Simalungun,Sumut – Peredaran narkoba di wilyah simalungun kian hari kian marak,ada dua nama besar selaku kordinator peredaran narkoba wilayah simalungun bawa,
Go”Dok warga Batu Enam ini merupakn kaki tangan pengedar kakap berinisial Fyn.
Go”Dok selaku kordinator bertugas membagi Narkoba pada pengecer diantaran BBN warga simpang Kalvin dan Asg Warga Kebun Dolok Sinumbah (Dosin) ,BBN dan Asg sebagai pengecer pada para kurir.
Seperti dijelaskan oleh sumber yang dapat dipercaya mengatakan, Go”Dok warga Batu Enam itu merupakan kordinator peredaran narkoba jenis sabu dan Extasi,putaran penjulan mereka per minggu cukup besar.
“Go”Dok merupakan kaki tangan Fyn warga nagori Bandar Pulo Kecamatan Bandar,Fyn yang perna di hukum kasus narkoba,setela keluar dari LP semangkin bersinar menggeluti narkoba,dan Go”Dok memiliki anggota Asg dan BBN,dari kedua orang inilah para kurir belanja,omsetnya juga cukup besar per minggu.
Wilayah Kateran ada (RB) alias Bongor, 35 Tahun (Kurir),S alias Andri ( kurir) alamat Kateran,Saragih (kurir ) di Habatu Bandar Pulo dibelakang rumah Pak Goreng Saragih.
Dari beberapa pelaku narkoba yang ditangkap oleh satnarkoba Polres Simalungun,terbukti BB pelaku cukup besar itu sekelas kurir,bagai mana pulak kordinatornya.
“Suda bukan rahasi lagi,kalau kedua bandar besar itu ada memberi stabil pada oknum2 APH dan Oknum2 Wartawan,makanya mereka aman2 aja,sebab bila akan ada rajia oknum2 tersebut memberi informasi pada mereka,makanya tidak ditangkap dan tidak ada pemberitaan,ucap sumber mengahiri.Sabtu 24/7/2022.
AN warga Simpang Kalvin berharap agar Kapolres Simalungun AKBP Ronald FC Sipayung segera melalukan tindakan,”Pak Kapolres Simalungun dan Pak Kapolda Sumut tolong tangkap itu kelompok bandar Narkoba yang suda sangat meresahkan warga,bila tak segera di tangkap kami akan memfiralkan para bandar Narkoba Fyn / Go”Dok Group, agar sampai pada Kapolri dan Pak Presiden Joko Widodo,Ucap AN dan kawan-kawan.Senin 25/7/2022.
Terkait maraknya pengedar narkoba di simalungun bawa menuai keritik Pengamat Hukum Provinsi Sumatera utara M.Hidayat S.H, pada tanggapanya Hidayat mengatakan,lemahnya kinerja kepolisian mengakibatkan para pengedar narkoba merasa nyaman,di tambah adanya oknum-oknum APH yang memang sengaja melakukan pembiaran dan mendapat keuntungan dari para pengedar narkoba.
“Setiap Polsek memiliki Babinkantibmas yang bertugas di setiap Nagori/Desa,personil tersebut bertugas mendeteksi apa yang terjadi di wilayah tugasnya dan melaporkan pada atasanya setiap saat,di tamba tim Intel yang bekerja 24 jam mengawasi situasi keamanan wilayahnya.
Sudah sangat mustahil bila APH tidak mengetahui perkembangan Peredaran Narkoba di wilayahnya,Ditambah Setiap Polres memiliki satuan narkoba,tentunya didalam pemberatasan Narkoba dapat maksimal.
“Polisi kita saat ini sangat hebat,di tambah sekil para personil yang cerdas,bahkan semut di dalam tanah saja bisa mereka tangkap, hal itu terbukti dengan banyaknya kasus kasus besar yang mampu mereka ungkap,orang meninggal hanyut di sungai saja mereka bisa ungkap siapa pelaku pembunuhnya,itu jau lebih sulit dibanding mendeteksi siapa2 pengedar narkoba, karena pengedar narkoba orang jelas dan tau dimana tempatnya,tidak logika bila mereka tidak tau siapa saja para pengedar narkoba di wilyah kerjanya.
Namun tergantung,apaka para personil Babinkatibmas,Itel dan Tim narkoba serius atau tidak memberatas peredaran Narkoba,yang menjadi pertanyaan,”apakah Anggota yang tidak melapor pada pimpinan atau pimpinanya yang abai terima laporan dari anggota.
Untuk menyikapi isu pembiaran terhadap Narkoba yang saat ini berkembang,hendakanya Kapolres Simalungun atau Kapolda Sumatera Utara segera ambil sikap, dan segera memerinthakan anggotanya tangkap itu jaringan Narkoba Yang di maksut,ucap Hidayat Rabu 27/7/2022.
Sampai berita ini disampaikan pada redaksi,reporter kami belum dapat menemui Kapolres Simalungun AKBP Ronald FC Sipayung untuk di mintai tangapan terkait maraknya pengedar narkoba di Simalungun Bawa yang suda sangat meresahakan warga. (Tim)






















Discussion about this post