• Redaksi gi-media.com
  • Lowongan Kerja
  • Undang Undang Pers
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Cyber
ADVERTISEMENT
  • Daerah
  • Nasional
  • Kriminal
  • Kesehatan
  • Politik
  • Internasional
  • Korupsi
  • Agama
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Ekonomi
No Result
View All Result
  • Daerah
  • Nasional
  • Kriminal
  • Kesehatan
  • Politik
  • Internasional
  • Korupsi
  • Agama
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Ekonomi
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • Daerah
  • Nasional
  • Kriminal
  • Kesehatan
  • Politik
  • Internasional
  • Korupsi
  • Agama
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Ekonomi
ads ads ads
Home Internasional

Gelombang Pengakuan Palestina oleh Barat: Akhir dari Standar Ganda?

Dari Paris, London, hingga Ottawa: Satu Suara untuk Palestina

redaksi by redaksi
Agustus 4, 2025
in Internasional
0
Gelombang Pengakuan Palestina oleh Barat: Akhir dari Standar Ganda?
0
SHARES
20
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Tanda-tanda perubahan global semakin nyata. Dalam satu bulan terakhir, sejumlah negara besar yang selama ini dikenal sebagai sekutu dekat Israel,

mulai mengubah arah kebijakan luar negerinya: mengakui Palestina sebagai negara berdaulat.
Langkah ini bukan sekadar simbolis ia bisa menjadi titik balik sejarah konflik panjang Israel–Palestina.

Dari Paris, London, hingga Ottawa: Satu Suara untuk Palestina

ADVERTISEMENT

Presiden Prancis Emmanuel Macron, pada 24 Juli lalu, mengumumkan komitmennya untuk membawa pengakuan resmi negara Palestina ke Sidang Majelis Umum PBB pada September mendatang.

BeritaTerkait

Ketegangan Global Memanas: Kapal Tanker China Putar Balik di Selat Hormuz, Alarm Baru bagi Stabilitas Energi Dunia

Ketegangan Global Memanas: Kapal Tanker China Putar Balik di Selat Hormuz, Alarm Baru bagi Stabilitas Energi Dunia

6 bulan ago
Klaim Spanyol Keluar dari NATO Tidak Berdasar, Ini Faktanya

Klaim Spanyol Keluar dari NATO Tidak Berdasar, Ini Faktanya

6 bulan ago
NCB Interpol Polri Tangkap Buronan Narkotika “The Doctor” di Malaysia, Segera Dipulangkan ke Indonesia

NCB Interpol Polri Tangkap Buronan Narkotika “The Doctor” di Malaysia, Segera Dipulangkan ke Indonesia

6 bulan ago

Buron Interpol Asal Inggris Steven Lyons Ditangkap di Bali

6 bulan ago

Pernyataan itu muncul hanya beberapa hari sebelum Konferensi Internasional tentang Solusi Dua Negara digelar di New York, 28–30 Juli, yang turut diinisiasi oleh Prancis dan Arab Saudi.

Selang beberapa hari, Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menyusul. Ia menyatakan Inggris siap mengakui Palestina jika Israel tak segera menghentikan agresi militer di Gaza dan tidak menunjukkan kemauan menuju perdamaian.

Teranyar, Perdana Menteri Kanada Mark Carney, menggemakan hal serupa pada 30 Juli. Langkah ini menjadikan Kanada negara G7 ketiga—setelah Prancis dan Inggris—yang secara terbuka mendukung pengakuan Palestina.

🔸 Realita Gaza yang Membuka Mata Dunia

Tidak bisa dimungkiri, keputusan ini lahir dari keprihatinan atas krisis kemanusiaan akut di Jalur Gaza.

Data PBB per Juli 2025 menunjukkan lebih dari 37.000 warga sipil Palestina tewas sejak serangan intensif dimulai pada akhir 2023.

Angka kelaparan,
pengungsian, serta kerusakan infrastruktur sipil meningkat drastis.

Kritik internasional atas Israel pun kian keras.

Selama bertahun-tahun, dunia Barat menghadapi tudingan standar ganda gencar bicara hak asasi di Ukraina, tapi bungkam terhadap Gaza. Kini,

tampaknya beberapa negara mulai mengoreksi posisi itu.

🔹 Israel Meradang, Narasi Lama Digaungkan Kembali

Sebagaimana diprediksi, pemerintahan PM Benjamin Netanyahu menyambut langkah ini dengan kemarahan.

Menteri Luar Negeri Israel menyebut keputusan Kanada sebagai “hadiah bagi Hamas” dan menyebutnya kontraproduktif terhadap upaya damai serta pembebasan sandera.

Namun narasi ini mulai kehilangan resonansi di banyak negara.

“Apakah mendukung hak rakyat Palestina untuk hidup layak dan merdeka otomatis berarti mendukung kekerasan?” tanya seorang diplomat

Eropa kepada The Guardian (31/7/2025), menantang kerangka berpikir yang selama ini dibentuk Israel.

🔸 Sejarah Mencatat: 147 Negara Sudah Akui Palestina

Hingga hari ini, 147 negara dari 193 anggota PBB telah mengakui Palestina secara resmi.

Namun selama ini, banyak negara berpengaruh di Barat masih enggan melangkah,

khawatir akan merusak hubungan strategis mereka dengan Israel atau terkena tekanan politik domestik.

Langkah tiga negara G7 ini bisa menjadi domino awal dari pengakuan yang lebih luas.

✍️ Catatan Akhir: Dunia dalam Proses Belajar

Sejarah selalu ditulis ulang oleh kenyataan yang tak bisa lagi diabaikan.

Jika negara-negara besar mulai menggeser posisinya dari diam menjadi tegas, dari retorika ke aksi,

maka ini bukan hanya berita baik untuk Palestina—tetapi juga untuk kredibilitas tatanan global itu sendiri.

Konflik tidak bisa diselesaikan hanya dengan senjata atau retorika. Ia butuh keadilan.

Dan keadilan dimulai dari pengakuan yang setara.

📌 Fakta Singkat:

147 negara telah mengakui Palestina sejak 1988.

Prancis, Inggris, dan Kanada adalah negara G7 pertama yang secara aktif menyatakan dukungan penuh.

Palestina kini menjadi pengamat tetap di PBB, namun belum menjadi anggota penuh.

🕊️ “Tidak ada perdamaian tanpa keadilan. Tidak ada keadilan tanpa pengakuan.”

Tags: #palestina##gaza#emanuelmacron#
Previous Post

Abolisi Tom Lembong dan Amnesti Hasto: Antara Hak Konstitusional dan Tuntutan Transparansi Publik

Next Post

PPATK Aktifkan Kembali Rekening Dormant: Lindungi Masyarakat, Jaga Integritas Sistem Keuangan

redaksi

redaksi

TerkaitBerita

The European Union in Southeast Asia: Research that Connects, Collaboration that Empowers
Internasional

The European Union in Southeast Asia: Research that Connects, Collaboration that Empowers

by redaksi
Mei 6, 2026
0

  When people talk about the European Union, they often picture a major political and economic force in the West....

Read more
PP KAMMI Turut Berbelasungkawa dan Nyatakan Dukungan Terhadap Iran

PP KAMMI Turut Berbelasungkawa dan Nyatakan Dukungan Terhadap Iran

April 22, 2026
AS Diduga Incar Kapal Dagang Iran di Selat Malaka, Ini Fakta di Baliknya

AS Diduga Incar Kapal Dagang Iran di Selat Malaka, Ini Fakta di Baliknya

April 21, 2026
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, Ketegangan Global Memanas dan Pasokan Energi Terancam

Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, Ketegangan Global Memanas dan Pasokan Energi Terancam

April 20, 2026
Ketegangan Global Memanas: Kapal Tanker China Putar Balik di Selat Hormuz, Alarm Baru bagi Stabilitas Energi Dunia

Ketegangan Global Memanas: Kapal Tanker China Putar Balik di Selat Hormuz, Alarm Baru bagi Stabilitas Energi Dunia

April 16, 2026
Klaim Spanyol Keluar dari NATO Tidak Berdasar, Ini Faktanya

Klaim Spanyol Keluar dari NATO Tidak Berdasar, Ini Faktanya

April 11, 2026
Next Post
PPATK Aktifkan Kembali Rekening Dormant: Lindungi Masyarakat, Jaga Integritas Sistem Keuangan

PPATK Aktifkan Kembali Rekening Dormant: Lindungi Masyarakat, Jaga Integritas Sistem Keuangan

Discussion about this post

PT Gerbang Informasi Media

Facebook Twitter Google+ Youtube RSS

Cari Berdasarkan Kategori

  • Agama (76)
  • Daerah (2,483)
  • DPD/DPRD/DPR RI (13)
  • Ekonomi (292)
  • Fashion (25)
  • Hiburan (52)
  • Hukum (1,618)
  • Internasional (93)
  • Kesehatan (91)
  • Korupsi (54)
  • Kriminal (179)
  • Nasional (614)
  • Olahraga (53)
  • Otomotif (3)
  • Pendidikan (107)
  • Politik (120)
  • REDAKSI (307)
  • Sumut (1,070)
  • TNI/POLRI (192)

Hak Cipta © 2021 Gerbang Informasi Nusantara

No Result
View All Result
  • Redaksi gi-media.com
  • Lowongan Kerja
  • Undang Undang Pers
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Cyber

Hak Cipta © 2021 Gerbang Informasi Nusantara