Dana Terbatas Tak Surutkan Pelayanan, Camat Marawola Tetap Bergerak
SIGI – GI Media Com – Keterbatasan anggaran yang dialami Kecamatan Marawola pada tahun 2026 tidak menyurutkan semangat pelayanan kepada masyarakat. Camat Marawola, Mohammad Nur, menegaskan bahwa meski pagu anggaran kecamatan hanya sekitar Rp57 juta per tahun, roda pemerintahan dan pelayanan publik tetap berjalan.(20/1/2026)
Hal tersebut disampaikan Camat Mohammad Nur saat ditemui di Desa Binangga, Kecamatan Marawola, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, menanggapi kondisi efisiensi anggaran yang berdampak langsung pada pelaksanaan program kecamatan.
“Anggaran kecamatan kami hanya sekitar Rp57 juta per tahun, dan itu harus dibagi ke dalam empat pos kegiatan. Sebagian besar habis untuk kebutuhan operasional dasar seperti
kebutuhan operasional kantor kecamatan, lanjutnya, meliputi listrik, jaringan internet (WiFi, XL, IndiHome), ATK, serta biaya fotokopi, yang seluruhnya harus ditutupi dari anggaran yang sangat terbatas.
“Walaupun dengan kondisi seperti ini, pelayanan kepada masyarakat tetap kami jalankan
Ia menjelaskan, salah satu kegiatan yang sempat direalisasikan adalah pembangunan taman mini di wilayah kecamatan. Namun karena keterbatasan dana, taman tersebut dibangun secara sederhana dan tidak menelan anggaran besar.
“Kalau dilihat memang kecil, karena dananya terbatas. Tapi alhamdulillah masih ada kegiatan yang bisa berjalan,” ujarnya.
Di bidang olahraga, Camat Marawola menyebutkan bahwa saat ini kegiatan seperti sepak bola tidak lagi bersumber dari anggaran kecamatan, melainkan melalui koordinasi dan dukungan pihak lain.
Meski menghadapi keterbatasan anggaran, kondisi sosial masyarakat Marawola dinilai cukup baik. “Untuk kasus gizi buruk, alhamdulillah saat ini tidak ada di Kecamatan Marawola,” kata Mohammad Nur.
Namun demikian, ia mengakui bahwa kegiatan monitoring lapangan menjadi tantangan tersendiri. Keterbatasan transportasi dan biaya operasional, termasuk kebutuhan bahan bakar, sering kali membuat jajaran kecamatan harus menggunakan biaya pribadi.
“Untuk turun ke lapangan itu tidak mudah. Tuntutan kerja semakin banyak, sementara anggaran sangat terbatas,” tuturnya.
Camat Marawola berharap ke depan ada penambahan anggaran, terutama untuk mendukung kegiatan sosial dan keagamaan, yang cukup dibutuhkan masyarakat.
Ia juga menyoroti potensi wilayah Kabupaten Sigi, khususnya sektor pertanian dan pariwisata. Mayoritas masyarakat Marawola berprofesi sebagai petani dan pekebun, sejalan dengan program percetakan sawah baru sesuai visi dan misi Bupati Sigi. Selain itu, potensi wisata seperti Danau Lindu dinilai perlu terus dikembangkan.” pungkasnya.
Reporter:”( Kul Indah)





















Discussion about this post