• Redaksi gi-media.com
  • Lowongan Kerja
  • Undang Undang Pers
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Cyber
ADVERTISEMENT
  • Daerah
  • Nasional
  • Kriminal
  • Kesehatan
  • Politik
  • Internasional
  • Korupsi
  • Agama
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Ekonomi
No Result
View All Result
  • Daerah
  • Nasional
  • Kriminal
  • Kesehatan
  • Politik
  • Internasional
  • Korupsi
  • Agama
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Ekonomi
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • Daerah
  • Nasional
  • Kriminal
  • Kesehatan
  • Politik
  • Internasional
  • Korupsi
  • Agama
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Ekonomi
ads ads ads
Home Ekonomi

Nabung Emas di Era Digital: Anak Muda & UMKM Menemukan Solusi Bersama Pegadaian

Di antara berbagai instrumen investasi, emas kembali mencuri perhatian.

redaksi by redaksi
September 19, 2025
in Ekonomi
0
0
SHARES
40
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Gi-media.com Emas, Harapan di Tengah Ketidakpastian

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, banyak masyarakat Indonesia mencari cara untuk melindungi keuangan mereka. Inflasi, harga kebutuhan pokok yang terus meningkat, hingga tantangan lapangan pekerjaan membuat generasi muda dan pelaku UMKM harus lebih cerdas mengatur keuangan.

Di antara berbagai instrumen investasi, emas kembali mencuri perhatian. Tidak hanya karena nilainya cenderung stabil dan meningkat dalam jangka panjang, tetapi juga karena semakin mudahnya akses investasi emas melalui digitalisasi layanan Pegadaian. Kini, menabung emas tidak lagi identik dengan orang tua atau kolektor perhiasan, melainkan menjadi gaya hidup finansial baru yang ramah bagi anak muda dan pelaku usaha kecil.

ADVERTISEMENT

—

BeritaTerkait

Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) Menggelar Apkasi Otonomi Expo (AOE) 2026 Yang Berlangsung Pada Tanggal 27–29 Agustus 2026 Di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Kabupaten Tangerang, Banten

Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) Menggelar Apkasi Otonomi Expo (AOE) 2026 Yang Berlangsung Pada Tanggal 27–29 Agustus 2026 Di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Kabupaten Tangerang, Banten

6 hari ago
Hadiri APKASI Otonomi Expo 2026, Plt. Bupati Kuansing Dorong Promosi Potensi Daerah dan Perluasan Kerja Sama Ekonomi

Hadiri APKASI Otonomi Expo 2026, Plt. Bupati Kuansing Dorong Promosi Potensi Daerah dan Perluasan Kerja Sama Ekonomi

6 hari ago
Sekda Kab Malang hadiri Apkasi Otonomi Ekspo 2026, Promosikan Pariwisata dan UMKM Kabupaten Malang

Sekda Kab Malang hadiri Apkasi Otonomi Ekspo 2026, Promosikan Pariwisata dan UMKM Kabupaten Malang

6 hari ago
BP Tapera Hadir di IRSE 2026, Perkuat Edukasi Pembiayaan Perumahan

BP Tapera Hadir di IRSE 2026, Perkuat Edukasi Pembiayaan Perumahan

1 minggu ago

Tren Harga Emas: Data yang Tak Bisa Dibantah

Menurut data World Gold Council, harga emas global cenderung naik dalam lima tahun terakhir. Di Indonesia, tren ini tercermin dalam harga emas Antam yang pada 2019 masih sekitar Rp650 ribu per gram, sementara pada pertengahan 2025 telah menembus kisaran Rp1,250 juta per gram. Artinya, dalam lima tahun terjadi kenaikan hampir dua kali lipat.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa minat masyarakat pada instrumen investasi jangka panjang semakin meningkat, terutama pasca-pandemi COVID-19. Dari sisi literasi, survei Otoritas Jasa Keuangan (OJK) 2022 menunjukkan literasi keuangan masyarakat Indonesia baru mencapai 49,68%. Namun, literasi tentang investasi emas khususnya meningkat signifikan karena dianggap aman dan mudah diakses.

Tren ini didukung oleh inovasi digital. Aplikasi Pegadaian Digital yang diluncurkan beberapa tahun lalu kini memiliki jutaan pengguna aktif. Mereka bisa membeli emas mulai dari Rp10 ribu saja, sehingga barrier untuk memulai investasi menjadi sangat rendah.

—

Cerita Anak Muda: Dari Nongkrong ke Nabung

Bimo, mahasiswa semester akhir di Depok, awalnya tidak pernah terpikir untuk menabung emas. “Dulu uang jajan habis buat nongkrong dan kopi. Tapi pas lihat temen bisa beli motor cash dari hasil nabung emas di aplikasi Pegadaian, saya langsung kepikiran. Ternyata bisa banget nabung mulai dari recehan,” katanya sambil menunjukkan aplikasi Pegadaian di ponselnya.

Bagi generasi muda, investasi emas melalui aplikasi digital bukan hanya soal keuntungan, tetapi juga gaya hidup baru. Mereka bisa memantau harga emas real-time, membeli dengan nominal kecil, hingga menjadikan emas sebagai tabungan darurat.

Cerita serupa datang dari Dila, pekerja muda di Jakarta. “Saya nggak pede main saham atau kripto, takut rugi. Emas lebih gampang dimengerti. Sekarang saya rutin sisihkan Rp50 ribu seminggu buat beli emas. Rasanya lebih tenang,” ujarnya.

Kisah-kisah seperti ini menunjukkan bagaimana Pegadaian berhasil menjembatani kesenjangan literasi keuangan, sekaligus memberi solusi investasi yang mudah dan aman untuk anak muda.

Cerita UMKM: Gadai Emas untuk Bertahan dan Berkembang

Sementara itu, bagi UMKM, emas bukan hanya instrumen investasi, melainkan juga alat bertahan hidup.

Ambil contoh Siti, pemilik warung makan di Serang. Ketika pandemi melanda, penjualannya turun drastis. “Saya hampir tutup warung. Untung ada kalung emas pemberian orang tua. Saya gadaikan di Pegadaian, langsung dapat modal buat bertahan. Setelah usaha bangkit, emasnya bisa ditebus lagi,” kenangnya.

Hal yang sama dirasakan oleh Adi, pengusaha kerajinan bambu di Yogyakarta. Saat mendapat pesanan besar untuk ekspor, ia kekurangan modal untuk membeli bahan baku. “Bank nggak gampang cairin pinjaman cepat. Pegadaian jadi solusi karena prosesnya cepat dan syaratnya sederhana. Saya bisa ambil kesempatan ekspor berkat gadai emas,” tuturnya.

Cerita-cerita ini menegaskan peran Pegadaian sebagai mitra UMKM. Tidak hanya memberi akses ke investasi emas, tetapi juga menyediakan layanan gadai yang aman, transparan, dan membantu pelaku usaha kecil menghadapi krisis maupun peluang.

—

Inovasi Pegadaian: Dari Konter ke Digital

Dulu, sebagian orang menganggap Pegadaian hanya sebagai tempat untuk menggadaikan barang saat terdesak kebutuhan. Namun, citra itu telah berubah drastis.

Kini, Pegadaian hadir dengan berbagai layanan inovatif:

Tabungan Emas Digital: bisa mulai dari Rp10 ribu.

Cicil Emas: membeli emas batangan dengan cicilan terjangkau.

Gadai Emas Online: transaksi tanpa harus datang ke kantor cabang.

Pegadaian Digital App: integrasi layanan lengkap, mulai dari menabung emas, gadai, hingga pembayaran tagihan.

Transformasi ini sejalan dengan visi Pegadaian untuk mendukung inklusi keuangan nasional. Melalui layanan digital, akses investasi emas semakin inklusif dan merata, bahkan menjangkau generasi muda di kota-kota kecil.

—

Perspektif Ahli: Emas Sebagai Proteksi Inflasi

Ekonom Universitas Indonesia, Dr. Indah Puspitasari, menyatakan bahwa emas selalu menjadi instrumen proteksi yang efektif terhadap inflasi. “Ketika harga kebutuhan naik, nilai emas cenderung ikut naik atau minimal bertahan. Ini yang membuat emas menjadi pilihan utama masyarakat dengan profil risiko rendah,” ujarnya.

Pegadaian, menurutnya, berperan penting dalam mendorong literasi keuangan masyarakat kelas menengah ke bawah. “Banyak masyarakat yang tidak punya akses ke produk perbankan konvensional. Pegadaian menjembatani itu dengan cara sederhana: nabung emas bisa mulai dari nominal sangat kecil,” tambahnya.

Sementara itu, menurut laporan OJK, kontribusi Pegadaian terhadap inklusi keuangan nasional cukup signifikan, terutama dalam mendorong masyarakat non-bankable untuk masuk ke ekosistem keuangan formal.

—

Dampak Sosial: Lebih dari Sekadar Investasi

Investasi emas melalui Pegadaian tidak hanya berdampak pada individu, tetapi juga pada komunitas.

Edukasi Keuangan: melalui berbagai program literasi, masyarakat desa kini lebih melek investasi.

Pemberdayaan UMKM: akses cepat terhadap modal membantu usaha kecil bertahan dan tumbuh.

Budaya Menabung: generasi muda mulai terbiasa menyisihkan uang untuk masa depan, bukan hanya konsumsi sesaat.

Dengan kata lain, emas bukan hanya logam mulia, tetapi juga alat perubahan sosial yang nyata.

Tantangan & Harapan ke Depan

Meski tren investasi emas semakin positif, masih ada tantangan. Literasi keuangan masih rendah di beberapa daerah, hoaks tentang investasi emas palsu kerap beredar, dan sebagian masyarakat masih terjebak mindset konsumtif.

Pegadaian diharapkan terus memperluas edukasi dan inovasi. Misalnya dengan memperbanyak program literasi di kampus, kolaborasi dengan komunitas UMKM, hingga memperkuat keamanan digital di aplikasi agar nasabah merasa aman bertransaksi.

—

Penutup: Emas untuk Semua

Dari cerita Bimo, Dila, Siti, hingga Adi, kita melihat bahwa emas bukan hanya milik orang kaya. Dengan layanan Pegadaian, emas kini menjadi instrumen keuangan yang inklusif: bisa diakses mahasiswa, pekerja muda, pedagang kecil, hingga pengusaha desa.

Di era digital ini, menabung emas bukan lagi mimpi. Ia telah menjadi bagian dari gaya hidup finansial baru masyarakat Indonesia. Bukan hanya untuk melindungi nilai, tetapi juga untuk membuka peluang.

Pegadaian berhasil membuktikan diri sebagai sahabat finansial, bukan hanya di kala sulit, tetapi juga dalam menyiapkan masa depan yang lebih cerah. Dan di balik setiap gram emas yang ditabung, tersimpan harapan untuk hidup yang lebih aman, sejahtera, dan berdaya.

Source: https://gi-media.com/2025/09/19/www-gi-media-com/
Via: Pegadaian
Tags: EmasGen Z dan milenialpegadaianumkm
Previous Post

Perluas pengolahan Hutan, FIFGROUP Tegaskan Komitmen Keberlanjutan

Next Post

Pemerintah Berencana Menaikkan Gaji ASN, PPPK, dan Anggota TNI/Polri

redaksi

redaksi

TerkaitBerita

Presiden Prabowo kunjungi hunian baru untuk warga pinggir rel kereta api Senen
Daerah

Presiden Prabowo kunjungi hunian baru untuk warga pinggir rel kereta api Senen

by Muhammad Dimas Aditya
Agustus 29, 2026
0

Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menemui masyarakat yang sebelumnya tinggal di pinggir rel kereta api Stasiun Senen di hunian baru...

Read more
Komisioner BP Tapera Dampingi Kunjungan Komisi V DPR RI ke Rusun TOD Samesta Mahata Serpong

Komisioner BP Tapera Dampingi Kunjungan Komisi V DPR RI ke Rusun TOD Samesta Mahata Serpong

Agustus 28, 2026
Barantin dan Chile Perkuat Kerja Sama SPS, Buka Peluang Perluas Perdagangan Komoditas   

Barantin dan Chile Perkuat Kerja Sama SPS, Buka Peluang Perluas Perdagangan Komoditas  

Agustus 28, 2026
Danantara Housing Expo 2026, BP Tapera Dorong MBR Manfaatkan Akses Rumah Subsidi

Danantara Housing Expo 2026, BP Tapera Dorong MBR Manfaatkan Akses Rumah Subsidi

Agustus 28, 2026
Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) Menggelar Apkasi Otonomi Expo (AOE) 2026 Yang Berlangsung Pada Tanggal 27–29 Agustus 2026 Di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Kabupaten Tangerang, Banten

Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) Menggelar Apkasi Otonomi Expo (AOE) 2026 Yang Berlangsung Pada Tanggal 27–29 Agustus 2026 Di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Kabupaten Tangerang, Banten

Agustus 27, 2026
Hadiri APKASI Otonomi Expo 2026, Plt. Bupati Kuansing Dorong Promosi Potensi Daerah dan Perluasan Kerja Sama Ekonomi

Hadiri APKASI Otonomi Expo 2026, Plt. Bupati Kuansing Dorong Promosi Potensi Daerah dan Perluasan Kerja Sama Ekonomi

Agustus 27, 2026
Next Post
Banyuwangi Jadi Ujung Tombak Digitalisasi Perlindungan Sosial Nasional

Pemerintah Berencana Menaikkan Gaji ASN, PPPK, dan Anggota TNI/Polri

Discussion about this post

PT Gerbang Informasi Media

Facebook Twitter Google+ Youtube RSS

Cari Berdasarkan Kategori

  • Agama (76)
  • Daerah (2,449)
  • DPD/DPRD/DPR RI (13)
  • Ekonomi (283)
  • Fashion (25)
  • Hiburan (52)
  • Hukum (1,389)
  • Internasional (93)
  • Kesehatan (90)
  • Korupsi (51)
  • Kriminal (176)
  • Nasional (612)
  • Olahraga (49)
  • Otomotif (3)
  • Pendidikan (103)
  • Politik (117)
  • REDAKSI (307)
  • Sumut (1,066)
  • TNI/POLRI (139)

Hak Cipta © 2021 Gerbang Informasi Nusantara

No Result
View All Result
  • Redaksi gi-media.com
  • Lowongan Kerja
  • Undang Undang Pers
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Cyber

Hak Cipta © 2021 Gerbang Informasi Nusantara