melibatkan otoritas penegak hukum dari Spanyol dan Skotlandia, termasuk Guardia Civil dan Police Scotland.  Lyons diketahui merupakan pimpinan dari jaringan kejahatan terorganisasi “Lyons Crime Family” yang berbasis di Skotlandia. Kelompok ini diduga kuat mengendalikan jaringan pencucian uang dan peredaran narkotika dalam skala besar dari Spanyol menuju Inggris Raya.  Sehari sebelum penangkapan Lyons di Indonesia, aparat penegak hukum di Eropa telah lebih dulu melakukan operasi serentak yang berhasil mengamankan puluhan anggota jaringan tersebut, yakni 33 orang di Skotlandia dan 12 orang di Spanyol.  Sementara itu, Lyons terdeteksi melarikan diri ke Indonesia dan tiba di Bali pada 28 Maret 2026. Berkat informasi Red Notice yang telah diterima sebelumnya, pihak Imigrasi langsung berkoordinasi dengan kepolisian setempat hingga akhirnya yang bersangkutan dapat diamankan tanpa perlawanan.  Brigjen Pol. Untung menegaskan bahwa keberhasilan ini menunjukkan komitmen kuat Polri dalam mendukung upaya pemberantasan kejahatan transnasional.  “Penangkapan ini bukan hanya keberhasilan operasional, tetapi juga pesan tegas bahwa Indonesia tidak menjadi tempat aman bagi pelaku kejahatan terorganisasi internasional,” tegasnya.  Saat ini, otoritas Indonesia telah memutuskan untuk segera mendeportasi Lyons agar dapat menjalani proses hukum di Eropa. Untuk mendukung proses tersebut, Polri juga memfasilitasi kedatangan dua perwira dari Guardia Civil Spanyol yang tiba di Bali pada Senin (30/3) sore guna berkoordinasi terkait teknis pemulangan tersangka.

Buron Interpol Asal Inggris Steven Lyons Ditangkap di Bali

3 minggu ago

Bobibos: Karya Anak Bangsa, Inovasi Pertama yang Tembus Pasar Internasional

2 bulan ago
Indonesia Tegaskan Misi Kemanusiaan dalam Rencana Penugasan Pasukan ke Gaza

Indonesia Tegaskan Misi Kemanusiaan dalam Rencana Penugasan Pasukan ke Gaza

2 bulan ago
3.595 WNI di Kamboja Dinyatakan Bukan Korban TPPO,

3.595 WNI di Kamboja Dinyatakan Bukan Korban TPPO,

2 bulan ago

Perjuangan Palestina untuk mendapatkan pengakuan internasional sudah berlangsung sejak lama. Pada tahun 1988, melalui Deklarasi Kemerdekaan di Aljir, Palestina secara resmi memproklamasikan diri sebagai negara merdeka. Saat itu,

Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) mendapatkan dukungan lebih dari 70 negara. Dukungan tersebut terus bertambah, hingga kini lebih dari 140 dari 193 negara anggota PBB telah memberikan pengakuan formal terhadap kedaulatan Palestina.

Meski begitu, posisi Palestina di PBB masih terbatas. Sejak 2012, Palestina menyandang status sebagai “Negara Pengamat Non-Anggota” (non-member observer state). Status ini memberi peluang bagi Palestina untuk ikut serta dalam berbagai lembaga internasional, seperti UNESCO dan Mahkamah Pidana Internasional (ICC), namun belum cukup kuat untuk memperoleh keanggotaan penuh layaknya negara berdaulat lainnya.

Gelombang Dukungan Negara-Negara Anggota PBB

Gelombang dukungan terhadap Palestina memiliki corak yang beragam, dipengaruhi oleh geopolitik, sejarah kolonial, serta aliansi strategis.

Negara-Negara Arab dan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI): Mayoritas negara Arab sejak awal berdiri teguh di belakang Palestina.

Dukungan mereka berbasis pada kesamaan identitas sejarah, agama, dan solidaritas regional.

Afrika dan Asia: Banyak negara di kawasan ini yang pernah mengalami penjajahan, sehingga empati terhadap perjuangan Palestina terasa kuat. Indonesia, misalnya, konsisten tidak membuka hubungan diplomatik dengan Israel sampai Palestina merdeka.

Amerika Latin: Sejumlah negara seperti Brasil, Argentina, Chile, dan Bolivia, secara tegas mengakui Palestina sebagai negara merdeka.

Dukungan ini dipicu semangat anti-kolonial dan dorongan politik progresif.

Eropa: Dukungan Eropa bersifat lebih kompleks. Beberapa negara seperti Swedia, Spanyol, Irlandia, dan Norwegia telah memberi pengakuan penuh, sementara sebagian lainnya masih menahan diri karena faktor aliansi dengan Amerika Serikat dan Israel.

Semakin banyaknya negara yang mengakui Palestina di PBB membuat posisi diplomasi Israel kian sulit. Dukungan global ini juga menjadi simbol moral bahwa perjuangan Palestina bukan lagi isu regional, melainkan isu hak asasi manusia universal.

Diplomasi Militer dan Politik Palestina

Pengakuan politik tidak bisa dilepaskan dari konteks diplomasi militer. Dalam situasi konflik, Palestina menghadapi keterbatasan militer dibanding Israel yang memiliki persenjataan canggih dan dukungan logistik dari negara-negara Barat. Namun, Palestina tidak berdiri sendiri.

Dukungan Militer Tidak Langsung: Beberapa negara, seperti Iran dan sejumlah kelompok di Timur Tengah, memberikan dukungan dalam bentuk logistik, senjata, hingga pelatihan.

Walau sering menuai kontroversi, hal ini menjadi bentuk solidaritas terhadap perjuangan bersenjata Palestina.

Diplomasi Pertahanan: Palestina menggunakan dukungan militer tersebut sebagai alat tawar-menawar di meja perundingan. Tekanan di lapangan membuat isu Palestina sulit diabaikan dalam forum diplomasi.

Kekuatan Rakyat: Intifada, atau perlawanan rakyat Palestina, menjadi simbol moral sekaligus diplomasi publik yang menggugah simpati internasional.

Diplomasi militer ini, meski sering menimbulkan eskalasi, pada akhirnya mempertegas urgensi penyelesaian politik yang adil. Tanpa solusi diplomatik, siklus kekerasan berpotensi terus berulang.

Keikutsertaan Negara Lain dalam Membantu Palestina

Partisipasi negara lain terhadap Palestina hadir dalam berbagai bentuk:

1. Bantuan Politik
Negara-negara yang mendukung Palestina di PBB berperan penting dalam meloloskan berbagai resolusi terkait hak asasi manusia, penghentian pemukiman ilegal Israel, dan perlindungan sipil di Gaza maupun Tepi Barat.

2. Bantuan Ekonomi dan Kemanusiaan
Banyak negara, termasuk Indonesia, Turki, dan Qatar, menyalurkan bantuan finansial, pembangunan infrastruktur, hingga dukungan kesehatan untuk rakyat Palestina. Bantuan ini sangat krusial mengingat blokade Israel membatasi akses ekonomi dan kebutuhan dasar.

3. Bantuan Pendidikan dan Diplomasi Budaya
Dukungan lain berupa beasiswa pendidikan, pertukaran pelajar, hingga kampanye budaya untuk menjaga identitas Palestina di kancah internasional.

4. Dukungan Hukum Internasional
Beberapa negara mendorong Palestina untuk menggunakan jalur hukum internasional, misalnya melalui Mahkamah Internasional (ICJ) atau Mahkamah Pidana Internasional (ICC), guna menuntut keadilan atas dugaan pelanggaran kemanusiaan.

Keikutsertaan negara-negara lain ini memperkuat posisi Palestina, tidak hanya dalam perjuangan diplomatik, tetapi juga dalam mempertahankan keberlangsungan hidup rakyatnya.

5. Dampak pada Israel

Dukungan internasional terhadap Palestina memiliki dampak signifikan pada Israel, baik secara politik maupun diplomatik:

Isolasi Diplomatik: Semakin banyak negara yang mengakui Palestina, semakin terpojok posisi Israel dalam forum internasional. Meski masih memiliki sekutu kuat seperti Amerika Serikat, Inggris, dan beberapa negara Eropa, tren global menunjukkan perubahan menuju dukungan pada Palestina.

Tekanan Hukum dan HAM: Israel kerap menghadapi tuntutan di lembaga internasional terkait pembangunan permukiman ilegal, blokade Gaza, dan penggunaan kekuatan militer berlebihan. Tekanan ini merusak citra Israel di mata masyarakat dunia.

Hubungan dengan Dunia Arab: Normalisasi hubungan Israel dengan sebagian negara Arab (misalnya UEA, Bahrain, Maroko) melalui Abraham Accords tidak sepenuhnya mengurangi dukungan terhadap Palestina. Justru, tekanan publik di negara-negara tersebut tetap memandang Palestina sebagai isu utama yang belum terselesaikan.

Ekonomi dan Keamanan: Tekanan diplomatik berpotensi memengaruhi investasi, perdagangan, dan stabilitas dalam negeri Israel. Selain itu, meningkatnya dukungan terhadap Palestina dapat memicu perlawanan militer yang semakin kompleks.

Dengan kata lain, meskipun Israel masih bertahan dengan dukungan militer dan aliansi strategis, secara moral dan diplomatik, mereka menghadapi tantangan yang semakin besar.

 

6. Masa Depan Pengakuan Palestina di PBB

Pertanyaan besar yang muncul adalah: apakah Palestina akan segera mendapatkan keanggotaan penuh di PBB? Jawabannya masih bergantung pada konstelasi politik global.

Amerika Serikat, sekutu utama Israel, masih menolak keras pengakuan penuh Palestina. Dengan hak veto di Dewan Keamanan PBB, AS dapat menggagalkan setiap upaya Palestina memperoleh status anggota penuh.

Namun, tekanan dari negara-negara lain semakin menguat, dan dukungan publik internasional terus membesar.

Masa depan Palestina di PBB akan sangat dipengaruhi oleh:

Konsistensi dukungan negara-negara mayoritas anggota PBB.

Perubahan kebijakan negara-negara Barat, terutama Eropa dan Amerika Serikat.

Perkembangan situasi di lapangan, termasuk konflik di Gaza dan Tepi Barat.

Kekuatan diplomasi publik Palestina dalam meraih simpati masyarakat internasional.

7. Edukasi dan Hikmah bagi Dunia

Kasus Palestina-Israel menjadi cermin bagi dunia bahwa perjuangan kemerdekaan tidak hanya soal batas wilayah, tetapi juga soal hak asasi manusia, martabat, dan keadilan universal. Ada beberapa pelajaran penting:

1. Solidaritas Global Itu Nyata
Dukungan terhadap Palestina menunjukkan bahwa solidaritas dunia masih hidup. Negara-negara yang pernah mengalami kolonialisme merasakan ikatan emosional dengan Palestina.

2. Diplomasi Lebih Kuat dari Senjata
Meski konflik militer terus terjadi, pada akhirnya solusi damai hanya bisa dicapai melalui diplomasi. Pengakuan negara-negara di PBB menjadi jalan utama menuju perdamaian yang berkelanjutan.

3. Hak Rakyat Tidak Bisa Dipadamkan
Puluhan tahun blokade, konflik, dan tekanan tidak mampu menghapuskan semangat rakyat Palestina. Justru, perjuangan mereka menjadi simbol universal bagi bangsa-bangsa tertindas.

4. Perubahan Geopolitik Dunia
Dukungan global terhadap Palestina mencerminkan pergeseran geopolitik, di mana suara negara-negara berkembang semakin berpengaruh dalam membentuk kebijakan internasional.

Penutup

Perjuangan Palestina di PBB bukan sekadar persoalan politik formal, melainkan simbol perlawanan terhadap penindasan dan perjuangan menegakkan hak asasi manusia. Gelombang pengakuan negara-negara atas kemerdekaan Palestina adalah momentum penting yang memperkuat posisi mereka di panggung global.

Dukungan diplomasi, bantuan kemanusiaan, hingga solidaritas militer dari negara-negara sahabat memberi ruang napas baru bagi Palestina.

Namun, tantangan tetap besar, terutama karena Israel masih mendapat dukungan kuat dari sekutu strategisnya.

Masa depan Palestina akan sangat ditentukan oleh konsistensi dukungan internasional dan kemampuan diplomasi mereka dalam menghadirkan solusi damai yang adil.

Yang pasti, perjuangan ini bukan hanya milik Palestina, tetapi juga milik seluruh umat manusia yang menjunjung tinggi nilai kebebasan, keadilan, dan perdamaian.

 

Source: https://gi-media.com/2025/09/23/https-gi-media-com-2025-09-21-https-gi-media-com-2025-09-16-https-gi-media-com-2025-09-10-gaza/
Via: https://gi-media.com/2025/09/23/https-gi-media-com-2025-09-21-https-gi-media-com-2025-09-16-https-gi-media-com-2025-09-10-gaza/
Tags: #gaza#standarganda#kemanusiaan#
Previous Post

FIFASTRA Dukung Honda Racing di MotoGP 2025: Dari Euforia Global ke Inspirasi Lokal #BarengMeraihImpian

Next Post

FIFGROUP Kembali Raih Most Reputable Companies Award 2025

redaksi

redaksi

TerkaitBerita

Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, Ketegangan Global Memanas dan Pasokan Energi Terancam
Internasional

Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, Ketegangan Global Memanas dan Pasokan Energi Terancam

by redaksi
April 20, 2026
0

Gi-media.com Ketegangan geopolitik kembali meningkat setelah Iran memutuskan memperketat bahkan menutup kembali akses pelayaran di Selat Hormuz—jalur laut paling vital...

Read more
Ketegangan Global Memanas: Kapal Tanker China Putar Balik di Selat Hormuz, Alarm Baru bagi Stabilitas Energi Dunia

Ketegangan Global Memanas: Kapal Tanker China Putar Balik di Selat Hormuz, Alarm Baru bagi Stabilitas Energi Dunia

April 16, 2026
Klaim Spanyol Keluar dari NATO Tidak Berdasar, Ini Faktanya

Klaim Spanyol Keluar dari NATO Tidak Berdasar, Ini Faktanya

April 11, 2026
NCB Interpol Polri Tangkap Buronan Narkotika “The Doctor” di Malaysia, Segera Dipulangkan ke Indonesia

NCB Interpol Polri Tangkap Buronan Narkotika “The Doctor” di Malaysia, Segera Dipulangkan ke Indonesia

April 7, 2026
Buron Interpol Asal Inggris Steven Lyons Ditangkap di Bali  Denpasar – Aparat kepolisian Indonesia berhasil mengamankan seorang warga negara Inggris, Steven Lyons (45), yang masuk dalam daftar buronan internasional. Ia diketahui terlibat dalam berbagai aktivitas kejahatan lintas negara.  Penangkapan dilakukan oleh tim gabungan Divisi Hubungan Internasional (Hubinter) Polri, Polda Bali, dan pihak Imigrasi di Bandara Internasional Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai pada Sabtu (28/3/2026) sekitar pukul 11.58 Wita, tak lama setelah yang bersangkutan tiba di Indonesia.  Sekretaris NCB-Interpol Indonesia, Brigjen Pol. Untung Widiyatmoko, menjelaskan bahwa keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja sama intelijen internasional yang berjalan cepat dan akurat.  “Keberhasilan ini berawal dari pertukaran informasi intelijen yang cepat dan presisi. NCB Interpol Indonesia menerima pemberitahuan dari NCB Abu Dhabi terkait pergerakan subjek red notice yang tengah menuju Indonesia. Berdasarkan informasi tersebut, Divhubinter Polri segera mengambil langkah pencegatan dan berkoordinasi intensif dengan Polda Bali serta Imigrasi,” ujarnya, Selasa (31/3).  Steven Lyons tercatat dalam daftar Red Notice Interpol dengan nomor A-4908/3-2026 yang diterbitkan pada 26 Maret 2026. Penangkapan ini merupakan bagian dari operasi gabungan internasional bertajuk “Operasi Armourum” yang melibatkan otoritas penegak hukum dari Spanyol dan Skotlandia, termasuk Guardia Civil dan Police Scotland.  Lyons diketahui merupakan pimpinan dari jaringan kejahatan terorganisasi “Lyons Crime Family” yang berbasis di Skotlandia. Kelompok ini diduga kuat mengendalikan jaringan pencucian uang dan peredaran narkotika dalam skala besar dari Spanyol menuju Inggris Raya.  Sehari sebelum penangkapan Lyons di Indonesia, aparat penegak hukum di Eropa telah lebih dulu melakukan operasi serentak yang berhasil mengamankan puluhan anggota jaringan tersebut, yakni 33 orang di Skotlandia dan 12 orang di Spanyol.  Sementara itu, Lyons terdeteksi melarikan diri ke Indonesia dan tiba di Bali pada 28 Maret 2026. Berkat informasi Red Notice yang telah diterima sebelumnya, pihak Imigrasi langsung berkoordinasi dengan kepolisian setempat hingga akhirnya yang bersangkutan dapat diamankan tanpa perlawanan.  Brigjen Pol. Untung menegaskan bahwa keberhasilan ini menunjukkan komitmen kuat Polri dalam mendukung upaya pemberantasan kejahatan transnasional.  “Penangkapan ini bukan hanya keberhasilan operasional, tetapi juga pesan tegas bahwa Indonesia tidak menjadi tempat aman bagi pelaku kejahatan terorganisasi internasional,” tegasnya.  Saat ini, otoritas Indonesia telah memutuskan untuk segera mendeportasi Lyons agar dapat menjalani proses hukum di Eropa. Untuk mendukung proses tersebut, Polri juga memfasilitasi kedatangan dua perwira dari Guardia Civil Spanyol yang tiba di Bali pada Senin (30/3) sore guna berkoordinasi terkait teknis pemulangan tersangka.

Buron Interpol Asal Inggris Steven Lyons Ditangkap di Bali

April 1, 2026

Bobibos: Karya Anak Bangsa, Inovasi Pertama yang Tembus Pasar Internasional

Februari 26, 2026
Next Post
FIFGROUP Kembali Raih Most Reputable Companies Award 2025

FIFGROUP Kembali Raih Most Reputable Companies Award 2025

Discussion about this post

Stay Connected test

  • 23.9k Followers
  • 99 Subscribers
  • Trending
  • Comments
  • Latest
IGN-CS Jualan Shabu,Perlanaan Jadi Kampung Narkoba

IGN-CS Jualan Shabu,Perlanaan Jadi Kampung Narkoba

Februari 13, 2025

Dua PNS Kominfo Kabupaten Batu Bara Diduga Selingkuh,Pak Kadis Diminta Segera Beri Sangsi

November 6, 2023

Pegawai Kominfo Batu Bara Jalin Hubungan Terlarang ,Pak Kadis Bungkam

November 21, 2023
Peredaran Sabu Dipematang Bandar Semangkin Marak,Diduga Ada Oknum APH Trima Stabil Dari Para Bandar

Info Buat Kasnob Polres Simalungun,IGUN CS Masi Jualan Shabu

Januari 29, 2025
12 Bulan Belum Cukup Bagi Polda-Su Tetapkan Tersangka Atas Perusakan Lahan Di Kualatanjung

12 Bulan Belum Cukup Bagi Polda-Su Tetapkan Tersangka Atas Perusakan Lahan Di Kualatanjung

0

Terkait Penampungan CPO Tanpa Ijin Dibatu 10,Ini Kata Kapolres Tebingtinggi

0
Presiden PKS Ingatkan DPR Jangan jadi Tukang Stempel

Presiden PKS Ingatkan DPR Jangan jadi Tukang Stempel

0

Uji Ketangkasan Giur Pengunjung Pasar Malam Tebingtinggi

0
Menko Pangan Dorong Kebangkitan Industri Jamu dan Rempah Nasional

Menko Pangan Dorong Kebangkitan Industri Jamu dan Rempah Nasional

April 20, 2026
HALAL BI HALAL PB IKA PMII 1447 H JADI MOMENTUM KONSOLIDASI KEBANGSAAN

HALAL BI HALAL PB IKA PMII 1447 H JADI MOMENTUM KONSOLIDASI KEBANGSAAN

April 20, 2026
Hoaks Pangkalan Militer Rusia di Papua: Klarifikasi Resmi Tegaskan Tidak Ada Rencana

Hoaks Pangkalan Militer Rusia di Papua: Klarifikasi Resmi Tegaskan Tidak Ada Rencana

April 20, 2026
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, Ketegangan Global Memanas dan Pasokan Energi Terancam

Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, Ketegangan Global Memanas dan Pasokan Energi Terancam

April 20, 2026

Recent News

Menko Pangan Dorong Kebangkitan Industri Jamu dan Rempah Nasional

Menko Pangan Dorong Kebangkitan Industri Jamu dan Rempah Nasional

April 20, 2026
HALAL BI HALAL PB IKA PMII 1447 H JADI MOMENTUM KONSOLIDASI KEBANGSAAN

HALAL BI HALAL PB IKA PMII 1447 H JADI MOMENTUM KONSOLIDASI KEBANGSAAN

April 20, 2026
Hoaks Pangkalan Militer Rusia di Papua: Klarifikasi Resmi Tegaskan Tidak Ada Rencana

Hoaks Pangkalan Militer Rusia di Papua: Klarifikasi Resmi Tegaskan Tidak Ada Rencana

April 20, 2026
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, Ketegangan Global Memanas dan Pasokan Energi Terancam

Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, Ketegangan Global Memanas dan Pasokan Energi Terancam

April 20, 2026
Facebook Twitter Google+ Youtube RSS

PT Gerbang Informasi Media

Follow Us

Cari Berdasarkan Kategori

  • Agama (74)
  • Daerah (2,368)
  • DPD/DPRD/DPR RI (9)
  • Ekonomi (245)
  • Fashion (23)
  • Hiburan (48)
  • Hukum (1,104)
  • Internasional (90)
  • Kesehatan (88)
  • Korupsi (46)
  • Kriminal (169)
  • Nasional (589)
  • Olahraga (45)
  • Otomotif (3)
  • Pendidikan (93)
  • Politik (106)
  • REDAKSI (305)
  • Sumut (1,062)
  • TNI/POLRI (49)
  • IGN-CS Jualan Shabu,Perlanaan Jadi Kampung Narkoba

    IGN-CS Jualan Shabu,Perlanaan Jadi Kampung Narkoba

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dua PNS Kominfo Kabupaten Batu Bara Diduga Selingkuh,Pak Kadis Diminta Segera Beri Sangsi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pegawai Kominfo Batu Bara Jalin Hubungan Terlarang ,Pak Kadis Bungkam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Info Buat Kasnob Polres Simalungun,IGUN CS Masi Jualan Shabu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pengawas Proyek SLB Negeri 25 Sintang Inisial DM Abaikan Konfirmasi Awak Media

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Hak Cipta © 2021 Gerbang Informasi Nusantara

No Result
View All Result
  • Redaksi gi-media.com
  • Lowongan Kerja
  • Undang Undang Pers
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Cyber

Hak Cipta © 2021 Gerbang Informasi Nusantara