Gi-media.com Setiap tanggal 18 Oktober, dunia mengalihkan perhatian pada isu penting yang menyentuh separuh populasi global, yaitu menopause. Peringatan tahunan itu dikenal sebagai Hari Menopause Sedunia atau International Menopause Day.
Tanggal peringatan tersebut telah ditetapkan secara global dan mengambil inspirasi dari inisiatif yang diangkat oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sejak tahun 1984. Namun, perayaan dan kampanye global seperti yang kita kenal saat ini secara resmi diinisiasi oleh International Menopause Society (IMS) pada tahun 2009, dengan dukungan kolaboratif dari WHO.
Tujuannya untuk menghilangkan stigma dan menyoroti dampak mendalam menopause terhadap kesehatan dan kesejahteraan perempuan.
Ketika Tubuh Berbisik: Memahami Menopause
Menopause adalah sebuah transisi alami yang tak terhindarkan dalam kehidupan perempuan, menandai berakhirnya siklus menstruasi dan ovarium sebagai akibat dari penurunan bertahap hormon reproduksi. Biasanya, momen ini terjadi antara usia 45 hingga 55 tahun.
Bagi banyak perempuan, gejalanya bisa terasa mengganggu. Malam hari mungkin diwarnai oleh keringat yang membasahi, sementara suasana hati bisa berubah-ubah seperti ombak.
Gangguan tidur seringkali menjadi teman yang tidak diinginkan, seperti kecemasan, bahkan depresi. Lebih dari sekadar ketidaknyamanan, fase pascamenopause juga membawa peningkatan risiko kesehatan jangka panjang, seperti penyakit kardiovaskular dan penurunan kepadatan tulang yang berujung pada osteoporosis.
Memahami menopause bukan hanya tentang mengenali gejalanya, tetapi juga tentang mengakui bahwa ini adalah fase yang membutuhkan perhatian medis dan dukungan holistik.
Sorotan Tema 2025: “Lifestyle Medicine”
Setiap tahun, IMS menetapkan tema baru untuk mengarahkan fokus diskusi dan kampanye. Untuk tahun ini, tema yang diusung adalah “Lifestyle Medicine”. Pilihan tema tersebut sangat relevan, menempatkan kekuatan di tangan perempuan untuk memengaruhi kesehatan mereka sendiri melalui gaya hidup sehari-hari.
IMS dengan tegas menekankan bahwa meskipun menopause bukanlah sebuah penyakit, tapi bagaimana kita menjalani hidup yang dapat berdampak signifikan terhadap pengalaman menopause dan kesejahteraan jangka panjang. Ini adalah pendekatan yang personal dan holistik, sebuah pengakuan bahwa setiap perempuan akan menjalani transisinya secara unik.
Coba bayangkan: tidur nyenyak yang Anda dapatkan, piring yang penuh dengan nutrisi seimbang, atau sesi yoga yang menenangkan pikiran. Semua ini bukan hanya makanan yang bagus, ini adalah intervensi kesehatan yang kuat.
Tema Lifestyle Medicine mengajak semua pihak, baik perempuan yang mengalaminya maupun penyedia layanan kesehatan, untuk melihat gaya hidup sebagai obat non-farmakologis yang esensial dalam mengelola gejala dan mengurangi risiko penyakit kronis yang sering menyertai penuaan.
Ilmu Pengetahuan Sebagai Panduan: Buku Putih IMS 2025
Sebagai bagian dari kampanye tahunan, IMS meluncurkan sumber daya yang sangat berharga, yaitu Buku Putih 2025 yang berjudul “The Role of Lifestyle Medicine in Menopausal Health: A Review of Non-Pharmacologic Interventions”. Buku tersebut merupakan tinjauan global berbasis bukti yang dirancang untuk menjadi pedoman praktis.
Bagi para profesional kesehatan, buku putih ini menyajikan bukti nyata tentang bagaimana pengobatan gaya hidup dapat menjadi garis pertahanan pertama dalam meringankan gejala menopause dan mendukung kesehatan jangka panjang perempuan.
Selain Buku Putih, IMS juga telah menyusun enam lembar fakta pendamping yang mudah diakses. Lembar fakta ini menawarkan panduan yang jelas dan terpercaya mengenai enam pilar gaya hidup: pola makan sehat, aktivitas fisik, kesejahteraan mental, tidur berkualitas, menghindari zat berisiko, dan memelihara hubungan sosial yang sehat.
Alat-alat itu dirancang untuk memfasilitasi diskusi yang lebih baik antara perempuan, tenaga kesehatan, keluarga, dan komunitas, mendorong pemahaman yang lebih dalam dan yang paling penting, kesetaraan perawatan di seluruh dunia.
Mendorong Percakapan dan Dukungan
Hari Menopause Sedunia bukan tentang merayakan sebuah akhir, melainkan tentang menghormati transisi dan merangkul sebuah awal baru. Dengan fokus pada Lifestyle Medicine, peringatan tahun ini mengingatkan kita bahwa menopause adalah sebuah perjalanan yang membutuhkan kesadaran, informasi yang akurat, dan dukungan komunitas yang kuat.
Peringatan 18 Oktober adalah kesempatan bagi setiap perempuan untuk menuntut informasi, bagi setiap dokter untuk menerapkan pendekatan holistik, dan bagi setiap anggota masyarakat untuk menawarkan empati dan pemahaman.
Karena pada akhirnya, perjalanan menopause adalah bagian integral dari kesehatan perempuan, dan dengan informasi yang tepat serta pilihan gaya hidup yang disengaja, fase ini dapat dijalani dengan vitalitas, kenyamanan, dan harapan.
























Discussion about this post