Gi-media.com Tebingtinggi — Badan Usaha Milik Negara (BUMN)Waskita karya Zona IA Tebingtinggi pada pembangunan jalan TOL Siantar-Tebingtinggi menjadi sorotan awak media setelah adanya sidak yang dilakukan anggota DPRD Kota Tebing Tinggi
Lokasi Kantor dan Tempat penyimpanan barang milik Waskita karya Zona IA di jalan Kutilang kelurahan Lubuk Raya kecamatan Bajenis di datangi wakil ketua DPRD Iman Irdian Saragih karena adanya laporan masyarakat
Kita mendapat Laporan dari masyarakat, untuk mempertanyakan tentang kewajiban kami sebagai Serikat Pekerja Tranport Seluruh Indonesia (SPTSI) yang ada di kota Tebingtinggi, dan mempertanyakan tentang Agreement Waskita karya dengan Pemko Tebingtinggi, karena dalam perjanjian itu kita mengetahui ada perbaikan jalan, Waskita karya bertanggung jawab atas jalan yang rusak, seperti dijalan Leda Sujuno, jalan Musyawarah, juga jalan Ir h.Juanda, tepat nya di kota Tebingtinggi” Kata Dian
Tokoh muda Iman Irdian Saragih yang merupakan ketua PC PDIP kota Tebingtinggi itu, juga mengatakan ada menerima laporan dari masyarakat terkait dugaan penyelewengan Aset negara, yang diduga melibatkan Waskita karya Zona IA Tebingtinggi dengan rekanan Pengepul Barang Bekas yang ada di jalan Ir H.Juanda kelurahan Karya Jaya kecamatan Rambutan
“Kita juga mempertanyakan terkait laporan dari masyarakat ada dugaan penyelewengan Aset negara, jadi kita mendapat laporan beserta bukti dan data nya, dari pihak PT Waskita diduga bersama rekanannya menjual Aset Negara, yang mana kita ketahui bahwa Aset negara kalau mau di jual mau dilelang harus ijin dari kementrian BUMN, Direksi, dan juga komisaris, dan harus ada Rapat umum pemegang saham (RUPS), ini harus disetujui ketiga bidang tadi” Ucap Dian
“Kita berharap pihak PT Waskita Karya, memperbaiki jalan sesuai Agreement pada pemerintah kota Tebingtinggi dan harus menyelesaikan urusannya kepada SPTSI juga tentang Persoalan sewa menyewa lahan Kantor di Jalan AMD ini”
Selaku Pimpinan DPRD, Iman Irdian Saragih akan memberi laporan kepada Pemerintah melalui Menteri BUMN, juga laporan ke DPR-RI dan ke Kapolri ,Panglima ABRI dan Jaksa Agung RI terkait hasil sidak ini tegasnya Dian ke Media
Pada kesempatan itu sosok yang akrab disapa Dian itu, juga mengenalkan seorang pengusaha Direktur PT Mitra Pembangunan Sumatera (MPS) Sahala Rambe
Kepada wartawan Dian mengatakan kalau lahan Areal yang dipakai Waskita karya Zona IA Tebingtinggi di jalan Kutilang kelurahan Bulian kecamatan Bajenis adalah milik dari Sala Rambe dan akan melapor ke polres Tebingtinggi
“Di hadapan kita ada teman saya Bapak Sala Rambe yang hari ini membuat laporan ke polres Tebingtinggi terkait hal sewa menyewa lahan yang dipakai Waskita karya, tepatnya di jalan Kutilang atau AMD, kelurahan Bulian kecamatan Bajenis”
“Masyarakat kecamatan Bajenis juga akan membuat laporan ke polres Tebingtinggi terkait Aset Waskita karya yang diduga di jual tanpa Prosedur” tutup Dian
Pantauan wartawan meski dalam sidak, semua pihak yang berkepentingan ingin bertemu Direktur atau Perwakilan PT Waskita Karya Zona IA Tebingtinggi, namun tidak berhasil ditemui.
Masih dalam pantauan awak media Lokasi areal Kantor PT Waskita Karya seluas kurang lebih satu setengah Hektar, pada hari itu yang tampak hanya Pekerja dari PT Waskita Karya dan masih melakukan evakuasi alat berat dan Pengosongan sarana yang ada di halaman Kantor dan di jaga beberapa Oknum Aparat Keamanan TNI Polri
Terkait aset Negara dari PT Waskita yang diduga telah di Perjual belikan sesuai Pengaduan masyarakat, pihak PT MPS telah membuat laporan ke Polres Tebing Tinggi.
“Saya selaku komisaris utama PT MPS sangat menyesalkan Pembongkaran, Pengosongan material yang ada dikantor PT Waskita Karya ini, tanpa ada Pemberitahuan kepada pihak kami, sebagai rekanan” ucap Sahala

Sidak dilanjutkan Iman Irdian Saragih ke tempat Gudang barang bekas (botot) milik Aseng Botot, di Jalan Ir H Juanda, dan terlihat Tumpukan Besi material bekas yang diduga milik PT Waskita Karya

Dian sempat bertemu dengan Pemilik Gudang Botot (Aseng) ,namun Aseng Botot tidak bersedia memberi komentar apapun sembari menutup Gudangnya dan berlalu.
Konfirmasi wartawan terkait adanya Material diduga berasal dari PT Waskita Karya, Aseng Botot tidak bersedia berkomentar, dan hingga berita ini diterbitkan pihak Humas Waskita karya Zona IA Tebingtinggi belum dapat dikonfirmasi
(Yuni)



















Discussion about this post