• Redaksi gi-media.com
  • Lowongan Kerja
  • Undang Undang Pers
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Cyber
Gi Media
ADVERTISEMENT
  • Daerah
  • Nasional
  • Kriminal
  • Kesehatan
  • Politik
  • Internasional
  • Korupsi
  • Agama
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Ekonomi
No Result
View All Result
  • Daerah
  • Nasional
  • Kriminal
  • Kesehatan
  • Politik
  • Internasional
  • Korupsi
  • Agama
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Ekonomi
No Result
View All Result
Gi Media
No Result
View All Result
  • Daerah
  • Nasional
  • Kriminal
  • Kesehatan
  • Politik
  • Internasional
  • Korupsi
  • Agama
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Ekonomi
ads ads ads
Home Daerah

MELAWAN ATAU HANYUT DALAM TEKANAN

redaksi by redaksi
Maret 16, 2026
in Daerah
0
MELAWAN ATAU HANYUT DALAM TEKANAN
0
SHARES
12
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Ichsanuddin Noorsy
Ekonom Strukturalis

 

Jakarta,, Gi-media.com,

ADVERTISEMENT

Kami meriset dan menulis. Sebab, itulah nadi peradaban yang sesungguhnya. Setahun meriset pemikiran ekopol Soemitro Djojohadikoesoemo, Nusantara Centre menemukan banyak temuan menarik. Kebetulan, subjek riset kali ini adalah ayah kandung Presiden Prabowo Subianto sehingga lebih menarik karena nanti akan ketahuan jalur DNA pemikiran keduanya. Setelah melewati banyak perdebatan, kami minta ekonom Ichsanuddin Noorsy membuat pengantar penajaman dan penalaran. Berikut tulisan pertama dari dua artikel yang menyertai penerbitan buku kami. Sambil menunggu proses penerbitan di percetakan, pengantar ini kami bagi utuh untuk pembaca.

BeritaTerkait

Wali Kota Tebing Tinggi Pimpin Gerakan Tanam Bawang Merah Di Kelurahan Mekar Sentosa

Wali Kota Tebing Tinggi Pimpin Gerakan Tanam Bawang Merah Di Kelurahan Mekar Sentosa

2 minggu ago
Pemko Tebing Tinggi Dan Bank Sumut Siap Luncurkan Qris Dinamis

Pemko Tebing Tinggi Dan Bank Sumut Siap Luncurkan Qris Dinamis

2 minggu ago
Diduga Kuat Langgar Prosedur, Leasing MCF Tarik Sepeda Motor Konsumen Saat Pembayaran Angsuran di Kantor

Diduga Kuat Langgar Prosedur, Leasing MCF Tarik Sepeda Motor Konsumen Saat Pembayaran Angsuran di Kantor

2 minggu ago
Kontraktor Lokal Pertanyakan Penerapan Aturan Baru PT MNA, Aksi Mogok Kerja Terjadi di Kuala Tanjung

Kontraktor Lokal Pertanyakan Penerapan Aturan Baru PT MNA, Aksi Mogok Kerja Terjadi di Kuala Tanjung

3 minggu ago

Membaca buku hasil riset yang sedang Anda buka ini menarik. Uraiannya menyajikan pola pikir refleksi, posisi, dan proyeksi. Dalam refleksi, objek tokoh buku ini, Soemitro, mengajak kita memahami bahwa perekonomian kolonial adalah perbudakan. Tentu saja sebagai lanjutan dari penindasan. Karenanya pada kerangka posisi, saat bicara anggaran dan bangun sistem perindustrian, pendiri Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia itu mengusulkan model perencanaan pembangunan berjangka waktu melampaui periode elektoral.

Industri dan industrialisasi (hilirisasi), tegasnya, harus merupakan cara mengatasi perekonomian kolonial sekaligus mengarah pada terbentuknya harkat bangsa. Sektor ini bukan saja mengungkit perekonomian nasional, juga membuka lapangan kerja. Produknya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan domestik. Maka anggaran pemerintahan dan sistem perencanaan pembangunan bertujuan membentuk capital formation domestic. Ini wujud keberpihakan struktural.

Hal tersebut tidak mudah dilakukan disebabkan negara berkembang hampir selalu berhadapan dengan kekurangan pembiayaan. Tapi alasan ini pun yang membuka peluang serbuan kolonialisasi dalam bentuk baru. Dalam tesis saya, kehadiran modal asing dan pinjaman luar negeri di negara berkembang merupakan wujud invasi, intervensi, infiltrasi, interferensi, indoktrinasi, intimidasi, dan inflasi. Muaranya adalah instability dan impoverishment. Tesis ini dapat dirujuk pada buku Economic Hitman-nya John Perkins, Super Imperialism-nya Michael Hudson, dan berbagai buku lainnya yang mengkritik secara tajam westernisasi pembangunan suatu negara.

Maka saat Soemitro berpikir tentang industri sebagai pengungkit perekonomian negara, tokoh yang ikut memberontak pada PRRI/Permesta 1957–1958 menunjukkan model berpikir strukturalis. Dalam ungkapan lain, capital formation domestic adalah pembentukan kapasitas produksi domestik, penguatan kelembagaan negara, mengatasi birokrasi berbelit dan lamban, serta penciptaan keseimbangan sosial. Dalam proyeksi Soemitro, masa depan ekonomi negara terjadi saat negara berinvestasi pada pendidikan dan teknologi. Karena itu ketimpangan keuangan pusat dan daerah adalah sesuatu yang tidak boleh terjadi. Dengan pendekatan sektoral yang utuh menyeluruh, termasuk pendekatan spasialnya, maka operasi pembentukan modal domestik itu akan memengaruhi rumah tangga dan korporasi. Efek berlapisnya adalah seperti dikampanyekan saat ini, no one leave behind, atau tidak ada yang tertinggal dan tersingkir atau terpinggirkan.

Kerangka berpikir demikian menunjukkan Soemitro tidak berpikir jangka pendek dan nyaris menolak ditundukkan oleh jargon “biarkan pasar mencari keseimbangan sendiri” dan “in the long term we are all death”, suatu ungkapan terkenal dari John Maynard Keynes. Dia sadar pasar tidak netral. Pasar bergerak oleh kekuatan politik dan ekonomi yang ada di belakangnya. Hari ini hal itu terbukti bagaimana Donald Trump menentukan tarif timbal balik (reciprocal tariff) yang sebenarnya tidak mengindikasikan kesetaraan para pihak yang bertransaksi. Sehingga yang muncul adalah eksternalitas negatif dan kegagalan tumbuh berkembangnya keseimbangan sosial ekonomi. Padahal keseimbangan ini bertujuan mengatasi kemiskinan struktural.

Untuk kepentingan mengatasi hal itu dan dalam rangka mengoptimalkan utilitas pasar domestik, Soemitro pun melihat bank layak tunduk pada arsitektur keuangan yang dibangun negara. Perbankan tidak boleh menjadi bayang-bayang pemerintahan. Perspektif anak Margono Djojohadikusumo ini menunjukkan masalah orientasi akumulasi kapital yang berhadapan dengan keseimbangan sosial yang intinya adalah berbagi. Maka Soemitro masuk ke dalam pilihan prioritas antara pertumbuhan lebih dulu atau berbagi sumber daya.

Opsi masalah perencanaan pembangunan itu adalah pembangunan menyeluruh atau parsial. Ini masalah titik keberangkatan membangun dengan memahami kekuatan, kelemahan, peluang, dan hambatan. Justru dengan titik pijak ini, perjalanan panjang yang akan ditapaki bangsa dan negara harus diisi dengan pola pikir strategis untuk suatu jangka waktu panjang.

Sayangnya banyak ekonom yang lebih dulu belajar administrasi publik di Barat lebih mengutamakan melihat kelemahan domestik, berorientasi pada pendapatan fiskal, dalam rancangan industri substitusi impor yang tidak dalam rangka memenuhi amanat konstitusi, Pasal 33 UUD 1945. Mereka, kaum neoliberal itu biasanya berargumen tentang kelemahan modal, tidak punya teknologi, struktur pasar yang belum sehat, rendahnya produktivitas, dan layanan birokrasi yang lamban berbelit.

Memang di awal Orde Baru berkuasa, Indonesia sudah menghadapi tekanan struktural karena warisan kolonial. Yakni membayar utang 4,3 miliar gulden yang diperjanjikan dalam Konferensi Meja Bundar, masuk kembali menjadi anggota IMF dan Bank Dunia, akrab dengan pemodal melalui UU No. 1/1967 tentang Penanaman Modal Asing, memberi ruang bergerak nyaman bagi Freeport dan perusahaan minyak AS, serta patuh pada model perbankan Barat.

Sebagian ekonom dari Barat menyebut kebijakan era Soeharto adalah liberalisasi setengah hati. Padahal dengan devaluasi rupiah sebanyak tujuh kali, hal itu menunjukkan perekonomian Indonesia dalam tekanan struktural eksternal yang kuat. Tekanan ini bermula dari desain State Department of USA pada Konferensi Meja Bundar di Den Haag yang kemudian menjadi UU No. 9 Tahun 1949.

Segelintir ekonom dan kalangan intelektual lainnya menyadari tekanan struktural itu karena IMF, Bank Dunia, dan WTO (dahulu GATT) adalah lembaga yang menjajah melalui sistem perekonomian, standarisasi indikator, instrumentasi kelembagaan dan ukuran kepatuhan, serta timbangan reputasi. Teknokrat arus utama bersedia menjadi kaki tangan asing. Bukan hanya itu, kalangan media, pebisnis, tokoh politik, dan penegak hukum juga bermental terjajah. Indonesia secara sistematik struktural terjajah dalam dua pendekatan, yakni ekonomi dan pendidikan. Fondasi keterjajahan pada perekonomian dibangun dimulai 1950 sehingga perekonomian pola kolonial nyaris berkesinambungan.

Dalam sebuah seminar di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian sekitar tahun 2015 dengan pembicara kunci Menko Luhut Binsar Panjaitan, Gubernur BI Agus Martowardoyo, Menkeu Sri Mulyani, dan Kapolri Tito Karnavian muncul semacam kebanggaan terselubung bahwa di tengah gejolak perekonomian, neraca perdagangan Indonesia surplus USD 18,55 miliar. Surplus itu karena Indonesia masih mengekspor barang mentah. Sebagai pembahas saya menyahuti, jika ekspornya seperti itu, maka Indonesia belum keluar dari perekonomian kolonial.

Di saat yang sama nilai tukar terus melemah. Sejak 1997/1998 hingga tulisan ini dibuat, rupiah terus mengalami depresiasi 9,38 persen per tahun. Substitusi impor pun belum sepenuhnya membawa hasil. Yang terjadi malah deindustrialisasi dini yang kami ingatkan sejak 2008. Maka tekanan struktural itu mustahil diatasi dengan model pembangunan yang pola pikirnya, investasi, dan teknologinya dari Barat.

Demikianlah posisi lemah secara ekonomi struktural itulah, merefleksikan dan memproyeksikan pikiran Soemitro Djojohadikoesoemo menjadi sangat penting. Terlebih, beliau adalah “begawan ekonomi” yang ikut memengaruhi pola pikir presiden hari ini. Dan, pada artikel lanjutannya, kita akan kupas lebih serius.(*)

Previous Post

DPC Kota Depok Partai Demokrat Gelar Buka Puasa Bersama

Next Post

Ketua KPTIK Dukung Arah Presiden Lakukan Efisiensi Lewat WFH, Melalui Warung Digital dan Maestro Teacher

redaksi

redaksi

TerkaitBerita

Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Kapolres Pasaman Barat Temui Para Sesepuh Kepolisian
TNI/POLRI

Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Kapolres Pasaman Barat Temui Para Sesepuh Kepolisian

by Ajo Uban
Juni 21, 2026
0

PASAMAN BARAT, GI-MEDIA.com – Kapolres Pasaman Barat, AKBP Agung Tribawanto, S.Ik, memimpin langsung kegiatan kunjungan silaturahmi ke kediaman sejumlah purnawirawan...

Read more
Gelar Nobar”Kampung Durian Tak Jadi Runtuh” Bersama Tp Pkk, Wali Kota Tebing Tinggi Aresiasi Pesan Moral Film Parodi Edukatif 

Gelar Nobar”Kampung Durian Tak Jadi Runtuh” Bersama Tp Pkk, Wali Kota Tebing Tinggi Aresiasi Pesan Moral Film Parodi Edukatif 

Juni 14, 2026
SMAN 3 Tebing Tinggi Jadi Tuan Rumah Seleksi O2SN Tingkat SMA/SMK Cabang Dinas Pendidikan Wilayah III Sumut

SMAN 3 Tebing Tinggi Jadi Tuan Rumah Seleksi O2SN Tingkat SMA/SMK Cabang Dinas Pendidikan Wilayah III Sumut

Juni 11, 2026
Wujudkan Kemudahan Akses Pelayanan Hukum Bagi Masyarakat, Wali Kota Tebing TinggiTerima Penghargaan Dari Kementrian Hukum Ri

Wujudkan Kemudahan Akses Pelayanan Hukum Bagi Masyarakat, Wali Kota Tebing TinggiTerima Penghargaan Dari Kementrian Hukum Ri

Juni 10, 2026
Wali Kota Tebing Tinggi Pimpin Gerakan Tanam Bawang Merah Di Kelurahan Mekar Sentosa

Wali Kota Tebing Tinggi Pimpin Gerakan Tanam Bawang Merah Di Kelurahan Mekar Sentosa

Juni 9, 2026
Pemko Tebing Tinggi Dan Bank Sumut Siap Luncurkan Qris Dinamis

Pemko Tebing Tinggi Dan Bank Sumut Siap Luncurkan Qris Dinamis

Juni 9, 2026
Next Post
Ketua KPTIK Dukung Arah Presiden Lakukan Efisiensi Lewat WFH, Melalui Warung Digital dan Maestro Teacher

Ketua KPTIK Dukung Arah Presiden Lakukan Efisiensi Lewat WFH, Melalui Warung Digital dan Maestro Teacher

Discussion about this post

Stay Connected test

  • 23.9k Followers
  • 99 Subscribers
  • Trending
  • Comments
  • Latest
IGN-CS Jualan Shabu,Perlanaan Jadi Kampung Narkoba

IGN-CS Jualan Shabu,Perlanaan Jadi Kampung Narkoba

Februari 13, 2025

Dua PNS Kominfo Kabupaten Batu Bara Diduga Selingkuh,Pak Kadis Diminta Segera Beri Sangsi

November 6, 2023

Pegawai Kominfo Batu Bara Jalin Hubungan Terlarang ,Pak Kadis Bungkam

November 21, 2023
Peredaran Sabu Dipematang Bandar Semangkin Marak,Diduga Ada Oknum APH Trima Stabil Dari Para Bandar

Info Buat Kasnob Polres Simalungun,IGUN CS Masi Jualan Shabu

Januari 29, 2025

Terkait Penampungan CPO Tanpa Ijin Dibatu 10,Ini Kata Kapolres Tebingtinggi

0
Presiden PKS Ingatkan DPR Jangan jadi Tukang Stempel

Presiden PKS Ingatkan DPR Jangan jadi Tukang Stempel

0

Uji Ketangkasan Giur Pengunjung Pasar Malam Tebingtinggi

0

Kabar BBM ( Bahan Bakar Minyak) Naik Adalah Hoax

0
Korban Dugaan Penipuan Modus Jual Beli Samurai Antik Laporkan Pemilik Barang ke Polres Batu Bara

Korban Dugaan Penipuan Modus Jual Beli Samurai Antik Laporkan Pemilik Barang ke Polres Batu Bara

Juni 23, 2026
Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Kapolres Pasaman Barat Temui Para Sesepuh Kepolisian

Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Kapolres Pasaman Barat Temui Para Sesepuh Kepolisian

Juni 21, 2026
Sambut 1 Muharram 1448 H,Warga Bukit Hataran Laksanakan Gotong Royong

Sambut 1 Muharram 1448 H,Warga Bukit Hataran Laksanakan Gotong Royong

Juni 16, 2026
Gelar Nobar”Kampung Durian Tak Jadi Runtuh” Bersama Tp Pkk, Wali Kota Tebing Tinggi Aresiasi Pesan Moral Film Parodi Edukatif 

Gelar Nobar”Kampung Durian Tak Jadi Runtuh” Bersama Tp Pkk, Wali Kota Tebing Tinggi Aresiasi Pesan Moral Film Parodi Edukatif 

Juni 14, 2026

Recent News

Korban Dugaan Penipuan Modus Jual Beli Samurai Antik Laporkan Pemilik Barang ke Polres Batu Bara

Korban Dugaan Penipuan Modus Jual Beli Samurai Antik Laporkan Pemilik Barang ke Polres Batu Bara

Juni 23, 2026
Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Kapolres Pasaman Barat Temui Para Sesepuh Kepolisian

Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Kapolres Pasaman Barat Temui Para Sesepuh Kepolisian

Juni 21, 2026
Sambut 1 Muharram 1448 H,Warga Bukit Hataran Laksanakan Gotong Royong

Sambut 1 Muharram 1448 H,Warga Bukit Hataran Laksanakan Gotong Royong

Juni 16, 2026
Gelar Nobar”Kampung Durian Tak Jadi Runtuh” Bersama Tp Pkk, Wali Kota Tebing Tinggi Aresiasi Pesan Moral Film Parodi Edukatif 

Gelar Nobar”Kampung Durian Tak Jadi Runtuh” Bersama Tp Pkk, Wali Kota Tebing Tinggi Aresiasi Pesan Moral Film Parodi Edukatif 

Juni 14, 2026
Facebook Twitter Google+ Youtube RSS

PT Gerbang Informasi Media

Follow Us

Cari Berdasarkan Kategori

  • Agama (76)
  • Daerah (2,406)
  • DPD/DPRD/DPR RI (11)
  • Ekonomi (262)
  • Fashion (25)
  • Hiburan (52)
  • Hukum (1,140)
  • Internasional (93)
  • Kesehatan (89)
  • Korupsi (49)
  • Kriminal (172)
  • Nasional (601)
  • Olahraga (47)
  • Otomotif (3)
  • Pendidikan (103)
  • Politik (110)
  • REDAKSI (307)
  • Sumut (1,064)
  • TNI/POLRI (58)
  • IGN-CS Jualan Shabu,Perlanaan Jadi Kampung Narkoba

    IGN-CS Jualan Shabu,Perlanaan Jadi Kampung Narkoba

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dua PNS Kominfo Kabupaten Batu Bara Diduga Selingkuh,Pak Kadis Diminta Segera Beri Sangsi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pegawai Kominfo Batu Bara Jalin Hubungan Terlarang ,Pak Kadis Bungkam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Info Buat Kasnob Polres Simalungun,IGUN CS Masi Jualan Shabu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pengawas Proyek SLB Negeri 25 Sintang Inisial DM Abaikan Konfirmasi Awak Media

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Hak Cipta © 2021 Gerbang Informasi Nusantara

No Result
View All Result
  • Redaksi gi-media.com
  • Lowongan Kerja
  • Undang Undang Pers
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Cyber

Hak Cipta © 2021 Gerbang Informasi Nusantara