Kepala Desa Salogatta
Paparkan Capaian Desa: Stunting Menurun, D/S Posyandu dalam 5 bulan terakhir Capai 100 Persen
Mamuju Tengah,-GI Media -Com. Kepala Desa Salogatta, Alimuddin, S.Sos, menyampaikan sejumlah capaian pembangunan dan program prioritas desa saat menerima kunjungan insan pers, Kamis (23/1/2026), di Kantor Desa Salogatta, Kecamatan Budong-Budong, Kabupaten Mamuju Tengah.Sulawesi Barat.
Dalam keterangannya, Alimuddin mengucapkan terima kasih kepada media yang telah berkunjung dan memberi perhatian terhadap kinerja pemerintahan desa. Ia menegaskan bahwa keterbukaan informasi publik menjadi bagian penting dalam mendorong tata kelola pemerintahan desa yang baik dan sesuai aturan.
“Bagi kami, kehadiran pers merupakan bentuk kontrol sekaligus motivasi agar pemerintahan desa berjalan dengan baik, transparan, dan sesuai regulasi,” ujar Alimuddin.
Penanganan Stunting Jadi Prioritas
Alimuddin menjelaskan bahwa penanganan stunting menjadi salah satu fokus utama Pemerintah Desa Salogatta. Dalam lima bulan terakhir, tingkat kunjungan Posyandu (D/S) mencapai 100 persen, di mana seluruh balita dan ibu balita hadir setiap bulan.
“DPS 100 persen ini bukan semata-mata angka, tetapi menjadi alat ukur untuk memastikan semua balita terpantau kesehatannya. Dengan kunjungan penuh, data stunting bisa lebih akurat dan
penanganannya tepat,” jelasnya.
Ia menyebutkan, meski data stunting masih muncul setiap bulan, tren menunjukkan penurunan secara bertahap. Hal ini merupakan hasil koordinasi intensif antara pemerintah desa, Puskesmas, serta instansi terkait, sesuai arahan pemerintah daerah dan pusat.Program Pusat Tetap Dijalankan terkait pelaksanaan program pemerintah pusat, Alimuddin menegaskan bahwa Desa Salogatta tetap menjalankan seluruh komponen prioritas, mulai dari Bantuan Langsung Tunai (BLT), ketahanan pangan, pencegahan stunting, hingga pengentasan kemiskinan, mengikuti kebijakan dari era Presiden Joko Widodo hingga Presiden Prabowo Subianto.
Namun, ia mengakui adanya tantangan dalam pendataan penerima bantuan.“Data kemiskinan dengan ketersediaan anggaran sering kali tidak sejalan. Karena itu, BLT kami lakukan secara bergilir agar ada rasa keadilan di masyarakat,” termasuk Ketahanan Pangan dan Prestasi Desa.Dalam sektor ketahanan pangan, Desa Salogatta mengembangkan Peternakan kambing, sayur-sayuran, tanaman buah, dan jagung. Meski demikian, sektor pertanian masih menghadapi kendala hama.
Di sisi lain, Desa Salogatta mencatat prestasi membanggakan dengan meraih Juara 1 Inovasi Desa tingkat Kabupaten dan ditetapkan sebagai Desa Mandiri pada tahun 2023.
“Sebagai Ketua APDESI, jabatan organisasi ini justru menjadi dorongan bagi saya untuk bekerja lebih maksimal dan menjadi contoh bagi desa lain,” ungkap Alimuddin.
Infrastruktur dan Dampak
Pengurangan Anggaran
Untuk infrastruktur, pemerintah desa terus mengupayakan pemeliharaan jalan karena menjadi lintasan utama kendaraan berat, termasuk angkutan hasil sawit. Desa juga memanfaatkan Pendapatan Asli Desa (PAD) dari aktivitas lintasan tersebut untuk pembangunan fasilitas umum, termasuk jembatan. Tahun lalu, Desa Salogatta berhasil membangun empat unit jembatan.
Namun, Alimuddin menyayangkan berlakunya PMK Nomor 81 Tahun 2025 yang menyebabkan pengurangan anggaran hingga 60–70 persen karena anggaran tersebut di alihkan ke pembangunan KDMP.
“Dengan kondisi ini, ruang gerak desa sangat terbatas. Banyak rencana yang terpaksa ditunda,” ujarnya.
Profil Desa Salogatta
Desa Salogatta memiliki jumlah penduduk sekitar 5.200 jiwa, dengan mayoritas mata pencaharian di sektor perkebunan kelapa sawit, serta sebagian bergerak di bidang jasa dan perdagangan dan ASN.
“Kami sadar belum sempurna, tetapi kami selalu berusaha memberikan yang terbaik sesuai skala prioritas dan kemampuan desa,” tutup Alimuddin.
Jurnalist”,(Kul indah)
























Discussion about this post