• Redaksi gi-media.com
  • Lowongan Kerja
  • Undang Undang Pers
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Cyber
ADVERTISEMENT
  • Daerah
  • Nasional
  • Kriminal
  • Kesehatan
  • Politik
  • Internasional
  • Korupsi
  • Agama
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Ekonomi
No Result
View All Result
  • Daerah
  • Nasional
  • Kriminal
  • Kesehatan
  • Politik
  • Internasional
  • Korupsi
  • Agama
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Ekonomi
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • Daerah
  • Nasional
  • Kriminal
  • Kesehatan
  • Politik
  • Internasional
  • Korupsi
  • Agama
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Ekonomi
ads ads ads
Home Daerah

Kampung Berseri Astra Tabek Talang Babungo: Desa Wisata yang Menjahit Harapan dari Alam, Tradisi, dan Pendidikan

Sebelum program hadir, Tabek Talang Babungo kerap dicap sebagai kampung miskin. Akses terbatas, peluang ekonomi minim, dan keterbatasan pendidikan membuat banyak warganya sulit berkembang.

redaksi by redaksi
Agustus 27, 2025
in Daerah
0
Kampung Berseri Astra Tabek Talang Babungo: Desa Wisata yang Menjahit Harapan dari Alam, Tradisi, dan Pendidikan
0
SHARES
24
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta Gi-media.com SOLOK, SUMATERA BARAT – Di lereng Bukit Barisan, sebuah desa bernama Tabek Talang Babungo menyimpan cerita transformasi sosial yang inspiratif. Dulu, ia dikenal sebagai kampung miskin dan terisolir. Kini, berkat dukungan Kampung Berseri Astra (KBA) dan semangat gotong royong warganya, desa ini menjelma menjadi kampung wisata budaya dan edukasi yang memadukan alam, tradisi, dan peluang ekonomi berkelanjutan.

bagaimana program KBA mengubah wajah Tabek Talang Babungo melalui Rumah Pintar, rumah produksi gula semut, bank sampah, homestay, hingga jalur wisata alam.

Dari Isolasi Menuju Harapan

ADVERTISEMENT

Sebelum program hadir, Tabek Talang Babungo kerap dicap sebagai kampung miskin. Akses terbatas, peluang ekonomi minim, dan keterbatasan pendidikan membuat banyak warganya sulit berkembang.

BeritaTerkait

Buka Festival Seni Qasidah XIX, Sekda Tebing Tinggi Tekankan Penguatan Karakter Dan Pelestarian Budaya

Buka Festival Seni Qasidah XIX, Sekda Tebing Tinggi Tekankan Penguatan Karakter Dan Pelestarian Budaya

1 minggu ago
Pimpin Entry Briefing, Pangdam IV/ Diponegoro Tekankan Profesionalisme Prajurit dan Sinergi Dukung Program Pemerintah    

Pimpin Entry Briefing, Pangdam IV/ Diponegoro Tekankan Profesionalisme Prajurit dan Sinergi Dukung Program Pemerintah   

1 minggu ago
Pemko Tebing Tinggi Tegaskan Transparansi pelayanan Publik

Pemko Tebing Tinggi Tegaskan Transparansi pelayanan Publik

2 minggu ago
Kapolda Sumsel Kunjungi Kodam II/Sriwijaya, TNI-Polri Perkuat Koordinasi

Kapolda Sumsel Kunjungi Kodam II/Sriwijaya, TNI-Polri Perkuat Koordinasi

2 minggu ago

Tokoh penggerak kampung, Kasri Satra, mengingat betul masa-masa sulit itu. “Dulu kami hanya bisa bertahan hidup seadanya. Mau sekolah tinggi susah, mau menjual hasil tani terbatas. Banyak anak muda akhirnya merantau,” kenangnya.

Perubahan mulai terjadi ketika desa ini masuk sebagai bagian dari Kampung Berseri Astra. Astra tidak datang dengan program instan, melainkan mendorong potensi lokal agar berkembang sesuai kebutuhan warga.

Rumah Pintar: Pusat Pengetahuan dan Inovasi

Salah satu tonggak penting adalah berdirinya Rumah Pintar, hasil gotong royong warga dengan dukungan fasilitas dari Astra. Rumah Pintar bukan sekadar tempat belajar anak-anak, tetapi juga pusat kegiatan masyarakat:

Anak-anak belajar membaca, menulis, dan teknologi sederhana.

Ibu-ibu mengelola bank sampah, belajar keterampilan menganyam, dan mengolah hasil tani.

Pemuda mengembangkan jalur wisata, agrowisata, dan pelatihan kewirausahaan.

Dari Rumah Pintar inilah muncul gagasan berantai: rumah produksi gula semut, rumah maggot, hingga kolam ikan. Setiap unit usaha terhubung dalam satu ekosistem.

Gula Semut, Maggot, dan Bank Sampah: Ekonomi Sirkular di Desa

Transformasi paling terasa di sektor ekonomi. Rumah produksi gula semut kini dikelola 20 keluarga dengan kapasitas produksi 50 kilogram per hari. Pasarnya sudah menjangkau Sumatra Barat, Jakarta, hingga Batam.

Keunikan model usaha ini adalah keberlanjutan:

Limbah organik dari produksi dialihkan ke rumah maggot untuk pakan ternak.

Limbah anorganik masuk ke bank sampah yang dikelola ibu-ibu kampung.

Hasil bank sampah diputar kembali untuk biaya pendidikan, kesehatan, bahkan beasiswa anak muda hingga ke Jepang.

Sebuah sistem ekonomi sirkular sederhana, lahir dari kesadaran kolektif warga.

Desa Wisata: Dari Kare-Kare hingga Tari Piring

Kini, Tabek Talang Babungo juga tumbuh sebagai desa wisata budaya dan edukasi. Ada 45 homestay yang siap menampung tamu, jalur wisata alam yang menembus hutan kecil, serta ruang belajar terbuka bagi pengunjung.

Pengalaman wisata yang ditawarkan unik:

Wisatawan bisa memetik tebu langsung dari kebun.

Belajar membuat gula semut bersama warga.

Menyaksikan tari piring yang dimainkan anak-anak di panggung kecil kampung.

Menikmati kare-kare dan kopi tubruk di udara sejuk Bukit Barisan.

Wisata edukasi semacam ini tidak hanya memberi penghasilan tambahan, tetapi juga menjaga tradisi agar tetap hidup.

Inspirasi di Roadshow Astra

Kisah ini semakin luas terdengar ketika menjadi latar Roadshow Kedua Lomba Foto Astra & Anugerah Pewarta Astra 2025 pada 3 Agustus lalu.

Lebih dari 100 peserta — jurnalis, mahasiswa, komunitas fotografi, hingga warga sekitar — hadir langsung untuk belajar fotografi dan menulis. Mereka juga mendengar kisah Kasri tentang bagaimana kampung ini bangkit.

“Kampung ini tidak hanya menyimpan warisan, tapi juga semangat untuk mempertahankannya. Kehadiran para peserta roadshow membuat kami yakin cerita ini bisa menjangkau lebih jauh,” kata Kasri.

Transformasi Tabek Talang Babungo sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) Indonesia. Beberapa poin yang dapat ditarik:

1. No Poverty & Decent Work (SDG 1 & 8) – Rumah produksi dan homestay membuka lapangan kerja lokal.

2. Quality Education (SDG 4) – Rumah Pintar memberi akses pengetahuan untuk anak dan remaja.

3. Responsible Consumption & Production (SDG 12) – Ekonomi sirkular lewat maggot dan bank sampah.

4. Climate Action (SDG 13) – Konservasi lingkungan melalui pengelolaan limbah.

5. Partnership for the Goals (SDG 17) – Kolaborasi Astra dengan warga lokal.

Dengan pendekatan ini, desa tidak hanya bertahan hidup, tapi juga membangun ekosistem berkelanjutan.

Indepth report ini menemukan beberapa faktor kunci keberhasilan transformasi:

Kepemimpinan lokal: sosok Kasri Satra yang mampu menggerakkan warga.

Gotong royong: inisiatif lahir dari warga, bukan sekadar program bantuan.

Kolaborasi strategis: dukungan Astra berupa peralatan, pelatihan, promosi, tanpa mengubah identitas lokal.

Model ekonomi sirkular: setiap limbah dimanfaatkan kembali.

Penguatan budaya: wisata berbasis tradisi memperkuat identitas sekaligus menarik pengunjung.

Desa Astra Sejahtera dari Bukit Barisan

Tabek Talang Babungo kini menjadi contoh nyata desa Astra sejahtera. Dari kare-kare hangat di meja kayu, denting piring di tangan anak-anak, hingga suara mesin produksi gula semut, semua bercerita tentang perjalanan desa yang menjahit masa depan dari tradisi dan alam.

Bagi Indonesia, kisah ini bukan sekadar catatan lokal. Ia adalah inspirasi bagaimana desa-desa bisa menjadi motor pemberdayaan, pelestarian, dan kesejahteraan jika diberi ruang untuk tumbuh.

Tags: astraKampung berseri astrasatugerakanterusberdampak
Previous Post

Masyarakat dan Tokoh Adat Apresiasi Kinerja Bupati Lamandau H. Rizky Aditya Putra, S.E., M.M. dalam Mediasi Plasma PT Sawit Lamandau Raya

Next Post

Gaza 2025: Di Balik Angka Korban, Tekanan Jalanan Tel Aviv, Serangan ke RS, dan Eskalasi Houthi-Yaman

redaksi

redaksi

TerkaitBerita

Serahkan Bantuan Pangan,Wali Kota Tebing Tinggi Mintak Bantuan Tidak Diperjualbelikan
Daerah

Serahkan Bantuan Pangan,Wali Kota Tebing Tinggi Mintak Bantuan Tidak Diperjualbelikan

by RISS
Oktober 27, 2026
0

Gi-Media.Com [ Wali Kota Tebing Tinggi, H. Iman Irdian Saragih, menghadiri sekaligus menyerahkan bantuan pangan berupa beras bagi keluarga kurang...

Read more

Probiv test post

Oktober 26, 2026
KEJARI KOTA BOGOR TUNTASKAN PERKARA MELALUI KEADILAN RESTORATIF, TERSANGKA DISERAHKAN KEPADA KELUARGA

KEJARI KOTA BOGOR TUNTASKAN PERKARA MELALUI KEADILAN RESTORATIF, TERSANGKA DISERAHKAN KEPADA KELUARGA

Oktober 25, 2026
Serahkan Bantuan Wali Kota Tebing Tinggi Ajak ASN DAN MASYARAKAT Tingkatkan Empati Kepada Warga Kurang Mampu

Serahkan Bantuan Wali Kota Tebing Tinggi Ajak ASN DAN MASYARAKAT Tingkatkan Empati Kepada Warga Kurang Mampu

Oktober 24, 2026
Buka Festival Seni Qasidah XIX, Sekda Tebing Tinggi Tekankan Penguatan Karakter Dan Pelestarian Budaya

Buka Festival Seni Qasidah XIX, Sekda Tebing Tinggi Tekankan Penguatan Karakter Dan Pelestarian Budaya

Oktober 22, 2026
Pimpin Entry Briefing, Pangdam IV/ Diponegoro Tekankan Profesionalisme Prajurit dan Sinergi Dukung Program Pemerintah    

Pimpin Entry Briefing, Pangdam IV/ Diponegoro Tekankan Profesionalisme Prajurit dan Sinergi Dukung Program Pemerintah   

Oktober 21, 2026
Next Post
Gaza 2025: Di Balik Angka Korban, Tekanan Jalanan Tel Aviv, Serangan ke RS, dan Eskalasi Houthi-Yaman

Gaza 2025: Di Balik Angka Korban, Tekanan Jalanan Tel Aviv, Serangan ke RS, dan Eskalasi Houthi-Yaman

Discussion about this post

PT Gerbang Informasi Media

Facebook Twitter Google+ Youtube RSS

Cari Berdasarkan Kategori

  • Agama (76)
  • Daerah (2,505)
  • DPD/DPRD/DPR RI (13)
  • Ekonomi (294)
  • Fashion (25)
  • Hiburan (52)
  • Hukum (1,807)
  • Internasional (93)
  • Kesehatan (91)
  • Korupsi (54)
  • Kriminal (180)
  • Nasional (620)
  • Olahraga (53)
  • Otomotif (3)
  • Pendidikan (107)
  • Politik (121)
  • REDAKSI (307)
  • Sumut (1,073)
  • TNI/POLRI (212)

Hak Cipta © 2021 Gerbang Informasi Nusantara

No Result
View All Result
  • Redaksi gi-media.com
  • Lowongan Kerja
  • Undang Undang Pers
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Cyber

Hak Cipta © 2021 Gerbang Informasi Nusantara