Gi-media.com Komnas Perlindungan Anak memberikan apresiasi terhadap langkah Pemerintah Kota Binjai yang menghadirkan program “GARAM BERSULANG” atau Gerakan Ramah Anak dan Menyenangkan Bersama Sekolah, Orang Tua dan Lingkungan dalam rangkaian Gebyar PAUD dan Deklarasi Ramah Anak pada 13 Mei 2026.
Ketua Agustinus Sirait menilai gerakan tersebut menjadi bentuk nyata kepedulian terhadap masa depan anak-anak di tengah meningkatnya tantangan sosial dan digital yang dihadapi generasi muda saat ini.
Menurut Agustinus, perlindungan anak tidak cukup hanya dilakukan melalui penegakan hukum ketika kasus terjadi, tetapi harus dimulai dari langkah pencegahan melalui lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat yang sehat serta mendukung tumbuh kembang anak.
“Anak-anak membutuhkan ruang yang aman, nyaman, dan menyenangkan untuk tumbuh.
Karena itu gerakan seperti GARAM BERSULANG sangat penting untuk memperkuat kepedulian bersama terhadap perlindungan anak,” ujar Agustinus Sirait.
Berdasarkan laporan penanganan kasus akhir tahun 2025, Komnas Perlindungan Anak menerima sebanyak 2.556 pengaduan kasus kekerasan terhadap anak.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 59 persen kasus terjadi di rumah dan lingkungan sekitar, 27 persen berkaitan dengan pengaruh sosial media, serta 14 persen terjadi di sekolah maupun lembaga pendidikan.
Menurutnya, data tersebut menunjukkan bahwa ancaman terhadap anak justru banyak muncul dari ruang yang paling dekat dengan kehidupan mereka sehari-hari.
Ia juga menyoroti pentingnya pengawasan terhadap penggunaan media sosial pada anak.
Di era digital saat ini, kata Agustinus, anak-anak sangat rentan terhadap perundungan digital, kekerasan verbal, paparan konten negatif, hingga tekanan psikologis yang dapat memengaruhi kesehatan mental mereka.

“Anak perlu didampingi, didengar, dan diberikan ruang komunikasi yang sehat agar mereka tidak tumbuh dalam tekanan dan ketakutan,” katanya.
Agustinus turut mengapresiasi kepemimpinan Amir Hamzah yang dinilai menghadirkan pendekatan humanis dalam pembangunan kota ramah anak.
Sementara itu, di tempat yang sama, Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan PAUD dan Pendidikan Masyarakat (Dikmas) Dinas Pendidikan Kota Binjai, Roma Putra Hutasuhut, menjelaskan bahwa setelah deklarasi “GARAM BERSULANG”, pihaknya akan segera melaksanakan sejumlah pelatihan bagi guru PAUD serta sosialisasi ke sekolah-sekolah di Kota Binjai.
Menurut Dr. Roma Putra Hutasuhut, M.Pd., langkah tersebut dilakukan agar gerakan ramah anak tidak berhenti sebatas deklarasi, tetapi benar-benar diterapkan dalam pola pendidikan dan lingkungan belajar anak sehari-hari.
“Kami ingin sekolah menjadi ruang yang aman, nyaman, menyenangkan, sekaligus mendukung tumbuh kembang karakter anak secara positif,” ujarnya.
Ia menambahkan, penguatan kapasitas guru PAUD menjadi bagian penting dalam membangun generasi yang sehat secara mental, emosional, dan sosial sejak usia dini.
Selain pelatihan tenaga pendidik, sosialisasi kepada sekolah juga akan dilakukan untuk memperkuat pemahaman mengenai pentingnya menciptakan lingkungan belajar yang ramah anak, bebas kekerasan, dan mendukung kesehatan mental anak di tengah tantangan perkembangan zaman.
Program “GARAM BERSULANG”
diharapkan menjadi gerakan berkelanjutan yang mampu memperkuat sinergi antara pemerintah, sekolah, keluarga, dan masyarakat dalam menciptakan ruang tumbuh yang lebih aman dan membahagiakan bagi anak-anak Indonesia.
























Discussion about this post