• Redaksi gi-media.com
  • Lowongan Kerja
  • Undang Undang Pers
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Cyber
Gi Media
ADVERTISEMENT
  • Daerah
  • Nasional
  • Kriminal
  • Kesehatan
  • Politik
  • Internasional
  • Korupsi
  • Agama
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Ekonomi
No Result
View All Result
  • Daerah
  • Nasional
  • Kriminal
  • Kesehatan
  • Politik
  • Internasional
  • Korupsi
  • Agama
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Ekonomi
No Result
View All Result
Gi Media
No Result
View All Result
  • Daerah
  • Nasional
  • Kriminal
  • Kesehatan
  • Politik
  • Internasional
  • Korupsi
  • Agama
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Ekonomi
ads ads ads
Home Hukum

RESONANSI CDCC 2026 Urgensi Merajut Kemajemukan untuk Kerukunan dan Kemajuan Bangsa

redaksi by redaksi
Januari 13, 2026
in Hukum
0
RESONANSI CDCC 2026 Urgensi Merajut Kemajemukan untuk Kerukunan dan Kemajuan Bangsa
0
SHARES
9
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

 

Dengan Nama Tuhan Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.

Jakarta, Gi-media.com, Pernyataan CDCC dalam jumpa pers di hotel Sahid Jakarta, 13 Januari 2025 Kemajemukan Bangsa Indonesia adalah ketetapan dan karunia Ilahi. Kita tidak pernah berpikir untuk terlahir dalam keragaman agama, suku, bahasa dan budaya. Maka adalah kewajiban kita untuk merawat dan mengembangkannya untuk kemajuan bangsa. Namun, kerukunan dan kebersamaan bukanlah sesuatu yang terwujud secara serta merta tapi harus direkayasa secara nyata. Walaupun derajat kerukunan, persatuan dan kesatuan bangsa relatif ada, namun kita tidak boleh menutup mata dan telinga akan adanya gejala dan gelagat keretakan baik yang disebabkan oleh sentimen primordial (Suku, Agama, Ras, dan Antar Golongan atau SARA) maupun perbedaan kepentingan sosial ekonomi dan politik. Acapkali yang terakhir” menjadi faktor picu yang mendorong muncul dan berkembangnya yang pertama. Jika hal demikian terjadi, yakni perpecahan bernuansa primordial, maka konflik akan susah diatasi. Apalagi, disharmoni pada dataran horizontal antara warga masyarakat ini berhimpit dengan disharmoni pada tataran vertikal yakni kurang harmonisnya hubungan pemerintah dan rakyat, maka instabilitas dan integrasi bangsa menjadi ancaman nyata.

ADVERTISEMENT

Dalam kaitan itulah, CDCC sebagai lembaga pengembang dialog dan kerja sama mengungkapkan keprihatinan mendalam atas bekembangnya gejala dan gelagat “retaknya perahu besar bangsa”, dan mengingatkan semua pihak, baik Penyelenggara Negara maupun organisasi-organi sasi Masyarakat dan Partai-Partai Politik untuk mawas diri, melakukan muhasabah secara bersama-sama.

BeritaTerkait

Menko Pangan Dorong Kebangkitan Industri Jamu dan Rempah Nasional

Menko Pangan Dorong Kebangkitan Industri Jamu dan Rempah Nasional

6 hari ago
Menjaga Anak, Menjaga Masa Depan: Respons Komisi Nasional Perlindungan Anak atas Kasus Dugaan Penggelapan Dana

Menjaga Anak, Menjaga Masa Depan: Respons Komisi Nasional Perlindungan Anak atas Kasus Dugaan Penggelapan Dana

1 minggu ago
Komnas Anak Tegaskan Komitmen Perlindungan Anak di Tengah Konflik Keluarga

Komnas Anak Tegaskan Komitmen Perlindungan Anak di Tengah Konflik Keluarga

1 minggu ago
Polres Pasbar Gelar Latihan Dalmas, Pastikan Tindakan Profesional di Lapangan

Polres Pasbar Gelar Latihan Dalmas, Pastikan Tindakan Profesional di Lapangan

2 minggu ago

Fenomena ketidakpuasan sosial dan demonstrasi masyarakat yang terja- di pada bulan Agustus dan awal September tahun 2025 yang lalu bukan masalah sederhana. Unjuk rasa di berbagai daerah terjadi karena kondisi dan masalah ketketidakadilan ekonomi dan sosial secara luas, kecemasan kelas menengah dan tekanan ekonomi yang meluas di sektor informal dan golongan bawah. Pemantiknya tidak lain karena protes terhadap adanya tunjangan baru bagi anggota DPR, kenaikan pajak bumi dan bangunan yang terjadi di beberapa wilayah, serta ketidakpuasan masyarakat terhadap kinerja pemerintah dalam mengatasi kesenjangan ekonomi, pengangguran dan kenaikan biaya hidup. Secara ekonomi politik, ini merupakan isu tekanan distribusi ekonomi dan masalah persepsi keadilan publik malam konteks ekonomi politik, tahun 2025 ditandai adanya tuntutan keadilan sosial dan —kecemasan kelas menengah, yang menjadi pekerjaan rumah pada tahun 2026.

Jadi ekonomi Indonesia tetap tumbuh meskipun hanya di tingkat moderat, tetapi dimensi memualitas nya masih rendah dan akan terus diuji pada tahun 2026 ini. Secara makro, ekonomi mam donesia relatif stabil dan inflasi terjaga. Namun tantangan utama terletak pada kualitas pertumbuhan, antara lain: penciptaan lapangan kerja formal yang terbatas, produktivitas

RESONANSI CDCC 2026 Urgensi Merajut Kemajemukan untuk Kerukunan dan Kemajuan Bangsa

Dengan Nama Tuhan Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.

Jakarta, 13 Januari 2025 Kemajemukan Bangsa Indonesia adalah ketetapan dan karunia Ilahi. Kita tidak pernah berpikir untuk terlahir dalam keragaman agama, suku, bahasa dan budaya. Maka adalah kewajiban kita untuk merawat dan mengembangkannya untuk kemajuan bangsa. Namun, kerukunan dan kebersamaan bukanlah sesuatu yang terwujud secara serta merta tapi harus direkayasa secara nyata. Walaupun derajat kerukunan, persatuan dan kesatuan bangsa relatif ada, namun kita tidak boleh menutup mata dan telinga akan adanya gejala dan gelagat keretakan baik yang disebabkan oleh sentimen primordial (Suku, Agama, Ras, dan Antar Golongan atau SARA) maupun perbedaan kepentingan sosial ekonomi dan politik. Acapkali yang terakhir” menjadi faktor picu yang mendorong muncul dan berkembangnya yang pertama. Jika hal demikian terjadi, yakni perpecahan bernuansa primordial, maka konflik akan susah diatasi. Apalagi, disharmoni pada dataran horizontal antara warga masyarakat ini berhimpit dengan disharmoni pada tataran vertikal yakni kurang harmonisnya hubungan pemerintah dan rakyat, maka instabilitas dan integrasi bangsa menjadi ancaman nyata.

Dalam kaitan itulah, CDCC sebagai lembaga pengembang dialog dan kerja sama mengungkapkan keprihatinan mendalam atas bekembangnya gejala dan gelagat “retaknya perahu besar bangsa”, dan mengingatkan semua pihak, baik Penyelenggara Negara maupun organisasi-organi sasi Masyarakat dan Partai-Partai Politik untuk mawas diri, melakukan muhasabah secara bersama-sama.

Fenomena ketidakpuasan sosial dan demonstrasi masyarakat yang terja- di pada bulan Agustus dan awal September tahun 2025 yang lalu bukan masalah sederhana. Unjuk rasa di berbagai daerah terjadi karena kondisi dan masalah ketketidakadilan ekonomi dan sosial secara luas, kecemasan kelas menengah dan tekanan ekonomi yang meluas di sektor informal dan golongan bawah. Pemantiknya tidak lain karena protes terhadap adanya tunjangan baru bagi anggota DPR, kenaikan pajak bumi dan bangunan yang terjadi di beberapa wilayah, serta ketidakpuasan masyarakat terhadap kinerja pemerintah dalam mengatasi kesenjangan ekonomi, pengangguran dan kenaikan biaya hidup. Secara ekonomi politik, ini merupakan isu tekanan distribusi ekonomi dan masalah persepsi keadilan publik malam konteks ekonomi politik, tahun 2025 ditandai adanya tuntutan keadilan sosial dan —kecemasan kelas menengah, yang menjadi pekerjaan rumah pada tahun 2026.

Jadi ekonomi Indonesia tetap tumbuh meskipun hanya di tingkat moderat, tetapi dimensi memualitas nya masih rendah dan akan terus diuji pada tahun 2026 ini. Secara makro, ekonomi mam donesia relatif stabil dan inflasi terjaga. Namun tantangan utama terletak pada kualitas pertumbuhan, antara lain: penciptaan lapangan kerja formal yang terbatas, produktivitas

yang tumbuh lambat, ketergantungan pada konsums! domestik dan komoditas perkemba
ngan sektor luar negeri dan ekspor Indonesia tertinggal jauh dengan negara tetangga seperti Vietnam. Ini terjadi karena sektor-sektor strategis seperti industri manufaktu r dan teknologi belum sepenuhnya menjadi MESIN pertumbuhan baru.

CDCC memandang dengan harap cemas pertumbuhan ekonomi nasional pada Tahun 2026. Pada kuartal pertama inilah prospek ekonomi akan terlihat, apakah ada indikasi perbaikan dengan reformasi kebijakan ekonomi yang mengarah pada pertumbuhan dan keadilan. Prospek positif 2026 tidak otomatis terjadi. la sangat bergantung pada kebijakan reformasi ekonomi dan kualitas kepemimpinan ekonomi. Stabilitas politik Tahun 2026 bisa dijaga dengan reformasi ekonomi yang membebaskan pertumbuhan ekonomi dari stagnasi selama ini. Sementara itu, perbaikan dalam kualitas pertumbuhan ekonomi yang lebih adil akan membawa kohesi sosial dan dapat menjaga stabilitas sosial politik nasional.

CDCC memesankan kepada segenap elemen bangsa untuk mewaspadai masalah perekonomia n tidak berdampak pada kehidupan politik, apalagi jika krisis ekonomi sampai membawa akibat pada, dan dimanfaatkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab untuk, adanya kekacauan politik (political chaos). Hal demikian hanya akan membawa kehancuran bangsa Indonesia.

Politik nasional Indonesia bersifat rentan dan mudah retak (fragile). Hal ini, paling tidak telah membawa dua kali episode perubahan radikal dan fundamental pada 1966 dan 1993 dengan beralihnya masa atau orde kekuasaan. Paska Reformasi kerentanan itu masih bersifat taten dan potensial, serta dapat memun- culkan unsur kejutan (element of surprise). Lanskap perpolitikan nasional dengan pengubahan Konst itusi Negara dari UUD 1945 ke UUD 2002 telah membuka peluang bagi liberalisasi politik, selain liberalisasi ekonomi, yang telah dan potensial menciptakan kesenjangan baik antara pusat dan daerah (spatial gap), dan antara kelompok-kelompo k dalam masyarakat (social and economic gap).

Hal demikian, ditambah dengan sistem politik multi partai (multiparty system), menciptakan konstelasi politik yang dinamis namun tidak mendorong munculnya budaya politik yang kompetitif untuk perbaikan dan kemajuan. Sistem pemilihan yang liberal dan pertautan kuasa ekonomi dan kuasa politik telah menciptakan budaya politik rakyat yang pragmatis, permisif, dan materialistik. Penyelenggara negara pun cendrung cenderung eksklusif, hanya berdialog sesamanya (Lembaga Eksekutif, Lembaga Legislatif, dan Lembaga Yudikatif). Begitu pula, Koalisi Partai Politik bersikap segala ya, mengabaikan suara, prakarsa, dan partisipasi rakyat.

Hal ini pada muaranya kurang dapat menjadikan politik nasional sebagai manejemen nasional untuk mewujudkan Cita-Cita nasional: Bangsa Indonesia yang merdeka, bersatu, adil, dan makmur.

CDCC mendukung dan mendorong dilakukannya perbaikan dalam kehidupan kebangsaan dan kenega raan. Dalam hal ini, CDCC meyakini dan menaruh harapan kepada Presiden Prabowo Subianto, sebagai prajurit-negarawan, dapat melakukan langkah-langkah positif, konstruktif, dan strategis untuk membawa Negara dan Bangsa Indonesia sebagai negara

RESONANSI CDCC 2026 Urgensi Merajut Kemajemukan untuk Kerukunan dan Kemajuan Bangsa

Dengan Nama Tuhan Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.

Jakarta, 13 Januari 2025 Kemajemukan Bangsa Indonesia adalah ketetapan dan karunia Ilahi. Kita tidak pernah berpikir untuk terlahir dalam keragaman agama, suku, bahasa dan budaya. Maka adalah kewajiban kita untuk merawat dan mengembangkannya untuk kemajuan bangsa. Namun, kerukunan dan kebersamaan bukanlah sesuatu yang terwujud secara serta merta tapi harus direkayasa secara nyata. Walaupun derajat kerukunan, persatuan dan kesatuan bangsa relatif ada, namun kita tidak boleh menutup mata dan telinga akan adanya gejala dan gelagat keretakan baik yang disebabkan oleh sentimen primordial (Suku, Agama, Ras, dan Antar Golongan atau SARA) maupun perbedaan kepentingan sosial ekonomi dan politik. Acapkali yang terakhir” menjadi faktor picu yang mendorong muncul dan berkembangnya yang pertama. Jika hal demikian terjadi, yakni perpecahan bernuansa primordial, maka konflik akan susah diatasi. Apalagi, disharmoni pada dataran horizontal antara warga masyarakat ini berhimpit dengan disharmoni pada tataran vertikal yakni kurang harmonisnya hubungan pemerintah dan rakyat, maka instabilitas dan integrasi bangsa menjadi ancaman nyata.

Dalam kaitan itulah, CDCC sebagai lembaga pengembang dialog dan kerja sama mengungkapkan keprihatinan mendalam atas bekembangnya gejala dan gelagat “retaknya perahu besar bangsa”, dan mengingatkan semua pihak, baik Penyelenggara Negara maupun organisasi-organi sasi Masyarakat dan Partai-Partai Politik untuk mawas diri, melakukan muhasabah secara bersama-sama.

Fenomena ketidakpuasan sosial dan demonstrasi masyarakat yang terja- di pada bulan Agustus dan awal September tahun 2025 yang lalu bukan masalah sederhana. Unjuk rasa di berbagai daerah terjadi karena kondisi dan masalah ketketidakadilan ekonomi dan sosial secara luas, kecemasan kelas menengah dan tekanan ekonomi yang meluas di sektor informal dan golongan bawah. Pemantiknya tidak lain karena protes terhadap adanya tunjangan baru bagi anggota DPR, kenaikan pajak bumi dan bangunan yang terjadi di beberapa wilayah, serta ketidakpuasan masyarakat terhadap kinerja pemerintah dalam mengatasi kesenjangan ekonomi, pengangguran dan kenaikan biaya hidup. Secara ekonomi politik, ini merupakan isu tekanan distribusi ekonomi dan masalah persepsi keadilan publik malam konteks ekonomi politik, tahun 2025 ditandai adanya tuntutan keadilan sosial dan —kecemasan kelas menengah, yang menjadi pekerjaan rumah pada tahun 2026.

Jadi ekonomi Indonesia tetap tumbuh meskipun hanya di tingkat moderat, tetapi dimensi memualitas nya masih rendah dan akan terus diuji pada tahun 2026 ini. Secara makro, ekonomi mam donesia relatif stabil dan inflasi terjaga. Namun tantangan utama terletak pada kualitas pertumbuhan, antara lain: penciptaan lapangan kerja formal yang terbatas, produktivitas

yang tumbuh lambat, ketergantungan pada konsums! domestik dan komoditas perkemba
ngan sektor luar negeri dan ekspor Indonesia tertinggal jauh dengan negara tetangga seperti Vietnam. Ini terjadi karena sektor-sektor strategis seperti industri manufaktu r dan teknologi belum sepenuhnya menjadi MESIN pertumbuhan baru.

CDCC memandang dengan harap cemas pertumbuhan ekonomi nasional pada Tahun 2026. Pada kuartal pertama inilah prospek ekonomi akan terlihat, apakah ada indikasi perbaikan dengan reformasi kebijakan ekonomi yang mengarah pada pertumbuhan dan keadilan. Prospek positif 2026 tidak otomatis terjadi. la sangat bergantung pada kebijakan reformasi ekonomi dan kualitas kepemimpinan ekonomi. Stabilitas politik Tahun 2026 bisa dijaga dengan reformasi ekonomi yang membebaskan pertumbuhan ekonomi dari stagnasi selama ini. Sementara itu, perbaikan dalam kualitas pertumbuhan ekonomi yang lebih adil akan membawa kohesi sosial dan dapat menjaga stabilitas sosial politik nasional.

CDCC memesankan kepada segenap elemen bangsa untuk mewaspadai masalah perekonomia n tidak berdampak pada kehidupan politik, apalagi jika krisis ekonomi sampai membawa akibat pada, dan dimanfaatkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab untuk, adanya kekacauan politik (political chaos). Hal demikian hanya akan membawa kehancuran bangsa Indonesia.

Politik nasional Indonesia bersifat rentan dan mudah retak (fragile). Hal ini, paling tidak telah membawa dua kali episode perubahan radikal dan fundamental pada 1966 dan 1993 dengan beralihnya masa atau orde kekuasaan. Paska Reformasi kerentanan itu masih bersifat taten dan potensial, serta dapat memun- culkan unsur kejutan (element of surprise). Lanskap perpolitikan nasional dengan pengubahan Konst itusi Negara dari UUD 1945 ke UUD 2002 telah membuka peluang bagi liberalisasi politik, selain liberalisasi ekonomi, yang telah dan potensial menciptakan kesenjangan baik antara pusat dan daerah (spatial gap), dan antara kelompok-kelompo k dalam masyarakat (social and economic gap).

Hal demikian, ditambah dengan sistem politik multi partai (multiparty system), menciptakan konstelasi politik yang dinamis namun tidak mendorong munculnya budaya politik yang kompetitif untuk perbaikan dan kemajuan. Sistem pemilihan yang liberal dan pertautan kuasa ekonomi dan kuasa politik telah menciptakan budaya politik rakyat yang pragmatis, permisif, dan materialistik. Penyelenggara negara pun cendrung cenderung eksklusif, hanya berdialog sesamanya (Lembaga Eksekutif, Lembaga Legislatif, dan Lembaga Yudikatif). Begitu pula, Koalisi Partai Politik bersikap segala ya, mengabaikan suara, prakarsa, dan partisipasi rakyat.

Hal ini pada muaranya kurang dapat menjadikan politik nasional sebagai manejemen nasional untuk mewujudkan Cita-Cita nasional: Bangsa Indonesia yang merdeka, bersatu, adil, dan makmur.

CDCC mendukung dan mendorong dilakukannya perbaikan dalam kehidupan kebangsaan dan kenega raan. Dalam hal ini, CDCC meyakini dan menaruh harapan kepada Presiden Prabowo Subianto, sebagai prajurit-negarawan, dapat melakukan langkah-langkah positif, konstruktif, dan strategis untuk membawa Negara dan Bangsa Indonesia sebagai negara

perceraiberai dan berkepribadian serta Berdaulat secara Politik, mandiri Salim.

Selain masalah domestik di atas, cdcc senantiasa menaruh perhatian terhadap dinamika global. Dunia hari ini menghadapi krisis berlapis antara lain konflik bersenjata yang tak kunjung usai, penderitaan kemanu kemanusiaan yang meluas, serta Menguatnya politik kebencian berbasis identitas, termasuk islamo fobia, dan berbagai bentuk diskrimi nasi lainnya.

Kekerasan tidak hanya menghancur kan wilayah dan merenggut nyawa, tetapi juga merusak nurani global, menormalisasi ketidakadilan, dan memelihara siklus balas dendam. Ketika prasangka dijadikan alat politik dan agama dipelintir untuk membenarkan kekerasan, kemanusi aan menjadi korban paling awal dan paling lama.

Karena itu, CDCC memandang bahwa jalan ke depan hanya mungkin ditempuh melalui dialog yang jujur, kolaborasi global yang berkeadilan, dan keberpihakan tegas pada nilai-nilai kemanusiaan universal. Organisasiorganisasi masyarakat harus tampil sebagai kekuatan moral yang konsisten menyuarakan keadilan dan solidarit as lintas batas, sementara tokoh lintas agama dan golongan dituntut menjadi penuntun nurani publik me nolak kebencian, merawat harapan, dan membangun jembatan damai. Di tengah kegelapan krisis global, keberanian untuk bekerja bersama adalah satu-satunya cahaya yang dapat menjaga masa depan umat manusia.

Agenda CDCC ke Depan:

Setelah berhasil menyelenggarakan Forum Perdamaian Dunia Ke-9 (The Ninth World Peace Forum), 9-11 Nopember 2025, CDCC sedang menyiapkan beberapa agenda:

1) Peringatan dua agenda PBB yaitu World Interfaith Harmony Week (WIHW) dan International Day of Human Fraternity (IDHF) atau Pekan Kerukunan antar Umat Beragama Dunia dan Hari Persaudaraan Kemanusiaan Internasional, pada 8 Februari 2026. Kegiatan ini diseleng garakan bersama dengan Interreligi ous Council Indonesia dengan fasilit asi Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD-RI).

2) Dialog Pemuda Lintas Agama ASEAN. Kegiatan ini dimaksudkan sebagai wahana pengembangan saling pengertian dan kebersamaan di antara para tokoh pemuda lintas agama di negara-negara Asia Tenggara. Sesuai kesepakatan dengan Presiden Timor Leste Mr. Joseph Ramos Horta kegiatan ini akan berlangsung di Dilli pada Mei 2026.

3) Majelis Cendekiawan Madani Malaysia-Indonesia (MCM Malindo) Kedua. MCM Malindo adalah forum atau pertemuan para cendekiawan dan tokoh dari Malaysia dan Indonesia atas inisiatif Ketua CDCC, Prof. Dr. Din Syamsud din yang bertujuan membahas permasala han yang ada antara kedua negara, memperkuat landasan intelektual negara madani, dan ikut serta memajukan kehidupa n umat Islam serantau.

Madani Malindo diresmikan oleh Menteri Agama Malaysia pada Agustus 2025. Pertemuan kedua akan diadakan di Jakarta pada bulan Agustus 2026.

Previous Post

Bakal Kebut 34 Proyek Sampah Jadi Listrik, Prabowo: Sampah Jadi Bencana

Next Post

Ketua Umum GANNAS Bertemu Ketua LPSK, Permohonan Justice Collaborator Ammar Zoni Direspons serius oleh LPSK

redaksi

redaksi

TerkaitBerita

Komnas Perlindungan Anak Tegaskan Hak Anak dan Dorong Penegakan Hukum Tegas atas Kasus Kekerasan Seksual di Lebak
Hukum

Komnas Perlindungan Anak Tegaskan Hak Anak dan Dorong Penegakan Hukum Tegas atas Kasus Kekerasan Seksual di Lebak

by redaksi
April 25, 2026
0

Gi-media.com Jakarta — Kasus dugaan kekerasan seksual terhadap anak yang terjadi di Kabupaten Lebak, Banten, kembali mengguncang publik dan menjadi...

Read more
Agar Tak Dituding Lakukan Pembiaran,Kapolsek Dan Camat Dimitah Menutup THM Anda Perdagangan

Agar Tak Dituding Lakukan Pembiaran,Kapolsek Dan Camat Dimitah Menutup THM Anda Perdagangan

April 25, 2026
Syafrudin Budiman : UU PPRT Kado Peringatan Hari Buruh Se Dunia 1 Mei 2026

Syafrudin Budiman : UU PPRT Kado Peringatan Hari Buruh Se Dunia 1 Mei 2026

April 23, 2026
Disdik & Dinsos Kota Depok Siap Dampingi Dugaan Korban Pelecehan Terhadap Anak

Disdik & Dinsos Kota Depok Siap Dampingi Dugaan Korban Pelecehan Terhadap Anak

April 21, 2026
Menko Pangan Dorong Kebangkitan Industri Jamu dan Rempah Nasional

Menko Pangan Dorong Kebangkitan Industri Jamu dan Rempah Nasional

April 20, 2026
Menjaga Anak, Menjaga Masa Depan: Respons Komisi Nasional Perlindungan Anak atas Kasus Dugaan Penggelapan Dana

Menjaga Anak, Menjaga Masa Depan: Respons Komisi Nasional Perlindungan Anak atas Kasus Dugaan Penggelapan Dana

April 18, 2026
Next Post
Ketua Umum GANNAS Bertemu Ketua LPSK, Permohonan Justice Collaborator Ammar Zoni Direspons  serius oleh LPSK

Ketua Umum GANNAS Bertemu Ketua LPSK, Permohonan Justice Collaborator Ammar Zoni Direspons serius oleh LPSK

Discussion about this post

Stay Connected test

  • 23.9k Followers
  • 99 Subscribers
  • Trending
  • Comments
  • Latest
IGN-CS Jualan Shabu,Perlanaan Jadi Kampung Narkoba

IGN-CS Jualan Shabu,Perlanaan Jadi Kampung Narkoba

Februari 13, 2025

Dua PNS Kominfo Kabupaten Batu Bara Diduga Selingkuh,Pak Kadis Diminta Segera Beri Sangsi

November 6, 2023

Pegawai Kominfo Batu Bara Jalin Hubungan Terlarang ,Pak Kadis Bungkam

November 21, 2023
Peredaran Sabu Dipematang Bandar Semangkin Marak,Diduga Ada Oknum APH Trima Stabil Dari Para Bandar

Info Buat Kasnob Polres Simalungun,IGUN CS Masi Jualan Shabu

Januari 29, 2025
12 Bulan Belum Cukup Bagi Polda-Su Tetapkan Tersangka Atas Perusakan Lahan Di Kualatanjung

12 Bulan Belum Cukup Bagi Polda-Su Tetapkan Tersangka Atas Perusakan Lahan Di Kualatanjung

0

Terkait Penampungan CPO Tanpa Ijin Dibatu 10,Ini Kata Kapolres Tebingtinggi

0
Presiden PKS Ingatkan DPR Jangan jadi Tukang Stempel

Presiden PKS Ingatkan DPR Jangan jadi Tukang Stempel

0

Uji Ketangkasan Giur Pengunjung Pasar Malam Tebingtinggi

0
Komnas Perlindungan Anak Tegaskan Hak Anak dan Dorong Penegakan Hukum Tegas atas Kasus Kekerasan Seksual di Lebak

Komnas Perlindungan Anak Tegaskan Hak Anak dan Dorong Penegakan Hukum Tegas atas Kasus Kekerasan Seksual di Lebak

April 25, 2026
Agar Tak Dituding Lakukan Pembiaran,Kapolsek Dan Camat Dimitah Menutup THM Anda Perdagangan

Agar Tak Dituding Lakukan Pembiaran,Kapolsek Dan Camat Dimitah Menutup THM Anda Perdagangan

April 25, 2026
Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) DKI Jakarta menggelar Focus Group Discussion

Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) DKI Jakarta menggelar Focus Group Discussion

April 24, 2026
Pemko Tebing Tinggi Lepas Keberangkatan 82 Jema’ah Haji Menuju Tanah Suci

Pemko Tebing Tinggi Lepas Keberangkatan 82 Jema’ah Haji Menuju Tanah Suci

April 24, 2026

Recent News

Komnas Perlindungan Anak Tegaskan Hak Anak dan Dorong Penegakan Hukum Tegas atas Kasus Kekerasan Seksual di Lebak

Komnas Perlindungan Anak Tegaskan Hak Anak dan Dorong Penegakan Hukum Tegas atas Kasus Kekerasan Seksual di Lebak

April 25, 2026
Agar Tak Dituding Lakukan Pembiaran,Kapolsek Dan Camat Dimitah Menutup THM Anda Perdagangan

Agar Tak Dituding Lakukan Pembiaran,Kapolsek Dan Camat Dimitah Menutup THM Anda Perdagangan

April 25, 2026
Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) DKI Jakarta menggelar Focus Group Discussion

Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) DKI Jakarta menggelar Focus Group Discussion

April 24, 2026
Pemko Tebing Tinggi Lepas Keberangkatan 82 Jema’ah Haji Menuju Tanah Suci

Pemko Tebing Tinggi Lepas Keberangkatan 82 Jema’ah Haji Menuju Tanah Suci

April 24, 2026
Facebook Twitter Google+ Youtube RSS

PT Gerbang Informasi Media

Follow Us

Cari Berdasarkan Kategori

  • Agama (74)
  • Daerah (2,375)
  • DPD/DPRD/DPR RI (9)
  • Ekonomi (247)
  • Fashion (24)
  • Hiburan (48)
  • Hukum (1,108)
  • Internasional (92)
  • Kesehatan (88)
  • Korupsi (46)
  • Kriminal (169)
  • Nasional (590)
  • Olahraga (45)
  • Otomotif (3)
  • Pendidikan (94)
  • Politik (107)
  • REDAKSI (306)
  • Sumut (1,062)
  • TNI/POLRI (51)
  • IGN-CS Jualan Shabu,Perlanaan Jadi Kampung Narkoba

    IGN-CS Jualan Shabu,Perlanaan Jadi Kampung Narkoba

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dua PNS Kominfo Kabupaten Batu Bara Diduga Selingkuh,Pak Kadis Diminta Segera Beri Sangsi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pegawai Kominfo Batu Bara Jalin Hubungan Terlarang ,Pak Kadis Bungkam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Info Buat Kasnob Polres Simalungun,IGUN CS Masi Jualan Shabu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pengawas Proyek SLB Negeri 25 Sintang Inisial DM Abaikan Konfirmasi Awak Media

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Hak Cipta © 2021 Gerbang Informasi Nusantara

No Result
View All Result
  • Redaksi gi-media.com
  • Lowongan Kerja
  • Undang Undang Pers
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Cyber

Hak Cipta © 2021 Gerbang Informasi Nusantara