Diduga Pembangunan Lari Dari Bestek, Irigasi Baru Selesai Dikerjakan “”AMBRUK””

1 0
Read Time2 Minute, 13 Second

GI-Media.com || Simalungun Sumut – Proyek jaringan irigasi yang bertujuan untuk perbaikan irigasi di Nagori Bosar Bayu Kecamatan Hutabayu Raja baru dikerjakan suda ambruk,proyek yang sumber dananya diambil dari APBD – LOAN Provinsi Sumatera Utara tahun 2020, PT LINTONG BANGUN MAKMUR (LBM) dipercaya melaksanakan pekerjaan proyek tersebut, dan penanggung jawabnya UPT-PI Bah Bolon, Dinas Sumber daya Air, Cipta karya dan tata ruang provinsi sumatera utara, mulai dikerjakan pada 21 April 2020 berahir 17 Nopember 2020.

Akibat pengerjaan diduga asal jadi, irigasi yang baru dikerjakan sudah ambruk tergerus air, meskipun dilakukan perbaikan, ambruknya bangunan tersebut merupakan cerminan betapa tidak berkualitasnya hasil bangunan yang dikerjakan oleh rekanan.

Utuk membangun irigasi tersebut, Pemprovsu mengeluarkan anggaran sebesar Rp 12 Miliar, hal itu dilakukan Pemprovsu untuk meningkatkan swasembada pangan sesui yang dicanangkan Presiden RI Jokowidodo.

Ruslan Purba Salah seorang warga Kecamatan Huta Bayu Raja, Sabtu 25 Juli 2020 ketika ditemui mengatakan bahwa dirinya sangat kecewa dengan ambruknya bangunan irigasi tersebut, menurutnya hal itu sudah diprediksi sejak awal karena rekanan mengerjakan asal jadi dan tidak ada galian pondasi.

“Pemborong menggunakan pandasi lama saat membangun irigasi itu, kami menduga seperti itu pekerjaan semuanya, warga disini tidak terima dari awal warga suda curiga, sebab pola kerjanya asal jadi, kita lihat saja galian pondasinya tidak ada, batunya tidak dipecah, campuran semen diduga tidak semestinya.

Mantan Tim Sukses Pilgubsu Edy Ramayadi ini meminta dengan tegas kepada Dinas terkait dari Provinsi Sumatera Utara,agar jangan membiarkan proyek itu sia-sia, Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) dari Dinas SDA Provsu UPT Sungai Bah Bolon, harus memberi teguran pada rekanan, dan segera periksa pekerjaan yang kami duga dikerjakan asal-asalan.

“Warga Nagori Bosar Bayu Kecamatan Hutabayuraja, sebagai penerima manfaat dari irigasi tersebut, sangat kecewa bila bangunan itu tidak dikerjakan sebagaimana mestinya,dan tidak akan bertahan lama, “kita berharaf Gubernur Sumatera Utara Edy Ramayadi mengetahui hal ini dan bila perlu beri tidakan tegas rekananya, apabila pihak dinas yang terkait tidak ada melakukan tindakan, kita aku membuat pengaduan resmi pada Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara,kami menduga pekerjaan irigasi itu suda lari dari Bestek dan mengkangkangi RAB untuk menguntungkan pemborong” jelas Ruslan.

Terpisah, Pangulu Nagori Bosar Bayu Rotbel Simanjuntak saat dihubungi membenarkan adanya bangunan irigasi yang ambruk, dirinya menjelaskan ambruknya aliran irigasi tersebut disebabkan debit air dari atas yang mengalir ke bawah terlalu besar.

“Penyebab tumbangnya bangunan proyek saluran irigasi disebabkan meningkatnya curah hujan, tingginya curah hujan sejak hari Sabtu hingga Minggu pagi, tidak dapat menampung debit air yang besar ahirnya bangunan itu ambruk, jelasnya.

Amatan reporter kami pada Sabtu 25 Juli 2020, jaringan irigasi yang rubuh sedang dilakukan perbaikan, namun dilokasi tidak tampak pihak dinas yang terkait, hanya beberapa tukang bangunan yang berada dilokasi. (R01- Tim ).

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan