• Redaksi gi-media.com
  • Lowongan Kerja
  • Undang Undang Pers
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Cyber
Gi Media
ADVERTISEMENT
  • Daerah
  • Nasional
  • Kriminal
  • Kesehatan
  • Politik
  • Internasional
  • Korupsi
  • Agama
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Ekonomi
No Result
View All Result
  • Daerah
  • Nasional
  • Kriminal
  • Kesehatan
  • Politik
  • Internasional
  • Korupsi
  • Agama
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Ekonomi
No Result
View All Result
Gi Media
No Result
View All Result
  • Daerah
  • Nasional
  • Kriminal
  • Kesehatan
  • Politik
  • Internasional
  • Korupsi
  • Agama
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Ekonomi
ads ads ads
Home Ekonomi

Nabung Emas di Pegadaian: Gram Kecil, Harapan Besar untuk Masa Depan Inklusif Indonesia

Emas: Dari Simbol Warisan ke Instrumen Inklusi

redaksi by redaksi
September 24, 2025
in Ekonomi
0
Nabung Emas di Pegadaian: Gram Kecil, Harapan Besar untuk Masa Depan Inklusif Indonesia
0
SHARES
15
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

GI-Media.com – Di sebuah warung kopi sederhana di pinggiran Depok, Sri Wahyuni (42) duduk sambil menunggu anak bungsunya pulang sekolah. Ia bukan pejabat, bukan pula pengusaha besar. Sri hanyalah seorang ibu rumah tangga yang mengandalkan penghasilan suaminya sebagai tukang ojek online. Namun ada satu kebiasaan kecil yang membuatnya percaya diri menghadapi hari-hari penuh ketidakpastian: menabung emas di Pegadaian.

“Awalnya saya ikut arisan emas sama ibu-ibu komplek. Lama-lama saya coba tabung sendiri lewat aplikasi Pegadaian Digital. Nominalnya kecil, sepuluh ribu rupiah bisa, tapi rasanya seperti punya pegangan untuk masa depan,” tutur Sri sambil tersenyum.

Kisah Sri hanyalah satu dari jutaan cerita masyarakat kecil yang kini menemukan harapan baru lewat program Tabungan Emas Pegadaian. Di tengah ekonomi global yang penuh guncangan, emas kembali hadir bukan sekadar sebagai perhiasan, melainkan sebagai alat inklusi finansial yang menyentuh berbagai lapisan masyarakat.

ADVERTISEMENT

Emas: Dari Simbol Warisan ke Instrumen Inklusi

BeritaTerkait

Prabowo Bisa Nabung Saat Perang

Prabowo Bisa Nabung Saat Perang

2 minggu ago
Perhutani Bersama CV Gilang Kencana Teken Kerja Sama Pemanfaatan Jasa Lingkungan Wisata Curug Cijalu

Perhutani Bersama CV Gilang Kencana Teken Kerja Sama Pemanfaatan Jasa Lingkungan Wisata Curug Cijalu

2 minggu ago
Musrenbang Jakarta Timur Himpun 2.888 Usulan, Infrastruktur dan Ekonomi Jadi Prioritas

Musrenbang Jakarta Timur Himpun 2.888 Usulan, Infrastruktur dan Ekonomi Jadi Prioritas

2 minggu ago
BOBIBOS Disebut Berpotensi Tekan Impor Energi Nasional, Konsep Integrasi Sawah dan Energi Jadi Sorotan

BOBIBOS Disebut Berpotensi Tekan Impor Energi Nasional, Konsep Integrasi Sawah dan Energi Jadi Sorotan

2 minggu ago

Menabung emas bukanlah hal baru. Sejak ratusan tahun lalu, emas telah dianggap sebagai simbol kemakmuran, sekaligus pegangan ketika masa sulit datang. Dalam budaya Nusantara, emas sering diwariskan sebagai harta keluarga yang nilainya tak lekang dimakan zaman.
Kini, di abad digital, emas tampil dalam wujud lebih sederhana dan modern. World Gold Council (2024) mencatat harga emas naik sekitar 11% sepanjang tahun, menjadikannya instrumen yang relatif stabil dibanding saham atau mata uang.

Dalam situasi pasca pandemi, ketika inflasi tinggi dan kebutuhan hidup semakin mahal, emas menjadi “pelindung nilai” yang dapat diandalkan.
Namun ada masalah klasik: emas selama ini dianggap hanya untuk kalangan menengah ke atas. Membeli emas batangan 1 gram saja membutuhkan ratusan ribu rupiah, angka yang tidak selalu terjangkau masyarakat kecil. Di sinilah Pegadaian menghadirkan terobosan:

Tabungan Emas dengan modal mulai Rp10.000.

“Pegadaian ingin emas bisa diakses semua orang. Dari ibu rumah tangga, pelajar, sampai pekerja informal. Tidak ada lagi istilah investasi hanya untuk yang kaya,” jelas Damar Handoko, Deputi Komunikasi Perusahaan Pegadaian, dalam sebuah konferensi pers awal 2024.

Feminisme Interseksional: Keadilan Finansial untuk Semua

Konsep feminisme interseksional mengajarkan bahwa ketidaksetaraan dialami secara berbeda, tergantung gender, kelas, etnis, hingga lokasi geografis. Dalam keuangan, perempuan di pedesaan menghadapi hambatan berbeda dibanding pekerja perempuan di kota besar.

Tabungan Emas Pegadaian menjawab kebutuhan lintas kelompok ini.
Perempuan kepala keluarga bisa menabung sedikit demi sedikit tanpa tekanan besar.

Pekerja informal seperti ojek online atau pedagang kaki lima bisa menyisihkan penghasilan harian.
Mahasiswa Gen Z belajar berinvestasi sejak dini lewat aplikasi digital.
Komunitas desa mendapat akses ke produk keuangan tanpa harus ke bank konvensional yang sering jauh.

Dengan kata lain, Tabungan Emas bukan sekadar produk, tetapi gerakan keadilan finansial yang benar-benar inklusif.

Infigrafik gen z pegadaian
infografik gen z milenial pagadaian

Gen Z: Digital-Native, Tapi Minim Literasi Keuangan

Generasi Z (lahir 1997–2012) tumbuh dengan gawai di tangan. Mereka piawai mengelola akun media sosial, tetapi belum tentu paham cara mengelola uang. Survei OJK (2023) menunjukkan literasi keuangan masyarakat Indonesia baru 49,7%, meski tingkat inklusi keuangan sudah 85%.
Bagi Gen Z, Tabungan Emas punya tiga daya tarik utama:
Mudah dan digital – Semua bisa dilakukan lewat aplikasi Pegadaian Digital.

Aman dan terpercaya – Didukung BUMN dengan regulasi ketat.
Tujuan jangka panjang – Cocok untuk biaya pendidikan, pernikahan, atau modal usaha.

Menurut Sinta (21), mahasiswi di Yogyakarta, tabungan emas jadi jalan tengah. “Kalau nabung uang di dompet digital, sering kepake. Tapi kalau dalam bentuk emas, saya lebih disiplin karena susah dicairkan mendadak,” ujarnya.

Dampak Sosial: Dari Individu ke Komunitas

Pemberdayaan Perempuan
Arisan emas semakin populer. Di banyak daerah, ibu-ibu rutin menyetor Rp20.000 per minggu. Setiap bulan, mereka membeli emas 0,1 gram. Hasilnya bukan hanya aset berharga, tapi juga rasa solidaritas.

Kemandirian Pekerja Informal
Ojek online seperti suami Sri Wahyuni merasa punya “jaring pengaman”. Ketika anak sakit, emas bisa dicairkan tanpa bunga tinggi seperti rentenir.

Literasi Pedesaan
Pegadaian menggelar program edukasi keuangan di desa-desa. Materinya sederhana: bedakan kebutuhan dan keinginan, sisihkan sedikit penghasilan, lalu tabung dalam bentuk emas.

Gerakan Sosial Ekonomi
Jika ditarik lebih luas, menabung emas bisa dilihat sebagai gerakan kolektif. Ia membiasakan masyarakat berpikir jangka panjang, menyiapkan masa depan, dan keluar dari budaya “hidup hari ini saja”.

Pegadaian: Sejarah Panjang, Inovasi Baru
Berdiri sejak 1901, Pegadaian awalnya dikenal sebagai tempat “gadai barang” bagi rakyat kecil. Namun seiring waktu, perusahaan pelat merah ini terus berinovasi. Kini, Pegadaian bukan hanya soal gadai, tetapi juga investasi, pembiayaan UMKM, hingga layanan digital.

Program Tabungan Emas diluncurkan tahun 2015 dan langsung mendapat sambutan positif. Data Pegadaian 2024 menunjukkan:

Terdapat 6 juta rekening Tabungan Emas aktif, naik 18% dari 2023.
55% nasabah adalah perempuan, menunjukkan dimensi gender yang kuat.
Nasabah usia 18–30 tahun tumbuh pesat, menandakan Gen Z ikut aktif.
Rata-rata saldo memang kecil, tapi pertumbuhannya konsisten setiap tahun.
“Target kami bukan orang kaya. Justru masyarakat kecil. Karena satu gram emas yang mereka tabung, artinya adalah masa depan yang lebih terjamin,” tegas Nina Sulistyowati, Direktur Pemasaran Pegadaian.

Perspektif Kebijakan: Sejalan dengan SDGs

Program Tabungan Emas juga sejalan dengan agenda pembangunan berkelanjutan (SDGs), khususnya poin:
No Poverty (1) → mengurangi kerentanan finansial masyarakat miskin.
Gender Equality (5) → memberdayakan perempuan dalam akses finansial.
Decent Work and Economic Growth (8) → mendukung pekerja informal.
Reduced Inequalities (10) → membuka akses keuangan bagi daerah terpencil.
Tak heran jika Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menempatkan Pegadaian sebagai mitra penting dalam Strategi Nasional Keuangan Inklusif (SNKI).

Konstruktif: Dari Data ke Solusi
tidak berhenti pada laporan masalah.

Tugasnya adalah membuka jalan solusi. Dengan menyoroti Tabungan Emas Pegadaian, menunjukkan bagaimana inovasi keuangan bisa menjadi jawaban konkret bagi kesenjangan sosial.

Narasi tentang Sri, tentang Sinta, tentang jutaan perempuan dan pekerja informal adalah bukti bahwa inovasi kecil bisa berdampak besar.

Gram Kecil, Dampak Besar
Nabung emas di Pegadaian bukan sekadar investasi pribadi. Ia adalah gerakan inklusif yang menjangkau lapisan masyarakat paling beragam: perempuan, anak muda, pekerja informal, hingga komunitas pedesaan.
Setiap gram emas yang ditabung membawa makna:
Ruang aman bagi perempuan untuk mandiri.

Harapan bagi Gen Z menata masa depan.

Perlindungan bagi pekerja informal.
Solidaritas bagi komunitas desa.
Di sinilah emas bukan sekadar logam mulia, melainkan simbol keadilan finansial dan kemandirian sosial. Gram kecil hari ini bisa jadi jalan besar menuju Indonesia yang lebih inklusif, progresif, dan berkeadilan.

Source: Pegadaian
Via: Pegadaian
Tags: emas pegadaiangen zInternasionalpegadaian
Previous Post

Perhutani Laksanakan Diklatsar Saka Wanabakti di Bandung *Perhutani Bandung Utara Gelar Diklatsar Wanabakti Angkatan Ke- XXXIV

Next Post

One Stop Financial Solution Astra Financial: Membaca Keuangan Inklusif, Berkelanjutan, dan Progresif Indonesia

redaksi

redaksi

TerkaitBerita

Menu Roti Untuk B3 ,Peserta Didik , Menu Siap Saji Fresh Food Belum Disajikan SPPG, Edaran BGN no 8 Thn 2026 Terbit
Ekonomi

Menu Roti Untuk B3 ,Peserta Didik , Menu Siap Saji Fresh Food Belum Disajikan SPPG, Edaran BGN no 8 Thn 2026 Terbit

by redaksi
April 10, 2026
0

  Lombok - NTB, Gi-media.com,²| Setelah informasi pemberhentian menu makanan kering untuk Penerima manfaat MBG , Serta Informasi Penutupan 300an...

Read more
Omzet Penjualan Menurun Setelah Pasar  Direnovasi

Omzet Penjualan Menurun Setelah Pasar Direnovasi

April 10, 2026
LAMI Gelar Pelatihan Digitalisasi UMKM, Dorong Pelaku Usaha Naik Kelas di Era Ekonomi Digital

LAMI Gelar Pelatihan Digitalisasi UMKM, Dorong Pelaku Usaha Naik Kelas di Era Ekonomi Digital

April 10, 2026
Cerita dari Bukit Sinyonya: FIFGROUP Wujudkan Desa Sejahtera dan Sekolah yang Lebih Layak

Cerita dari Bukit Sinyonya: FIFGROUP Wujudkan Desa Sejahtera dan Sekolah yang Lebih Layak

April 6, 2026
Prabowo Bisa Nabung Saat Perang

Prabowo Bisa Nabung Saat Perang

April 5, 2026
Perhutani Bersama CV Gilang Kencana Teken Kerja Sama Pemanfaatan Jasa Lingkungan Wisata Curug Cijalu

Perhutani Bersama CV Gilang Kencana Teken Kerja Sama Pemanfaatan Jasa Lingkungan Wisata Curug Cijalu

April 3, 2026
Next Post
One Stop Financial Solution Astra Financial: Mewujudkan Keuangan Inklusif dan Berkelanjutan

One Stop Financial Solution Astra Financial: Membaca Keuangan Inklusif, Berkelanjutan, dan Progresif Indonesia

Discussion about this post

Stay Connected test

  • 23.9k Followers
  • 99 Subscribers
  • Trending
  • Comments
  • Latest
IGN-CS Jualan Shabu,Perlanaan Jadi Kampung Narkoba

IGN-CS Jualan Shabu,Perlanaan Jadi Kampung Narkoba

Februari 13, 2025

Dua PNS Kominfo Kabupaten Batu Bara Diduga Selingkuh,Pak Kadis Diminta Segera Beri Sangsi

November 6, 2023

Pegawai Kominfo Batu Bara Jalin Hubungan Terlarang ,Pak Kadis Bungkam

November 21, 2023
Peredaran Sabu Dipematang Bandar Semangkin Marak,Diduga Ada Oknum APH Trima Stabil Dari Para Bandar

Info Buat Kasnob Polres Simalungun,IGUN CS Masi Jualan Shabu

Januari 29, 2025
12 Bulan Belum Cukup Bagi Polda-Su Tetapkan Tersangka Atas Perusakan Lahan Di Kualatanjung

12 Bulan Belum Cukup Bagi Polda-Su Tetapkan Tersangka Atas Perusakan Lahan Di Kualatanjung

0

Terkait Penampungan CPO Tanpa Ijin Dibatu 10,Ini Kata Kapolres Tebingtinggi

0
Presiden PKS Ingatkan DPR Jangan jadi Tukang Stempel

Presiden PKS Ingatkan DPR Jangan jadi Tukang Stempel

0

Uji Ketangkasan Giur Pengunjung Pasar Malam Tebingtinggi

0
Ketegangan Global Memanas: Kapal Tanker China Putar Balik di Selat Hormuz, Alarm Baru bagi Stabilitas Energi Dunia

Ketegangan Global Memanas: Kapal Tanker China Putar Balik di Selat Hormuz, Alarm Baru bagi Stabilitas Energi Dunia

April 16, 2026
Panitia Pembangunan Mushola Al-Muttaqin Mengharapkan Bantuan Para Donatur

Panitia Pembangunan Mushola Al-Muttaqin Mengharapkan Bantuan Para Donatur

April 16, 2026
Bareskrim Polri Bongkar Sindikat Phishing Lintas Negara, Raup Keuntungan Hingga Rp25 Miliar

Bareskrim Polri Bongkar Sindikat Phishing Lintas Negara, Raup Keuntungan Hingga Rp25 Miliar

April 15, 2026
Polres Pasbar Gelar Latihan Dalmas, Pastikan Tindakan Profesional di Lapangan

Polres Pasbar Gelar Latihan Dalmas, Pastikan Tindakan Profesional di Lapangan

April 15, 2026

Recent News

Ketegangan Global Memanas: Kapal Tanker China Putar Balik di Selat Hormuz, Alarm Baru bagi Stabilitas Energi Dunia

Ketegangan Global Memanas: Kapal Tanker China Putar Balik di Selat Hormuz, Alarm Baru bagi Stabilitas Energi Dunia

April 16, 2026
Panitia Pembangunan Mushola Al-Muttaqin Mengharapkan Bantuan Para Donatur

Panitia Pembangunan Mushola Al-Muttaqin Mengharapkan Bantuan Para Donatur

April 16, 2026
Bareskrim Polri Bongkar Sindikat Phishing Lintas Negara, Raup Keuntungan Hingga Rp25 Miliar

Bareskrim Polri Bongkar Sindikat Phishing Lintas Negara, Raup Keuntungan Hingga Rp25 Miliar

April 15, 2026
Polres Pasbar Gelar Latihan Dalmas, Pastikan Tindakan Profesional di Lapangan

Polres Pasbar Gelar Latihan Dalmas, Pastikan Tindakan Profesional di Lapangan

April 15, 2026
Facebook Twitter Google+ Youtube RSS

PT Gerbang Informasi Media

Follow Us

Cari Berdasarkan Kategori

  • Agama (74)
  • Daerah (2,365)
  • DPD/DPRD/DPR RI (9)
  • Ekonomi (243)
  • Fashion (23)
  • Hiburan (48)
  • Hukum (1,101)
  • Internasional (89)
  • Kesehatan (88)
  • Korupsi (46)
  • Kriminal (169)
  • Nasional (589)
  • Olahraga (45)
  • Otomotif (3)
  • Pendidikan (92)
  • Politik (106)
  • REDAKSI (304)
  • Sumut (1,062)
  • TNI/POLRI (49)
  • IGN-CS Jualan Shabu,Perlanaan Jadi Kampung Narkoba

    IGN-CS Jualan Shabu,Perlanaan Jadi Kampung Narkoba

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dua PNS Kominfo Kabupaten Batu Bara Diduga Selingkuh,Pak Kadis Diminta Segera Beri Sangsi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pegawai Kominfo Batu Bara Jalin Hubungan Terlarang ,Pak Kadis Bungkam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Info Buat Kasnob Polres Simalungun,IGUN CS Masi Jualan Shabu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pengawas Proyek SLB Negeri 25 Sintang Inisial DM Abaikan Konfirmasi Awak Media

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Hak Cipta © 2021 Gerbang Informasi Nusantara

No Result
View All Result
  • Redaksi gi-media.com
  • Lowongan Kerja
  • Undang Undang Pers
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Cyber

Hak Cipta © 2021 Gerbang Informasi Nusantara