Gi-media.com – JAKARTA — Di tengah hiruk pikuk pembangunan nasional, Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto mengambil langkah tegas. Dalam Rapat Pimpinan (Rapim) di Balai Budaya Girinata Mandala, Pusat Pemerintahan Kabupaten Badung, Bali, Rabu, ia meminta seluruh jajarannya tidak hanya berdiri sebagai penonton, tetapi turun tangan mengawal berbagai program strategis Presiden RI Prabowo Subianto.
Dua program utama yang menjadi sorotan: Makan Bergizi Gratis (MBG) dan persoalan sampah di Bali. Bukan tanpa alasan, Pangdam menyoroti kondisi lingkungan di Pulau Dewata yang masih menghadapi masalah sampah, sebuah ancaman serius bagi citra pariwisata dan ekonomi daerah yang sangat bergantung pada sektor tersebut.
Saya yakin seluruh jajaran telah memahami tugas masing-masing, sehingga tinggal menjabarkan dan melaksanakan program secara nyata di lapangan,” tegas Mayjen TNI Piek Budyakto di hadapan para pejabat utama Kodam, Komandan Satuan, Kepala Badan Pelaksana, hingga Babinsa jajaran Kodam IX/Udayana se-Bali.
Ia menegaskan, Kodam IX/Udayana berkomitmen penuh mendukung program pemerintah seperti MBG, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), hingga pembentukan Batalyon Teritorial Pembangunan yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Rapim kali ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat koordinasi dan komunikasi antar satuan dalam menghadapi tantangan di wilayah Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT).
Untuk memperkaya perspektif, Pangdam menghadirkan narasumber eksternal dari berbagai instansi, di antaranya Gubernur Bali I Wayan Koster, Kapolda Bali Irjen Pol Daniel Adityajaya, Kepala Kejaksaan Tinggi Bali Dr. Chatarina Muliana Girsang, serta Pimpinan Wilayah PT Pegadaikan Kanwil VII Denpasar Edy Purwanto. Mereka membahas topik mulai dari peningkatan kualitas pariwisata, keamanan dan ketertiban, pemenuhan hak administrasi kependudukan, hingga penguatan koperasi desa dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Di akhir acara, Pangdam memberikan penghargaan kepada lima prajurit berprestasi di bidang olahraga, dua Babinsa berprestasi di bidang wirausaha, serta tiga Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih tercepat di wilayah Kodam IX/Udayana. “Rapim ini menjadi sarana penting untuk menyamakan persepsi, memperkuat sinergi, serta merumuskan langkah konkret,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Penerangan Kodam IX/Udayana Kolonel Inf Widi Rahman menambahkan, pihaknya akan terus meningkatkan sinergi dengan pemangku kepentingan untuk mendukung pembangunan dan menciptakan situasi aman, kondusif, serta sejahtera bagi masyarakat Bali Nusra.
Semangat yang sama bergema ribuan kilometer dari Bali, tepatnya di Deli Serdang, Sumatera Utara. Wakil Bupati Deli Serdang Lom Lom Suwondo menyebut program MBG sejalan dengan komitmen pemerintah daerah mewujudkan masyarakat sehat dengan asupan gizi cukup.
Harapan kita, jangan ada lagi anak-anak kita sekolah dalam keadaan lapar. Mari kita bersatu. Mari kita sukseskan program itu,” katanya di Lubuk Pakam, Rabu.
Dengan luas wilayah dan karakter geografis lengkap, mulai pegunungan, dataran rendah, hingga pesisir pantai, Deli Serdang menghadapi tantangan sekaligus potensi besar. Saat ini, kabupaten tersebut telah memiliki sekitar 137 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Pemkab Deli Serdang terus mendorong partisipasi seluruh elemen masyarakat untuk mempercepat pencapaian target, sekaligus menjaga stabilitas ketahanan pangan melalui dinas terkait.
“Kami optimis dapur SPPG di Deli Serdang dapat maksimal. Ini harus kita pastikan berjalan dengan baik,” ucap Wabup.
Di Hamparan Perak, Deli Serdang, sebuah inovasi hadir dalam pelaksanaan MBG. Pembina Yayasan Kuali Merah Putih Pusat, Karolus Rogger Evantino, mengungkapkan bahwa SPPG yang dikelola yayasannya menjadi dapur pertama yang menggunakan standar alat Rapid Tes makanan. Alat yang dibawa dari Jakarta ini mampu mendeteksi empat unsur berbahaya: sianida, nitrat, boraks, dan formalin.
























Discussion about this post