Gi-media.com BAJAWA, NUSA TENGGARA TIMUR – Di tanah sejuk Bajawa, aroma kopi yang menembus udara pagi bukan hanya wangi biji panggang, tetapi juga napas perubahan yang tumbuh dari tangan-tangan petani desa. Melalui Desa Sejahtera Astra Bajawa, Astra membuktikan bahwa kemandirian ekonomi bukan sekadar slogan pembangunan—melainkan hasil dari kolaborasi, pendampingan, dan keberanian masyarakat desa untuk berinovasi dari potensi lokal mereka sendiri.
Presiden Direktur PT Astra International Tbk, Djony Bunarto Tjondro, menegaskan bahwa desa adalah fondasi sejati dari ekonomi bangsa.
“Melalui Desa Sejahtera Astra Bajawa, kami melihat bahwa kemajuan bukan datang dari luar, tetapi tumbuh dari dalam diri masyarakat. Ketika mereka diberi ruang, pengetahuan, dan kepercayaan, desa menjadi pusat perubahan yang nyata,” ujar Djony.
Kopi, Jejak Kemandirian dari Lereng Bajawa
Enam desa binaan—Naru, Wawowae, Mukuvoka, Ngoranale, Bolonga, dan Bowali—menjadi lahan pembuktian bahwa potensi lokal mampu menumbuhkan kemandirian ekonomi. Di bawah program Desa Sejahtera Astra Bajawa, lebih dari 200 petani kini terlibat dalam seluruh rantai nilai kopi, dari hulu hingga hilir.
Hasilnya bukan sekadar angka di laporan:
Pendapatan petani meningkat hingga 67 persen,
54 lapangan kerja baru tercipta,
100 persen hasil panen terserap, bahkan sebagian diekspor hingga Thailand.
Dari keberhasilan ini, lahir pula dua unit usaha baru serta kelompok pengolahan limbah kopi yang mengubah ampas menjadi pupuk organik dan suvenir bernilai ekonomi.
Bernard dan Donatus: Wajah-Wajah Perubahan di Tanah Kopi
Di balik biji kopi yang harum, ada tangan-tangan penggerak yang bekerja dalam diam.
Bernard Suryanto Langoday, fasilitator pembinaan dari Astra, menjadi sosok penting yang menanamkan bukan hanya keterampilan, tapi juga karakter.
“Kami tidak hanya melatih petani menanam kopi, tetapi membangun kepribadian yang jujur, disiplin, dan tangguh. Karena kopi berkualitas hanya bisa tumbuh dari manusia berkualitas,” tuturnya.
Sementara itu, Donatus Philipus Kabe, pemuda penggerak Rumah Kopi Bajawa, menyalakan semangat baru bagi generasi muda desa. Dengan tangan terbuka, ia mengajak anak-anak muda belajar mengenal kopi, berinovasi, dan memandang masa depan tanpa harus meninggalkan tanah kelahiran.
“Kami ingin anak muda melihat bahwa desa bukan masa lalu—desa adalah masa depan. Masa depan yang bisa dibangun dari kebun sendiri,” ujarnya mantap.

Melalui pendekatan ini, Bajawa tidak hanya melahirkan kopi premium, tetapi juga menumbuhkan manusia-manusia yang berdaya dan berkarakter.
Ekosistem yang Inklusif dan Berkelanjutan
Pendampingan Astra di Bajawa dirancang menyentuh semua aspek kehidupan desa—ekonomi, sosial, dan lingkungan.
Program pelatihan yang semula berfokus pada teknik budidaya kini berkembang ke literasi keuangan, manajemen desa, dan pemasaran digital.
Perempuan dan pemuda menjadi bagian tak terpisahkan dari perubahan. Mereka terlibat aktif dalam pengolahan, desain kemasan, hingga promosi produk di platform daring. Pendekatan ini membentuk ekosistem yang inklusif, memastikan setiap warga merasakan manfaat pembangunan secara adil.
Selain itu, Astra menanamkan prinsip zero waste, di mana setiap limbah kopi diolah kembali menjadi kompos, pupuk organik, atau bahan kerajinan tangan. Dengan demikian, ekonomi tumbuh tanpa merusak alam, dan keberlanjutan menjadi bagian dari budaya masyarakat Bajawa.
Komitmen Astra: Sejahtera Bersama Bangsa
Sebagai grup usaha dengan lebih dari 302 anak perusahaan dan 190.000 karyawan, Astra terus memperluas kontribusi sosial melalui empat pilar tanggung jawab sosial: kesehatan, pendidikan, lingkungan, dan kewirausahaan.
Djony Bunarto Tjondro menutup kunjungan ke Bajawa dengan pesan penuh makna:
“Pembangunan Indonesia tidak bisa hanya bertumpu pada kota besar. Desa adalah tempat masa depan bangsa disemai. Jika desa kuat, Indonesia akan berdiri lebih kokoh.”
Tentang Desa Sejahtera Astra Bajawa
Program ini merupakan bagian dari inisiatif Desa Binaan Astra yang tersebar di seluruh Indonesia. Di Bajawa, kolaborasi antara pemerintah daerah, akademisi, pelaku usaha, dan komunitas lokal melahirkan model pemberdayaan yang berorientasi pada ekonomi hijau dan wirausaha sosial berbasis kopi lokal.
Desa Sejahtera Astra Bajawa menjadi bukti bahwa ketika masyarakat desa diberi peluang untuk berkembang, mereka tidak hanya mengubah ekonomi keluarga—tetapi juga menanam harapan bagi generasi berikutnya.























Discussion about this post