SMKN 3 Soppeng terus berkembang raih prestasi buka jurusan baru dan gratiskan biaya pendidikan.
SOPPENG-Gi Media-Com-(28/4/2026) SMKN 3 Soppeng yang terletak di Jl. H.A. Mahmud, Galung, Kecamatan Lili Riaja, terus menunjukkan kemajuan yang signifikan di berbagai bidang. Berbagai inovasi dan pengembangan dilakukan demi mencetak lulusan yang kompeten, terampil, dan siap bersaing di dunia kerja maupun pendidikan tinggi.
Hal tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Sekolah SMKN 3 Soppeng, Reni Andriani, S.Pd, dalam paparannya mengenai perkembangan sekolah selama masa kepemimpinannya.
Menurut Ibu Reni, perubahan paling terasa adalah pada sistem pembelajaran dan kemitraan. Dulu Teaching Factory (TeFa) belum berjalan maksimal, namun sekarang setiap jurusan sudah memiliki TeFa yang berjalan baik.
“Kerjasama dengan industri pun dulu hanya sebatas MoU, sekarang sudah betul-betul tersinkronisasi. Mulai dari penyelarasan kurikulum, rekrutmen, hibah alat, hingga hadirnya mini industri di lingkungan sekolah,” ungkapnya.
Berkat kerja keras ini, SMKN 3 Soppeng selama 3 tahun berturut-turut berhasil menyandang gelar sebagai SMK Pusat Keunggulan. Bahkan di tahun keempat, sekolah ini kembali mendapatkan kepercayaan sebagai SMK Pusat Keunggulan skema kolaborasi dengan industri dari Festo.
Saat ini SMKN 3 Soppeng memiliki 4 jurusan kompetensi keahlian:
1. Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ)
2. Teknik Instalasi Tenaga Listrik (TITL)
3. Teknik Pendingin dan Tata Udara (TPTU)
4. Desain Komunikasi Visual (DKV) – Jurusan Baru
“Khusus tahun ini kita buka jurusan baru yaitu DKV. Jumlah siswa pun terus meningkat, tahun lalu hanya 6 kelas, sekarang total siswa sudah mencapai 434 siswa dengan jumlah pengajar sekitar 50 orang ditambah 8 tenaga kependidikan,” tambahnya.
Ke depan, sekolah menargetkan menjadi SMK Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) agar siswa mendapatkan sertifikat kompetensi yang diakui. Selain itu, sekolah juga sedang mengurus perizinan pembangunan Masjid di lingkungan sekolah, yang merupakan hal baru karena selama ini belum pernah ada.
Salah satu kebijakan yang sangat diapresiasi adalah komitmen sekolah untuk meringankan beban orang tua, mengingat mayoritas siswa berasal dari ekonomi menengah ke bawah.
“Selama saya menjabat, kami tidak pernah memungut biaya sepeser pun. Mulai dari pendaftaran, ujian kompetensi, hingga pelaksanaan PKL, semuanya gratis sampai siswa tamat. Kecuali untuk pembelian baju seragam, karena aturan BOS melarang penggunaan dana untuk itu, jadi kami kembalikan kepada orang tua,” tegas Reni Andriani.
Lulusan SMKN 3 Soppeng terbukti mampu bersaing. Tahun ini tercatat 96 siswa berhasil lulus dan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi negeri.
“Mereka ada yang diterima di Politeknik Negeri Ujung Pandang, Universitas Negeri Makassar, hingga Universitas Halu Oleo. Bahkan sebelumnya ada juga siswa yang berhasil magang ke Jepang,” pungkasnya bangga.
Dengan berbagai pencapaian ini, SMKN 3 Soppeng semakin mantap menjadi salah satu sekolah kejuruan unggulan di Kabupaten Soppeng yang berorientasi pada mutu, kemandirian, dan pelayanan prima bagi masyarakat.
Penulis”(Kul indah)






















Discussion about this post