Bogor,Gi-media.com, 14 Mei 2026 – Pengurus Pusat Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia kembali menggelar agenda kaderisasi lingkungan bertajuk Muslim Green Leadership 2026 pada 15-16 Mei 2026 di Bogor, Jawa Barat. Kegiatan ini diikuti oleh 105 peserta dari berbagai daerah dan provinsi di Indonesia.
Mengusung tema “Dari Krisis ke Aksi, Pemuda Muslim untuk Ekologi dan Pangan Berkelanjutan”, kegiatan ini menjadi ruang konsolidasi gagasan, kepemimpinan, dan gerakan pemuda Muslim dalam merespons krisis ekologis serta tantangan ketahanan pangan nasional.
Muslim Green Leadership merupakan kelanjutan dari agenda serupa yang sebelumnya dilaksanakan di Bukit Soeharto, Kalimantan Timur, pada tahun 2025 dengan nama KAMMI Green Leadership. Tahun ini, agenda tersebut diperluas dengan fokus pada penguatan kepemimpinan hijau, keberlanjutan lingkungan, serta perjuangan mewujudkan swasembada pangan nasional.
Ketua Bidang Lingkungan Hidup dan Kehutanan PP KAMMI, Aulia Furqon, menegaskan bahwa generasi muda tidak boleh hanya menjadi penonton di tengah krisis ekologis dan ancaman pangan global.
“Muslim Green Leadership hadir sebagai ikhtiar membangun generasi pemimpin yang memiliki keberpihakan pada lingkungan, petani, dan masa depan pangan Indonesia. Krisis ekologis hari ini nyata. Karena itu, pemuda harus bergerak dari wacana menuju aksi konkret,” ujar Furqon.
Ia juga menekankan bahwa isu lingkungan dan pangan tidak bisa dipisahkan. Menurutnya, kerusakan ekologis akan berdampak langsung pada produksi pangan, kesejahteraan petani, hingga ketahanan nasional.
“KAMMI ingin melahirkan kader yang tidak hanya kuat secara intelektual dan spiritual, tetapi juga memiliki perspektif keberlanjutan. Indonesia membutuhkan pemimpin yang mampu menjaga hutan, tanah, air, sekaligus memastikan rakyat memiliki kedaulatan pangan,” lanjutnya.
Sementara itu, Ketua Umum PP KAMMI, Ahmad Jundi Khalifatullah, menyampaikan bahwa Muslim Green Leadership merupakan salah satu program unggulan kepengurusan PP KAMMI sebagai bentuk keseriusan organisasi dalam menjawab tantangan zaman.
“Isu lingkungan dan pangan adalah isu masa depan bangsa. Karena itu, KAMMI mengambil peran strategis untuk menyiapkan pemimpin muda Muslim yang adaptif, berintegritas, dan memiliki keberanian memperjuangkan keadilan ekologis serta swasembada pangan nasional,” kata Ahmad Jundi Khalifatullah.
Ia menambahkan bahwa pemuda harus menjadi bagian penting dalam proses perubahan kebijakan dan gerakan sosial berbasis keberlanjutan.
“Kami percaya, masa depan Indonesia tidak hanya ditentukan oleh pertumbuhan ekonomi, tetapi juga oleh kemampuan bangsa menjaga ekologi dan memastikan pangan bagi rakyatnya. Muslim Green Leadership menjadi langkah nyata KAMMI dalam menyiapkan generasi tersebut,” ujarnya.
Selama dua hari pelaksanaan, peserta akan mengikuti berbagai rangkaian agenda seperti diskusi kebijakan lingkungan dan pangan, pelatihan kepemimpinan hijau, penguatan gerakan sosial, serta konsolidasi pemuda Muslim dari berbagai daerah di Indonesia.






















Discussion about this post