
Gi-media.com Medan — Kecewa dengan hasil keputusan musywil XXI online IPM Sumut yang di gelar 7-9 Oktober 2021, 12 PD IPM di Sumut menolak hasil keputusan yang telah dihasilkan karena terdapat indikasi kecurangan yang dilakukan oleh oknum yang diduga ingin menghancurkan Ikatan Pelajar Muhammadiyah Sumatera Utara
Beberapa Pimpinan Daerah seperti PD IPM Tebing Tinggi, PD IPM Mandailing Natal, PD IPM Tapanuli Tengah, PD IPM Tapanuli Selatan, PD IPM Asahan, PD IPM Padang Sidempuan, PD IPM Labuhan Batu, PD IPM Simalungun, PD IPM Medan, PD IPM Siantar dan PD IPM Langkat, menyatakan sikap untuk menolak hasil keputusan tersebut
Azhar selaku calon formatur pada musywil kali ini karena takut terjadi kekeliruan, kepada wartawan Senin (11/10/2021) mengatakan bahwa dirinya sempat meminta kepada Panitia pelaksana Muswil untuk mendatangkan tim ITe UMSU biar maksimal tanpa Gendala
“Sudah saya minta kepada Panitia Pemilihan untuk mendatangkan tim ITE UMSU selaku penyedia server pemungutan suara karena saya merasa ada kekeliruan dimana terdapat penggelembungan suara dimana daftar pemilih tetap yang seharusnya berjumlah 358 menjadi 457″ ungkap nya
Sementara Abdul Rahman Tanjung yang juga calon formatur dalam muswil tersebut mengatakan kalau dirinya mempunyai bukti dan mengukapkan kalau tim Panitia pemilihan dari daerah mengatakan kalau muswil tersebut tidak bisa dilanjutkan karena terdapat indikasi kecurangan juga berharap Muswil tersebut harus di ulang
“Saya kantongi bukti-bukti, bahkan tim panlih yang ditunjuk oleh Masing-masing daerah sendiri sudah menyatakan sikap bahwa pemungutan suara tidak bisa dilanjutkan, karena terdapat INDIKASI KECURANGAN dan sudah seharusnya dilaksanakan pemilihan ulang. Maka dari itu, terhadap apa yang terjadi ini akan kami laporkan kepada PW Muhammadiyah Sumatera Utara” kata Rahman
Taufiq Prima, Ketua PD IPM Medan juga mengatakan kalau gerakan ke Islaman pada Ikatan Pelajar Muhammadiyah tercederai atas Musyawarah yang kurang berkenan dan ungkap kalau tidak ada istilah salah input,seharusnya persiapan Muswil di persiapkan dengan matang
“Ikatan Pelajar Muhammadiyah yang punya ciri gerakan keislaman yang kuat, dicederai dengan sistem permusyawarahan yang kurang berkenan, harus nya tidak ada server salah input, karena persiapan musyawarah harusnya bisa lebih matang untuk dipersiapkan agar bagaimana semua pihak dapat menerima dengan baik” kata Taufik
Lanjut Taufik “Sejak awal kalau memang musyawarah ini berkeinginan untuk mendapatkan keputusan yang baik, cara-caranya juga harus dipersiapkan dengan baik. Dapat menerima saran, jika ada yang kurang maka berkenan untuk dikoreksi dan jika ada usulan harusnya itu ditampung. Pemilihan ulang adalah keputusan yang paling adil dari hasil musyawarah ini” Tutupnya
Atas kejadian Tersebut Beberapa Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah di Sumatera Utara menolak hasil keputusan dari Musyawarah Wilayah online IPM Sumatera Utara ke XXI, sekaligus meminta untuk melangsungkan pemilihan ulang dengan merubah teknis pemilihan sebelumnya.
(Sumber Ez -Report-red)






















Discussion about this post