Gi-media.com Krisis Gaza Perempuan dan Anak Perempuan, terus berlanjut Menanggung Dampak Terberat Konflik
Gaza, September 2025 – Perempuan dan Krisis Gaza: Perempuan dan Anak Perempuan Menanggung Dampak Terberat Konflik di mana kelaparan resmi telah dinyatakan di Kota Gaza.
Sejak Oktober 2023, hampir dua tahun permusuhan terus-menerus telah meluluhlantakkan Gaza. Data terbaru menunjukkan bahwa perempuan dan anak perempuan menanggung dampak terburuk dari konflik ini. Dalam satu tahun terakhir, tujuh dari sepuluh perempuan yang tewas akibat konflik dunia berada di Gaza.
Hampir 250.000 perempuan dan anak perempuan mengalami kelaparan, sebagian besar di antaranya meninggal, menjadikan ini salah satu krisis kelaparan terburuk dalam sejarah modern. Lebih dari setengah juta lainnya menghadapi kelaparan ekstrem dan malnutrisi akut.
Situasi di lapangan semakin mengkhawatirkan: para ibu tidak mampu memberi makan bayi mereka yang baru lahir, anak-anak perempuan tidur dalam keadaan lapar, dan keluarga terpaksa menguburkan anak-anak yang meninggal akibat kelaparan. Dokter dan pekerja bantuan pun harus menjatah persediaan obat-obatan dan makanan yang semakin menipis.
Peran UN Women
UN Women terus mendukung organisasi-organisasi yang dipimpin perempuan di Gaza, menyediakan layanan penyelamatan jiwa, dan menempatkan kepemimpinan perempuan di pusat respons serta pemulihan. Sejak 1997, UN Women hadir di Palestina untuk mendukung hak-hak perempuan dan anak perempuan, memberikan bantuan kemanusiaan, serta memperkuat kapasitas mereka menghadapi krisis.
Seruan Kemanusiaan
UN Women bergabung dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa dan mitra kemanusiaan menyerukan:
Akses kemanusiaan berkelanjutan tanpa batas untuk menjangkau perempuan dan anak perempuan dengan bantuan serta layanan penting.
Pembebasan segera semua sandera.
Gencatan senjata segera yang mengarah pada perdamaian yang adil dan berkelanjutan.
Dukung Perempuan di Gaza
Lebih dari 28.000 perempuan dan anak perempuan telah tewas sejak Oktober 2023, artinya rata-rata satu perempuan dan satu anak perempuan meninggal setiap jam. Donasi dan dukungan masyarakat internasional memberikan bantuan mendesak, perlindungan, dan harapan bagi mereka yang selamat.
Selama gencatan senjata sementara antara Israel dan Palestina pada November 2023, warga Palestina kembali ke rumah mereka di kota Khuza’a, memeriksa rumah-rumah yang hancur akibat pemboman Israel di Gaza. Foto: UN Women/Samar Abu Elouf
























Discussion about this post