• Redaksi gi-media.com
  • Lowongan Kerja
  • Undang Undang Pers
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Cyber
Gi Media
ADVERTISEMENT
  • Daerah
  • Nasional
  • Kriminal
  • Kesehatan
  • Politik
  • Internasional
  • Korupsi
  • Agama
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Ekonomi
No Result
View All Result
  • Daerah
  • Nasional
  • Kriminal
  • Kesehatan
  • Politik
  • Internasional
  • Korupsi
  • Agama
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Ekonomi
No Result
View All Result
Gi Media
No Result
View All Result
  • Daerah
  • Nasional
  • Kriminal
  • Kesehatan
  • Politik
  • Internasional
  • Korupsi
  • Agama
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Ekonomi
ads ads ads
Home Hukum

Kasus Ammar Zoni: Hukum, Ketimpangan, dan Pertarungan Narasi

redaksi by redaksi
Oktober 17, 2025
in Hukum
0
Kasus Ammar Zoni: Hukum, Ketimpangan, dan Pertarungan Narasi
0
SHARES
13
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Gi-media.com Jakarta, Selebriti Ammar Zoni kembali menjadi sorotan publik ketika namanya dikaitkan dengan tuduhan pengedaran narkoba dari dalam lembaga pemasyarakatan (Rutan Salemba).

Pemindahan dirinya ke Pulau Nusakambangan memantik sejumlah pertanyaan besar: apakah proses hukumnya berjalan adil? Apakah ia memang menghadapi ancaman hukuman mati? Siapa pihak-pihak yang menjawab klaim-klaim
tersebut?

Di tengah simpang-siurnya informasi,  mengurai fakta, tanggapan ahli, dan titik-titik tidak transparan dalam kasus ini.

ADVERTISEMENT

1. Kronologi Kasus & Tuduhan Terbaru

BeritaTerkait

Menyongsong Hari Buruh: Takdir Ketimpangan dari Kebijakan Negara

Menyongsong Hari Buruh: Takdir Ketimpangan dari Kebijakan Negara

5 hari ago
Wali Kota Munjirin Resmikan Bank Sampah Induk “Makasar Ceria”, Dorong Pengelolaan dari Sumber

Wali Kota Munjirin Resmikan Bank Sampah Induk “Makasar Ceria”, Dorong Pengelolaan dari Sumber

5 hari ago
APPSI Jak-Bar Blusukan di Pasar Kalideres dan Sidak Minyak Goreng Bersubsidi

APPSI Jak-Bar Blusukan di Pasar Kalideres dan Sidak Minyak Goreng Bersubsidi

5 hari ago
Komnas Perlindungan Anak Desak Audit Total Daycare Usai Dugaan Kekerasan di Yogyakarta

Komnas Perlindungan Anak Desak Audit Total Daycare Usai Dugaan Kekerasan di Yogyakarta

5 hari ago

Jejak kasus narkoba sebelumnya

Ammar Zoni pernah divonis hukuman penjara dalam kasus narkoba sebelumnya.

Dalam putusan terakhir, majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta memvonisnya 3 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar.

Namun, jaksa menolak putusan tersebut dan mengajukan banding. Pada tingkat banding, hukuman diperberat menjadi 4 tahun penjara.

Tuduhan pengedaran narkoba dari dalam Rutan Salemba

Pada Oktober 2025, publik digegerkan oleh laporan bahwa Ammar Zoni kepergok mengedarkan narkoba (termasuk sabu dan tembakau sintetis) di dalam Rutan Salemba.

Polisi menyebut bahwa Ammar dan lima orang lainnya terlibat menggunakan aplikasi “Zangi” untuk komunikasi dalam jaringan pengedaran narkoba dari dalam rutan.

Karena kasus ini, Ammar Zoni dipindah ke Nusakambangan, ditempatkan di Lapas Super Maximum Security.

Surat pribadi yang dipublikasikan

Sebelum pemindahan, Ammar dikabarkan menulis surat tiga halaman (bolak-balik). Di halaman pertama, ia menyatakan dirinya “bukan bandar, bukan pengedar”, dan berharap “kebenaran terungkap.”

Namun, bagian kedua dan ketiga surat dikatakan “sangat sensitif” dan belum dipublikasikan ke publik, karena akan dibacakan di persidangan.

2. Tuduhan Hukuman Mati: Apakah Realistis?

Pasal pidana yang disangkakan

Jaksa menjerat Ammar dengan Pasal 114 ayat (2) juncto Pasal 132 ayat (1) UU No. 35/2009 tentang Narkotika dan/atau Pasal 112 ayat (2) juncto Pasal 132 ayat (1).

Berdasarkan Pasal 114(2), pelaku yang melakukan perbuatan menawarkan, menyerahkan, menjadi perantara, dan sejenisnya terhadap narkotika Golongan I (bukan tanaman) dengan berat melebihi ketentuan tertentu dapat diancam pidana mati, penjara seumur hidup, atau penjara paling singkat 6 tahun hingga 20 tahun.

Dalam konteks ini, surat kabar mengutip bahwa Ammar “terancam hukuman mati”.

Hambatan praktis menuju vonis mati

Meskipun UU Narkotika memungkinkan ancaman pidana mati dalam skenario tertentu, dalam praktik peradilan Indonesia vonis mati cukup jarang dijatuhkan, dan biasanya hanya dalam kasus peredaran narkoba berskala besar yang terbukti sangat signifikan.

Selain itu, asas peradilan pidana memperhatikan alat bukti, pembelaan, prinsip presumption of innocence (asumsi tak bersalah), dan banding hingga kasasi. Tanpa bukti kuat dan proses yang adil, ancaman mati sulit dijadikan keputusan final.

Pasal-pasal dalam UU juga mensyaratkan unsur berat (berat melebihi ambang tertentu) dan keterlibatan unsur tertentu agar ancaman mati bisa digunakan.

Secara ringkas: meskipun media memberitakan

“terancam hukuman mati”, itu belum tentu mencerminkan probabilitas vonis akhir.

3. Tanggapan Ahli & Penilaian Independen

Perspektif kriminolog

Kriminolog Haniva Hasna menyatakan bahwa pemindahan Ammar ke Nusakambangan bukan semata-mata tentang lamanya vonis, melainkan respons terhadap perilaku narapidana selama menjalani masa tahanan — terutama bagi mereka yang dianggap “risiko tinggi.”

Menurut Haniva, tindakan pemindahan dapat dianggap sebagai sinyal pencegahan internal agar tidak ada narapidana yang menjadi “aktor” dalam peredaran narkoba di dalam penjara.

Perspektif hukum dan HAM (asumsi dari diskursus umum)

Pengamat hukum cenderung menyoroti pentingnya transparansi dalam proses: publik berhak tahu alasannya, dasar pertimbangan pemindahan, dan akses ke dokumen persidangan.

Jika bagian surat Ammar dikabarkan “sangat sensitif” dan ditahan di luar publik, ada potensi risiko penggunaan narasi tunggal (monopoli narasi) oleh penegak hukum tanpa pengujian publik.

Komisi DPR dan pengawasan lapas

Di DPR, Komisi XIII menyebut bahwa kasus seperti ini — pengedaran narkoba dalam lapas — telah menjadi “marak” dan meminta pembentukan Panitia Kerja (Panja) untuk memperbaiki mekanisme pengawasan penjara.

Ini mengindikasikan bahwa kasus Ammar bukanlah kasus unik, melainkan bagian dari problem sistemik pengendalian narkoba dalam lembaga pemasyarakatan.

4. Titik-titik Ketimpangan & Kerawanan Hukum

Aspek Potensi Ketimpangan / Kerawanan Catatan

Akses ke pembelaan Jika audit pembelaan tidak cukup transparan, narasi milik terdakwa bisa termarjinalisasi Publik hanya melihat sebagian surat Ammar — bagian sensitif disimpan untuk persidangan

Transparansi proses pemindahan Publik hanya diberi narasi “risiko tinggi” tanpa data konkret Ditjenpas menegaskan bahwa pemindahan didasarkan “perilaku” bukan vonis panjang

Sensasionalisme media & stigma Istilah “terancam hukuman mati” mudah menjadi clickbait, bukan representasi realistis Berita media banyak menggunakan frasa “terancam hukuman mati”

Ketidakpastian hukum subsider (bukti) Jika bukti komunikasi melalui aplikasi atau jaringan rutan tak terbukti secara kuat, tuduhan bisa dibantah Tidak semua detail penyidikan dibuka ke publik
Kesetaraan dalam perlakuan Apakah selebriti mendapatkan perlakuan khusus (positif atau negatif) dibanding warga biasa? Publik mencurigai bahwa sorotan media membuat tekanan lebih besar terhadap proses hukum

5. Rekomendasi Transparansi & Langkah Pengawasan

1. Publikasi akta acara penyidikan & barang bukti — agar masyarakat bisa memeriksa kesesuaian antara tuduhan dan bukti fisik.

2. Permintaan akses sidang terbuka untuk semua tahap yang tidak melanggar privasi saksi / korban.

3. Panel independen pemantau kasus narkoba dalam lapas — misalnya lembaga masyarakat sipil & akademisi hukum yang memantau kasus-kasus serupa.

4. Penyelidikan menyeluruh atas sistem lapas terutama isu peredaran narkoba internal — dengan audit kelembagaan dari Kemenkumham / Kemenpora / KPK.

5. Pemberdayaan pembela umum & keleluasaan ekspose pembelaan tersangka, agar tidak hanya narasi aparat yang dominan.

6. Kesimpulan & Catatan Redaksi

Kasus Ammar Zoni menyajikan silang konflik antara narasi publik, klaim aparat, dan kemungkinan penyalahgunaan kekuasaan dalam proses hukum. Meskipun media menyebut potensi ancaman mati, peluang realisasinya sangat bergantung pada bukti konkret,

proses hukum yang jujur, dan akses pengadilan kepada pembela. Ketimpangan dapat muncul di tahap-tahap paling rapuh: pemindahan lapas, kontrol media, dan kerahasiaan dokumen.

Source: https://gi-media.com/2025/09/14/asdp-menggerakkan-ekonomi-pulau-keci-cerita-kita-cerita-indonesia/
Via: Gi-media.com
Tags: ammar zonkHukumNarkotika
Previous Post

Donor Darah di HUT ke 14 Partai NasDem, DPD Tebingtinggi Diikuti Antusias Peserta 

Next Post

Harapan Kepala Desa Wogo NTT dalam Acara Festival Kenduri Budaya Lokal Pangan Nusantara

redaksi

redaksi

TerkaitBerita

Akibat Parkir Liar Jalan Suryakencana Bogor Macet Parah
Hukum

Akibat Parkir Liar Jalan Suryakencana Bogor Macet Parah

by redaksi
Mei 3, 2026
0

  BOGOR, Gi-media.com, – Arus lalu lintas di Jalan Suryakencana, Kota Bogor terpantau macet panjang pada Minggu (3/5/2026). Berdasarkan pantauan...

Read more
DIBALIK PINTU DAYCARE: Ada Darurat Kekerasan di Aceh, Komnas Perlindungan Anak Desak Pembenahan Total Daycare

DIBALIK PINTU DAYCARE: Ada Darurat Kekerasan di Aceh, Komnas Perlindungan Anak Desak Pembenahan Total Daycare

Mei 1, 2026
Ascott Hadirkan Promo Staycation “Plesiran di Jakarta” Sambut HUT ke-499 Ibu Kota

Ascott Hadirkan Promo Staycation “Plesiran di Jakarta” Sambut HUT ke-499 Ibu Kota

April 30, 2026
Viral! Jurnalis  ‘Diusir’ dari Acara Resmi Perusahaan Tbk—Ada Apa di Balik Public Expose Ini?

Viral! Jurnalis  ‘Diusir’ dari Acara Resmi Perusahaan Tbk—Ada Apa di Balik Public Expose Ini?

April 30, 2026
Menyongsong Hari Buruh: Takdir Ketimpangan dari Kebijakan Negara

Menyongsong Hari Buruh: Takdir Ketimpangan dari Kebijakan Negara

April 29, 2026
Wali Kota Munjirin Resmikan Bank Sampah Induk “Makasar Ceria”, Dorong Pengelolaan dari Sumber

Wali Kota Munjirin Resmikan Bank Sampah Induk “Makasar Ceria”, Dorong Pengelolaan dari Sumber

April 29, 2026
Next Post
Harapan Kepala Desa Wogo NTT dalam Acara Festival Kenduri Budaya Lokal Pangan Nusantara

Harapan Kepala Desa Wogo NTT dalam Acara Festival Kenduri Budaya Lokal Pangan Nusantara

Discussion about this post

Stay Connected test

  • 23.9k Followers
  • 99 Subscribers
  • Trending
  • Comments
  • Latest
IGN-CS Jualan Shabu,Perlanaan Jadi Kampung Narkoba

IGN-CS Jualan Shabu,Perlanaan Jadi Kampung Narkoba

Februari 13, 2025

Dua PNS Kominfo Kabupaten Batu Bara Diduga Selingkuh,Pak Kadis Diminta Segera Beri Sangsi

November 6, 2023

Pegawai Kominfo Batu Bara Jalin Hubungan Terlarang ,Pak Kadis Bungkam

November 21, 2023
Peredaran Sabu Dipematang Bandar Semangkin Marak,Diduga Ada Oknum APH Trima Stabil Dari Para Bandar

Info Buat Kasnob Polres Simalungun,IGUN CS Masi Jualan Shabu

Januari 29, 2025
12 Bulan Belum Cukup Bagi Polda-Su Tetapkan Tersangka Atas Perusakan Lahan Di Kualatanjung

12 Bulan Belum Cukup Bagi Polda-Su Tetapkan Tersangka Atas Perusakan Lahan Di Kualatanjung

0

Terkait Penampungan CPO Tanpa Ijin Dibatu 10,Ini Kata Kapolres Tebingtinggi

0
Presiden PKS Ingatkan DPR Jangan jadi Tukang Stempel

Presiden PKS Ingatkan DPR Jangan jadi Tukang Stempel

0

Uji Ketangkasan Giur Pengunjung Pasar Malam Tebingtinggi

0
Akibat Parkir Liar Jalan Suryakencana Bogor Macet Parah

Akibat Parkir Liar Jalan Suryakencana Bogor Macet Parah

Mei 3, 2026
Bemby Noor Siapkan Album Baru: Konsistensi, Relevansi, dan Nafas Zaman dalam Setiap Nada

Bemby Noor Siapkan Album Baru: Konsistensi, Relevansi, dan Nafas Zaman dalam Setiap Nada

Mei 3, 2026
Oknum Petronas Pemberi Dana 21 M Ke Nelayan Sampang Madura Diduga Ikut menggelapkan uang

Oknum Petronas Pemberi Dana 21 M Ke Nelayan Sampang Madura Diduga Ikut menggelapkan uang

Mei 2, 2026
Bobibos: Karya Anak Bangsa yang Mengubah Jerami Menjadi Energi, Menteri ESDM  akan uji coba Bobibos

Bobibos: Karya Anak Bangsa yang Mengubah Jerami Menjadi Energi, Menteri ESDM akan uji coba Bobibos

Mei 1, 2026

Recent News

Akibat Parkir Liar Jalan Suryakencana Bogor Macet Parah

Akibat Parkir Liar Jalan Suryakencana Bogor Macet Parah

Mei 3, 2026
Bemby Noor Siapkan Album Baru: Konsistensi, Relevansi, dan Nafas Zaman dalam Setiap Nada

Bemby Noor Siapkan Album Baru: Konsistensi, Relevansi, dan Nafas Zaman dalam Setiap Nada

Mei 3, 2026
Oknum Petronas Pemberi Dana 21 M Ke Nelayan Sampang Madura Diduga Ikut menggelapkan uang

Oknum Petronas Pemberi Dana 21 M Ke Nelayan Sampang Madura Diduga Ikut menggelapkan uang

Mei 2, 2026
Bobibos: Karya Anak Bangsa yang Mengubah Jerami Menjadi Energi, Menteri ESDM  akan uji coba Bobibos

Bobibos: Karya Anak Bangsa yang Mengubah Jerami Menjadi Energi, Menteri ESDM akan uji coba Bobibos

Mei 1, 2026
Facebook Twitter Google+ Youtube RSS

PT Gerbang Informasi Media

Follow Us

Cari Berdasarkan Kategori

  • Agama (74)
  • Daerah (2,381)
  • DPD/DPRD/DPR RI (10)
  • Ekonomi (251)
  • Fashion (25)
  • Hiburan (50)
  • Hukum (1,118)
  • Internasional (92)
  • Kesehatan (88)
  • Korupsi (47)
  • Kriminal (169)
  • Nasional (592)
  • Olahraga (46)
  • Otomotif (3)
  • Pendidikan (98)
  • Politik (108)
  • REDAKSI (306)
  • Sumut (1,064)
  • TNI/POLRI (52)
  • IGN-CS Jualan Shabu,Perlanaan Jadi Kampung Narkoba

    IGN-CS Jualan Shabu,Perlanaan Jadi Kampung Narkoba

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dua PNS Kominfo Kabupaten Batu Bara Diduga Selingkuh,Pak Kadis Diminta Segera Beri Sangsi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pegawai Kominfo Batu Bara Jalin Hubungan Terlarang ,Pak Kadis Bungkam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Info Buat Kasnob Polres Simalungun,IGUN CS Masi Jualan Shabu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pengawas Proyek SLB Negeri 25 Sintang Inisial DM Abaikan Konfirmasi Awak Media

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Hak Cipta © 2021 Gerbang Informasi Nusantara

No Result
View All Result
  • Redaksi gi-media.com
  • Lowongan Kerja
  • Undang Undang Pers
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Cyber

Hak Cipta © 2021 Gerbang Informasi Nusantara