Jakarta – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) resmi meluncurkan tujuh pusat studi inovatif di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian/Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK/PTIK) Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Lemdiklat). Inisiatif strategis ini, yang dipimpin oleh Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo, bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Polri serta memperkuat strategi keamanan nasional di masa depan, Selasa (10/3/2026).

Peluncuran ini berlangsung di kompleks STIK/PTIK Lemdiklat Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, dan dihadiri oleh Advisor to The Chief Of Indonesia National Police, Senior Police Commissioner Nakanishi Akira, serta perwakilan Kedutaan Besar Rusia untuk Indonesia. Komjen Dedi Prasetyo menegaskan bahwa pembentukan pusat studi ini merupakan realisasi dari Asta Cita keempat dan bagian integral dari Grand Strategy Polri dalam mempersiapkan kepolisian yang adaptif dan profesional menghadapi tantangan global saat ini dan di tahun 2026.
Mengapa Pusat Studi Ini Penting di Tahun 2026?
Pembentukan pusat studi kepolisian ini menjadi tren penting karena menjawab kebutuhan mendesak akan profesionalisme dan adaptasi Polri terhadap dinamika sosial, teknologi, dan keamanan yang terus berkembang. Komjen Dedi Prasetyo menjelaskan bahwa tujuan utama adalah sebagai sarana implementasi pengetahuan, sains, dan teknologi ke dalam tindakan nyata oleh anggota kepolisian. Ini bukan hanya tentang teori, melainkan aplikasi langsung di lapangan.
Selain itu, pusat studi ini berfungsi sebagai sarana standarisasi SDM Polri agar lebih profesional, dengan mengintegrasikan hasil penelitian akademik ke dalam pengembangan strategi keamanan yang adaptif dan modern. Polri melihat investasi pada ilmu pengetahuan sebagai kunci untuk membangun ekosistem pengetahuan internal dan eksternal, membuka ruang dialog akademik dengan perguruan tinggi lain, serta mengintegrasikan kepakaran dari berbagai universitas.
Tujuan dan Mekanisme Kerja Pusat Studi
Secara garis besar, pusat studi ini akan bekerja sebagai think tank dan research center bagi Polri. Setiap pusat studi akan fokus pada bidang keilmuan spesifik, melakukan penelitian mendalam, mengembangkan kurikulum, serta menyelenggarakan pelatihan dan lokakarya. Hasil penelitian dan pengembangan ini diharapkan dapat diintegrasikan langsung ke dalam kebijakan, operasional, dan praktik kepolisian sehari-hari.
Wakapolri Komjen Dedi menekankan bahwa pusat studi ini adalah investasi keamanan bangsa dan bertujuan menjadi Center of Excellence. Kolaborasi dengan pakar internal dan eksternal, termasuk dari universitas rekanan, akan menjadi mekanisme utama untuk memastikan relevansi dan kualitas riset yang dihasilkan.
Berikut adalah tujuh pusat studi kepolisian yang baru diluncurkan:
- Pusat Studi Teknologi Kepolisian, dipimpin oleh Aslog Kapolri Irjen Suwondo Nainggolan.
- Pusat Studi Forensik Kepolisian, dipimpin oleh Kapusdokkes Polri Irjen Asep Hendradiana.
- Pusat Studi International Policing, dipimpin oleh Komjen (Purn) Petrus R. Golose.
- Pusat Studi Keamanan Nasional, dipimpin oleh Profesor Muradi.
- Pusat Studi Perlindungan Perempuan dan Anak, dipimpin oleh Brigjen Nurul Azizah.
- Pusat Studi Keadilan Restoratif dan Transformasi Konflik, dipimpin oleh Andrea H. Poeloengan.
- Pusat Studi Intelijen Keamanan, dipimpin oleh Irjen Achmad Kartiko.
Bersamaan dengan peresmian ini, Polri juga meluncurkan buku ‘Rekrutmen, Meritokrasi dan Teknologi’ yang merupakan karya Komjen Dedi Prasetyo, semakin memperkuat komitmen terhadap pengembangan SDM berbasis ilmu.
Bagaimana Pusat Studi Menjawab Tantangan Keamanan Nasional?
Pembentukan pusat studi ini secara langsung bertujuan untuk memitigasi berbagai risiko dan tantangan keamanan yang kompleks. Misalnya, Pusat Studi Teknologi Kepolisian akan mengembangkan solusi inovatif untuk kejahatan siber dan pemanfaatan teknologi dalam penegakan hukum. Pusat Studi Forensik akan meningkatkan akurasi investigasi, sementara Pusat Studi Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) akan fokus pada penanganan kasus kekerasan dan pidana perdagangan orang (PPO) yang semakin marak, memastikan keadilan dan perlindungan korban.
Pusat Studi Keamanan Nasional dan Intelijen Keamanan akan berkontribusi pada analisis ancaman, perumusan kebijakan strategis, dan pencegahan dini terhadap potensi konflik serta gangguan keamanan. Pusat Studi International Policing akan memperkuat kerja sama lintas negara dalam menghadapi kejahatan transnasional, sementara Pusat Studi Keadilan Restoratif dan Transformasi Konflik akan mencari pendekatan yang lebih humanis dan efektif dalam penyelesaian masalah hukum. Dengan demikian, risiko keamanan dapat diatasi secara lebih holistik dan berbasis bukti.
Optimalisasi Peran Pusat Studi untuk Polri Profesional
Untuk memastikan pusat studi ini berfungsi optimal dan mencapai visinya sebagai Center of Excellence, beberapa tips praktis dapat diterapkan:
- Riset Berkelanjutan dan Terapan: Prioritaskan penelitian yang memiliki dampak langsung dan dapat diimplementasikan dalam praktik kepolisian, bukan hanya kajian teoritis.
- Kolaborasi Multidisiplin: Dorong kerja sama antar pusat studi dan dengan lembaga eksternal (akademisi, NGO, industri) untuk memperkaya perspektif dan solusi.
- Diseminasi Pengetahuan Aktif: Pastikan hasil penelitian dan inovasi disosialisasikan secara luas kepada seluruh anggota Polri dan pemangku kepentingan terkait.
- Kurikulum Adaptif: Integrasikan temuan terbaru dari pusat studi ke dalam kurikulum pendidikan dan pelatihan di STIK/PTIK secara berkala.
- Benchmarking Internasional: Lakukan perbandingan dengan pusat studi kepolisian di negara maju untuk mengadopsi praktik terbaik dan standar global.
Pendekatan Komprehensif dalam Transformasi Polri
Peluncuran pusat studi ini merupakan bagian dari pendekatan komprehensif Polri dalam mentransformasi diri menjadi institusi yang lebih modern dan profesional. Selain pengembangan pusat studi, alternatif atau solusi terkait lainnya meliputi:
- Peningkatan Kapasitas Personel: Program pelatihan dan pendidikan berkelanjutan yang berbasis kompetensi.
- Adopsi Teknologi: Pemanfaatan teknologi mutakhir untuk operasional, investigasi, dan pelayanan publik.
- Penguatan Kemitraan Publik: Membangun kepercayaan dan partisipasi masyarakat dalam menjaga keamanan.
- Reformasi Birokrasi: Mendorong tata kelola yang bersih, transparan, dan akuntabel.
Melalui sinergi antara pusat studi, pengembangan SDM, dan adopsi teknologi, Polri bertekad untuk menjadi organisasi yang lebih responsif, profesional, dan mampu memberikan pelayanan keamanan terbaik bagi masyarakat Indonesia di tahun-2026 dan seterusnya.
Inisiatif Polri dalam meluncurkan tujuh pusat studi di STIK/PTIK Lemdiklat pada tahun 2026 ini menandai komitmen serius terhadap pengembangan ilmu kepolisian dan profesionalisme SDM. Dengan fokus pada riset terapan, kolaborasi, dan integrasi pengetahuan, pusat studi ini diharapkan menjadi tulang punggung dalam menciptakan strategi keamanan yang adaptif, modern, dan mampu menjawab tantangan kompleks di masa depan, menjadikan Polri sebagai Center of Excellence yang berinvestasi pada keamanan bangsa.























Discussion about this post