Aneh! BNN Rekom Rehab Pada Pengedar Narkoba 10.89 Gram, Kejari Pematangsiantar Tuntut Terdakwa Pasal 127

redaksi
0 0
Read Time2 Minute, 8 Second
Pematangsiantar, GI-Media.com – Beredarnya  informasi bahwa BNN Pematangsiantar memberikan surat rekomendasi rehabilitas terhadap pengedar narkoba Susanto alias Santo (40) warga Jalan Gunung Sibayak Kelurahan Karo Kota Pematangsiantar, yang terlibat narkoba ditangkap Satnarkoba Polres Pematangsiantar pada (28/08/2020) lalu
Dari tangan Santo diamankan satu unit sepeda motor merk Honda Biet yang dikendarainya, paket narkotika  bruto 10,89 gram, satu buah hape merk Nokia, dan satu buah hape merek samsung.
Namun ada yang aneh pada penuntutan Susanto dikejaksaan Negri Pematangsiantar, terdakwa hanya di tutut melanggar  pasal 127 huruf a UU RI No 35 Tahun 2009 Tentang Narkoba, Susanto dituntut rendah disebabkan terdakwa memiliki surat rekom rehabilitasi dari BNNK Pemtangsiantar.
Muhamad Chadafi, Kasi Pidum kejaksaan Negri Pemtangsiantar saat di konfirmasi awak media Kamis (04/03/2021) mengatakan bahwa alasan pihak kejaksaan menuntut Susanto dengan pasal 127 karena tersangka mampu menunjukkan surat rekom rehabilitasi dari BNNK Siantar.
” Kami menuntut tersangka dengan pasal 127 dan tuntutanya 3,6 tahun karena tersangka mampu menunjukkan surat rekom rehabilitasi, sesui surat edaran Mahkamah Agung bahwa bila tersangka mampu menunjukkan surat tersebut bisa saja di tuntut untuk rehab, tapi kami tidak berani melakukannya ” ucap Chadafi.
“Terdakwa Susanto alias Santo di sebut seorang pengedar kakap disiantar, saat di tangkap dirinya memilliki narkoba sebanyak 10,89 gram, k keasad narkoba David sinaga dalam keterangan Pers nya  tidak menyebutkan ditemukan alat bukti bahwa terdakwa sebagai pengguna, pertanyaanya atas dasar apa BNN Pematangsiantar memberikan rekomedasi rehap, sebab rekomedasi bisa diberikan atas dasar pelaku/terdakwa seorang pengguna narkoba, dan bukan pada seorang bandar/pengedar.
Saya menduga, Kejasaan dan BNN Pematangsiantar main mata, untuk membantu meringankan hukuman terdakwa, dengan menuntut terdakwa pasal tunggal 127 huruf a UU RI No 35 tahun 2009 Tetang Narkoba, pertanyaanya atas dasar alat bukti apa pasal itu bisa digunakan, saat ini masyarakat pematangsiantar diberi tontonan bahwa BNN dan Kejasaan bisa membantu meringankan hukuman pengedar narkoba, artinya lampu hijau di berikan bagi pengedar Narkoba.
“Saat ini kita hanya berharap pada Hakim untuk tidak serta merta menerima tuntutan jaksa, karena sangat mencedrai keadilan, berikan hukuman pada terdakwa sesui apa yang dia lakukan, jika Hakim juga tutup mata, tutup telinga maka putusannya sangat mencedrai penegakan hukum di negri ini khusunya di Pematangsiantar.
“Saya berharap Kajatisu dan Kepala BNN Provinsi Sumatera Utara segera mengetahui hal ini, agar mereka tau kinerja anggotanya di Pematangsiantar yang kita anggap suda memalukan. ucap Helmy Hudayat SH, penggiat anti narkoba siantar-Simalungun.
Sesui informasi,bahwa tanggal 09 Maret 2021,tersangka akan memasuki sidang putusan di Pengadilan Negeri Pematangsiantar,sampai berita ini disampaikan pada redaksi, kepala BNN Kota siantar belum memberikan tanggapan.(R)
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Next Post

Pengendara Sepeda Motor Tewas Di Serempet Mobil Box, Kepala Pecah Otak Berserak |

GI-Media.com   Delitua – Seorang wanita mengendarai sepeda motor lalu bersenggolan dengan mobil Box, sehingga pengendara mengalami oleng lalu terpental ke aspal. Akibatnya, korban tewas dengan keadaan kepala pecah hingga otak berceceran, Jumat (5/3/2021) sekitar pukul 23.40 WIB. Informasi yang didapat, berawal pengendara sepeda Yamaha Mio Soul BK 2068 AEC […]

Subscribe Kami Dong !

Email address:
%d blogger menyukai ini: