• Redaksi gi-media.com
  • Lowongan Kerja
  • Undang Undang Pers
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Cyber
ADVERTISEMENT
  • Daerah
  • Nasional
  • Kriminal
  • Kesehatan
  • Politik
  • Internasional
  • Korupsi
  • Agama
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Ekonomi
No Result
View All Result
  • Daerah
  • Nasional
  • Kriminal
  • Kesehatan
  • Politik
  • Internasional
  • Korupsi
  • Agama
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Ekonomi
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • Daerah
  • Nasional
  • Kriminal
  • Kesehatan
  • Politik
  • Internasional
  • Korupsi
  • Agama
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Ekonomi
ads ads ads
Home Ekonomi

Purbaya Tambah TKD Jadi Rp693 Triliun di RAPBN 2026: Upaya Redam Gejolak, tapi Masih Ada Catatan

Dari yang semula direncanakan sebesar Rp 650 triliun, anggaran TKD kini diusulkan menjadi Rp 693 triliun—

redaksi by redaksi
September 18, 2025
in Ekonomi
0
Bawa Kabur 10 Milliar, Pelaku Ditangkap, Mobil Ditemukan, Uang Belum Jelas

Oplus_131072

0
SHARES
27
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Gi-media.com Jakarta — Pemerintah yang dikomandoi Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa resmi menyetujui penambahan alokasi Transfer ke Daerah (TKD) dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) tahun 2026. Dari yang semula direncanakan sebesar Rp 650 triliun, anggaran TKD kini diusulkan menjadi Rp 693 triliun—kenaikan sebesar Rp 43 triliun. Keputusan ini muncul dalam rapat kerja antara Pemerintah dan Badan Anggaran (Banggar) DPR RI yang digelar Kamis, 18 September 2025.

Latar Belakang & Pemicu

Kenaikan anggaran TKD ini tidak lepas dari tekanan langsung dari dinamika di tingkat daerah. Beberapa kepala daerah dikabarkan menaikkan pungutan, terutama Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2), ke tingkat yang cukup tinggi, yang kemudian memicu protes publik. Salah satu contoh paling menonjol adalah di Kabupaten Pati, di mana kenaikan PBB-P2 mencapai 250%, yang kemudian menyebabkan demonstrasi besar.

ADVERTISEMENT

Selain itu, Komisi-komisi DPR yang membidangi anggaran juga mengajukan usulan untuk peningkatan TKD setelah adanya masukan dari daerah terkait ketidakcukupan dana dalam menanggung beban operasional dan pelayanan publik. Pemangkasan alokasi sebelumnya sempat membuat banyak pemerintah daerah “gelagapan”, terutama akibat pengurangan dana pusat dan efisiensi yang mengurangi kemampuan daerah untuk menjalankan fungsi-fungsi pemerintahan dasar.

BeritaTerkait

Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) Menggelar Apkasi Otonomi Expo (AOE) 2026 Yang Berlangsung Pada Tanggal 27–29 Agustus 2026 Di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Kabupaten Tangerang, Banten

Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) Menggelar Apkasi Otonomi Expo (AOE) 2026 Yang Berlangsung Pada Tanggal 27–29 Agustus 2026 Di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Kabupaten Tangerang, Banten

6 hari ago
Hadiri APKASI Otonomi Expo 2026, Plt. Bupati Kuansing Dorong Promosi Potensi Daerah dan Perluasan Kerja Sama Ekonomi

Hadiri APKASI Otonomi Expo 2026, Plt. Bupati Kuansing Dorong Promosi Potensi Daerah dan Perluasan Kerja Sama Ekonomi

6 hari ago
Sekda Kab Malang hadiri Apkasi Otonomi Ekspo 2026, Promosikan Pariwisata dan UMKM Kabupaten Malang

Sekda Kab Malang hadiri Apkasi Otonomi Ekspo 2026, Promosikan Pariwisata dan UMKM Kabupaten Malang

6 hari ago
BP Tapera Hadir di IRSE 2026, Perkuat Edukasi Pembiayaan Perumahan

BP Tapera Hadir di IRSE 2026, Perkuat Edukasi Pembiayaan Perumahan

1 minggu ago

Rincian Keputusan & Dampak Anggaran

Besaran TKD meningkat menjadi Rp 692,995 – Rp 693 triliun, naik dari proyeksi awal Rp 650 triliun.

Belanja negara keseluruhan turut direvisi naik. Belanja pemerintah pusat, termasuk kementerian/lembaga, diminta ditambah juga. Total belanja negara dalam RAPBN 2026 naik dari Rp 3.786,5 triliun menjadi Rp 3.842,7 triliun, bertambah sekitar Rp 56,2 triliun.

Penerimaan negara juga mengalami revisi minor—naik dari target awal menjadi Rp 3.153,6 triliun, dari sebelumnya sekitar Rp 3.147,7 triliun. Kenaikan ini sebagian besar ditopang oleh peningkatan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dan penerimaan dari cukai dan kepabeanan.

Namun, karena belanja ditambah, defisit APBN 2026 ikut melebar, dipatok menjadi Rp 689 triliun atau sebesar 2,68 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), dibandingkan angka awal sekitar 2,48 persen PDB atau Rp 638,8 triliun.

 

Pernyataan Pihak Terkait

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menyebut bahwa kenaikan TKD ini penting untuk menjaga stabilitas sosial dan politik di daerah, terutama menyikapi gejolak masyarakat akibat kebijakan pajak daerah yang dianggap memberatkan.

Ketua Banggar DPR RI, Said Abdullah, menjelaskan bahwa tambahan Rp 43 triliun adalah respons atas permintaan dari komisi-komisi legislator serta tekanan publik terhadap tingginya beban daerah.

Pemerintah juga menegaskan bahwa meskipun TKD masih lebih rendah dibanding alokasi di 2025 (yang mencapai ~Rp 919 triliun dalam proyeksi awal) akan tetapi manfaat APBN ke daerah tidak akan berkurang. Sebab, program-program melalui belanja pemerintah pusat yang dilakukan di daerah juga cukup besar, sekitar Rp 1.300 triliun.

 

Analisis & Catatan Kritis

1. Turunnya TKD dibandingkan 2025
Meskipun terjadi kenaikan dari target awal 2026, TKD yang diusulkan masih jauh di bawah besaran yang dikucurkan pada 2025 dalam proyeksi awalnya (~Rp 919 triliun). Hal ini menimbulkan pertanyaan: seberapa besar disrupsi pelayanan publik di tingkat daerah bila memang terjadi pemangkasan dibanding tahun lalu.

2. Keselarasan antara pusat dan daerah
Kenaikan TKD diiringi dengan komitmen memonitor belanja daerah agar tidak terlambat (delay) — sebuah persoalan yang selama ini sering menjadi kritik. Ini menunjukkan bahwa tidak hanya alokasi, tapi efisiensi penyaluran dan pelaksanaan menjadi isu penting.

3. Risiko fiskal akibat defisit melebar
Defisit 2,68% dari PDB masih berada dalam batas aman menurut pemerintah, tetapi pelebaran defisit menunjukkan tekanan pada penerimaan atau kebutuhan belanja yang tak bisa ditunda. Ini bisa menimbulkan konsekuensi—keterbatasan ruang fiskal untuk kebutuhan darurat atau proyek mendesak jika kondisi ekonomi memburuk.

4. Potensi efek moral hazard
Bila daerah terus menaikkan pajak lokal secara drastis atau melakukan pemotongan anggaran pelayanan karena kekurangan dana transfer, tekanan publik akan meningkat. Kebijakan pusat yang “merespon” tekanan ini dengan menaikkan TKD bisa dianggap sebagai pengakuan bahwa daerah tidak cukup mandiri atau tidak mampu mengantisipasi perubahan dinamika anggaran. Ini membuka diskursus tentang reformasi desentralisasi fiskal agar daerah memiliki prediktabilitas anggaran yang lebih baik.

 

Kesimpulan

Penambahan TKD menjadi Rp 693 triliun dalam RAPBN 2026 adalah langkah strategis dan sigap dari pemerintah untuk meredam ketidakpuasan masyarakat dan keluhan pemerintah daerah akibat pemangkasan anggaran dan kebijakan pajak lokal yang dianggap memberatkan. Namun demikian, keputusan ini juga mengandung sejumlah risiko fiskal dan mempertanyakan konsistensi alokasi dibandingkan 2025.

Ke depan, kunci keberhasilan kebijakan ini tidak hanya terletak pada nominal alokasi, tetapi pada bagaimana belanja daerah disalurkan dan diimplementasikan secara tepat waktu, serta bagaimana pemerintah pusat dan daerah bisa memperkuat kapasitas daerah agar lebih mandiri — tidak tergantung pada “correction” lewat penambahan anggaran tiap kali terjadi protes publik.

 

Source: https://gi-media.com/2025/09/18/kunjungi-dua-tempat-fasilitas-publik-walikota-iman-irdianpentingnya-perbaikan/
Via: https://gi-media.com/2025/09/18/kunjungi-dua-tempat-fasilitas-publik-walikota-iman-irdianpentingnya-perbaikan/
Tags: #Kemenkeu #Purbaya #APBN2025 #EkonomiIndonesia #DemoMahasiswaEkonomipurnama
Previous Post

Kunjungi Dua Tempat Fasilitas Publik, Walikota Iman Irdian;Pentingnya Perbaikan

Next Post

Badan Penerimaan Negara: Taruhan Prabowo untuk Efisiensi Fiskal, Risiko dan Harapan

redaksi

redaksi

TerkaitBerita

Presiden Prabowo kunjungi hunian baru untuk warga pinggir rel kereta api Senen
Daerah

Presiden Prabowo kunjungi hunian baru untuk warga pinggir rel kereta api Senen

by Muhammad Dimas Aditya
Agustus 29, 2026
0

Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menemui masyarakat yang sebelumnya tinggal di pinggir rel kereta api Stasiun Senen di hunian baru...

Read more
Komisioner BP Tapera Dampingi Kunjungan Komisi V DPR RI ke Rusun TOD Samesta Mahata Serpong

Komisioner BP Tapera Dampingi Kunjungan Komisi V DPR RI ke Rusun TOD Samesta Mahata Serpong

Agustus 28, 2026
Barantin dan Chile Perkuat Kerja Sama SPS, Buka Peluang Perluas Perdagangan Komoditas   

Barantin dan Chile Perkuat Kerja Sama SPS, Buka Peluang Perluas Perdagangan Komoditas  

Agustus 28, 2026
Danantara Housing Expo 2026, BP Tapera Dorong MBR Manfaatkan Akses Rumah Subsidi

Danantara Housing Expo 2026, BP Tapera Dorong MBR Manfaatkan Akses Rumah Subsidi

Agustus 28, 2026
Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) Menggelar Apkasi Otonomi Expo (AOE) 2026 Yang Berlangsung Pada Tanggal 27–29 Agustus 2026 Di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Kabupaten Tangerang, Banten

Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) Menggelar Apkasi Otonomi Expo (AOE) 2026 Yang Berlangsung Pada Tanggal 27–29 Agustus 2026 Di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Kabupaten Tangerang, Banten

Agustus 27, 2026
Hadiri APKASI Otonomi Expo 2026, Plt. Bupati Kuansing Dorong Promosi Potensi Daerah dan Perluasan Kerja Sama Ekonomi

Hadiri APKASI Otonomi Expo 2026, Plt. Bupati Kuansing Dorong Promosi Potensi Daerah dan Perluasan Kerja Sama Ekonomi

Agustus 27, 2026
Next Post
Badan Penerimaan Negara: Taruhan Prabowo untuk Efisiensi Fiskal, Risiko dan Harapan

Badan Penerimaan Negara: Taruhan Prabowo untuk Efisiensi Fiskal, Risiko dan Harapan

Discussion about this post

PT Gerbang Informasi Media

Facebook Twitter Google+ Youtube RSS

Cari Berdasarkan Kategori

  • Agama (76)
  • Daerah (2,449)
  • DPD/DPRD/DPR RI (13)
  • Ekonomi (283)
  • Fashion (25)
  • Hiburan (52)
  • Hukum (1,386)
  • Internasional (93)
  • Kesehatan (90)
  • Korupsi (51)
  • Kriminal (176)
  • Nasional (612)
  • Olahraga (49)
  • Otomotif (3)
  • Pendidikan (103)
  • Politik (117)
  • REDAKSI (307)
  • Sumut (1,066)
  • TNI/POLRI (139)

Hak Cipta © 2021 Gerbang Informasi Nusantara

No Result
View All Result
  • Redaksi gi-media.com
  • Lowongan Kerja
  • Undang Undang Pers
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Cyber

Hak Cipta © 2021 Gerbang Informasi Nusantara